Terpaksa Melayani Hasrat Daddy

Terpaksa Melayani Hasrat Daddy
Dia Anakku.


__ADS_3

Ting Tong.


Esther melihat jam di ponselnya, pukul 6 pagi. Siapa yang datang pagi-pagi sekali?


Wanita itu membenahi penampilannya di dapur, mengikat rambutnya berjalan ke pintu depan.


Ceklek.


Itu adalah seorang pengantar dengan seikat rangkaian bunga mawar dan barang-barang mewah di kedua tangannya. "Apa dengan Nona Esther?"


"Ya, saya."


"Silahkan tanda tangan, Nona Esther."


"Siapa pengirimnya?" Esther sudah tak aneh lagi menerima kiriman seperti ini, jadi dia mengambil bunga beserta barang-barang yang dikirim bersama bunga itu.


"Ada di kartu, Nona. Permisi."


"Terima kasih," Jawab Esther, dia menutup pintu membawa bunga itu ke ruang dapur.



Esther mengambil kartu dari selipan bunga, hanya ada inisial. "DMQ, siapa?"


"Hoaamm, Mom. Sarapan apa?" Justin mengucek matanya sambil menguap, dengan wajah bantal dan rambut acak-acakan.


"Black pudding dan oatmeal."


"Pasti lezat, woahhhh... apa ini? Siapa pengirimnya, Mom?" Justin mengambil barang-barang di dekat bunga, membuka talinya dan memeriksa isi di dalamnya. "Ini sepertinya gaun, Mom. Dan... isi tas satunya satu set perhiasan. Ini kisaran 1 juta dolar, wowww." Justin tak sadar sudah keceplosan.


Saat mendengar kisaran harga dari satu set perhiasan itu kening Esther mengernyit tapi dia lebih terkejut karena putranya bisa langsung memperkirakan harga perhiasan itu. "Justin, kenapa kamu bisa langsung tau harganya?"


Upsss! Justin baru sadar sudah keceplosan, dia mencari akal.


"Dari internet, Mom. Pelajaran sekolah menyuruh kami mencari jenis-jenis batu perhiasan dan harga per buahnya dan juga hal yang lainnya," Justin mengangkat bahunya cuek.

__ADS_1


"Ahhh... Siap-siap sana, Mommy siapin sarapanmu."


Justin merasa lega Mommy-nya langsung percaya, dia langsung berbalik badan berjalan dengan cepat ke arah kamarnya.


Tapi Esther menatap tajam Putranya, "Apa yang kamu sembunyikan dari Mommy, nak? Hmm..."


Esther lalu mulai menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, dia juga harus pergi ke kantor miliknya.


Saat akan berangkat ke kantornya, Esther menatap lagi inisial dalam kartu merasa mengenali tulisannya tapi banyak sekali pria yang bekerjasama dengannya, ia akhirnya menggelengkan kepala.


"Honey, ayo berangkat."


Justin memberengut kesal saat mendengar panggilan memalukan itu lagi, andai saja bukan Mommy-nya dia akan menutup mulut orang itu dengan tinjunya.


***


Vard mengikuti dari jauh mobil yang dibawa Queena, saat mendekati sebuah sekolah mobilnya berhenti.


Degh!


"Apa ada masalah dalam pemeriksaan? Tapi disini hanya ada data identitas baru Nona Queena dan juga seorang pria berumur berusia hampir 50 tahun bernama Darish."


"Apa itu anak Queena dan pria itu?" Vard mencengkram jok dengan erat.


"Saya akan memeriksa lagi, Presdir."


Vard memijit keningnya, kenapa Queena kabur dengan pria yang pernah datang ke rumah Ayahnya? Kenapa dia turun dari dalam mobil dengan seorang anak?


Vard mengambil ponsel menelepon Ayahnya, "Halo, Pah."


"Hm? Ada apa?"


"Aku ingin bertanya."


"Apa?"

__ADS_1


"Siapa pria yang datang ke rumah Papa 8 tahun lalu sebelum Queena menghilang?"


Tak ada jawaban, "Pah, aku mohon. Sekali ini saja Papa menjawab pertanyaanku..." Vard merasa frustasi.


"Hahhhh..." dessah sang Papa, "Kau sendiri kenapa tak pernah jujur padaku kalau kau mempunyai perasaan aneh pada Queena. Wales sudah bilang padaku, kau sudah menodai gadis malang itu. Pantas saja Queena kabur darimu, kau memang bajingan."


"Pah... aku tidak bisa menahannya, aku..." Vard kehilangan kata-katanya, kini ia mengerti alasan apapun yang ia punya tetap saja tak membenarkan perbuatan bejat nya pada Queena. "Aku salah, Pah. Aku ingin memperbaikinya, aku mohon bantu aku..."


"Namanya Darish, dia adalah teman Ibu Queena yang tau semua rahasia keluarga Oliver. Sebenarnya Papa sudah curiga pada Darish, saat kita meng-indetifikasi lagi abu Queena dan kamu bilang Queena kabur darimu. Tapi selama ini Papa diam karena jika Queena kabur darimu itu artinya dia tidak ingin bersamamu, Vard. Saat Wales mengatakan kebenaran tentang kebejatanmu pada Queena, akhirnya Papa senang karena merahasiakan nya darimu."


"Pah..." lirih Vard.


"Kau bisa mencarinya sekarang, Taylor melaporkan padaku kau sudah menemukan Queena. Kalau kau beritikad baik memperbaiki semuanya, aku akan mendukungmu. Tapi, jika sekali lagi kau menyakiti Queena, aku takkan pernah menganggapmu lagi Putraku!"


"Baik, Pah. Lalu siapa anak yang bersama Queena? Anak laki-laki."


"Anak?"


"Papah juga tidak tau?"


"Tidak."


"Apa itu anak Darish?"


"Tidak mungkin, sebenarnya Darish adalah mantan kekasih Carlotte, Ibu Queena. Dia bilang, Queena sudah seperti anaknya sendiri."


"Apa itu anakku?"


"Pastikan saja semuanya, Vard. Kabari Papa."


"Baik, Pah. Aku tutup."


"Presdir, ini adalah foto anak itu." Taylor menyodorkan foto dalam iPad di tangannya.


Vard mengambilnya, bibirnya seketika tersenyum lebar, "Dia anakku, Taylor. Lihatlah! Anak ini sangat mirip denganku!" teriaknya bahagia.

__ADS_1


Sang Assisten ikut tersenyum, dia juga melihat 90 persen kemiripan dalam wajah anak itu dan Presdir-nya.


__ADS_2