Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Angkuh

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Angkuh
Episode 83 NARENDRA masih hidup


__ADS_3

" berhenti menangis, kau tidak aku akan memotong lidah mu kata pria itu


Asiten nya pun terkejut, dia pun mencegah tuan nya untuk membunuh putra nya tuan nathan, dia tidak tega saja jika anak yang usia 2 tahun itu di bunuh, apa lagi melihat anak itu menangis



"tuan, tuan tenang lah, jika anda membunuh bayi nya tuan nathan, anda tidak bisa membalas dendam anda? Sahut asiten nya


Pria itu menarik napas dan berteriak" kepala pelayan bawa tuan muda kecil ke kamar , melihat wajah nya membuat aku mengingat musuh ku perintah pria itu


"baik tuan kepala pelayan itu,. Mengambil bayi ganteng itu.


" tuan, ada yang perlu anda tau kata asiten nya


" apa!! Jangan buat aku mood ku tambah parah, capat katakan apa bentak pria itu


" menurut orang kepercayaan saya ada satu orang yang mengetahui kalau putra Tuan nathan masih hidup, aku takut dia akan memberikan tau kepada Tuan nathan, rencana kita gagal balas asiten baim


" siapa? Cepat bunuh dia jangn sampai dia membuka mulut kata pria itu


" baik tuan kata asiten nya


Sementara itu di mansion nathan



Sebuah mobil berhenti di depan rumah


Di belakang menyusul berapa mobil, kevin pun turun dan membuka pintu mobil , Nathan pun keluar dari mobil,


" tuan, apa anda percaya yang di katakan oleh carloz tentang tuan muda masih hidup tanya kevin datar


" entalah, tapi aku ingin kau mengawasi carlos, aku yakin dia terlibat dalam kematian putra ku, kata nathan dengan nada datar


" baik tuan? Jika perkataan nya benar, apa anda akan menerima tawaran dari tuan carlos untuk menikahi adik nya , tanya kevin dengan pelan


" tidak! Jawab nathan dengan tegas " aku ingin kau mengawasi carloz dan cari informasi siapa adik carloz kevin, lanjut nathan


" baik tuan, kata kevin dengan pelan


" aku akan meminta bantuan pada kakak ku mencari ctv setiap jalan raya kata nathan berjalan menuju pintu


" baik tuan balas kevin.


" dan Cari tahu tentang adik nya carkos .” Ucap nathan datar


" iya tuan kata kevin mengangguk patuh lalu menjauh dari NAtthan


Nathan melangkah kearah pintu


Seorang wanita separuh baya mendekati


" bagaimana keadaan nyonya melinda, apa yang terjadi tanya NAtthan dengan datar


" Nyonya histeris menyebut nama tuan muda kecil tuan, mengatakan kalau tuan muda kecil masih hidup jelas melinda


Nathan menarik napas, dan melangkah menaiki tangga. Menujuh ke kamar tapi nathan pun berhenti


" apa Nyonya sudah makan tanya nathan dengan nada datar


" Nyonya belum makan sekali tuan, kata melinda


" antar makan malam ke kamar buat istri ku melinda perintah nathan dengan tegas


" baik tuan kata melinda


Nathan meneruskan langkah menujuh kamar,


Dia berhenti di kamar, kim jeha, dia pun memutar knop pintu dan melihat


Kim jeha pun langsung menarik selimut menutup tubuh rosalina,


Rosalina pun bersembunyi muka di selimut dia malu sekali sama nathan


" Astaga, apa kau tak bisa mengunci pintu nya kalau perbuatan mesum itu gerutu nathan dengan kesal l



" salah sendiri kenapa kau tak mengetuk pintu nya, eh aku mesum sama istri ku apa salah nya huh balas kim jeha


keluar nathan perintah kim jeha dengan kesal


" Hey ini mansion ku, suka suka aku tidak mengetuk pintunya, baik lah Aku akan keluar, kta nathan dengan cuek

__ADS_1


" aish menganggu kesenangan orang saja dasar adik gila gerutu kim jeha


" udah jangan bicara yang aneh aneh, setelah selesai, ke ruang kerjaku ada yang ingin aku bicara kan dengan mu kata nathan dengan menutup pintu nya


