
Sementara di rumah sakit senjaya
Di ruang rapat
" , ada Beberapa anak yang diagnosis terkena campak di dearah turki , jadi aku akan menugas kan berapa dokter di sana apa. Kalian siap kata dr arvin dengan tenang
Para dokter saling pandang ,
" iya pak kepala kami siap, kata para dokter
" bagus kalau begitu , di sana juga kalian akan di kawal sama kapten Kim jeha, dan aku harap kalian bisa berkerja sama dengan tim. Kepolisian di sana kata dr arvin
Dengan memandang komputer
" baik lah, tugas ini, aku menunjuk dr Alice akan bertugas di dearah Turki, di dampingi suster lia, dan dr Mark kata dr arvin dengan datar
Semua mata memandang kearah dr alice
" tapi.. Kata dr Alice tidak menerus kan kata nya karena arvin sudah memotong pembicaraan nya
"jadwal nya besok jam 21.00 anda akan berangkat , dokter Alice kata dr arvin
Tiba tiba saja pintu di ketuk
" masuk kata arvin dengan datar
Seorang suster masuk
"ada apa suster tanya dr arvin
"maaf pak kepala, telah terjadi ke ributan di ruangan anak anak ada berapa terkenak campak penyakit ini sangat menular pak. Kata suster itu
" apa!! Sebaik kita akhiri rapat ini, siap kan alat medis kata dr arvin dengan bangkit
Semua para dokter mengikuti kepala dokter
Anak-anak itu diperiksa oleh dokter di medicube. Dr Alice memeriksa bersama dr nana tahu setelah terjadi bencana alam, maka aka nada penyakit campak dan kolera.
Dr wanda menggurutu, “Pertama operasi VIP tak terduga, lalu gempa dan sekrang penyakit menular. Sudah kubilang, saat pertama datang ke sini, untuk mengajakmu kabur.” dr wanda hanya melirik tajam lalu mengajak anak kecil itu keluar.
Dr Alice memperlihatkan hasil CT Scan pada Sang Hyun yang menunjukkan adanya tanda-tanda pneumonia.
Dr Alice menyahut, pneumonia bukanlah penyakit serius dan bisa ditangani oleh mereka. Ia juga menyuruh. Dr nana mengganti dan menghilangkan darah dari tangan. Dr Alice serta bertanya darah apa itu.
Dr Alice mencuci tangan di tempat penampungan air.
"apa kau benar benar pergi ke Turki dan kau akan bertemu dengan kapten kepolisian itu kata dr wanda heran
" entah lah aku tak punya pilihan, dan aku memang harus pergi ke sana kata Alice dengan pelan
Suster lia yang sedang mendengar cerita, ingin tahu secara terperinci lagi keadaan di Urk. Dokter pria bercerita melihat pembangkit listrik runtuh, lalu tanahnya terbelah dua, truk-truk hancur begitu saja, korban berjatuhan dan bangunannya hilang.
Dr Alice menyahut," kenapa masih ada tim kita di sana?.
Dr ken mengatakan sebenarnya semua tim mau pulang, tapi karena masih ada pasien dan kekurangan medis. Dan mengaku kalau tinggal beberapa hari memang tidak masalah. Itulaj sekarang mereka menyesal pulang duluan.
“Maaf menyela pembicaraan kalian, tapi kenapa dr nana tidak pulang? Dia ada dalam daftar. Tapi kenapa dia tidak ada di dalam pesawat?” tanya dr arvin yang baru datang.
Semua memandang kepada dokter kepala arvin
" apa aku menyuruh kalian untuk menggosip , dr Alice kau ikut aku periksa ruang penyimpanan obat kata dr arvin
" baik pak pimpin kata semua dokter
Dalam ruang pentyimpanan obat. Dr Alice memberitahu virus campak mulai menyebar luas dan PBB juga sudah mengeluarkan peringatan terhadap penyakit campak. Dr arvin juga sudah ditelepon dan ia membawa vaksin yang cukup, jadi Mo Yeon jangan khawatir.
