Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Angkuh

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Angkuh
Episode 64 ungkapan cinta Kim jeha


__ADS_3

"tenang sayang, jangan menangis terus, aku tak bisa melihat mu menangis kata natthan dengan merangkul pundak tara


" kau tahu sayang, aku selalu berharap kalau aku mempunyai seorang Saudra, sekarang aku sudah tau kalau aku mempunyai kakak tapi kami di pertemukan dalam keadaan seperti ini kata tara dengan menangis, membenam kan Wajah di dada bidang Nathan


Tiba tiba, dokter alice datang


"hmm maaf aku menganggu ke mesraan kalian kata dr alice


" Nathan melepas kan pelukan nya pada tara


"Bagaimana dengan keadaan kakak ku alden alice tanya , kenapa dia tak sadar sadar tanya tara


Dr alice menjelaskan kalau alden di tusuk dan sedang koma, ada kemungkinan akan sulit untuk kembali sembuh, , aku baru tau kau dan alden kakak adik kata alice



"apa koma ,?? Kata tara kaget mata berair


" hey tenang lah, dia pasti baik-baik saja sayang, kau harus mikir kan. Keadaan mu , dan kedua anak kita sayang kata natthan dengan lembut


Tara baru ingat, kedua anak kembar yang di tinggal di hotel


" astaga sayang, maaf kan aku, kita harus ke hotel kata tara dengan cemas.


" tenang sayang aku akan menelepon kevin menyuruh si kembar bawa ke sini , kau tunggu di sini ya sayang kata Nathan dengan mencium kening tara dia pun keluar dari kamar


Menelepon Kevin


" Kevin, bagaimana dengan kedua anak ku tanya Nathan dengan pelan


..." mereka baik-baik saja tuan, sekarang berada di kamar bersama nona rosalina jelas Kevin...


"oh bawa mereka kerumah sakit senjaya kata natthan dengan menutup telepon nya dan menuju kerungan Arvin


Sementara di hotel n



Seorang wanita lagi menggendong seorang bayi,..


"hai nama ku rosalina, aku bibi kalian., aku istri paman kalian , " Aishh kalian menggemas kan …ayah dan Ibu sangat beruntung mempunyai kalian , kalian tau paman Kalian benar-benar tidak mengerti. Huh, dia terlalu sibuk dan –entahlah. Aku hanya….hanya merasa kesepian jika dia pergi selama 3 bulan, kata Rosalina memandangi narendra dan Nala yang tidur pulas



Terdengar nada frustasi dari suara rosalina . Kim. Jeha tetap bergeming ditempatnya sambil mendnegarkan rosalina Wanita itu sama sekali belum menyadari kehadiran Kim. Jeha


"kalian tau, kalau jangan seperti paman kalian dia sangat menyebalkan, tapi dia sangat baik, dia selalu menyelamatkan aku kata Rosalina dengan senyum


“ Ah…aku benar-benar tidak tau, apa kah dia menyukai ku seperti aku menyukai nga Kata Rosalina sambil terlentang dan saat itulah ia langsung duduk karena melihat Kim jeha berdiri di dekat pintu.


" Kim. Jeha ” kata Rosalina kaget


“ Kau mengeluh pada kedua keponakan ku yang masih bayi n yang sedang terlelap?” tanya Kim jeha menyindir.



“ Aniya! Itu hanya……hanya…??”rosalina bingung harus mengatakan apa


. “ Sejak kapan kau berdiri di sana?” akhirnya justru pertanyaan itulah yang dilontarkan rosalina . Kim jeha mengangkat sebelah alisnya sambil berjalan kearah tempat tidur si kembar di kamar hotel mewah


“ Apa kau suka membicara orang di belakang mu tanya Kim jeha dengan menatap rosalina


"ak.. Aku cum.. Rosalina tidak menerus kan kata nya karena Kim jeha membungkam bibir nya, Kim. Jeha menciumku singkat, refleks rosalina memejamkan mata. baru dia akan menghayatinya Kim jeha melepasnya. seperti ingin tahu respon dariku Kim. Jeha melanjutkan ciumannya yang tertunda. Kim. Jeha menarik pinggang rosalina agar lebih merapat. Rosalina membalas ciuman Kim. Jeha dengan selembut mungkin mencegah agar ia tidak menyudahi ciuman ini.


