
Alden sangat sedih dia harus menentukan pilihan antara ibu dan suami adik nya tara,
Sementara di rumah sakit senjaya
Seorang pria berwajah tampan berpakai putih lagi duduk di ruangan nya tiba tiba saja pintu nya di ketuk
" ya masuk kata dr arvid dengan santai
“nona sakura , silahkan masuk.” tak lama namanya dipanggil oleh seorang suster. Dengan berat hati ia memasuki ruang pemeriksaan itu. Seperti biasa ia langsung membaringkan tubuhnya di kasur pasien yang tersedia.
Seseorang dengan seragam putihnya dan juga kacamata yang tidak terlalu tebal menghiasi wajah ovalnya. Dari penampilannya sudah bisa dipastikan ia adalah seorang dokter. Sakura mendengar suara derap langkah. Seperti bukan dokter bram , pikirnya. Mungkin hanya perasaannya saja. Ia memang sudah sering datang kemari, jadi ia sudah terbiasa dengan dokter dan juga beberapa suster disini.
“Dok, sepertinya aku butuh obat, tapi mungkin kau bisa menambahkan dosisnya lebih tinggi agar aku bisa tidur lebih lama, bahkan mungkin untuk selamanya.” sakura terus saja mengoceh tanpa ia tahu dengan siapa ia bicara.
Dokter muda itu segera membuka tirai yang menutupi kasur itu. “Maaf nona sepertinya jika kau mencari obat seperti itu kau salah tempat.” sakura melonjak kaget saat tirai itu tiba-tiba disibakkan oleh seseorang dikenalnya.
“Kau siapa ?” tanya sakura dengan polos.
“Apa dengan seragam ini kau masih tidak tahu siapa aku? Anak kecil pun tahu bahwa aku ini seorang dokter.kata arvin dengan nada sinis
Mendengar jawaban itu sakura dengan cepat menggelengkan kepalanya. Tentu saja ia juga tahu bahwa pria yang ada dihadapannya ini adalah seorang dokter.
“Bukan, bukan itu maksudku, aku tahu kau seorang dokter. Maksudku bukankah seharusnya dokter bram yang menanganiku?” dokter tadi mengangguk tanda mengerti
“dia lagi di tugas kan di Iran jadi aku akan mengganti nya Kata. Dokter arvin
Sakura pun hanya bisa ber ‘oh’ ria saja. Selama 30 menit kurang lebih ia melakukan konsultasi dengan dokter tersebut.
Sejak awal sakura tidak bisa berhenti untuk memperhatikan wajah dokter tersebut. Ia merasa seperi sudah mengenalnya sejak dulu, tapi siapa. Padahal dia menganal. Saat pria i ni menolong nya, Sedari tadi ia tidak mendengarkan ocehan dokter tersebut, ia hanya bisa sesekali tersenyum menanggapinya.
Ia belum menemukan posisi yang pas untuk mengamati dokter dihadapannya. Sehingga untuk beberapa menit pertama ia mengubah-ubah posisi duduknya. Dan ia memilih posisi dengan menopang dagu tepat dihadapan sang dokter.
“Maaf nona sakura , aku rasa jarak ini terlalu dekat.” Kata arvin dengan sopan dokter tersebut ia menurunkan tangan sakura yang berada dihadapannya. Sakura sempat kaget saat dokter tersebut melakukan hal itu. Dia tidak nyangka kalau pria yang menolong dan mencuri ciuman pertama nya seorang dokter
Ia tidak menyangka akan ada orang yang menolak kontak mata dengannya. Ini adalah point plus yang ia dapat.
“Oh benarkah? Bagaimana kalau seperti ini?” sakura bukannya makin menjauh tapi malah memperdekat jaraknya. Mau tak mau dokter arvin itu menjauhkan dirinya dari pasien pertamanya hari ini.
“Oh ya, siapa namamu, bukan kah kau menolong ku saat aku di kejar oleh orang-orang itu , aku belum. Mengucap terimakasih pada mu ?” sakura bertanya tanpa memedulikan wajah dokter dihadapannya yang semakin muram.
" Oh ayolah apa ia juga harus menghadapi bocah berbadan besar ini? Masih banyak pasien yang harus ia urus. Dalam hati arvin berpikir, apa tidak ada psikolog lain di rumah sakit ini.
“ arvin .” balas arvin Masih merasa belum puas tampaknya sakura belum menyerah. Ia semakin senang menjahili dokter dihadapannya. Smirk evilnya tersungging di bibirnya. Sepertinya dikepalanya pun sudah tumbuh tanduk seperti Hell Boy.
“Berapa umurmu? Berapa nomor handphonemu? Rumahmu? Apa kau sudah mempunyai pacar?” sakura mengedipkan sebelah matanya, semenara itu dokter arvin malah bergidig ngeri melihatnya.