Nathan melihat melinda mau mengantar makan ke kamar nya, melinda meletak kan sebuah nampan yang berisi makanan


" saya permisi tuan kata melinda dengan membungkuk badan nya


Nathan mendudukkan dirinya lalu mengambil sebuah nampan berisi makanan di nakas sampingnya. ia meletakkan nampan tersebut di atas pangkuannya lalu mengambil sesendok bubur, tangannya terulur menyuapkan sesendok bubur kepada tara Mata tara yang tadinya terpejam mengerjap pelan saat merasakan dingin dari sendok yang menyentuh bibirnya. Perutnya keroncongan saat aroma bubur itu mengganggu hidungnya. Matanya menatap ragu pria di depannya. Dengan bantuan nathan tara duduk bersandaran pada kepala ranjang.


"makan lah, kata melinda kau dari tadi tidak makan sayang kata nathan dengan lembut


" aku tidak lapar, kau percaya kan pada ku, putra kita tidak mati, dia masih hidup perasan ku mengatakan nya kata tara dengan mata binar binar menatap


" iya aku percaya sekarang kamu makan ya aku akan membawa putra kita pada mu aku janji bujuk nathan menyodorkan sesendok bubur di bibir tara, tara membuka mulutnya pelan dan nathan menyuapinya.


" benar kan sayang putra kita masih hidup, kau janji akan Mencari putra kita tanya tara dengan menatap nathan.


" iya aku janji kata nathan dengan membelai wajah tara


" baik lah Aku akan makan sendiri kata tara



mengunyahnya pelan lalu tersenyum senang saat merasakan rasa bubur di depannya. Rasa bubur itu sangat persis seperti buatan ibunya. Ia ingat betul rasa masakan ibunya walaupun selama belasan tahun ini ia tak pernah merasakannya lagi. Tatapan sedih tara membuat nathan mengeraskan rahangnya. Apa melinda memasukkan sesuatu ke dalam bubur ditanganya hingga ekspresi wajah tara seperti itu?


“Apa ada yang salah dengan makanannya sayang ?” tanya nathan tajam


Tara menggeleng kan kepala nya .


“Habiskan makananmu tara !” tenang tapi menyeramkan. Tara tidak berani menatap mata pria itu saat mendengar nada suara nathan yang menakutkan baginya. Walaupun bukan bentakkan, nathan merinding saat mendengarnya. Tara kembali menerima suapan berikutnya hingga habis. Ia kembali meminum jus jerus yang tinggal setengah. Matanya melirik tara melalui bulu matanya. Saat ini nathan sedang memindahkan nampan dipangkuannya tadi keatas nakas.


Tara pun membaringkan tubuh nya menutup diri nya dengan selimut


" maaf kan aku sayang kata nathan dengan lembut,


" maaf untuk apa kata tara dengan ketus


" maaf telah membentak mu, maaf tidak bisa menemukan putra kita, bisik nathan di telinga


tara


" iya balas tara menatap mata coklat nathan yang menggelap. Tangan nathan berpindah kebibir bawahnya, membelainya halus lalu menyingkirkan anak-anak rambut yang menempel dipipi tara kemudian, menyelipkannya kebelakang telinga wajah nathan mulai mendekat, bahkan tara bisa merasakan hembusan nafas hangat milik nathan


" aku sangat mencintai mu tara, aku janji akan menemukan putra kita yang masih hidup, maaf kan aku telah membuat mu sedih kata nathan dengan memeluk tara yang tertidur setelah melakukan adegan panas itu.


Sementara itu di rumah



Gadis itu terlihat gusar, ia hanya bisa mengacak-acak rambutnya kasar saat kedua telinganya kembali mendengar pertengkaran kedua orang tuanya. Ia tak bisa berdiam diri lagi seperti biasanya. Gadis itu sudah terlalu muak dengan masalah kecil yang dibesar-besarkan, sepertinya kedua orang itu sudah tak mempedulikan lagi dengan keadaan sekitarnya.


