Terpaksa Melayani Hasrat Daddy

Terpaksa Melayani Hasrat Daddy
Sia-sia Memanasi Krystal Dirinya Kali Ini Kalah Lagi.


__ADS_3

Kediaman Oliver semakin ramai saat keluarga Xavier datang, untung saja kediaman itu sangat besar.


Orang tua Xavier terperangah menatap Krysral, mereka tidak mengetahui keberadaan mantan tunangan putranya yang sudah kembali datang ke kediaman Oliver.


"Krystal? Ini kamu?"


"Salam, Tante. Apa kabar?" Krystal tersenyum ramah karena yang ia ingat kedua orang tua Xavier dulu menyayanginya.


"Ya Tuhan, ini benar-benar kamu. Kamu kembali, sayang." Mama Xavier memeluk Krystal erat.


"Iya, Tante. Aku kembali."


Mama Xavier melepaskan pelukannya, memeriksa wanita dewasa di hadapannya yang bukan gadis kecil lagi. "Kamu sudah dewasa dan sangat cantik. Sayang, Xavier akan segera menikah dengan Sabrina."


"Bibi, apa maksud bibi? Apa Bibi tidak menginginkanku menjadi menantu bibi setelah sekarang Krystal datang?" Sabrina menahan kesabarannya.


"Ah sayangku, bukan begitu. Bibi--" ia salah bicara.


"Sudah sudah! Ayo besan-besan mari kita semua makan, makanan sudah dihidangkan." Potong Mama Sabrina, wajahnya pun sudah sangat buruk tak senang mendengar ucapan besannya.

__ADS_1


Meja makan panjang benar-benar penuh dengan makanan, kursi-kursi full terisi. Samping kiri dan kanan dari dua keluarga besan terisi penuh, Ronald duduk sebagai kepala keluarga di kursi utama.


"Silahkan dinikmati besan-besan."


Vard tak menunggu lagi dia mengambil makanan untuk Krystal, tapi sebelumnya dia mencicipi dulu mungkin saja ada racun dalam makanan itu. Dan itu adalah pikiran konyolnya karena tidak mungkin sedang banyak orang para musuhnya akan menaruh racun. Akhirnya ia terkekeh sendiri merasa lucu karena sikap waspadanya.


"Ada apa, kenapa tertawa?" bisik Krystal.


"Aku mencicipi makanan ini lebih dulu takutnya kamu akan diracuni, tapi itu pikiran konyolku. Mereka tak akan berani secara terang-terangan menyakitimu, aku baru tersadar dan merasa geli dengan tingkahku sendiri," kekeh Vard.


Krystal ikut terkekeh, semua orang menatap kemesraan mereka berdua.


"Perhatikan wajah dan sikapmu, jangan perlihatkan kamu terpuruk dan marah. Kau ingin di tertawakan Krystal? Berwajah ceria lah!" bisik sang Mama seraya menggeram.


Sabrina menekan pisau makannya ke arah steak, ia memotong-motong steak dengan kasar seakan ingin melampiaskan kemarahannya pada daging sapi itu.


"Sabrinaaaa," geram Ibunya.


Wanita itu akhirnya menghela nafas, ia menarik nafas lalu mulai tersenyum dengan manis. "Mama mertua, mau aku ambilkan minuman lagi?"

__ADS_1


"Mama masih ada, Sabrina. Senang sekali, kamu mulai memanggilku Mama," ujar Mama Xavier.


"Aku juga sangat bahagia, Mama. Pertalian dua keluarga yang sejak dulu akhirnya aku lah yang menjadi menantumu dan menjadi istri Xavier," ujarnya sengaja ingin memanasi Krystal karena sudah berhasil merebut posisi saudarinya itu sebagai istri Xavier.


Justin menatap wajah menyebalkan musuhnya, ia melirik ke arah Mommy-nya yang masih berwajah ceria tak terpengaruh ucapan dari wanita tak tahu malu itu.


"Mommy Krystal, bisakah ambilkan aku kentang?" Justin melembutkan ucapannya, sengaja ingin memperlihatkan kebahagiannya mendapatkan 'Ibu tiri'.


Krystal terkejut tapi ia segera tersenyum dan meladeni akting putranya, "Tentu, sayang. Sekarang kamu adalah putraku, apapun keinginanmu Mommy akan melakukannya."


Krystal setengah berdiri mengambil kentang lalu menaruh kentang itu di piring Justin, "Mau apa lagi, sayang?"


"Jus."


Sekali lagi Krystal melayani keinginan Justin dengan ceria, Vard dan kakek Bernard tersenyum bahagia.


"Karena kamu sangat menyayangi putraku, bagaimana jika besok kita berlayar dengan kapal pesiar. Kalian semua boleh ikut," tawar Vard tapi tatapan lembutnya mengarah pada Krystal.


Sabrina kembali berwajah buruk, sia-sia memanasi Krystal dirinya kali ini kalah lagi. Kasih sayang dari keluarga Vard pada Krystal lebih terlihat daripada kasih sayang keluarga Xavier padanya.

__ADS_1


__ADS_2