Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Angkuh

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Angkuh
Episode 66 nala di culik


__ADS_3


"aish pintu nya terkunci.. Astaga ini semua gara-gara kau kata sakura dengan menggunakan rapat kan tangan nya ke dada


" hei mengapa kau menyalahi ku, masih mending aku menolong mu dari orang yang mengejar mu aku heran setiap ketemu dengan mu aku selalu siang kata dr arvind dengan melihat sakura kedinginan.


" aish menyebal kan memang aku meminta mu menolong ku, tapi mengapa udara di sini begitu dingin kata sakura melipat tangan nya


" dr arvind mendekati pintu, dan kaget


"astaga seperti nya kita berada di ruangan pendinding, kata dr arvin dengan panik


" !! Pantas saja aku merasa kedinginan, kata sakura dengan menggigil


Arvin melepas kan jas nya "kau pakai ini, jas ini bisa membuat tidak kedinginan kata arvin menyerah kan jas nya


" Tidak! Aku tak mau kata sakura dengan pelan


" aish dasar gadis keras kepala, terserah lah kata arvin dia memukul pintu dan berteriak memanggil


Tapi tak ada yang menjawab


" . Kita akan mati kedinginan di sini kata dr arvin merapat kan tangan nya sambil mengusap tangan nya


Sakura terbelakak, " Apa maksudmu?


" apa kau bodoh atau apa, jika orang tak menolong kita, atau tidak menemukan jalan keluar kita akan mati membeku di sini kata arvin dengan mengusap tangan nya, arvin melihat gadis yang di depan nya wajah nya pucat, bibir sudah biru, dia kedinginan, dan terhuyung huyung


Arvin membuka jas nya menyelimuti sakura, dan menyadar kan tubuh sakura, di dinding


" hey dengar kau tak boleh tertidur, kau harus sadar ya, kata dr arvin



Menepuk pipi sakura


" dingin desis sakura dengan menggigil


dr arvind pun, menyentuh tanggn sakura mengusap ngusap sakura meniup tangan nya sakura


" apa ini sudah hangat tanya dokter arvin


Dengan mengusap tangan sakura , arvin juga kedinginan,


"ini sangat dingin mungkin kita akan mati di sini kata sakura lemah


dr arvin pun mengambil ponsel nya, dan menelpon nathan tapi tak di angkat oleh nathan


Dr arvin melihat ada seorang di luar, dia bangkit


"Siapa di luar ?. Apa. Kalian bisa mendengar kami terkurung di dalam !. Tolong Buka pintunya sekarang! Teriak dr arvin


Tetapi orang itu tak mendengar dan pergi


" sial mereka tak mendengar kita, kata dr arvin dengan menahan dingin, apa lagi dia tidak mengenalkan jas cuma kemeja, putih dan menoleh, gadis itu, sudah begitu lemas,


" Yak ! Sadarlah” arvin dengan mendekati gadis itu terus menepuki pipi gadis itu yang terasa sangat dingin, ia juga mencoba menyentuh denyut nadi gadis yang terasa lemah .


" hey nona ! Sadarlah!” kata dr arvin Kepanikan mulai melanda Saat gadis itu sama sekali tak sadarkan diri dan bibirnya mulai membiru, dr arvin lalu mendekatkan wajahnya pada gadis itu . Menutup akses nafas di hidung gadis dan memberinya nafas buatan . Kemudian melakukan pompa jantung dengan tangannya berkali – kali .


“hey ! sadarlah”aish merepotkan sekali.. Omel dr arvin kesal


Samar-samar sakura mendengar suara seorang lelaki ditelinganya, ia merasa tubuhnya dingin dan mengigil. Lalu merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya berulang kali.


“Aiish, kau tak boleh mejam kan Mata kau harus sadar, aigoo dingin sekali , aku mulai tak tahan !” kata dr arvin dengan berusaha menahan rasa dingin


"kita akan mati kedinginan, kata gadis itu dengan suara pelan


" Tidak, mari kita saling menghangat kan Bisik dr arvin dengan memeluk gadis itu


"gadis itu hanya diam saja ketika arvin memeluk nya tubuh nya terasa hangat


Dr arvin mengambil ponsel di dan menelepon kakak nya nathan



Sementara di mansion nathan


Kedua bayi kembar nya bergerak gelisah di atas baby chairnya. 



Kedua Bayi gemuk itu terus bergumam dengan bahasa planetnya sambil menggerak-gerakkan tangan berlipatnya pada nathan dan tara yang sejak tadi hanya memandangi kedua bayi kembar nya mereka. Baru saja tara mengambil nala dan nathan mengambil Narendra sudah lebih cepat membawa bayi gemuk mereka ke dalam pelukannya.