" Aishh. aku mengharap kan tangan Kim. Jeha merayap ke lengan, pundak dan sampailah ditengkukku. sejalan dengan lumatannya jemari Kim jeha merangsangku untuk lebih membalas ciumannya. lidahnya menyusup ke mulutku bersamaan dengan jemarinya yang ngacak helaian rambutku yang tertata rapi. darahku berdesir sampai ke kepala karena lidahku bermain dengan lidah Kim jeha


apa ini yang dinamakan frence


"Kim jeha pun melepas kan ciuman nya,


" aku harus bicara pada mu, sebelum aku pergi dengan misi ku 3 bulan, aku ingin menemui kedua orang tua mu kata kim jeha dengan menatap rosalina, yang wajah nya merona karena malu


"apa,! Kau akan. Mengunjungi orang tua ku tanya rosalina


" iya, aku ingin mengenal orang tua mu kata Kim jeha dengan pelan,


"tapi mengapa tanya rosalina dengan jantung berdebar


Kim jeha tak menjawab dia menarik tengkuk rosalina dan mencium bibir rosalina. Tangan rosalina lalu mengalung pada leher Kim jeha ,rosalina membalas ciuman dan permainan yang dilakukan Kim. Jeha pada bibirnya.


“Ehmmmm” Mendengar suara yang dikeluarkan rosalina membuat Kim. Jeha menjadi lebih bersemangat, tangannya lalu mengusap kaki hingga ke paha nya, perlahan-lahan dengan bergriliya telapak tangan rosalina menyentuh perut dan mengusapnya perlahan, rosalina masih membalas ciuman yang diberikan Kim. Jeha untuknya hingga ia menyadari tangan rosalina mulai naik dari perutnya. Kim. Jeha mencium leher tangan menurun gaun rosalina


Terdengar ketukan pintu


Tok


Tok


Tok


“mengganggu sajahhh.” Omel Kim jeha dengan kesal, rosalina pun menaikkan Tali gaun nya dan memandangi si kembar yang tertidur pulas


Kim jeha membuka pintu dan berdiri di Di depan pintu , kevin


“ada apa?” tanya kim jeha to the point.


“ Tuan, Kim jeha, saya di suruh membawa tuan Muda dan nona muda kerumah sakit ” gumam kevin ragu


“oh ya baik lah ! Aku akan ikut kerumah sakit, kata Kim jeha dengan pelan.


"baik Tuan kata kevin dengan pelan


 Rosalina mengendong narendra dan Kim jeha Nala mereka menujuh ke rumah sakit


sementara di mansion besar



Seorang pria lagi marah marah


" sial gagal lagi rencana ku, untuk membunuh nathan , dasar boby bodoh maki tuan Francisco


" tuan Francisco kata tuan lin


Apa yang harus kulakukan?" tanya Francisco polos


"Saya yang akan mengurus masalah ini" ujar tuan lin


Francisco langsung tertawa senang dengan jawaban tuan li


"Benar. Kau memang harus membantuku supaya aku bisa mempercayaimu lagi, tuan lin, si boby sudah tewas di tembak Kim jeha kata tuan Francisco


" iya aku tau, aku dengar alden terluka dan Di dalam keadaan koma kata tuan lin


"apa!! Sial rencana ku gagal semua, kalian awasi rumah sakit senjaya, bunuh alden perintah Francisco dengan Kesal


" baik tuan kata asiten nya


Sementara di rumah sakit senjaya



Tara dan Dr ice ngobrol berdua, sedang natthan lagi keluar bersama andrew


" Bagaimana cerita nya alden kakak mu tara, aku benar membuat aku kaget kata dr alice


"aku baru tau kalau. Alden kakak ku, aku kira aku tak sebatang kara jelas tara dengan pelan ,lengan sudah di perban


" aku turut bahagia karena kau sudah menemukannya. Kata dr alice


"terima kasih, alden kakak tertua ku tapi aku tak tau kakak ku apa dia sudah tau apa belum kalau aku ini adalah adik nya, dan jika kakaknya tidak bangun maka kakaknya tidak akan pernah tau siapa dirinya ini. Jelas tara dengan menatap ruang rawat alden


“Aku tau waktu itu masih sangat kecil, dan dibesar di panti asuhan, kedua orang tua sudah lama. Meninggal dunia kata tara


Dr alice menarik napas tiba-tiba saja


Seorang perawat mengatakan


"dokter alice pasien. Bernama alden kondisi nya memburuk. Para dokter yang merawat alden berlari menuju ruang perawatan alden dr alice dan tara berlari . Mereka berusaha semaksimal mungkin menyelamatkan alden


Dr alice masuk dan mengompah jantung nya



Tara yang berada di ruangan itu sangat cemas, takut sesuatu yang lebih buruk lagi terjadi pada kakak nya


Kondisi alden mulai stabil


Tara pun menarik napas lega


Sementara itu di ruangan alrvin


Seorang pria lagi duduk di ruang nya mata nya menatap ke Arah atap


Tiba tiba saja pintu di bukan


Seorang pria masuk dengan tatapan dingin


"apa aku Boleh masuk tanya natthan dengan datar


" aish untuk apa kau minta izin , kau sudah masuk ke ruangan ku omel Arvin dengan kesal


" kalau langit tak akan runtuh jika Kim jeha dan rosalina menikah kenpa tak tersenyum.