Dr arvin , dr Alice. untuk ikut karena ada 10 anak lebih yang terjangkit campak.
" apa kau perlu bersikap mellow sekarang besok kau harus pergi keturki, dan aku harus mengatasi keadaan di sini, aku harus melindungi kedua keponakan ku agar tidak tertular penyakit campak kata dr arvin
Dr Alice hanya menarik napas dengan Berat
Di sementara di mansion Kim jeha
Rosalina sedang tidur, Rosalina membuka matanya dan ada kapten Kim jeha di depannya yang sudah mengenakan pakaian hitam .
" kenapa kau mengenakan baju seperti itu apa kau akan pergi? Tanya Rosalina
“Sekarang, aku akan menjalani misi 3bulan, aku harus pergi Rosalina Kata kapten Kim jeha pelan
Rosalina terdiam wajah nya berubah menjadi sedih
“ Jangan sedih aku akan kembali dengan selamat . Jika kau kehilangan name tag ini, kau tahu kan aku harus membelinya lagi?” kata kapten Kim. Jeha menyentuh tangan rosalina
“Kau juga tahu kan, kau harus kembali untuk ku, aku tak akan mencegah mu pergi kata rosalina
Kim jeha melihat mata rosalina mulai berkaca-kaca..
" maaf kan aku karena sudah berusaha menahan untuk tidak menangis, tapi aku tidak bisa. Kata rosalina terisak
__ADS_1
Kim jeha memeluk rosalina
" , maaf kan aku membuat kau menahan tangisnya dan aku berjanji akan pulang dengan selamat. Kata Kim jeha dengan lembut
Rosalina melepaskan pelukan Kim jeha dan bertanya
" apa kita masih bisa saling berteleponan.tanya Rosalina
"di sana mendukung jaringan internet. Tapi aku berjanji akan menghubungi mu kapan pun ia bisa. “Kau harus menikmati satu musim ini dengan baik. Aku pasti akan kembali, saat musim berganti.” ucap Kim jeha kemudian pamit pergi.
“Sekarang?” tanya rosalina kaget. Rosalina memanggil Kim. Jeha yang sudah mau pergi dan kemudian mendekati dan memeluk Kim jeha .
"aku pasti merindukan mu kata Kim. Jeha pelan
“Aku juga akan merindukanmu,” sahut rosalina mata berair
Apa hati nya mulai mencintai Kim jeha dan takut kehilangan Kim jeha... Entahlah.. Dia tak tau... Perasaan apa yang dia rasa kan..
Rosalina melihat Kim jeha pergi dengan mobilnya. Saat akan masuk ke mansion , rosalina teringat ucapan dr arvin .
“kakak ku dia adalah orang yang pintar, lucu dan misterius. Tapi dia memiliki banyak rahasia. Dia akan menghilang, sulit dihubungi. Dan kemudian suatu hari… Psss… dia tidak akan pernah kembali.” kau harus mengerti tentang pekerjaan nya. Jika kau benar benar mencintai nya.
Mata rosalina berair "aku yakin kau akan kembali , demi aku
Sementara itu di rumah sakit senjaya
Nathan membuka matanya pelan. Ia mengerjapkan matanya, menyesuaikan cahaya lampu yang terang dan juga bau obat-obatan yang menyernag indera penciumannya. Ia hendak menggerakan tangannya tapi sesuatu menahannya, dan itu membuat nathan melihat kearah `beban’ yang menumpu pada tangannya.
Ia melihat tara yang tengah tertidur dengan sebelah tangannya yang memegang tangan nathan , dan sebelah tangannya memegang pinggang nathan Pemandangan ini pun membuat nathan tersenyum gemas.