Biasanya nala akan menangis jika nathan menggendong atau memeluknya, tapi kali ini nala tampak tenang, memeluk leher ayah dan meletakkan pipi tembamnya di atas bahu nathan


“Tumben sekali kau tidak merengek saat ayah gendong” bisik nathan pada putra kecil nya


Narendra mengusalkan wajahnya di cekukan leher nathan dia menyukai harum tubuh ayah yang menyerupai bau mommy . Tara tersenyum lebar melihat suami dan putranya yang hari ini tampak akur.


“Sayang?” panggil nathan


“Hm?” tara memutar tubuhnya menghadap nathan ,sambil mengendong bayi perempuan nya


“Sepertinya Narendra bosan . Ayo keluar” ajak nathan . Tara mengangguk patuh, lalu tara mengambil Narendra , tara mengendong bayi kembar nya


Tara menapaki tangga menuju kamar kedua bayi nya yang terletak di sebelah kamarnya dan nathan. Para pelayan pun membantu tara Mengganti pakaian putra dan putri nya dengan yang lebih hangat, karena cuaca di luar semakin dingin. Sepertinya sebentar lagi akan turun salju.


Nathan juga buru-buru mengganti pakaiannya, tidak lupa membawakan coat tebal milik istrinya yang sedang sibuk dengan bayi gemuk mereka.


“Aigo, kau cantik mirip dengan ku lucu sekali ” ucap tara sambil menarik pipi tembam kedua bayi nya pelan, narendra dan nala menyengir lebar menampakkan gusi merah muda yang belum di tumbuhi gigi itu.


Di depan pintu kamar, nathan tersenyum tak kalah lebarnya, dia senang saat tara mengatakan dan mengambil narendra mengendong karena tara sibuk mengganti baju nala


" dan ‘Kau menggemaskan sekali seperti ayah nathan pada narendra . Ia menganggap itu adalah sebagai pujian tidak langsung dari istrinya. Narendra memang memiliki ekspresi yang sama dengan nathan ketika balita itu sedang tersenyum, marah, dan tertawa. Tentu saja, narendra adalah duplikat nathan alvaro dalam versi mini. Dan nala bayi perempuan juga , cantik mirip tara


“Jadi, aku menggemaskan? Hm ?” nathan melingkarkan tangannya di pinggang tara mengecupi pipi istrinya ldari belakang.


“Astaga, kau mengagetkanku!” protes tara nathan semakin mengeretkan pelukannya. Wajah, narendra dan nala sendu menatap lurus kearah ayah dan mommy yang saling berpelukan di depannya. Kalau saja dia bisa berbicara dengan benar mungkin bayi gemuk itu sudah meminta ayah untuk melepaskan tangannya dari mommy nya


“Wae? Kau cemburu ayah memeluk mommy seperti ini?” ejek nathan sambil memandang wajah sendu putranya. Dan mengendong narendra



“Cepatlah besar, biar kau bisa memonopoli dari ayah mu ” bela tara yang langsung dapat pendelikan tajam dari nathan .


Tiba-tiba saja, ponsel nya berbunyi,


Dan dia mengambil ponsel nya dan melihat kontak layar nya ada nama " arvin .


"ada apa tanya nathan dengan datar


Dr arvin , dengan suara kedinginan “nathan ”


Nathan pun terkejut ketika mendengar suara adik nya, timbul perasaan cemas


, “arvin kau dimana? Kau dimana sekarang?” tanya nathan dengan cemas


Arvin memberi tahu sekarang kalau dia ada di ruangan pendinding


, “Bagaimana ini bisa terjadi, mengapa kau bisa berada di ruangan pendinding . Bagaimana ini bisa terjadi?”tanya nathan dengan cemas


" aish mengapa kau banyak bicara, tolong aku kedinginan nathan aku tahan lagi kata dr arvin panggilan putus


arvin arvin teriak nathan dengan teriak


Tara yang melihat nathan, langsung memandang dengan kaget dan mengambil narendra dari tangan nathan


" ada apa sayang, kenapa dengan arvin tanya tara dengan heran


" arvin dalam. Bahaya sayang, maaf kan aku sekarang aku harus pergi, kata nathan dengan pelan


" apa!! Apa yang terjadi sayang dengan arvin kata tara


" dia bilang, dia terkurung di gudang pendingin kata nathan mengambil pistol


" Kau harus pergi menolong arvin, aku tak apa apa lain kali kita bisa jalan kata tara dengan khawatir dengan keadaan adik ipar nya