. “Apa kau bersikap berlebihan hanya karena kau takut aku dan Kim jeha beratem ” tanya Arvin


Natthan mencibir


" jangan terlalu Jau mikir nya bodoh kata Nathan


Arvin tak masalah, “Meskipun aku bodoh, tapi aku masih bisa bermain catur. Ada yang namanya langkah skakmat dalam catur. Jangan bergerak seperti itu, kau sudah skakmat sekarang.”


Natthan bilang kalau ia tinggal membalikkan papan caturnya saja.


"kau benar apa yang kau inginkan tumben kau keruangan ku tanya Arvin


Natthan bertanya pada Arvin mengenai kondisi alden sekarang. Dr Arvin mengatakan kalau kondisi alden sekarang sudah stabil. Natthan menarik nafas lega.


"hm..ada apa kau menarik napas lega, apa. Kau Sudah berdamai dengan nya tanya Arvin


" tidak, aku tak Ingin melihat tara menangisi pria itu, membuat hati ku sakit kata nathan


"apa kau sedang cemburu pada kakak ipar mu sendiri, apa kau gila aishh kata Arvin kesal.


"mana mungkin aku cemburu, tapi sudahlah, bagaimana dengan mu, apa kau sudah berbaikan dengan Kim jeha tanya Nathan.


" entalah, aku butuh untuk memikirkan perasa ku, apa aku menyukai rosalina atau tidak, kata arvin


" baik lah, sebaiknya kau ikuti kata hati mu, aku berharap kau dan kim jeha bisa menyelesaikan masalah kalian, ingat dia kakak kita arvin, peganti ayah, aku permisi dulu, mau melihat tara kata Nathan dengan menepuk pundak adik nya


Tiba tiba saja ponsel berbunyi


Arvin melihat panggilan ada nama noami


"ya baik lah aku akan kesana kata arvin dengah menutup telepon nya dan dia pun bangkit menunjuh pakiran


Sementara di ruangan alden



Tara menatap alden . masih belum sadarkan diri.


“Hyung.... Aku tidak ingat apapun tentang ayah dan ibu. Jadi aku hanya membayangkannya. Ketika pertama kali aku keluar dari panti asuhan dan berkerja sebagai cleaning services dan tinggal di kontrak yang kecil, kerja separuh hati, Untuk pertama kalinya aku menangis dan ingin bertemu ibu. Saat masalah semakin sulit, ibu dan ayah adalah bagian terbesar dalam bayanganku. Kalau aku tak begitu, aku tak akan bisa bertahan. Kalau tebakanku benar, kau mungkin juga seperti itu Lebih baik kita biarkan dia berada dalam bayangan kita.” aku kira aku tak mempunyai seorang kakak, aku sendiri, tapi aku bertemu dengan Nathan hyung,, semua orang mengenal Nathan seorang mafia kejam, angkuh, dingin dan sombong, dan suka membunuh tanpa ampun, tetapi hati nya hangat kata tara dengan senyum mata nya berkaca kaca


__ADS_1


Pelan pelan Air mata tara menetes ketika mengatakan itu semua pada kakak nya


Sementara Nathan yang menujuh ruang tara tidak jadi. Karena Andrew datang dan berbisik pada nathan


"Alex jangan ada yang masuk ke ruang alden, jaga nyonya jangan sampai nyonya di culik lagi aku ada urusan perintah


" baik tuan nyawa saya jadi jaminan nya kata Alex


" bagus aku percaya kan Nyonya pada mu kata nathan dengan tegas


Natthan pun pergi bersama Andrew


Sementara itu di club



Sebuah mobil mewah berhenti seorang pria berwajah tampak turun dari mobil mewah


Di club malam, berpakai formal jas hitam akan menemui noami di sebuah club ternama di negara A


. Yah untuk merayakan hari jadinya yang pertemuan hari. Ini entah keberapa kalinya Arvin menjalin sebuah hubungan dengan seorang perempuan . Biasanya Arvin selalui memutuskan hubungan mereka jika sudah merasa bosan. Waktu paling lama bagi arvin memiliki kekasih sekitar 5 bulan.


Sekarang dia ingin mematis kan Perasaan nya pada wanita yang bernama Naomi., ya kebetulan Naomi ngajak ketemu di club


Arvin memasuki club dengan santai dan dingin semua para wanita menatap arvin yang memiliki wajah yang tampan dan tubuh yang bagus


Arvin mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Noami sudah tidak ada di tempatnya. Kemana perginya gadis itu?


“Permisi, apa kau tahu keberadaan gadis yang bernama Noami yang tadi duduk disana?” Tanya arvin menghentikan seorang pelayan wanita berpakaian minim yang berjalan melewatinya.


“Dia baru saja memesan minuman, di kamar hotel nomor 05. Tuan kata pelayan wanita itu


“Ah terima kasih.” arvin tersenyum pada wanita itu. Sekarang ini hatinya sedang berbunga-bunga, pikirannya menduga-duga kejadian apa nantinya yang akan ia buat. Oke, sekarang waktunya untuk mengeluarkan seluruh kemampuan aktingmu, arvin . Semangat!!