" Astaga gadis bar bar ini, memang tak ada malu nya pikir arvin
“Apa aku harus menjawab semua pertanyaanmu? Maaf nona sakura , aku masih mempunyai banyak pekerjaan, sebaiknya kau keluar. Ini resepnya, aku kira kau tidak butuh obat ini, yang kau butuhkan adalah merefresh otakmu dan juga olahraga.” kata arvin
Seperti tadi ia hanya meneruskan acara mangut-mangutnya saat arvin berbicara cukup panjang.
“Berikan dulu aku nomor HPmu, setelah itu aku akan keluar.” sakura tidak bisa menyembunyikan tawanya saat melihat muka dokter arvin yang merah padam karena menahan amarah. Ia jadi semakin berniat untuk menjahilinya. Setelah bernegosiasi beberapa saat akhirnya dokter arvin menyerahkan no hpnya pada sakura Ia berjanji jika ia sempat mengganti nomornya maka ia akan dengan senang hati melakukan hal itu.
Sakura keluar dari ruangan, arvin pun menarik napas, tetapi bukan nya keluar
"dokter arvin panggil. Sakura
Suara lembut seseorang membuat arvin tersadar dari pikirannya. Ia menoleh kesampingnya
" ada apa lagi kata arvin dengan ketus
“Apa kau tahu letak toilet?”
Dr arvin hampir saja tertawa lepas begitu mendengar kata toilet.
" astaga gadis kecil benar benar membuat ku, stres pikir arvin
“Eh disana.” Dr arvin dengan cuek menunjuk tempat yang ia maksud. Gadis itu menoleh lalu mengangguk cepat. sebelum pergi, gadis itu membungkuk sopan sambil mengucapkan kata terima kasih dengan sebelah tangan memegangi perutnya
Arvin melanjut kan pekerjaan. Nya
BUGH
Sakura pun mau membuka pintu tiba tiba dia pun pingsan
Dr arvi. membelalak lalu menoleh cepat ke belakangnya. Ia terkejut melihat gadis pucat tadi pingsan dengan bercak merah di sekitar gaunnya. Donghae langsung beranjak dari duduknya, menghampiri gadis
“Oh kenapa ada darah di gaunnya?
“Apa ia keguguran?” kata arvin dengan memeriksa , arvin pun mengakat tubuh gadis itu, dan membaring kan .
Arvin menekan tombol panggil..
" dokter alice.pun datang karena dia akan berangkat tugas ke Iran hari ini
" ada apa, arvin, aku akan siap siap berangkat ke Iran, kata dr Alice dan memandang kearah ranjang rumah sakit seorang wanita berbaring dengan wajah pucat
"aish jangan banyak tanya periksa gadis ini, dia pingsan tadi dengan baju berdarah kata arvin dengan datar
" hmmm baik lah kata dokter alice dengan kesal
“Apa dia baik-baik saja?” dr arvin menatap dokter alice di depannya dengan pandangan bertanya. sedikit bingung melihat dokter di depannya terkekeh pelan.
__ADS_1
“Aku ragu mengatakan ini. Aku takut kau shock mendengarnya.” balas dokter alice
Perkataan alice. membuat alice semakin mengerutkan keningnya. Dokter alice bilang
" aku akan shock mendengarnya, sedangkan ekspresi alice itu terlihat geli. Aish menyebal kan
“Yah alice Sebenarnya kenapa?”
" aish kau ini dokter atau bukan, hal seperti ini saja tidak tau kata alice. Dengan tertawa
Dokter alice yang mencondongkan tubuhnya lalu berbisik di telinga arvin
“gadis itu hanya mengalami penyakit bulanan.”
Mata arvin membelalak. Jadi, gadis itu pingsan karena penyakit bulanan? Astaga arvin baru mendengar yang seperti ini. Didepannya alice tertawa kencang sambil memegangi perutnya.
“arvin -ya, kau mengkhawatirkan seorang gadis yang sedang datang bulan? Katakan, apa dia pacarmu?” apa kau mengenal nya, sejak kapan kau begitu peduli dengan wanita,
"apa aku harus menjawab pertanyaan mu, kau urus gadis itu, dan ganti baju nya, aish merepot sekali kata arvin dengan berhenti lalu berkata lagi
“Aku tidak mengenalnya. .” kata arvin dengan berbohong, sudah 2 kali dia tak sengaja bertemu dengan gadis itu, gadis itu selalu menyusah kan nya
“Benarkah kau tidak mengenalnya?” aku tak percaya, kau tak pernah mencemas kan seorang gadis
Arvin menghela nafasya lalu menatap ke pintu ruang rawat gadis tadi.