"aku pergi sayang kata nathan dengan mencium bibir tara , dan kedua bayi nya


" kevin kevin teriak nathan panik


" kevin yang lagi bersama Andrew yang mendengar suara panik tuan nya langsung berlari


" ada apa tuan kata kevin dengan heran


"siap kan mobil, arvin dalam bahaya, dia terkurung dalam gedung pendinding, kau cari lokasi nya di mana, dan kau Andrew jaga istri ku dan anak ku kata nathan tajam


" Baik tuan, saya akan menjaga tuan muda kecil dan nona muda kecil juga nyonua nyawa saya jaminan nya kata Andrew dengan pelan


Sementara di kampung halaman rosalina


Di mansion sederhana



Pagi nya , Kim jeha dan rosalina saling berpelukan di balkon.


" apa hari ini kita akan pulang ke kota A , apa kau akan pergi dengan tugas misi 3 bulan tanya rosalina gugup


" iya, apa kau akan menunggu ku tanya Kim jeha dengan meletakan dagu nya di pundak rosalina dan mencium leher rosalina


" aish Jangan menggodaku. karena aku tidak akan bisa menahannya.".  Kata rosalina dengan kegelian


"oh iya, apa ini geli. !","Kenapa?", tanya Kim jeha balik menggoda.


"aish kau ini, menyebal kan kata rosalina dengan gugup.



" kau sangat cantik dan seksi ", Bisik Kim jeha tersenyum memuji istri nya


Rosalina tersenyum senang di puji, "Berhenti bersikap imut, kau perayu ulung kata rosalina dengan jantung berdebar


.....," aish ada apa dengan ku, mengapa jantung ku mendengar dia memuji ku kata hati rosalina...


Kim jeha membalik kan tubuh rosalina menghadap kearah nya


, " rosalina! Sekarang aku sudah menyukaimu. Benar-benar menyukaimu".  Kata Kim jeha dengan lembut


Ah..rosalina terpana dengan pengakuan Kim jeha , jantung berdetak


Kim jeha merasakan tangan rosalina yang dingin, "Kenapa tanganmu begitu dingin?. Kau membuatku khwatir saja". Kim jeha menggengam kedua tangan rosalina Memberi kehangatan dengan meniupkan udara hangat dari mulutnya ke tangan rosalina


Pelan pelan Kim. Jeha menarik tengkuk rosalina dan


ketika Kim jeha menundukkan kepala untuk mencium bibir rosalina


Rosalina memejamkan matanya saat Kim. Jeha mengecup bibirnya dengan lembut. Lalu sisi bibir lelaki itu mulai membuka bibir rosalina dan memagut bibir bawah rosalina Kim jeha menyesapnya dengan lembut, menikmati manisnya bibir rosalina Setelah yakin rosalina menerimanya, lelaki itu menggerakkan tangannya dan membimbing lengan gadis itu supaya merangkul lehernya, lalu memeluk rosalina erat-erat dan mencium bibirnya.


Ciuman Kim. Jeha sangat luar biasa. Lelaki itu ******* bibir rosalina tanpa ditahan-tahan, mencecap seluruh sudut bibir rosalina dengan bibirnya. Ketika bibir rosalina membuka, lidahnya menelusup masuk, mulanya hati-hati kemudian masuk semakin dalam, bertemu dengan lidah rosalina mulut mereka berpadu dan tubuh mereka menjadi semakin rapat. Ketika Kim jeha melepaskan kepalanya, matanya yang tajam bertatapan dengan mata bulat rosalina penuh gairah.


“Kim jeha membaring kan tubuh rosalina di ranjang, tangan nya mulai membuka kancing baju rosalina


Tiba-tiba saja ponsel nya berdering berkali kali,


Kim jeha pun menghentikan ciuman nya dan aksi nya yang ingin membuka pengail bra rosalina


" aish ini yang aku tidak Suka, ada aja yang menganggu kata Kim jeha dengan cemberut


Membuat rosalina tersenyum geli, melihat Kim jeha yang ekspresi lucu


Kim jeha menerima telepon dari nathan


" aish tumben si nathan menelepon nya, pasti ada suatu yang penting pikir Kim jeha