Sakura mengusap telinganya kasar. Ayolah! Siapa yang tidak kesal disaat kau sedang sibuk menghafal pelajaran dan telingamu mendengarkan suara gaduh diluar sana sedangkan hari esok adalah waktunya ujian akhir semester. Sakura mencibirkan bibirnya kesal, gadis itu membuka pintu kamarnya kasar.


“Bisakah sehari saja kalian tidak bertengkar!” teriak Sakura dari ambang-ambang pintu. Tapi sepertinya kedua orang itu tak mendengarkan teriakan Sakura . Buktinya, mereka malah semakin menjadi. Ayah Sakura mengambil sebuah vas bunga yang berada di sampingnya lalu mengangkatnya tinggi-tinggi, berniat membantingnya tepat kearah ibunya.


Sakura mendengus kesal lalu meletakkan kedua tangannya didepan dadanya


. “Lanjutkan Appa!” ketusnya saat melihat pria paruh baya itu menghentikan kegiatannya. Tuan Park menatap anaknya garang sambil mendesis marah. “kau kenapa disini! Masuk kembali ke kamarmu!” bentaknya.


Sakura tersenyum meremehkan lalu menatap ayahnya lebih berani


. “kalian terlihat seperti anak kecil! Jika memang kalian punya masalah bicarakan baik-baik! Kalian tidak malu mendengarkan pembicaraan para tetangga? Aku sudah muak mendengarkan pertengkaran kalian setiap harinya. 15 tahun, sudah 15 tahun aku mendiamkan kalian. Kali ini aku tak bisa diam saja dan membiarkan kalian bertengkar…” Sakura menghela nafasnya berat lalu mengatur suaranya agar tidak terdengar serak.


“Sebaiknya, selesaikan masalah kalian baik-baik. Apa kalian tidak lelah bertengkar seperti ini setiap harinya? Jika memang hubungan kalian sudah tidak baik, lebih baik bercerai saja! Kalian sudah lebih tenang? Bagus, setidaknya aku tidak akan mengalami kejadian disaat akan memisahkan kalian waktu itu.” ketus Sakura marah. Ia cepat-cepat memasuki kamarnya dan air matanya kembali turun melewati kedua pipinya.


Didalam hatinya ia berdoa agar kedua orang tuanya itu sadar, setidaknya mereka sedikit diam saat Sakura berbicara tadi. Ini kedua kalinya ia menasehati orang tuanya. Dahulu Sakura pernah melakukannya dan mendapatkan kemurkaan sang ayah.


“appa, eomma kumohon berhenti! Kumohon jangan bertengkar.”


“arrghh dasar anak sial pergi kau!”


teriakkan itu kembali menggema di sebuah ruangan. Pria tua itu mendorong tubuh anak perempuannya dengan kasar dan seorang wanita dengan umur yang tak jauh dari si pria itu hanya bisa menangis meraung-raung meminta ampun dari si pria.


“dasar tidak berguna! Beginikan caramu berselingkuh! Kau bahkan berani membawa selingkuhanmu ke depan rumahmu! Kau tidak tahu jika kau sudah bersuami dan mempunyai anak hah!” teriakan itu kembali menggema bahkan terdengar pecahan kaca yang sengaja dilemparnya.


Sakura menutup telinga nya dan berlari menuju pintu terus berlari dengan air mata , dan tiba tiba saja.. Sebuah mobil menabrak nya...


Semua orang melihat langsung, menghampiri dan memanggil ambulans


Sementara itu di hotel


__ADS_1


Seorang pria berwajah tampan lagi menyadar di ranjang, ada kesedihan mendalam di wajah nya


" tuan panggil pria berpakai hitam


" ada apa,? Bagaimana tugas aku beri kan pada mu, apa kau sudah mendapat kan ctv penculik keponakan ku tanya alden menatap asiten nya tampak ada keterkejutan di matanya meskipun sekejap kemudian dia langsung memasang wajah datar,


“Saya belum mendapat kan ctv itu tuan maaf kan saya jelas asiten nya


“Kau pikir aku bodoh, ?,” suara alden menajam, setajam tatapannya,


“Kau adalah orang kepercayaan ku paling berpengalaman, tak mungkin kau tak bisa menemukan nya atau memang kau bersengkol sama seorang untuk menculik keponakan ku ”


