Terpaksa Melayani Hasrat Daddy

Terpaksa Melayani Hasrat Daddy
Terasa Deja vu, Karma Berlaku.


__ADS_3

Vard menahan rasa gelinya melihat ke saltingan Ibu dari putranya itu, tapi bagaimana pun hanyalah ini jalan agar dia bisa datang dengan bebas dan keluar masuk kediaman Oliver atau Perusahaan dengan dalih ingin bertemu Krystal.


Xavier menatap wajah Krystal, dia melihat wajah merona wanita itu. Apa Krystal sudah memaafkan Vard dan mereka kembali bersama?


"Nona Krystal?" tanya Vard kembali.


"Anda serius, Tuan Vard?" akhirnya Krystal meladeni pria itu setelah keterkejutan nya hilang.


"Apa aku terlihat seperti seorang player atau pembohong?"


"Hm, sedikit. Apalagi melihat penampilan berbeda Anda malam ini, Tuan. Anda terlihat seperti seorang Casanova, muuehehe..." Krystal terkikik.


"Hahahaha..." Vard tergelak, dia tak menyangka bakat akting Ksystal hebat juga. "Boleh saya duduk di samping Anda?"


"Silahkan."


Ronald sebenarnya tak suka saat mendengar Vard menyukai Krystal, jika mereka bersama Krystal akan mempunyai rekan yang mendukungnya tapi jika sekarang menolak kerjasama investasi miliaran dollar dari pria itu akan hilang. Ia akan membiarkan kedekatan mereka untuk saat ini, mungkin saja semua tidak berjalan baik untuk mereka ke depannya.


Vard segera duduk di samping Krystal, di sebelahnya adalah Sabrina. Ia melihat Xavier duduk bersebelahan dengan Sabrina, ia hanya menatap datar pada pria yang pernah menjadi rival nya itu, atau mungkin masih. Entahlah.

__ADS_1


"Apa yang kamu pesan Nona, ahh... Bisakah saya memanggil namamu lansung, Krystal?"


"Tentu Tuan Vard, aku adalah seorang wanita berpikiran terbuka. Aku tak terlalu mementingkan formalitas, panggil aku sesuka Anda."


"Kalau begitu jangan formal padaku juga, jangan bersikap sopan itu terlalu... "


"Baik, aku mengerti Tuan Vard. Kamu ingin memesan apa, silahkan. Kami semua kebetulan sudah memesan," ujar Krystal dengan santai.


"Jika menungguku memesan makanan, bukankah makanan kalian akan dingin? Bisakah kamu memberiku sedikit makanan mu saja, Krystal. Biarkan aku mencicipinya juga, sepertinya makananmu enak."


"Apa obrolan kalian berdua sudah selesai? Krystal, bisakah kita makan sekarang?" Sabrina semakin kesal mendegar nada lembut Tuan Vard pada Krystal tidak seperti kepadanya yang begitu kasar saat pertama kali bertemu sampai menyebutnya lalat.


"Sebelum mulai, aku sebagai kepala keluarga Oliver mengucapkan selamat datang pada Krystal di rumah kami. Semoga ke depan nya kita bisa saling menyayangi," ujar Ronald dengan wajah tanpa dosa telah membunuh kedua orang tua Krystal dan memyebut dirinya kepala keluarga Oliver.


"Aku ucapkan terima kasih, Paman."


Semua orang pun mulai memakan makanan pesanan mereka yang berjejer di meja makan bundar, semua menikmati makanan kecuali beberapa orang seperti Xavier dan Sabrina. Mereka sangat tak bernafsu makan saat melihat gestur tubuh dari keakraban Krystal dan Vard.


Vard mengelus lengan Krystal yang terhalang meja makan, tapi matanya berpura-pura menatap makanan yang sedang dinikmatinya.

__ADS_1


'Tunggu! Kenapa ini terasa deja vu? Kenapa kelakuanku sekarang terasa familiar? Ahhh! Ini kelakuan Rick dan Krystal dulu saat mereka sembunyi-sembunyi! Astaga! Karma berlaku, sekarang aku yang harus sembunyi-sembunyi menahan rasa cintaku pada Krystal! Rutuk Vard.


"Ada apa Tuan Vard? Makanannya tidak enak? Wajah Anda terlihat kesal." Ujar Ronald yang duduk di seberang meja.


"Ah, tidak. Malah sebaliknya aku belum pernah mencoba makanan ini, ternyata sangat lezat. Kamu tak salah menyukai makanan ini, Krystal," ucapnya lembut menoleh ke samping ke arah wanita itu.


"Huh!" dengus Sabrina.


"Apa setelah ini Anda ada acara, Tuan Vard?" tanya Ronald.


"Tidak ada, ada apa?"


"Bisakah kita membicarakan bisnis setelah ini, kita bisa sambil bersantai di rumahku. Bagaimana?"


"Bukankah terlalu malam?" jawan Vard.


"Anda bisa menginap, Tuan. Kamar kami sangat banyak."


"Benarkah? Hm..." Vard berpura-pura berpikir. "Oke."

__ADS_1


Bibir Ronald tersenyum begitu pun Vard, apalagi Sabrina wanita itu langsung mempunyai ide untuk menggoda Vard nanti di rumah.


__ADS_2