CEKLEK
“OMO!! Nathan “ panggil Kim jeha
“Sssttt!!!” nathan lebih dulu meletakkan telunjuknya di depan bibirnya, dan pandangan matanya menunjuk ke arah tara yang tengah tidur. Kim jeha yang masih mengenakan. Jas hitam lengkap dengan earphone itu memandang nathan dengan tatapan seoalh-olah nathan adalah sleeping beauty yang baru saja bangun dari tidurnya.
“Hyung..” panggil nathan saat Kim jeha “Kapan kau kesini , eoh?” tanya nathan
“Aigo, nathan .. Mafia macam apakau ini, eoh? Bukannya melepaskan tembakkan tetapi kau malah mendapatkan tembakkan! Jinjja memalukan!” ledek Kim jeha
“YA! Aku ini mantan mafia, Hyung kau mau kemana dengan pakai seperti ini .” Bela nathan
“Ya, apa tara tidak apa-apa? Apa ia sudah makan? Ah, puteriku! Kedua anak ku bagaimana> ? Astaga, aku bermimpi banyak sekali dan—“ kata nathan
. “Ya, tidak bisakan bertanya stau-satu? Tadi kau menyuruh aku diam, tapi sekarang kau yang berisik” protes Kim jeha
“Isterimu ini tidak makan dan tidak tidur dengan main. Betah sekali ia duduk memegang tanganmu dan bersenandung. Ia hanya beraktivitas di dalam sini. Menyusui. Kedua anak mu pun ia lakukan di sini, ditemani rosalina ” jelas Kim. Jeha
“A-apa? Me-menyusui?” tanya nathan tergagap
“Ya, wae? Ya! Apa kau amnesia lagi, eoh? Kau lupa jika kedua keponakan ku sekarang ini masih menyusui?” sungut Kim. Jeha kesal
“A-anni, maksudku, apa kau melihatnya? Kau melihat isteriku menyusui anakku?” tanya nathan syok dan membuat Kim jeha disana tertawa.
“Aigo, nathan. , kau itu seorang presdir tetapi kau sangat bodoh! Kau fikir tara mau menyusui di ruangan dengan ku juga ada arvin yang menemaninya? Dan apa kau fikir pengawal mu kevin yang muka datar yang itu mengijinkan kami keluar hidup-hidup saat melihat tara yang menyusui anak kalian?” cecar Kim jeha dengan tawanya dan membuat nathan mendengus.
“Aku hanya bertanya saja! Kau fikir aku rela membiarkan tubuh isteriku terlihat oleh orang lain? Dia hanya milikku, dan hanya aku yang boleh melihat tubuhnya” jawab nathan dengan wajah yang sedikit.. tengil? Bahkan ia mengeratkan dekapan tanganna pada bahu mungil tara
“Ck, kau benar-benar dimabuk cinta!” kata Kim jeha
"kau belum menjawab pertanyaan ku, mau kemana kau dengan pakai serba hitam, tanya nathan heran
" aku akan pergi men jalan kan misi 3 bulan, aku mau pamit kata Kim jeha
"misi 3bulan, mengapa selama itu, tanya nathan dengan tak percaya
“ karena aku menyelesaikan kasus rahasia, di dearah Turki kata Kim jeha tegas
" kasus rahasia, ?? Ulang nathan dengan pelan
"iya, aku ingin meminta suatu pada mu, tolong kau lindungi rosalina selama aku menjalani misi ku, aku takut musuh ku mengambil kesempatan untuk melukai rosalina kata Kim jeha
" aish apa kau pikir aku seorang bodyguarg, kata nathan kesal
"aku ingin selama aku pergi keselamatan rosalina terjaga dan dia tak kesepian jika dia tinggal bersama kau dan tara kata Kim jeha dengan pelan
" baik lah, kemana kedua anak ku tanya nathan
. “dia bersama kevin dan pelayan mu, mungkin bersama arvin . Kau tau? Anakmu itu semakin tembam dan lucu sekali. Ia juga senang sekali duduk disebelahmu, dan terkadang sampai tertidur di bahumu saat kau tidak sadar.” Jelas kim jeha membuat rasa rindu di dalam dada nathan semakin membuncah pada isteri juga anaknya.