Pria menelan ludahnya



, ”saya tidak terlibat tuan, saya akan berusaha menemukan ctv itu, beri saya waktu kata pria itu


Alden menguar kan pistol nya


“Dalam dua hari ini kau belum juga menemukan orang yang membuat keponakan tewas . Dengarkan ini baik-baik suara alden dalam dan mengancam, “Sekali lagi kau membuat kebodohan yang merepotkanku, bukan hanya pukulan yang kau dapat, aku akan menghabisimu secepat aku bisa”


Suara ancaman itu masih menggema di kegelapan, bagaikan janji Iblis yang memanggil-manggil meminta nyawa


Pria itu menelan air ludah , tubuh nya menguarkan keringat


" sekarng keluar lah aku mau istirahat perintah alden dengan marah


Sementara di rumah sakit senjaya


Seorang pria berwajah tampan mengenakan jas putih berjalan menyelusuri lorong rumah, tiba tiba terdengar suara ambulans, tepat di pintu luar, dia pun melihat berapa perawat membawa brangkar


Seorang wanita terbaring penuh darah


" perempuan ini untuk ku teriak arvind saat berlari memasuki area UDG


" Oh apa sekarang kita bisa milih pasien pak pimpin, apa perempuan ini cantik em biasa aj ali kenapa bapak memilih nya tanya asiten nya yang selalu menemani dia operasi


" pergi kau roy"


" aku tidak mau ada seorang laki di ruang operasi jelas arvin



" kenapa bapak mau melakukan operasi sendiri cih, apa bapak bisa melakukan nya sendiri, bapak kan pemimpin rumah sakit ini, kenapa harus repot sendiri,? Saya ini dokter sudah bersumpah jabatan akan mengabdi pada pasien, baik mau perempuan pun laki laki, kenapa bapak jadi aneh begini ! Ngomel asiten ya


Wajah arvin memerah, dia tidak mau ada seorang pria melihat tubuh sakura, entah kenpa dia tidak rela, berdehem memandang kesal pada asiten nya


" bapak kenapa marah sih kata asisten nya kembali mempersiapkan diri mencuci tangan dan memakai baju operasi


" aku tidak mau laki laki ada laki laki melihat nya, dia calon istri ku kata


Roy yang memakai masker, masker nya pun jatuh,


" what? Bukan kah naomi , gadis yang dekat dengan mu, dan yang akan kau lamar pak eh?


" yap balas arvin


" Oh iya lalu siapa yang bapak sebut calon istri tuh pak tanya roy


" ya bodoh! Gadis ini calon istri ku, aku sudah melamar nya.. Sekarang keluar aku yang melakukan operasi perintah arvin dengan tegas


" eh baik lah Aku tetap masuk, atau aku tutup mata kata asiten nya


Rekan rekan wanita pun masuk, mereka melakukan operasi nya


" sementara itu di mansion nathan


Terdengar suara telepon berbunyi...Dddrrrttt ddrrrttttt


Nathan segera meraih handphone nya yang terus bergetar. Nathan melihat ID pemanggilnya


Carlos


Oke, ini masih pukul 3 dini hari dan pria sial itu sudah seenak jidatnya menghubungiku? Dia pikir dia itu siapa?


Nathan pun membuka pesan dari ponsel nya dari Carlos


" tuan nathan apa anda memikir kan tawaran saya, menikahi adik saya, dia sangat mencintai anda, saya akan memberi tau keberadaan putra anda, dia masih hidup tuan percaya lah pada saya"


Nathan menarik napas berat dan dia melihat pemandangan di depan mata nya


" saat ini, kurasa entah kapan aku bisa melihatnya lagi. Ini terlalu sayang jika harus kulewatkan walau hanya satu detik saja. Tara Gadis – maksudku wanita ini benar-benar cantik. Bahkan dalam keadaan polos seperti inipun – errr dia jauh lebih cantik seribu kali lipat. Sampai kapan pun aku tidak akan menikahi gadis? Aku sangat mencintai tara.

__ADS_1


Pesan ke dua kali masuk sebuah vidoe nathan pun terkejut? Bersambung saskw episode selanjutnya


__ADS_2