
Vard sedang memperhatikan Queena yang sedang mengepak barang-barang yang akan dibawanya ke rumah kediaman Oliver.
"Aku cemas kamu disana sendiri, Justin tidak bisa menebus Cctv disana," ujar Vard dengan nada pasrah, dia hanya bisa menasehati.
"Justin apa?"
"Apa aku berkata Justin?" Vard merasa salah bicara. "Aku mengatakan Taylor!" ralatnya.
"Benarkah? Apa aku salah dengar?" gumam Krystal.
"Queena, ayo menikah. Aku akan menjagamu di rumah itu, aku akan membantumu melakukan balas dendammu atau apapun itu. Aku masih mencintaimu... berikan aku kesempatan untuk membuktikan cintaku padamu."
Krystal berpura-pura tak mendengar ucapan Vard, dia menarik kotak perhiasan nya dan memindahkan beberapa kalung, anting dan jam tangan ke kotak kecil.
"Queenaa... Aku tau kamu mendengarku."
Akhirnya Krystal menatap mata Vard, "Pertama, mulai sekarang panggil aku Krystal karena aku bukan Queena lagi bagimu. Aku bukan gadis yang dulu adalah putrimu. Kedua, jangan salah paham karena tadi aku sudah memelukmu. Aku belum sempat menjelaskan tindakanku karena kedatangan Soppie, tapi pelukan tadi itu karena aku sedikit kelelahan dan berpikir tidak rasional. Aku memang sudah memaafkanmu, Vard. Tapi bukan berarti aku akan menerima perasaanmu padaku."
Vard terdiam, dia menatap mata tegas Queena. "Baik, aku akan mulai memanggilmu Krystal. Kamu adalah Krystal, Nona besar Oliver. Bukan lagi putriku, Queena. Tapi permintaanku untuk menikahimu, aku masih tetap dengan keinginanku. Apa kamu sedikit pun tidak ada perasaan untukku?"
"Aku hanya merasa kasihan padamu..."
__ADS_1
"Itu cukup untuk memulai semuanya, dengan perlahan kamu akan menyukaiku lalu mencintaiku sebagai pasanganmu," ujar Vard tetap dengan ucapan nya. Vard bergerak maju mendekati Queena, dia menarik lembut tangan wanita itu.
"Queena, maksudku Krystal. Berikan aku satu kesempatan, ya? Kamu memberikan Xavier satu kesempatan untuk mendekatimu, kenapa padaku tidak?"
"Itu beda, Vard. Dia--"
"Tidak ada yang berbeda, lihat saja aku sebagai lelaki baru. Bukan Vard, Daddy-mu atau Ayah dari anakmu. Tapi lihat aku hanya sebagai Vard, seorang pria yang mencintaimu."
"Astaga, kenapa kau keras kepala sekali," gerutu Krystal.
"Ya? Hm..."
"Baiklah, aku akan memberimu kesempatan satu kali Vard. Jangan--"
Seraya tertawa bahagia dengan keras, Vard keluar dari kamar Krystal lalu pergi ke dapur mengambil makanan untuk Justin. Dia kembali ke kamar dengan mengintip, tak ingin kena omelan Krystal karena tadi mencuri ciuman wanita itu.
"Aku pergi, sayang. Bye..."
"Vard! Panggil namaku dengan benar!"
"Oke, aku pergi Krystal sayang..."
__ADS_1
"Astaga!" Krystal memutar bola matanya kesal.
Vard tersenyum nakal, pria itu pergi dengan langkah senang. Merasa sudah menjadi pria paling bahagia sejagat raya, wajah menuanya seketika kembali terasa muda. "Aku harus mengurus tubuh dan wajahku, aku tidak ingin kalah dari pria-pria muda di sekitar Krystal."
Dengan tekadnya berubah menjadi lebih muda, di dalam mobil dia berselancar di internet mencari penampilan terkini untuk pria-pria sekitar usia 30--40 tahun agar penampilan nya lebih fashionable. Dia juga akan pergi ke salon untuk menata rambutnya agar lebih stylish.
Setelah kepergian Vard, Krystal memikirkan perkataan lelaki itu padanya barusan. "Apakah aku sudah benar dengan memberikan kesempatan padanya?"
Vard berbelanja semua pakaian yang ia temukan pas dengan gayanya serta sudah merubah stylish rambut kunonya. Ia berjalan dengan penuh percaya diri masuk ke dalam Apartemen.
"Ya Tuhan, Tuan." Taylor menatap tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Apa begitu jelek?" melihat respons assisten nya membuat Vard seketika tak percaya diri.
Taylor menaikkan kedua tangan nya dan memberi 2 jempol, "Anda terlihat lebih muda 10 tahun, apalagi dengan warna rambut keemasan Anda menutupi warna putih uban. Luar biasa... Wow! Ada apa, Tuan? Nona Queena sudah menerima cinta Anda?"
"Huh! Belum tentu Mommy akan menerima Daddy meskipun dengan penampilan seperti sekarang, Daddy tau kenapa?"
"Kenapa?" tanya Vard penasaran.
"Pria-pria yang mengejar Mommy selama ini dari berbagai kalangan, dengan wajah tampan dan berotot. Tubub sexy, tinggi dan seumuran dengan Mommy. Bahkan pernah ada seorang pemuda berusia 20 tahun mengejar Mommy, tapi semua Mommy tolak. Penampilan Daddy tak beda jauh dengan para pria itu," Justin mengangkat bahunya, dia berkata jujur.
__ADS_1
Perkataan Justin seketika membuat tekad Vard melemah. Bahu Vard lunglai, ia berjalan dengan lesu ke sofa lalu membaringkan tubuhnya dengan menyedihkan disana.
Justin bahkan tak merasa kasihan saat melihat Daddy-nya seperti itu tapi malah ingin tertawa dengan puas. Tapi tak dipungkiri, penampilan Daddy-nya sekarang memang terlihat segar dan lebih muda.