“Namanya sakura .”
“apa?? Arvin pura-pura tak mengerti ,
Dr Alice tertawa, menatap calon adik ipar nya tak jadi
“Nama gadis itu. Tadi aku melihat tanda pengenalnya di tas yang ia bwa dia, seperti dia anak orang kaya raya .”
“Begitukah. Kalau begitu biarkan ia menginap disini ya dan hubungi keluarga nya . Aku ingin menemui kakak ku nathan melihat keadaan nya .” Ketus dr arvin dengan cuek
Dr Alice diam, tatapannya terpokus pada layar ponsel dihadapannya.
Tetapi arvin tak peduli dia meninggal dr Alice yang marah
Sementara di markas kepolisian
Kemilau ribuan bintang menghiasi langit menembus gelapnya malam. Pemandangan yang berbanding terbalik dengan keadaan yang mencekam di bawah langit. Segerombolan anggota kepolisian khusus Korea Selatan (Korsel) berjalan menyusuri padang ilalang, yaitu daerah Zona Demiliterasasi, Garis Demarkasi Militer (DMZ). Selatan, point 690 M. Di pimpin kapten Kim jeha dan berapa anggota nya kenzo dan Brian.. Akan berangkat menuju misi 3 bulan.
Di tempat berbeda, para petinggi militer dan penjabat mengadakan rapat membicarakan tentara Korea (Korut) Utara yang melewati garis DMZ dan menyandera dua tentara Korea Selatan untuk memancing Korea Selatan untuk menyerang agar bisa menjadikan alasan negoisasi perjanjian internasional.
" apa yang harus dilakukan agar tidak terjebak perangkap dan menyelamatkan dua anggota mereka.
" aku sudah menugas kan Kapten Kim jeha pasukan khusus, Tim balas tuan indra
"oh aku harap mereka bisa mengatasi, kata dektetif John
" kapten Kim jeha, bukan kah kakak dari presdir nathan alvaro senjaya tanya salah satu para petinggi
" iya, aku rasa kapten Kim jeha selalu menutupi bisnis tuan nathan , aku curiga tuan nathan melakukan bisnis ilegal balas dektetif John
" tapi menerut penyeledekikan , Tuan nathan bisnis nya bersih tidak melanggar hukum,. Anda bisa melihat laporan ini kata yibo dengan tegas, dia mewakili Kapten nya Kim jeha yang lagi menjalani tugas
" semua yang ada di situ pada melihat berkas kas , dan saling pandang
" baik rapat hari selesai. Kata tuan indra dengan tegas, dia tak mau ada perdebatan
Sementara itu di ruang rawat
“ nara dan naverenda -ya…” panggilnya pelan.
Anak yang usia sekitar 3 tahun menoleh kebelakang, “Eo, daddy ?” gumamnya sedikit mengeluarkan suara kuat.
“Sssttt,” nathan menempelkan jari telunjuknya diatas bibir, “Pelankan suaramu.” Bisiknya.
Nara dan narenda saling menatap nathan dengan raut wajah bingung.
“Hei, dimana momy ?” bisik nathan lagi.
Nara menaikkan sebelah alisnya, menatap wajah Kyuhyun menilai. “momy gi pelgi beli makanan.. . , memangnya kenapa, daddy ?” nara dengan polos
“nara narenda -ya,” panggilnya setengah menggumam..
“Jika nanti daddy belum pulang , daddy mau keluar bentar, jangan beri tahu momy ya , dan belum kembali kalian jadi anak yang baik ya, jangan nakal teruti perkataan momy ya daddy pergi dulu kata nathan dengan mencium kedua putri dan putra nya
".daddy au mana.. Tanya narenda
" daddy ada urusan kata nathan dengan pelan yang sudah menganti baju nya
__ADS_1
Nathan pun membuka pintu ruang inap nya dan di depan ada kevin dan Andrea juga para bodyguard nya
" selamat malam tuan, Tuan apa anda baik-baik saja tanya kevin
" aku baik-baik saja, aku akan keluar sebentar , kau dan Andrew jaga kedua anak ku, dan juga tara kata nathan
"anda mau kemana tuan, apa saya perlu ikut dan bodyguard tanya kevin
" tidak!! Kalian tetap di sini jaga dan lindungi tara dan anak kembar ku, jika aku tak kembali, berjanji lah pada ku, akan menjaga mereka kevin, kata nathan dengan pelan
" ta.. Tapi tuan kata andrew dan kevin
" sudahlah..... Aku harus menyelesaikan sesuatu... Kata nathan dengan pergi meninggal kevin dan Andrew yang bingung.. Mengapa sikap tuan nya begitu aneh
fast back
Ponsel nathan berbunyi , saat dia lagi tertidur dia pun terbangun
Suasana hati nathan saat ini sedang tidak baik, ponsel. Nathan berdering alden menelponnya. Kakak istri nya, Melihat nama siapa yang tertera di layar ponselnya nathan ragu untuk mengangkatnya tapi pada akhirnya menerima panggilan telpon tersebut.