“Anakku manis sekali..” bisik nathan
“Ya, dan aku harap ia tidak menuruni sifat jahilmu.” Harap Kim jeha
“Aish, Hyung—“ … Perkataan nathan kembali terhenti saat ia merasakan pergerakan tangan dari wanitanya. Perlahan tara mengerjapkan matanya, dan tatapan matanya
__ADS_1
Dan nathan membalas panggilan tara dengan menyunggingakn senyumnya
, “Hai sayang, aku merindukanmu” ungkap nathan yang kemudian memegang dagu tara kemudian mendongakkan dagu wanita itu dan mencium bibirnya.
“ASTAGA nathan !” teriak Kim. Jeha dengan panik ditambah arvin bersama kedua keponakan nya lagi kok baru saja masuk ke dalam ruang rawat indap nathan dan disambut dengan pemandangan panas dari nathan dan tara
“Jinjja! YA! Berhentilah!! Aku membawa anak kalian kemari!!” teriak arvin dengan kevin dalam gendongannya, yang sontak membuat tara mendorong pelan dada suaminya, karena nathan sangat ogah-ogahan melepaskan bibir tara itu. Untung saja arvin menggeondong nala dengan gendongan mothercare –dengan kepala bayi perempuan itu menghadap ke arah dadanya-. Sehingga tidak melihat tontonan panas dari kedua orang tuanya.
“Omo, arvin gomawo” ucap tara yang kemudian mengambil alih nala dari gendongan arvin .
“Sama-sama, pantas saja sejak tadi pagi bayi montok itu berhenti menangis. Sepertinya ia tau Appanya akan segera sadar. Jinjja, kau benar-benar anak yang manis”
“Ya! Hyung, berhentilah mengusap pipi puteriku Aaakkh—“ ucapan kim jeha terpotong saat pria itu dengan penuh idenya mencoba bangun dari tempat tidur.
“Kau itu bodoh atau tolol, eoh? Kau tertembak di punggung dan belum genap tiga hari pasca kau operasi, kau ingin bangun?” ceroocos dr arvin
“nathan tidurlah lagi, aku akan memberikan nala dan narendra padamu” bujuk tara seraya meletakkan bayi perempuannya yang sedikit rewel ingin berpindah dalam gendongan nathan Sepertinya nala tau bahwa pria yang selalu menggendongnya sebelum berangkat kerja, bermain dengannya setelah pulang kera, dan bahkan menggodanya ketika ia tengah menyusu pada Ibunya ini sudah bangun.
“Aigo, uri nala ” nathan menggendong tubuh puterinya dengan meletakkan kedua tangannya di bawah ketiak puterinya dan kemudian mengendus-endus perutnya, membuat nala tertawa. Tara pun tersenyum lega dan bahagia melihatnya.
Sementara di hotel bintang 5
Alden menarik pelatuknya dan peluru itu melesat cepat sebelum akhirnya bersarang tepat di tembok sisi telinga seorang pria yang ketakutan. Wajahnya datar, tetapi matanya yang sehitam arang memandang tajam namja itu. Seakan dia papan sasaran yang harus menjadi pemberhentian pelurunya. Meskipun bahkan belum berusia 7 tahun, kemampuan menembaknya tidak bisa diremehkan. Dia dari kecil hidup di dunia gelap, jadi pengemis pandai menodong sasaran sesaat setelah kaki kecilnya bisa berlari.
"Bergeraklah Aku benci sasaran yang diam." alden berkata sedingin tatapannya.
"Jeongsohambnida… tolong biarkan saya pergi."Ada secuil isakan saat pria di akhir dua puluh tahunan itu memelas menatap. Alden Jelas sekali sekujur tubuhnya bergetar.
"Baiklah. Kau memberitahukan pada ku di mana ibu ku ." alden memilih mundur dan duduk di sofa besar di belakangnya.