"para wanita yang ada di klub itu memandang kearah dr arvin


Arvin hanya cuek saja


Kaki jenjangnya berjalan pelan menuju kamar yang dimaksud wanita tadi. Hingga akhirnya arvin. sampai di depan pintu kamar itu. Sambil menghela nafasnya, Jae In memutar knop pintu berwarna keemasan itu, lalu membukanya. Well, apa yang ia pikirkan benar terjadi. Seorang pria sibuk bercumbu dengan noami , noami yang telanjang.


Ternyata noami sama saja dengan perempuan di luar sana, terlalu mudah di goda oleh pria kaya dan ganteng padahal arvin ingin serius dan menyatakan perasaan pada noami Tapi apa yang dia lihat malah mengecewakan hati nya


Arvin menyandarkan punggungnya pada kusen pintu dengan kedua tangan yang di letakkan di depan dadanya,


“ jadi kau menyuruh ku datang ke sini hanya melihat mu bercinta dengan seorang pria !” kata Suara datar arvin berhasil menghentikan kegiatan pria itu, noami pun kaget dan membetul kan pakai


Noami itu mengangakan mulutnya melihat kedatangan arvin yang tak ia duga. Noami itu langsung bangkit dari pangkuan pria itu atas ranjang dan mulai membenahi kancing nya mengalihkan tatapan nya,


Arvin baginya melihat pemandangan di depannya terasa menjijikan.


“Selamat bersenang. Senang aku pergi kata Arvin pun pergi


.


" Arvin panggil noami dengan mengejar


Setelah mengatakan itu, Arvin melangkahkan kakinya lebar-lebar, keluar sesegera mungkin dari tempat maksiat itu.


Arvin membuka pintu mobilnya kasar. Seorang wanita Tubuh hampir saja terjungkal kebelakang.


.Arvin melihat keberadaan seorang wanita di kursi mobilnya. Beruntung tangan besar Arvin berhasil menarik tangan wanita , yang sialnya dagunya terbentur atap mobil.


"siapa kau nona , sedang apa kau di mobil ku tanya arvin heran


Wanita langsung keluar, sedikit mendorong arvin . Mendongakkan wajah gadis itu yang terlihat memerah.


" aduh, maaf tuan saya cuma menumpang sembunyi, kata wanita itu


"aish apa kau bermaksud membodohi ku, kau mau mencuri kan di mobil ku kata arvin pada wanita itu


Wanita mengusap dagunya dan mulai menangis


Arvin tersenyum geli melihat wanita itu menangis hanya karena dagunya yang tebentur atas mobil. Nya


Wanita itu menatap dr arvin. sambil menangis. Dr arvin jadi merasa tak enak hati karena semua orang pada memandang nya


”Sini biar kulihat. Dagu mu, Karena aku seorang dokter kata arvin dengan menyentuh dagu


,”Begini saja kau sudah menangis? Diam lah nanti orang berpikir aku berlaku tidak sopan pada mu kata dr arvin dengan menyentuh Dagu wanita berkulit putih susu,


,”Aku menangis bukan karena teratuk di Dagu itu, kata wanita cantik itu



Arvin bertanya,”Lalu kenapa? Dengan mengobati dagu wanita Itu


”Apa hebatnya para pria selingkuh dan melakukan adegan ranjang ? Kamu katakan aku bodoh dan tak berotak karena aku menabrak mobil mu Apa hebatnya dengan pria tukang selingkuh ? Semua pria egois teriak wanita itu menangis sekeras-kerasnya…kaya anak kecil yang merajuk tentunya! Hehhe….


Dr Arvin jadi serba salah , melihat wanita itu menangis


”Jangan menangis.Akan kubelikan es krim.


Kata Arvin dengan pelan


,”Apa katamu?Kau pikir aku anak kecil? Tapi benar kah kau ingin membeli kan aku es krim kata wanita usia nya sekitar 18tahun dia tersenyum nangis nya pun berhenti


"iya anggap saja, sebagai permintaan maaf ku pada mu kata arvin dengan datar, dan dia mengajak wanita itu ke mobil dan menjalan kan mobil nya


Di kejauhan noami menyaksikan arvin lagi bicara dengan wanita


Noami menyesal telah membiarkan pria tampan itu menggerayangi tubuhnya hingga ia sendiri kehilangan kendali. Dengan berat hati, ia melangkah pergi meninggalkan tempat itu. Kisah cintanya pada dokter tampan kaya raya seperti arvin benar-benar sudah berakhir, jadi apa lagi yang ia harapkan. Bahkan di depan mata kepalanya sendiri arvin sudah memiliki pengganti dirinya.



“Ini sakit, bodoh!” pekik wanita kesal.


