Terpaksa Melayani Hasrat Daddy

Terpaksa Melayani Hasrat Daddy
Aku Akan Segera Melamar Sabrina.


__ADS_3

Xavier akhirnya tidak mengatakan apapun, dia tersenyum miris. "Aku tau, aku memang tidak berhak lagi dekat denganmu. Kamu sudah kecewa padaku karena berbohong padamu, meskipun sekarang aku menjelaskan semuanya itu tidak ada bedanya untukmu."


"Saat pertama kalinya bertemu dengan identitasmu sebagai Esther aku begitu tertarik padamu karena ada kemiripan dengan Krystal. Ternyata, itu memang kamu Krystal. Tapi sekali lagi, takdir tidak ingin kita bersama. Apa kamu sudah kembali bersama dengan Vard?"


Krystal mengangguk tak ingin menyembunyikan fakta, "Ya, aku sudah kembali bersamanya. Aku memang pernah membencinya bahkan trauma karenanya dan kamu juga tau itu, tapi dia sudah banyak berubah. Aku sudah merasa nyaman dengannya, aku juga mulai mencintainya."


"Selamat untuk kalian berdua, aku tulus mengucapkannya. Aku tadinya sempat ingin bertarung memperebutkanmu dengan Vard, kami sepakat untuk bertarung dengan adil. Tapi untuk menjaga keluargaku saja aku tidak bisa, apalagi aku menjagamu. Maaf... karena aku telah berhenti memperjuangkan mu."


Krystal tidak mengerti apa yang dikatakan Xavier, tapi ia melihat sorot ketidak berdayaan di dalam mata lelaki yang pernah dekat dengannya itu.


"Xavier, apa kamu sedang dalam masalah? Apa ada masalah dengan Sabrina dan keluarganya?"


Xavier tersenyum pasrah, dia menggeleng, "Tidak ada. Papa juga ingin aku segera menikah dengan Sabrina, aku akan segera melamar Sabrina."


"Jika itu bagus untuk dua keluarga, aku turut bahagia. Tapi jika itu bukan kemauanmu, aku sarankan kamu pikirkan lagi." Krystal tidak tau apa yang terjadi pada Xavier tapi sepertinya lelaki itu menyembunyikan sesuatu.


"Aku sudah selesai bicara denganmu, aku hanya ingin memberitahumu tentang lamaranku pada Sabrina. Aku tidak ingin mengagetkanmu, setidaknya kita memang pernah dekat," Xavier menatap penuh arti sampai akhirnya ia bangun dari duduknya, "Ingat selalu ini, Krystal. Aku masih akan selalu bersamamu, aku pergi."


Xavier berbalik pergi tanpa menoleh kembali pada Krystal, sudah bertekad dengan semua rencananya.


Diluar cafe seseorang melaporkan apa yang dilihat pada majikannya.

__ADS_1


Vard baru saja keluar dari ruang pemeriksaan rumah sakit, jantungnya memang harus di operasi tapi ini belum saatnya. Ia baru saja kembali bersama Krystal, tidak mungkin sekarang membiarkan wanita itu sendirian menghadapi para musuhnya.


Di dalam mobil Taylor terus menatap kaca spion, sebuah mobil terus mengikuti tak jauh di belakang. "Presdir, mobil itu sepertinya mobil yang kemarin membuntutimu. Apa itu dari keluarga musuh Nona Krystal?"


"Ya, biarkan mereka. Aku juga sudah melihatnya. Coba hubungi Greg, apa ada mobil yang mengikuti Krystal juga?"


Taylor menghubungkan panggilan dengan supir sekaligus body guard Krystal. "Ya, Tuan."


"Greg, bagaimana keadaan Nyonya-mu hari ini?" selidik Vard.


"Kami diikuti sebuah mobil sejak pagi tadi nyonya berangkat, lalu baru saja Nyonya keluar kantor dan bertemu dengan Tuan Xavier di sebuah cafe," lapornya.


"Siap,Tuan."


Tuttttt.


"Taylor, menurutmu kenapa Xavier bertemu Krystal? Pria itu bilang tidak ingin keluarga Sabrina curiga pada Krystal."


"Lebih baik Anda bertanya langsung pada Nona Krystal daripada menebak-nebak sendiri, Tuan."


Jari Vard ingin memijit nomer ponsel Krystal tapi ia mengurungkannya, ia malah menelepon Xavier setidaknya jika lelaki itu orang baik dan masih perduli pada Krystal mereka harus bekerja sama dan menghilangkan ego masing-masing, bukan?

__ADS_1


"Halo, ada apa Vard?"


"Kamu menemui Krystal, apa sesuatu terjadi?"


"Aku hanya memberitahukan jika Papaku ingin aku segera menikah dengan Sabrina, selama ini aku masih bisa menahan agar tak menikah tapi jika dengan aku menikah aku bisa membantu Krystal menghancurkan mereka dari dalam maka aku akan lakukan."


"Xavier! Kau bukan siapa-siapa lagi bagi Krystal, aku yang akan berkorban apapun itu untuknya. Jadi jika kau menikah hanya untuk tujuan itu, maka jangan lakukan!" Vard geram ia tak terima pria lain harus mengorbankan diri demi wanitanya.


"Hahhhh... Vard. Ini bukan hanya untuk Krystal tapi untuk keluargaku juga. Aku harus terus berpura-pura bersama Sabrina, jika tidak saudara-saudara Sabrina akan terus mengganggu keluargaku. Adikku pernah mereka culik, aku tidak ingin kejadian itu terulang lagi."


"Apa tidak ada jalan lain? Kamu bisa mengetatkan penjagaan untuk adikmu."


"Tidak, Papa dan Mamaku percaya pada keluarga Sabrina. Jadi aku tak bisa melakukan lebih, aku harus mengambil jalan ini."


Vard menghela nafas, "Baiklah, hubungi aku jika kau memerlukan bantuan."


"Terima kasih."


Tutttttttt.


"Hahhhhh... Pria bodoh dan kasihan," tatapan Vard menerawang teringat akan perlawanan Xavier padanya saat memperebutkan Krystal.

__ADS_1


__ADS_2