Nathan berusaha bersikap biasa
" apa yang kau ingin kan tanya nathan dengan datar
" aku ingin bertemu dengan mu, kita selesai permusuhan kita, kata alden
"aku tidak bisa bertemu dengan mu hari ini karna jika aku bertemu dengan kau hanya akan menyebabkan perkelahian. Aku sudah janji pada istri ku, tidak akan berdebat dengan mu kata nathan pelan
" aku ingin kau menemui ku, kau takut bukan kata alden menngejek
" baik lah aku akan menemui kita selesai masalah kita kata nathan dengan kesal
Fast End..
Nathan pun pergi menuju pakiran tempat mobil nya,
Sementara itu tara yang lagi di kantin rumah sakit, melihat nathan, mau memanggil tapi nathan sudah masuk ke mobil,
Tara yang melihat nathan pergi dia pun mengikuti
" mau kemana dia, apa sebaik aku mengikuti nya pikir tara memanggil taksi
Sementara di jmbatan hang
Alden masih ingat saat dia bicara dengan ayah angakat tuan Francisco
" kau Sekarang yang harus mereka lakukan adalah menyingkirkan nathan, dan aku akan memberikan tau keberadaan ibu mu alden kata Francisco dengan senyum sinis
Alden hanya diam saja berpaku dengan pikiran kacau, harus kah dia membunuh nathan , suami adik nya.
Sebuah mobil mewah berhenti di jembatan itu
Alden pun menoleh melihat siapa yang turun di mobil mewah itu.
"apa yang kau inginkan tanya nathan tanpa basa basi
" membunuh mu kata alden dengan sinis
" membunuh ku demi membalas dendam Francisco, apa kau benar-benar bodoh,. Kau hanya di manfaati oleh Francisco, karena dia tidak mampu membunuh ku kata nathan dengan dingin
" ini bukan masalah dendam Francisco, tetapi, ayah mu telah membunuh ayah ku nathan, kita harus selesai kan nyawa di bayar nyawa kata alden
" hei brings*****. Apa yang kau lakukan sekarang? Adik mu khawatir padamu? Mengapa kau begitu kekanak kanakan? Kenapa kau bertingkah seperti anak kecil?” alden, dan aku sudah berjanjipada nya kata nathan
“siapa saudaraku? orang yang mengangkatku adalah tuan Francisco dan dia ayahku. Dia dan aku yang memiliki dendam padanya dan berusaha untuk menyingkirkan mu . Jangan bilang apa yang harus di lakukan lagi” ucap alden menodong pistol
Nathan yang kesal dan marah berusaha mengejar
“ alden , apa kau masih merasakan hal yang sama setelah apa yang dikatakannya?. apakau bahagia dengan hidupmu saat ini?". Setelah membunuh ku tanya nathan
"apa yang sedang kau katakan?"tanya alden tidak mengerti
"apa yang sedang kau lakukan sekarang sangatlah menyedihkan. kau sedang di gunakan oleh ayahmu sendiri. menyerahlah sekarang" kata nathan dengan pelan.
Dari kejauhan berapa orang berpakaian hitam menatap pertengkaran nathan dan alden di sana ada Francisco.
Francisco menginjak pelan gas mobil, dan melajuh ke arah nathan
" saat nya kau mati nathan kata Francisco dengan senyum
.Sementara itu nathan masih tidak tau kalau dirinya sedang di ikuti. Sebuah mobil melajuh dengan kecepatan tinggi.
" nathan awas teriak seorang wanita,
Nathan dan alden menoleh dia sangat mengenal suara itu
Tara langsung berlari dan mendorong tubuh nathan, mobil itu mengenai tubuh tara, dan membuat tara terpelanting masuk sungai
" tara... Teriak nathan bersamaan dengan alden... Kaget dan berlari kearah sungai
Alden mengejar mobil itu dan menebak nya...
Nathan teriak memanggil tara, dia mau melompat dia melihat tubuh tara mengapung
Nathan. Melompat, ke dalam laut.. Mencari nathan, ke dasar laut, dengan berteriak teriak seperti orang gila, tapi sayang nya tara tidak di temu kan ?
Alden yang mau lihat nathan dalam keadaan lemas, dia pun melompat menolong nathan
Bersambung saksikan episode selanjutnya tinggal 3 episode akan tamat
1 apa kah tara akan selamatv atau mati?
__ADS_1
Terima kasih banyak atas dukungan nya jangan lupa vote dan komentar nya