__ADS_1


" ada apa tanya Kim jeha dengan kesal


"arvin dia.. Kata nathan dengan menarik napas dengan pelan


" aish ada apa dengan arvin, cepat katakan .. Tanya Kim jeha setengah berteriak


Rosalina yang mendengar nama arvin , dan melihat Kim jeha panik menghampiri


"ada apa tanya rosalina dengan menatap Kim jeha


Nathan yang mendengar suara wanita


" cepat kata kan., arvin kenpa kata Kim jeha


"arvin dia berada ruang pendinding , aku lagi di jalan menuju kesana, kau di mana tanya nathan dengan tegas


" apa!! Bagaimana mungkin dia bisa berada di situ, aku berada di kampung rosalina, hari ini aku akan pulang, cepat kau selamat arvin kata Kim jeha dengan menutup telpon


Rosalina yang melihat Kim jeha cemas, hanya diam saja


" ayo kita ke kembali ke kota A, kata rosalina dengan menyentuh pundak Kim jeha,


" Kim jeha mengangguk kan kepala dan memeluk rosalina dengan sedih



Sementara di ruangan pendinding



Seorang pria dan wanita saling berpelukan, saling memberi kehangatan,


Sakura merapat kan tubuh nya ke dalam pelukan arvin, sakura menggigil kedinginan wajah nya begitu pucat bibir nya membiru , arvin yang melihat itu, mendekati wajah nya dan


"maaf kan aku, tak ada cara lain, kata arvin dengan mencium bibir sakura dengan lembut,.


Memperdalam ciuman nya


Sementara di gedung mall


Sebuah mobil mewah berhenti dengan berapa mobil , nathan langsung membuka pintu mobil , dan



Nathan pun keluar dari mobil


Pengunjung yang ada di mal melihat nathan terpesona ,


"aish tampan nya tuan nathan, sayang nya sudah punya istri dan anak, aku mau lah jadi istri kedua Bisik para wanita


nathan hanya diam saja wajah dingin dan penuh aura kegelapan


" kevin cepat geledah semua tempat ini, tanyakan. Di mana ruang pendinding perintah nathan tajam


Seorang laki tua tergopoh gopah menghampiri nathan yang bersama dua pengawal nya


" ada apa tuan, ada yang bisa saya bantu tanya direktur mal dengan takut


" adik ku terkunci di ruang pendinding, jika terjadi apa dengan adik ku, aku akan membuat mall rata jadi tanah kata nathan dengan tajam


"ma..maksud.. Tu.. Tuan nathan, saya benar-benar tidak tau kata direktur ketakutan


" cepat kau tunjukkan di mana ruang pendinding sebelum kesabaran ku habis bentak nathan dengan marah


"ba. Baik tuan kata direktur dengan ketakutan


" tuan kami sudah menemukan tuan arvin, teriak para bodyguard nya


Nathan dan kevin berlari menghampiri ruangan itu


" cepat buka perintah nathan dengan khawatir dan dia membuka jas nya


Dan melihat arvin yang pingsan berpelukan dengan seorang wanita,


" arvin, arvin, astaga kau tak apa apa , kata nathan dengan mengusap ngusap tangan arvin dia menyelimuti arvin


" na.. Nathan selamat kan gadis itu kata arvin dengan pelan,


" kevin, angkat gadis itu bawa kerumah sakit kata nathan dengan menapah arvin


Menuju ke mobil,


Sementara itu di mansion



di Penthouse, seorang pri langsung berjalan menuju ruang kerjanya. pria itu terbiasa meneruskan pekerjaannya disana tanpa ada gangguan dari siapa pun. Lagi pula tak satu orang pun yang tahu keberadaan dirinya yang tinggal dipenthouse mewah ini kecuali para pegawai di tempat ini, asistennya hanya tahu jika ia tinggal di sebuah apartement mewah yang hanya ia kunjungi seminggu sekali. Ia tersenyum sinis saat kembali mengingat nama itu. Dua orang itu benar-benar selalu membuatnya muak.


Pria itu membuka laci di meja kerjanya. ia mengambil sebuah foto dari sana.


"si brengsek Francisco benar sudah gila,.menyuruh ku membunuh kedua bayi yang tak berdosa



Karena dendam sama pria bernama nathan cih aku harus menemui tua bangka itu kata pria itu


Tiba-tiba saja pintu di ketuk,


"ada apa tanya pria itu dengan tampan dingin


" tuan, ada informasi tentang target tuan, sekarang tuan nathan lagi tidak ada di mansion, di mansion ada istri dan kedua bayi nya ini kesempatan tuan untuk membunuh kedua bayi nya kata asiten nya


" hmm, baik lah kau siap kan saja, mobil , kata pria berwajah wajah tampan bermata biru itu


" baik tuan kata asiten nya dengan pelan


Sementara di rumah sakit



Dengan sekejap dr arvin membuka matanya, ia melihat dirinya berada di rumah sakit Ia lalu mencoba untuk bangun dan mengedarkan pandanganya, terlihat furniture mewah dan mahal berada di sekitarnya .