“Kau menangis bukan karena patah hati bukan ?” tanya arvin menawar


“Tentu saja tidak, sialan! Kau tidak lihat daguku rasanya mau patah karena ulahmu!” Umpat wanita itu yang malah membuat arvin , tertawa bukan marah.


“Aku kira kau ingin mencuri di mobil ku, nama ku arvin kau siapa tanya arvin


Arvin membelikannya es krim dan sakura berhenti menangis.


Arvin tersenyum melihatnya dan berkata,”begitu mudah untuk ditipu?


Baru kali ini dia menemukan gadis yang unik


Sementara di rumah sakit



Tara yang lagi duduk ranjang samping alden


"hyung panggil tara tersenyum bahagia kakaknya sudah selamat dari maut


Dr alice membantu alden membetulkan letak bantal.


Mata tara berkaca-kaca saking bahagianya melihat kakak nya sudah sadar. Air matanya hampir jatuh.


“tasia ..!” sebut alden pada tara



“Hyung....!” ucap tara dan air matanya pun jatuh.


Alden tak menyangka bahwa wanita yang ada di depannya kini adalah adiknya yang selama ini ia cari.


Tara menghampiri alden dan memeluknya. “Hyung...” tara tak kuasa lagi menahan tangisnya.


Dua saudara ini pun menangis tersedu-sedu melepas rindu yang teramat dalam.


Dr alice yang ada di situ pun tak bisa menahan air mata nya


Tara ……” Kata alden dengan menangis memeluk tara


“Hyung….” Kata tara dengan menangis


Akhirnya kata kata tersebut keluar dari keduanya setelah mengetahui bahwa keduanya adalah saudara. Tara tidak melepaskan kesempatan itu, ia langsung berhamburan berlari kearah memeluknya.


Keduanya menangis terharu bahagia campur aduk semua menjadi satu, keduanya seakan tidak ingin melepas cengkraman pelukan satu sama lain, seakan tidak ingin terpisah kembali.


Sementara di luar pakiran rumah sakit


Sebuah mobil mewah berhenti , dan di ikut berapa mobil


Para bodyguard membuka pintu pada Kim jeha yang mengendong keponakan. Nya, dan pintu samping rosalina yang mengendong keponakan Kim jeha mereka menujuh pintu rumah sakit


Sementara itu di gudang rumah


Seorang. Cowok berwajah tampan berjalan menuju pintu gudang .


Berapa para bodyguard berjaga di samping ada seorang pria tua



Dengan wajah tajam Nathan menjawab,


“aku harus menyelesaikan sesuatu denganmu” Kata Nathan



"


“Hey Nathan . Beraninya kau berbicara seperti itu padaku aku Ini paman mu ?” tuan li mulai tersulut amarahnya karna perkataan Nathan


Dengan wajah penuh amarah Nathan mengatakan pada paman nya


" aku sedang berusaha menghentikan diri sendiri mu untuk tidak mengutuk jadi lebih baik kau menutup mulutnya dan tetap berada disana.? Kau mengakui kau sebagai paman ku, tapi kau tega membunuh ayah ku kata Nathan dengan tajam


“apa maksudmu?” tuan li masih tidak mengert


“ Kau membunuh ayah ku, cuma karena jabatan dan harta, kau juga sama boby mencoba membunuh Kim jeha , kakak ku , itu yang kau kata kan. Sebagai paman kata natthan dengan sinis


“omong kosong apa yang sedang kau bicarakan? Nathan kau pasti salah paham. Bukan aku, sungguh” aku tak pernah membunuh ayah mu, apa kau gila bagaimana mungkin aku membunuh adik ku sendiri Kata tuan lin Di jongkok



“Tutup mulutmu, bangs****.jangan menyebutkan diri mu paman ku. . Kau akui olehmu jadi sekarang, kau membunuh ayah ku kan maki Nathan dengan marah


" percaya lah aku tak membunuh ayah mu, kata tuan lin. Sambil menghantamkan benda tajam ke kepala natthan dan dari kepala natthan mengalir banyak darah.


" tuan panggil Andrew dengan kaget


Natthan tak peduli darah yang mengalir di kepala nya natthan . menarik leher paman nya dan memukul nya hingga bertubi tubi, hingga


" meminta ampun Nathan paman tidak melakukan apa pun pada ayah mu bukan paman kata tuan lin


Natthan sudah tidak perduli lagi ia terus memukul mukul mengatakan agar paman nya mati.


Pukul memukul tersebut baru berhenti tatkala kai dan bersama para bodyguart nya melerai perkelahian tersebut.


