
Saat pelajaran terakhir selesai, Queena membereskan peralatan sekolahnya memasukkan ke dalam tas. Ia menatap Rick yang sedang menatapnya, ia mengalihkan kembali tatapannya. Dia berjalan keluar kelas, tapi diluar terdengar suara ribut - ribut. Seorang model datang ke sekolah, para siswa berkumpul mengerubungi model terkenal itu.
"Queena!" panggil si wanita model yang tak lain adalah Soppie.
"Kak Soppie?" ini pertama kalinya kekasih Daddy-nya itu datang ke sekolahnya.
Soppie membelah kerumunan para siswa, "Permisi, anak-anak." Wanita model cantik itu berjalan dengan gaya seperti seperti sedang berjalan di atas catwalk, membuat para siswa laki-laki menarik nafas. Tubuh langsingnya dibungkus pakaian mahal, dengan tas ber-merk di tangannya.
"Kamu sudah selesai? Kakak ingin mengajakmu makan diluar?" Ajak Soppie.
"Kak Soppie?" seseorang memanggilnya.
Soppie menoleh, ia terkejut. "Rick? Ahhh... Ibumu pernah mengatakan kau sekolah di sekolah elit, jadi disini."
"Sedang apa kak Soppie disini?" tanya Rick.
"Putri kekasihku sekolah disini, ini dia. Queena."
Rick dan Queena saling bertatapan, mereka tak menyangka akan kebetulan itu.
__ADS_1
"Queena, kenalkan ini Rick. Dia sepupuku, kami memang adalah sepupu tapi kurang dekat."
"Aku mengenalnya, Rick adalah teman sekelasku." Jawab Queena.
"Wah, kebetulan yang sangat menyenangkan. Apa kamu ingin ikut pergi dengan kami, Rick? Kami akan pergi makan." Ajak Soppie.
"Tapi aku belum mengiyakan, aku belum bilang pada Daddy." Ucap Queena.
"Aku sudah memberi kabar padanya, kita pergi lebih dulu. Nanti Daddy-mu pasti menyusul kita. Ayo... kamu ikut Rick?" Soppie menarik tangan Queena seraya menoleh pada Rick bertanya.
"Baik." Rick dengan semangat mengangguk.
***
Brakkkk!
"Beraninya dia mengajak Queena pergi!" Vard baru saja selesai bertemu klien penting, berniat akan pergi menjemput Queena saat membuka pesan, dia malah menerima pesan dari Soppie.
Vard berjalan dengan terburu-buru, menyuruh sopirnya membawa ke alamat Restoran yang dikirim Soppie.
__ADS_1
Saat sampai di Restoran, dengan langkah penuh emosi Vard membuka pintu ruangan private. Ketiga pasang kepala di dalam ruangan menoleh padanya.
"Tuan Vard," Rick bangun menyapa menganggukkan kepalanya.
Mata Queena ketakutan, dia bukan sengaja ingin bersama Rick. Ia takut Daddy-nya melakukan sesuatu pada Rick, apapun ucapan sang Daddy akan selalu terjadi. "D-daddy, aku diajak oleh kak Soppie. Rick dan kak Soppie adalah saudara sepupu, aku bahkan baru tau." Ucapnya gugup.
Vard menatap pada Soppie, kemudian menatap Rick. Dia sendiri baru mendengar tentang mereka berdua yang adalah sepupu, dia menatap Queena melihat gadis itu seperti ketakutan. Dia tersenyum mendekati Queena, menarik kursi di sampingnya duduk disana.
"Ohya, ternyata mereka berdua sepupu. Daddy juga baru tau, apa kalian sudah memesan?" tanyanya pada Queena, tatapannya tak pernah beralih dari gadis itu.
"Belum, kami menunggu kamu. Vard, kamu suka steak tenderloin, bukan? Aku akan memesannya untukmu." Soppie yang menjawab.
"Tidak perlu, Queena suka steak T-bone. Aku akan memesan untukku dan Queena. Kamu dan sepupumu pesan saja kesukaan kalian."
Saat staff Restoran datang, Vard hanya sibuk memesan kesukaan Queena tanpa memperdulikan Soppie.
Soppie menahan emosinya, ia sudah terbiasa saat masih berhubungan dengan Vard pria itu selalu mendahulukan Queena baru dia. Tapi sekarang saat pria itu tidak memperdulikan nya sama sekali, seketika dia sangat membenci Queena.
Jika saja kau menghilang Queena! Pasti aku yang akan selalu diperhatikan Vard sejak dulu kami berhubungan. Tapi kini bahkan Vard semakin tak memperdulikanku! Tapi aku harus tetap bersikap manis padamu, melalui kamu aku akan mendapatkan hati Vard kembali. Aku harus baik-baik padamu, agar Vard nanti mau mendengarkan bujukanmu untuk menerimaku kembali.
__ADS_1