", kau sudah sadar? Apa kau tahu, kau sedang ada di mana? Kau bisa mendengarku? Kau bisa melihatku?” tanya nathan dengan cemas


" bagaimana dengan keadaan gadis itu tanya dr arvin dengan pelan


"entahlah dia sudah di tangani oleh dokter alice, mengapa kau bisa terkurung di gudang pendingin bersama gadis itu aku rasa kau sangat menikmati nya tanya nathan dengan kesal


“Kau terlihat... seperti seorang ibu yang lagi memarahi putra nya .” Kata dr arvin datar . Dr arvin lalu bangun dan masih menanyakan gadis itu


“Pasien yang berada di gudang pendingin yang datang bersamaan denganku...” tanya dr arvin


“Kenapa kau bangun? Memangnya siapa yang sedang kau bicarakan itu? Apa dia pacar mu ? Apa dia sangat berarti buat mu ?” tanya nathan dengan sinis



“Tidak, aku saja tidak tau siapa nama gadis itu . . Dimana dia?” tanya dr arvin sambil mengambil jas dokter nya


"aku tak tau, apa dokter aku yang menangani nya aish percuma aku khawatir pada mu, kata nathan dengan sebal


“Mwoya? Kenapa kau bertingkah begitu” Ucap kata dr arvin


" aish sebaik nya aku pulang, kata nathan dengan kesal,


Dr arvin pun menarik napas


" terima kasih kau sudah menyelamatkan ku hyung ( kakak panggil buat nathan) kata dr arvin dengan pelan


Nathan menghentikan langkah nya, dia tidak pernah arvin memanggil nya seperti itu


Maafkan aku, Hyung .” Panggilan ‘hyung’ akhirnya keluar dari mulut arvin Matanya berkaca-kaca, “seharusnya aku lebih cepat memanggilmu hyung.” setelah ayah meninggal aku tak pernah memanggil mu hyung kau selalu menyelamatkan ku kata dr arvin dengan mata berair



Nathan tersenyum bahagia dan mata berair,


"kau panggil apa aku tadi, aku tak salah dengar kan kata nathan dengan pelan


" hyung kata arvin dengan pelan


" apa! Aku tak mendengar nya goda nathan


" aish apa kau tuli sindir arvin.


"aku harus pulang, karena tara pasti menunggu ku, jaga diri mu kata nathan tanpa perduli perkataan arvin hati nya terasa hangat saat adik nya memanggil hyung


Sementara di ruangan rawat sakura



Sinar mentari terasa begitu menyilaukan siang itu. Membuat sakura harus menggeram tertahan karena pancaran sinar itu menyadar kan sakura dari pingsan nya . Sakura mulai membuka mata dengan perlahan, gadis itu mengerjapkan kedua matanya untuk sekedar menyesuaikan diri dengan sinar mentari yang masuk kedalam retina matanya.


Saat kesadaran sudah sepenuhnya menghampirinya saat itu juga sakura terkejut saat sadar bahwa ia tidak berada di dalam ruangan pendinding . Gadis itu langsung bangkit dan meringis saat merasaan pening dibagian kepalanya. Tunggu, dimana aku? Gadis itu membatin sambil mengedarkan pandangan keseluruh penjuruh kamar.


Kepalanya masih terasa pening namun mendadak ingatannya tertuju pada kejadian dimana dia di kejar oleh berapa orang dan terkurung di dalam. Gudang pendingin,


"bagaimana dengan pria yang menolong nya , siapa yang membawa nya apa pria itu pikir sakura dengan melamun



“eoh! Kau sudah sadar rupanya” dr arvin membuka pintu ruangan rawat sakura


“kenapa aku bisa ada disini? Bagaimana caranya?” sakura terus bertanya hingga dr arvin mendelik kan Mata nya dengan kesal


“Kau lupa? Kita berada di ruangan pendiding karena kau di kejar berapa orang dan aku hampr' mati kedinginan ” Sindir dr arvin dengan datar


“ne? Aaaaah  ruangan pendingin itu—“


“Apa jangan-jangan kau seorang pencuri maka orang itu mengejar mu ?” kata dr arvin mendekatkan wajahnya pada sakura