"paman aku mohon jangan bunuh ayah ku kata kai dengan memegangi Nathan agar tidak kembali memukul ayah nya


Nathan menghentikan pukulan nya


"kenapa kau menghentikan ku tanya Nathan pada kai


"apa kau yang benar benar ingin membunuh ayah ku, aku bersedia mengganti ayah ku untuk menembus kesalahan nya " kata kai dengan pelan


Nathan berteriak pada kai tidak rela keponakan nya dari kecil bersama nya


"ini adalah hukuman untuk ayahmu. kenapa kau yang mengambilnya?" bentak nathan


"apa kau lupa apa yang sudah kukatakan padamu paman ? itulah hubungan ayah dan anak

__ADS_1



" Kau sedang di manfaatkan, Breng******!!!" maki Nathan Kesal.


"tak ada ayah yang memanfaatkan anaknya. tapi kau tidak akan pernah tau hal itu. Mengorbankan diri untuk orang lain, itulah yang dilakukan oleh ayah dan anak. jika itu demi kebaikannya, aku bisa melakukan apa saja" demi ayah ku paman kata kai


"berhenti "jangan melangkah lebih jauh" kai, kata Nathan dengan sedih.


"kau jangan membuat diri mu menyedih kan paman , "ayah apa kau tak apa apa tanya kai deng an bangkit


Semua para bodyguard memandang tuan. Terlihat jelas wajah nya yang tampan menyimpan kesedihan


"


Kai " ucap Nathan menhentikan langkah kai


" ayah mu membunuh ayah ku, balas Nathan


Kai menghentikan langkah nya


Dia terdiam, menarik napas


" penjara kan aku paman jangan ayah ku yang telah tua kata Kai dengan pelam membimbing ayah nya meninggalkan Nathan yang terpaku


Sementara itu di ruang alden



Kapten Kim jeha dan rosalina datang, yang menggendong keponakan dan rosalina juga mengendong bayi menuju kamar alden


Tara yang melihat si kembar langsung menghampiri dan mengendong bayi kembar ya


"maaf kan mommy ya sayang, sudah meninggal kan kalian kata tara mencium kedua Anak nya


Alden yang melihat itu tersenyum pada kedua keponakan nya.


Dokter alice yang melihat Kim jeha yang datang nya sama rosalina. Jadi canggung


" Sebaik.nya biar kan. Alden istirahat, Di baru sadr koma. Nya kata dr alice menatap Kim jeha yang berdiri di samping rosalina


" hyung kau istrihat lah, aku harus kembali ruang rawat ku, dan memberi asi pada si kembar kata tara dengan pelan


Kim jeha dan rosalina juga keluar dari ruangan alden


" Bagaimana hari ini kita kekampung halaman mu menemui kedua orang tua mu kata Kim jeha dengan berbisik


" apa!! Kau bercanda kan kata Rosalina


" tidak, aku harus menemui orang tua, karena 2hari lagi aku akan pergi menjalankan misi selama 3 bulan kata Kim jeha


"kau akan pergi tanya rosalina menatap Kim jeha


" iya mencari seorang yang sudah lama di cari agen fbi Amerika kata Kim jeha dengan pergi menuju Pakiran di ikuti oleh rosalina


"oh, apa kau serius ingin bertemu dengan ayah ku tanya Rosalina


" iya ayo masuk ajak Kim JEHA dengan pelan menujuh pakiran


Rosalina menolak karena seumur hidupnya Ia tak pernah membawa seorang pria dan dikenalkan sebagai orang yang memiliki hubungan khusus dengannya. Meskipun sebelumnya juga pernah menjalin hubungan dengan orang lain, tapi rosalina tak sampai pada tahap mengenalkan pada keluarganya.


“Aku sedikit ragu, ayah ku—bagaimana ya? Dia orang nya sedikit menyeramkan, aku takut dia memberikanmu respon yang kurang baik” rosalina memilih kata-kata untuk menyampaikan pada Kim jeha bahwa dirinya belum siap untuk membawa Kim jeha ke rumahnya


“tengan lah  aku akan mengatasinya, ” Kim jeha tersenyum dan menenangkan rosalina yang masih kelihatan sangat ragu-ragu.


Kim jeha membawa mobil nya menuju kampung halaman rosalina


Sementara di ruang inap tara


Bayi laki laki dan. Bayi perempuan itu lebih suka bermain di lantai, berguling-guling sesukanya.


“Satu, dua, tiga, baaaaa!” kali ini kedua bayi mungil itu tertawa lebih kencang disertai teriakan melengking, “Uwooo!” tara bahkan dibuat terkejut dengan tingkah kedua anak nya


“aish kemana ayah. Mu sayang apa dia tidak perduli lagi dengn kita kata tara dengan kesal


Tiba tiba saja


,” Nathan , dari balik punggung tara —yang tengah berbaring miring—mencoba mencuri perhatian, tapi bayi laki dan perempuan berusia empat bulan tiga minggu itu sama sekali tak tertarik untuk melihatnya. “Heeuuuuuhhh, dia sama sekali tak melihatku.” Kata natthan dengan cemberut



Menatapa kedua Anak nya yang sudah mandi dan berdandan


Tara menolehkan wajahnya dan tersenyum melihat Nathan yang mencebikkan bibirnya kecewa.