Prua itu mengerutkan kening bingung. "sa.. Saya tidak tau , Tuan muda di mana ibu tuan muda. Tolong lepas kan saya kata pria itu dengan ketakutan
" baik lah, pergi?? Kau harus lari kata alden
? Anda meng-…"
"Aku tidak sejahat itu, Ahjussi." Potong alden tertawa kecil. "Pergilah. Sekarang."
"Nde?… j-jeongmal kamsahambnida, tuan muda.." dengan penuh harap namja itu membungkukkan tubuhnya dan segera beranjak pergi.
Alden menyeringai tipis, dan tanpa aba-aba menembak lantai di depan orang itu
. "Larilah cepat, kau sangat lambat." kata alden
Wajah namja itu seketika bertambah pucat seiring dengan tubuhnya yang melangkah mundur. "T-tuan…"
Alden menarik pelatuk lagi, kali ini melubangi lukisan di belakang namja itu. Saat namja itu berwajah pucat ketakutan, alden bahkan masih sempat menguap.
"Tidak menarik. Untung saja meleset." Dan saat alden baru akan menembak kembali, namja itu dengan cepat menghindar dan berusaha memutari ruangan.
Seringai alden melebar.
"Begitu lebih baik." Dan dalam satu kali tarikan pelatuk, peluru alden kini bersarang di kepala namja itu. Mengalirkan darah dengan cepat. Dalam seketika namja itu ambruk, dengan mata terbelalak memandang Kibum. Jangan remehkan dia, dia bukan anak 8 tahun yang suka menangis seperti masih kecil di lingkungan kumuh , dia adalah sang pewaris. Yang akan memimpin para mafia di masa mendatang. seorang mafia jelas sudah memberikan pelatihan ketat. Melatihnya baik pola pikir maupun perilaku. Hingga akhirnya inilah Kibum, pembunuh berhati dingin di dalam tubuh seorang anak 8 tahun.
Alden hanya memandang datar sebelum berbalik menatap " buang mayat di laut, dan terus kau mencari keberadaan ibu ku di mana ayah angkat ku menyembunyikan ibu kata alden dengan tegas
"Nde, Tuan muda." kata asiten nya
"Francisco, kau bermaksud untuk mengancam ku, dengan memberi pilihan antara ibuku dan suami adik perempuan ku aku akan membuat mu membayar semua nya kata alden dengan marah sambil melempar pistolnya ke sofa, dan melanjutkan langkahnya keluar ruang . Tiba tiba saja ponsel nya berbunyi ,
"apa lagi tanya alden dengan marah
" kau harus melakukan itu, bunuh nathan , hari ini mau nathan akan keluar dari rumah sakit, tabrak dia perintah Francisco
" aku tak akan melakukan itu, kata alden
" baik lah, kau lihat video ini ku kirim, kau ingin bertemu dengan ibu mu bukan kata Francisco tertawa
Alden melihat video itu, ibu tengah berjalan dengan bahagia bersama seorang
"Ibu desis alden dengan pelan mata berair
" lakukan alden bunuh nathan, aku menginginkan posisi presdir, orang no satu kata Francisco
Alden berteriak, “ itu bukan posisimu, tapi hidupmu!!!! Aku akan membunuhmu”
"membunuh ku, lakukan alden, kau akan kehilangan ibu mu untuk kedua kali nya ancam Francisco
“mengapa kau melakukan ini padaku? ” ujar alden marah
Francisco tertawa," karena aku menginginkan, nathan mati, maka balas dendam ku terbalas
Alden terdiam..dan dia pun merosot diri nya dengan menangis " maaf aku tara, demi ibu kita, aku harus membunuh suami mu
Bersambung saksikan episode selanjutnya, 4 episode lagi akan tamat...
Terima kasih atas dukungan nya dan vote nya
Buat teman teman semua
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1442 Hijriyah
__ADS_1