“ Tidak ” kata sakura


“Lalu kenapa kau sangat merepotkanku, kalau kau bukan pencuri atau kau seorang krimanal ?” Kali ini dr arvin memicingkan matanya dan menatap sakura dengan curiga


“Mwoya, untuk apa aku melakukan itu—“ balas sakura dengan kesal


“Aish aku menderita sekali, tubuh ku kedinginan dan aku pun demam kata dr arvin pura pura demam


“cih, siapa juga yang meminta pertolonganmu!” omel. Sakura


Dr arvin menatap dengan tajam


“Terimakasih atas pertolonganmu, kalau begitu aku pulang—“ kata sakura


“Kau mau pulang dengan keadaan begitu?” kau baru saja sadar, tubuh mu harus ku periksa dulu kata dr arvind , dia mendekati sakura yang ketakutan


 


"tenang lah, aku tidak melakukan apa pun pada mu, aku seorang dokter, nama ku arvin , jelas arvin dengan senyuman geli


" aish aku kira dia mau mencium ku lagi apa aku sudah gila guman Sakura dengan kesal


Melihat sikap Sakura yang ketakutan


Arvin tersenyum



“ aish membuat ku kaget saja ” Keluh sakura ia baru saja teringat kejadian di ruang pendinding . Ketika pria itu memberinya nafas buatan. Sakura mengigit bibir nya dan lalu menyentuh bibirnya sendiri dan membayangkan bagaimana pria menyentuh bibirnya .


Muka memerah karena malu dan gugup menatap dokter tampan di depan nya


“Lalu kenapa dia bertingkah seolah biasa saja? Aish! Itu memang biasa, geurae geurae dia hanya melakukan itu untuk pertolongan . Sadarlah sakura ”


Sakura menampari dirinya sendiri dan menggelengkan kepalanya

__ADS_1


“ ada apa mengapa kau menampari pipi, mu , apa otak mu jadi beku tanya dr arvin dengan memegang tangan gadis itu ”


"ak.. Aku.. Ingin pulang balas sakura menuduk kan kepala nya


   


“Kau tidak akan makan?” aku akan memesan nya di kantin rumah sakit tawar arvin


“, aku tidak lapar—“ balas sakura dengan menatap pria itu


“Kruyuuuukk kryuuuk” Suara perut sakura kemudian terdengar dengan jelas,


"aish mengapa dalam hal begini perut pun tak bisa di ajak kerja sama omel sakura dalam hati nya


“Makan dulu, dan istirahat lah, kau belum begitu pulih udara di luar sangat dingin ” Kalimat dokter tampan . Ia tak bisa lagi menolak tawaran 


Dr arvin pun tersenyum, " menekan telepon



Memasan makan di kantin rumah sakit


Sementara di perjalanan


Sebuah mobil melaju ke arah lapangan luas.


" apa kau sudah menjalan kan apa yang aku suruh Kevin tanya nathan


"sudah tuan kata Kevin dengan menyetir mobil


Sebuah mobil berhenti mewah di lapangan


Di sana sudah ada para bodyguard nathan dan berapa bodyguard tuan Francisco menunggu



Para bodyguard nathan pun berjaga jaga


Nathan berjalan mendekati Francisco yang bersama pengawal nya


" selamat datang di lahan ku tuan Francisco, kau menginginkan tanah ini bukan aku akan. Menunjukan tanah nya kata nathan dengan datar


" iya, aku mendirikan bangun di sini kata tuan Francisco dengan mengikuti nathan yang berjalan tersenyum sinis


"Ini tanahnya" ujar nathan sambil menunjuk sebuah lubang yang mirip kuburan.


" apa maksud mu tuan nathan tanya tuan Francisco tapi sebelum dia sempat melakukan apapun, nathan langsung mendorongnya sampai terjatuh kedalam kuburan. Anak buah Francisco langsung bertindak untuk menguar kan pistol tapi sayangnya Kevin dan bodyguard menguar kan pistol dan menembak


Para bodyguard . Francisco langsung marah-marah dan memerintahkan nathan untuk mengeluarkannya dari kuburan itu tapi nathan tidak mau.