"aish apa yang terjadi dengan kening mu sayang kau terluka tanya tara dengan cemas


" tidak, aku kejedot pintu hànya luka kecil kata natthan mencium pipi tara


Tara berjengit kaget, “Ck! Jangan menciumku di depan narendra dan Nala .”Kata tara dengan kaget


“narendra dan nala masih sangat kecil. Belum cukup mengerti apa yang kita lakukan.”natthan tersenyum tak peduli. Ia kembali menatap narendra dan nala mendapati senyum tipis putri dan putra nya “Eoh? Jinjja, kau mengerti yang  ayah dan mommy  lakukan?” semakin gemas, Nathan mengusalkan wajahnya pada perut gendut putrinya, membuat bayi itu menendang-nendang dadanya, semangat.


Natthan mengangkat tubuh mungil putrinya tinggi-tinggi, memposisikannya seperti pesawat terbang dan berputar-putar di ruangan itu.


“Zwiiinggg…zwiiiinggg…zwiiinggg!”


Terus ganti lagi dengan narendra


Rumah sakit senjaya itu kini riuh dengan suara tawa keempat penghuninya.


“Ahh, mommy lelah.”


Tara menjatuhkan dirinya di atas sofa setelah berlari-lari mengejar Nathan memutari ruangan itu. Dadanya bergerak naik-turun.


“Horre! Kita menaaaanggg!” seru Nathan , sekali lagi mengangkat tubuh mungil narendra dan nala di udara sebelum menjatuhkan dirinya di samping tara


“Kita menang.”


Sayangnya, baru beberapa detik nathan mengatur napasnya. Bayi mungil itu mulai merengek minta di angkat lagi.


“Dia selalu seperti itu jika menyukai sesuatu.” tara menggigiti jemari putrinya dengan gemas. Dan mengendong narendra


“Eoh? Ingin lagi?” tak berselang lama setelah itu, natthan kembali mengangkat putrinya. “Zwiinggg…zwwiinggg…zwiinggg.”


Awalnya bayi itu tertawa senang, lalu lambat laun mulai merengek kecil dan berubah menjadi tangisan keras.


“Wae? Sudah lelah, tak mau berputar-putar lagi?” Nathan menepuk-nepuk ringan, berusaha menenangkan. Bukannya mereda, tangisan itu bertambah kencang.


Tara melirik jam dinding, seketika ia menyadari, putri dan putra nya sudah melewatkan jam tidur siangnya. “Putri mommy  mengantuk, ya? Cup…cup…cup…jangan menangis lagi. Kemari.” Kata tara yang sudah siap memberi asi kepada narenda yang sudah tidur


Jat menaruh putrinya ke pangkuan tara yang sudah siap dengan posisinya. Senyumnya otomatis mengembang melihat bayi perempuan itu antusias menyusu. “Hei, nala , pelan-pelan. Rakus sekali. Kau seperti tidak menyusu berhari-hari saja.” kata natthan


“Ck! Jangan mengganggunya,” tara menepis telunjuk natthan yang mencolek-colek perut putrinya.


“Kurasa dia hanya pura-pura mengantuk,” natthan mencubit gemas pipi putrinya.


“Yaa!” teriak tara dengan kesal


Cup! Nathan mendaratkan kecupannya di bibir . “Jangan keseringan marah-marah, itu membuatmu terlihat lebih tua.” senyumnya.


“Hisshh!” tara mendesis.


Hanya butuh waktu lima belas menit dan bayi itu sudah terlelap dalam tidurnya. Perlahan, tara melepaskan hisapan putrinya.


“Oh, apa sudah tertidur?”


“Umm,” gumam tara saat mengancingkan pakaiannya.


“Cepat sekali.”


“Sepertinya kelelahan juga,” tata mengusap peluh di dahi putrinya. “Aku akan menaruhnya di box


“Ne, kubantu menyiapkan tempat tidurnya.”


Natthan beranjak lebih dulu ke kamar putrinya, dan tara menyusul setelah memastikan semuanya siap.


“Pertumbuhannya yang terlalu cepat atau aku yang jarang melihatnya? Dia terlihat lebih panjang.”


“Ya, dia tumbuh dengan cepat setiap hari.” tara tersenyum haru saat membenarkan dua guling kecil yang mengapit putrinya, dan narenda juga seperti itu


“Sepertinya baru beberapa hari yang lalu aku melahirkannya, tidak terasa waktu berjalan sangat cepat. Selalu ada hal baru setiap harinya. Sekarang dia sudah bisa tengkurap dan berceloteh, entah hal baru apa lagi yang akan terjadi esok.”


