Terpaksa Melayani Hasrat Daddy

Terpaksa Melayani Hasrat Daddy
Situasi Sepertinya Sudah Tidak Aman.


__ADS_3

Malam itu juga Ronald memeriksa keadaan Dex di dalam penjara, bertepatan dengan datangnya anak buahnya yang datang dari kota K membawa data tentang keluarga Vard. Ronald membuka data-data tersebut, bersumber dari mantan kekasih Vard dan orang-orang yang mengenalnya mengatakan lelaki itu ternyata telah mengadopsi seorang anak perempuan berusia 6 tahun 20 tahun lalu bertepatan dengan kecelakaan sepupunya, Carlotte.


"Brengsek... !!! Ternyata selama ini mereka sudah saling mengenal! Bukan mengenal bahkan begitu akrab!" mata Ronald memerah dia meremas kertas laporan di tangannya.


"Leon, kau sudah memeriksa kemana perginya adikmu dari club?"


"Beberapa Cctv tidak bisa di akses, bahkan tidak ada rekamam kemana tujuan Dex. Tapi aku mendapatkan rekaman dari kamera dashboard dari salah satu mobil yang melewati jalanan. Lihat ini," Leon mem-play rekaman dalam laptopnya.


"Segerombolan pria-pria yang menutupi wajah mereka dengan masker, tapi ada satu lelaki yang terlalu pendek untuk ukuran seorang pria dewasa. Pah, lihat ini yang aku lingkari," Leon melingkari jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan lelaki pendek.


"Tangannya seperti tangan anak kecil, jam tangan ini juga aku marasa pernah melihatnya. Lalu, aku memeriksa Cctv di rumah, dan benar saja... ini jam tangan yang dipakai putra dari Vard. Anak yang bernama Justin." Lanjut Leon.


Ronald hanya mendengarkan, tapi jika menyatukan informasi ini dengan data yang berada di tangannya kini semuanya terasa masuk akal, "Mereka telah menipu kita selama ini !"


"Leon, hubungi Ibumu dan Sabrina. Suruh mereka menahan Krystal! Ayo pulang, aku akan memberi pelajaran pada wanita itu!"


Drtttttt Drrtttt.


Di kediaman Oliver ponsel Sabrina bergetar, Xavier mendengarnya tapi ia masih berpura-pura tidur.


Sabrina melihat itu panggilan dari kakak laki-lakinya, panggilan yang tidak biasanya. Dengan perlahan dia turun dari ranjang mengambil ponselnya berjalan ke kamar mandi, lalu menutup pintu.

__ADS_1


Xavier membuka matanya, dia turun dari ranjang mengendap perlahan menuju kamar mandi.


"Apa maksud kak Leon, kak Dex di ruangan isolasi di kantor polisi? Meskipun kak Dex seperti itu, tapi dia tidak pernah bermain dengan obat-obatan," bisik Sabrina.


Meskipun berbisik tapi diluar pintu Xavier masih bisa dengan jelas mendengarnya.


"Perbuatan Krystal dan Vard?! Apa kakak dan Papah yakin?"


"Oke, baiklah kak. Aku dan Mama akan menahan Krystal."


Tutttttt.


Tok! Tok! Tok!


Tubuh Krystal yang sedang bersiaga di dalam kamar seketika menegang, dia meluruskan moncong senjata ke arah pintu.


"Krystal! Ini aku! Xavier! Cepat buka! Ini bahaya!"


"Ada apa? Bahaya apa maksudmu Xavier?!" Krystal tak serta merta mempercayai ucapan lelaki itu.


"Aku tidak ada waktu menjelaskan! Tapi semua orang di rumah ini sepertinya sudah mengetahui rencanamu dan Vard! Cepat buka!"

__ADS_1


"Xavier... !!! Apa yang kau lakukan di depan kamar Krystal?!" teriak Sabrina.


Krystal mendengar suara Sabrina diluar pintunya, dia mendekat ke pintu mendengarkan.


"Aku sudah muak denganmu! Sabrina! Kau ingin menahan Krystal dan menyakitinya! Lewati dulu aku!" Xavier sama berteriaknya dengan Sabrina.


Krystal menelepon para body guard nya diluar rumah menyuruh mereka menerobos masuk karena sepertinya situasi sudah tidak terkendali. Lalu ia menelepon Vard.


"Vard, cepat kesini! Situasi sepertinya sudah tidak aman!"


"Tunggu aku sayang, jangan takut beranikan dirimu!"


Telepon terputus.


Krystal membuka pintu, langsung menodongkan senjata ke arah Sabrina. Istri Ronald juga beberapa penjaga rumah itu sudah berada disana .


"Wah! Wah! Ternyata kau sudah menyiapkan semuanya Krystal! Kak Leon mengatakan keadaan kak Dex karena ulahmu dan Vard, sepertinya itu benar." Sabrina mengambil pistol dari tangan penjaga anak buah Ronald, ia juga mengacungkan senjata itu ke arah Krystal.


Xavier segera menghalangi tubuh Krystal dengan tubuhnya, "Aku tidak akan membiarkanmu membunuh Krystal! Selama ini aku selalu menurutimu dan kakak-kakakmu! Tapi aku bukan lelaki lemah seperti dugaanmu Sabrina!" Xavier pun mengeluarkan senjata dari balik pakaiannya menodongkan senjata itu pada Sabrina.


Krystal berada di belakang tubuh Xavier, tubuhnya gemetar tangannya yang memegang pistol pun ikut gemetaran.

__ADS_1


__ADS_2