"nathan ! Ini namanya penculikan dan percobaan pembunuhan!" teriak Francisco


"Kalau anda terus bicara maka aku akan membuatnya menjadi tidak hanya sekedar percobaan (pembunuhan). Karena menggali kuburan ini sulit tapi mengisinya lagi sangat mudah" ancam nathan dengan sinis


"Kenapa kau melakukan ini pada pria tua lemah?" dasar pengecut balas Francisco


"Aku mengira anda lemah tapi ternyata anda masih punya kekuatan untuk menculik istri ku menyuruh boby tee melukai istri ku dan aku juga kaget kau juga membuat bawahan anda yang berharga ( alden ) terluka parah aish ayah macan apa kau kata nathan dengan sinis "


Francisco cepat-cepat berusaha menjelaskan kalau nathan salah paham


" aku tak melakukannya, itu karena tuan lin kata Francisco dengan pelan


"diam lah , kau tak perlu menjelaskan nya, aku sudah tau kau itu seperti apa , kata nathan dengan sinis


Nathan dengan santainya menyuruh pada Francisco untuk menyesali perbuatannya didalam kuburan itu dan barulah setelah itu Francisco bisa minta bantuan pada siapapun atau apapun yang melewati tanah ini. Nathan lalu pergi meninggalkan Francisco yang terus berteriak memanggilnya.


"apa kita akan membunuh nya tuan tanya Kevin dengan pelan


" Tidak!! Aku sudah berjanji pada tara tidak membunuh siapa pun, kevin, aku tak mau kedua anak ku mempunyai seorang ayah yang suka membunuh dan kejam kata nathan dengan tajam


Kevin hanya diam saja, dengan pikiran nya" tuan banyak berubah tidak sekejam dan sesadis dulu ,


"ayo kita pulang ke mansion ajak nathan dengan pelan


" baik tuan kata kevin dengan pelan


Sementara di mansion senjaya



Mansion mewah penuh dengan para bodyguard yang berjaga setiap sudut


Seorang pria lagi bersembunyi , memandangi berapa bodyguard yang berjaga .


" aku harus bisa masuk ke mansion ini aish begitu banyak bodyguard yang menjaga mansion ini pikir pria itu dengan kesal.


Pria berwajah tampan itu pun berjalan


Mendekati salah bodyguard dan


Pria itu menggunakan sarung tangan, ia memasukkan pisau dengan ujungnya yang terlihat sangat lancip. Pria itu keluar dari persembunyi di ikuti oleh asistennya dan beberapa anak buahnya, ia menatap keadaan di sekitarnya yang terlihat sangat sepi. Tubuh tegapnya mengikuti langkah


. Pria itu menggunakan masker hitam dan mengambil pisau di sakunya tanpa sepengetahuan pria bodyguard itu. dengan cepat ia menancapkan pisau tersebut tepat di leher pria itu. ia kembali menarik pisaunya saat bodyguard itu dan menyuruh anak buah nya menyebar memasuki mansion nathan


Sementara di kamar yang besar



" hai Nyonya tara tidur Anda nyenyak?” sapa melinda yang bertugas mengambil sampah dan membersihkan ruangan.


“Ah, melinda tidurku nyenyak sekali. Aigo, kau sangat rajin ini masih pagi sekali, melinda ” Nalas tara dengan senyum


" ah nyonya tara, apa anda mau saya siap kan makan malam tanya melinda


" hmm nanti saja aku lagi menunggu nathan pulang kata tara dengan berdandan



Melinda yang keluar dari kamar tara dan berjalan


Tiba-tiba saja ada seorang menghadap nya suara teriakan


“Akhh” pekikkan suara itu mengalihkan pandangan melinda yang sedari tadi membereskan troli sampah ia melihat kebelakang dan terejut menemukan temannya, yang sudah tidak sadarkan diri, dengan beberapa orang berpakaian hitam-hitam di belakangnya.


“Ya Ya! Tu-tuan…” melinda panik saat dua orang dari mereka bergerak ke arahnya.


“Tu-tunggu, siapa kalian? Apa kalian rentenir? Aigo, aku sudah melunaskan cicilan listrikku minggu lalu, aigo..” keluh melinda asal bicara


“Boss?” salah seorang yang mengenakan pakaian serba hitam bertanya pada Alpha di tim mereka.


“Sumpal mulutnya” nanti akan ketauan para bodyguard nathan


“Baik!”


“A-a, jangan! Jangan! Aigo, aku betul betul sudah melun—Hhmmmppph”


“Bawa mereka ke gudang penyimpanan mereka kata pria berwajah tampan itu


“Ye, Boss” kata pengawal nya


“Eum.. Eum..”


“Uuh..”


“Hhm?? Narendra ? Ah, nalan sudah wangi dan sangat cantik dan ganteng Sudah kenyang menyusunya tadi? Apa masih lapar?” tanya tara kepada bayi laki perempuan berusia dua bulan lebih, yang gemuk dan terlihat sehat.


“Masih? Tidak?” tanya tara dengan senyum


Sementara si Bayi, nala , hanya mengerjap-ngerjapkan matanya menanggapi pertanyaan Ibunya.