Natthan meraih bahu tara dan menariknya mendekat. Mencium pelipis istrinya dengan durasi yang cukup lama, seolah ada ungkapan yang ia sampaikan melalui kecupan itu. “Terima kasih sudah menjaga dan merawatnya dengan baik.” Lirihnya, ada semacam nada bersalah dalam kalimat itu.


Tara mendongakkan wajahnya, menatap mata natthan yang tampak memerah, “Kita menjaga dan merawatnya bersama selama ini,” senyumnya merekah, “Terima kasih.”


Nathan pun tersenyum " tara aku sangat mencintai mu, aku akan menjaga kalian dari musuh musuh ku kata hati nathan dengan memeluk tara


Sampai di kampung halaman rosalina



Di rumah sederhana


Sebuah mobil mewah berhenti


Rosalina merasakan jantungnya berdebar dengan sangat cepat ketika orang tuanya sudah menyambut mereka di depan pintu rumah.


“Selamat siang tuan dan nyonya kata Kim jeha merunduk dengan sopan pada Ayah dan ibunya rosalina , ia menunjukan senyuman terbaiknya.


“Aaaah ini kau siapa ? Kau tampan sekali” Ibunya rosalina tersenyum dan menyambut Kim jeha dengan hangat, berbeda dengan Ayahnya yang lebih terkesan cuek dan tak mengatakan hal apapun .


“ne, aaah? Terimakasih” Kim. Jeha menggaruk tengkuknya, Sementara rosalina sibuk dengan perasaan khawatirnya soal ayahnya yang belum memberikan respon apapun.


“Ayo masuk, diluar dingin” Ucap Ayahnya kemudian, ia masuk ke dalam rumah terlebih dahulu. Di dalam terlihat –adik perempuan rosalina yang tengah menyiapkan makan siang, ia tersenyum pada Kim jeha yang baru masuk ke dalam bersama rosalina


“kakak ”  wanita berlari kecil ke arah rosalina dan memeluk kakaknya itu


“Kenalkan, ini kim jeha dan ini Rachel. adikku” Kata Rosalina


“” Rachel dan Kim. Jeha dengan saling berjabat tangan dan tersenyum


“Kau cantik sekali” Puji kim.jeha


“jinjja? Dengan eonni


Kakak rosalina lebih cantik siapa?” Goda Rachel Rosalina hanya tertawa kecil


“Hmmmm sulit untuk menjawabnya” Jawab Kim jeha adengan sedikit tawa


“Eiiiy, Sudah pasti lebih cantik aku benarkan kakak ?”


        “eoh, terserah kau saja”


“Kau benar yang lebih cantik. Kau canda Kim jeha hahaha”


Canda tawapun terdengar, dengan mudah Kim. Jeha dapat menyesuaikan diri dengan keluarga rosalina Meskipun suasananya sedikit canggung ketika makan siang bersama, namun begitu ia tetap masih bisa mengobrol dengan kedua orang tua rosalina dan perlahan-lahan mereka mulai menerima keberadaan Kim. Jeha


“Kau yang pertama” rosalina tersenyum, bersama senja yang menemani mereka berjalan menuju sebuah bukit yang letaknya tak terlalu jauh dari pemukiman tempat rosalina tinggal . Dari atas bukit mereka bisa melihat matahari tenggelam, dan langit yang berubah warna menjadi sangat indah.


“eoh?”  Kim. Jeha menoleh pada rosalina yang berjalan di sampingnya


“Biasanya aku berpacaran tanpa memberitahu orang tuaku, dan kau pria  pertama yang aku bawa ke rumah.  !”  rosalina lalu bertepuk tangan dan membuat Kim. Jeha tersenyum, Kim jeha lalu menggenggam tangan rosalina


“Terimakasih , sudah mengenalkan aku pada keluargamu. Aku harap, aku bisa menjadi bagian dari keluargamu” dan aku akan mengatakan pada mereka kalau aku suami mu kata Kim jeha


"tapi aku takut pasti mereka akan marah dan kecewa Kata Rosalina


" Tenang lah ada aku dan “Aku sangat bahagia hari ini” Kim jeha tersenyum lagi menatap


"apa kau yakin, atau kau salah makan obat aish sikap mu membuat ku takut kata Rosalina kaget


“Aku mencintaimu, rosalina . Kau bisa pegang janjiku, aku tidak akan pernah meninggalkanmu” Bisik Kim. Jeha dengan lembut, rosalina lalu tersenyum dan menggenggam tangan kim jeha yang tengah melingkar dan memeluknya.


“ rosalina pun terdiam dia benar-benar bahagia, karena dia juga menyukai Kim jeha tapi bagaimana dengan kedua orang tua nya, apa reaksi jika mereka tau diri nya sudah menikah dengan Kim. Jeha tanpa memberikan tau pada mereka

__ADS_1


Bersambung Saksikan episode selanjutnya


Terima kasih sudah membacanya dan setia jangan lupa vote nya ea 😘🙏


__ADS_2