
21+
Pintu bathroom terbuka, Vard hanya memakai handuk menutupi bagian bawah tubuhnya. Mata lelaki itu semakin memerah, kedua tangannya mengerat menahan sekuat tenaga agar tak menarik paksa tubuh Krystal dan menyakiti wanita itu dengan menidurinya.
"Aku tidak apa--hmmp--"
Krystal dengan cepat mencium Vard mengalungkan sebelah lengannya di leher pria tinggi itu sebelah tangannya lainnya mengelus dada berbulu lelaki itu turun ke perut menyusuri otot-otot keras yang terbentuk disana.
Vard tak kuasa menahan gairahnya lagi, dia memperdalam ciuman mereka. Tangannya membuka jubah gaun tidur Krystal lalu mengecup bahu telanjang wanita itu naik ke cerukan leher menghissaapnya memainkan lidahnya disana.
"Akhhhh..." seketika lutut Krystal lemas, Vard menahan tubuh wanita itu agar tak terjatuh lalu membopongnya ke atas ranjang. Tangannya menarik handuk kecil yang melilit bagian bawah tubuhnya lalu menarik tangan Krystal ke area sensitifnya yang sudah membengkak besar.
"Sayang.... sentuh aku... hhhh..." Vard masih menahan gairah yang sudah memuncak, selagi tangan Krystal mengelus bagian intinya bibirnya menyelusuri leher wanita dalam kungkungannya seraya membuka gaun tidur Krystal yang menjadi penghalang tubuh telanjang mereka berdua.
Setelah membuka lepas sisa pakaian Krystal kepalanya menunduk menuju pucuk dada wanita itu menjilat dan menghissaapnya membuat tubuh wanita di bawah nya terus menggeliat.
"Vard... aku... akhhh... ini baru pertama kalinya aku menikmati disentuh olehmu... hhhhahhh... Akhh..."
__ADS_1
"Tapi aku tak bisa memanjakanmu malam ini sayang... a--ku hhhah... sudah tak sanggup lagi... maaf... Akhhhh..." Vard tak menunggu lama lagi dengan sekali dorongan memasukkan miliknya ke dalam milik Kystal yang sudah basah tapi tetap saja terasa sempit.
"Kamu sempit sekali... akhhh... aku..." Vard terus mendorong sampai miliknya terselubung sempurna di dalam sana.
"Arghtt!" rintihan lolos dari bibir Krystal, ini adalah penyatuan pertama kalinya lagi baginya setelah sekian lama.
Vard mendengar rintih kesakitan Krystal otaknya ingin berhenti tapi tubuhnya tak bisa bekerja sama ingin segera meminta dipuaskan. Lelaki itu mulai menggerakkan ping gul kuatnya ke bawah dan keatas, terus mendorong dan menarik miliknya dengan kuat.
Lama waktu berlalu terdengar olehnya suara errangan dari bibir Krystal, wanita itu bahkan bergerak liar dibawah kungkungannya.
"Kau membuatku... gila... sayang... Akhhh aku tak akan menahannya lagi..."
"Apa aku memuaskanmu sayang..."
"Ya... teruslah bergerak jangan berhenti..." wajah Krystal bersemu merah bibirnya merekah matanya berkabut oleh gairah keringat membasahi keningnya.
"Aku datang sayang... Akhhh akhhhh...." Vard semakin cepat menggerakkan ping gulnya.
__ADS_1
"Akhhh Vard... aku sepertinya akan... Akhh... "
"Jangan ditahan sayang... "
Sensansi nikmat itu hadir menimbulkan desiran halus membuat otot perutnya kaku, nafas Krystal seketika tertahan saat sensasi luar biasa datang ketika ia mencapai puncaknya.
"Ahhhh~" Krystal melengkungkan tubuhnya ke atas gelenyar nikmat menjalar ke sekujur tubuhnya.
Vard memagut bibir Krystal dengan rakus, saat merasakan wanitanya sudah mencapai puncak gerakan ping gulnya semakin gencar akhirnya sensasi kenikmatan itu hadir dengan satu dorongan keras terakhir ia pun merengkuh puncaknya. "Akhhhh..." lelaki itu melengguhh, penuh kepuasan.
Tubuhnya ambruk menindih Krystal, sewaktu tersadar nafas wanita di bawahnya juga tersengal sengal Vard menggulingkan tubuhnya ke samping seraya menarik tubuh telanjang berkeringat Krystal lalu merengkuh wanita itu ke dalam pelukannya. Ia mencium kening Krystal lembut.
"Terimakasih sayang, aku..."
"Bisakah kita bicara nanti... tubuhku tak bertenaga mataku berat Vard... jangan lepaskan pelukanmu..."
"Aku takkan pernah melepaskannya, sayang. Tidurlah, gadis kecilku..."
__ADS_1
Krystal memejamkan matanya, bibirnya tersenyum. Semua rasa bencinya pada Vard kini telah sirna seluruhnya, desiran cinta berbisik di hatinya membuat jantunganya bergemuruh dengan hebatnya.