“Aigo, gemas nya, aish mana ayah kalian belum. Juga pulang ..” tara menggelitik pelan tubuh mungil Bayinya, membuat Bayi montok itu tersenyum riang.



Terdengar suara berisik dan teriak membuat tara kaget


“Eo, nah, ssekarang kau di sini dulu ya..” tara meletakkan bayinya dengan perlahan ke dalam box bayinya yang berada di sudut kamarnya dengan nathan , saat mendengar suara berisik


“.tara membuka pintu kamar nya dan


di depan ada berapa orang berpakai hitam


Dan tara berlari menuju pintu tapi tangan nya di tarik


“Ya!” siapa kalian teriak tara


Membuat para bodyguard mendengar langsung berlari tapi orang itu menembak



Mereka hanya diam, sementara tara berusaha menarik tangannya, tanpa fikir panjang, ia memutuskan untuk menendang perut orang berpakai hitam yang mencengkram tangannya dan segera mungkin menutup pintu, mencegah orang berpakai yang satunya –yang tengah menulis sesuatu- berbuat hal yang tidak diinginkan.


“Oh.. Andwae..” Tetapi, tara kalah cepat, pria itu langsung tangkas dengan menahan pintu yang hendak tertutu, mencoba masuk ke dalam, begitu juga dengan tara yang sekuat tenaga mendorong pintu agar kembali tertutup. Karena jika sudah tertutup, maka pintu kamar akan terkunci otomatis.


“Andwae.. Andwae..”


“Akkh..” tara merintih saat pintu terbuka secara paksa dan ia terdorong hingga jatuh dengan keras. Tenaga seorang wanita tidak ada artinya melawan dua pria berbadan besar yang mengenakan berpakai hitam


"ternyata istri nathan sangat cantik juga kata pria itu menyentuh dagu tara,


Pria wajah ganteng itu mau mencium, tara menghindar


“Ma-mau apa kau ?” tara berusaha untuk tidak bergetar saat mengucapkan itu, tubuhnya kembali mundur kebelakang saat kedua pria itu semakin meringsek maju.


“Tenang Nyonya, aku tidak ingin menyakitimu, aku hanya ingin bayi mi ujar seorang dari mereka


“Pergi, atau aku akan membunuh kalian ” kata tara marah


DUGH


Pria itu memukul dan mendorong tara


dengan kuat ke dinding, membuat tubuh tara menghantam dinding dan merosot jatuh, ia merasakan darah keluar dari hidung, pelipis kirinya juga terasa sakit. Dan matanya berkunang saat melihat sejumlah tetes darah di lantai marmer yang dingin itu.


“Berani sekali lagi kau bergerak, ku pastikan kau hanya tinggal nama, diam dan menurut” tara tidak bisa berkutik lagi saat mereka membawanya berdiri dan menodongkan pistol tepat di kepalanya.


“Jangan berani melawan Nyonya nathan , jika kau masih menginginkan bayi kecilmu itu menghirup nafas sampai besok” ancamnya, saat melihat tara yang hendak melawan. Dan seketika membuat tara bungkam.


Tidak, tidak, mereka tidak boleh sampai menyakiti Bayinya.


“Bawa kedua bayi nya perintah pria itu


“Ja-jangan” tara sedikit melawan saat tubuhnya di seret paksa.


“Aku sangat serius Nyonya nathan , berontak sekali lagi, kedua bayi tidak akan selamat”


“Jangan, tolong jangan sakiti Puteri ku dan putra ku yang masih kecil” mohon tara


“Dengan senang hati, Nyonya, jadi diamlah dan jangan memberontak, jika Anda tidak ingin bayi Anda terluka sebagai gantinya.”


"para bodyguard yang mendengar keributan pun menaiki tangga,


Andrew pun langsung berlari menaikkan tangga,.


" hei serah kan bayi itu atau kau tanggung akibat nya teriak Andrew dengan menyerang


Terjadi perkelahian, Andrew pun mendapat kan bayi narendra,


pria itu membawa lari bayi perempuan nathan melalui atap


"cepat kejar orang itu kata Andrew dengan marah,


Tara yang melihat orang itu membawa nala, dan mengejar tapi sayang nya tara pun di dorong hingga membuat tubuh mengenai dinding


" nathan , tolong selamat kan bayi kita Bisik tara pelan pelan mata terpejam

__ADS_1


Bersambung Saksikan episode


Terima kasih sudah setia menunggu dan dukungan nya...


__ADS_2