
"kapten awas teriak kenzo, dia pun mendorong tubuh kim jeha , hingga membuat tubuh tertabrak mobil itu, kim jeha yang terkejut dia melihat tubuh kenzo terpenting, kim jeha mengambil pistol nya dan menembak ban mobil itu, hingga mobil itu oleh menabrak pembatas tiang
Dan meledak
Kimjeha menghampiri kenzo, yang tak terluka
"kenzo, kenapa kau melakukan hal bodoh, kenapa kau mengorbankan diri mu buat menolong ku teriak kim jeha dengan memeriksa denyut nada kenzo
Kenzo pun tak sadar kan diri
"astaga Kenzo, bertahan lah aku akan membawa mu ke rumah sakit hey cepat kalian bantu aku membawa nya ke mobil kata kim jeha dengan panik ,
" baik kapten kata anggota nya
Sementara itu di rumah sakit Amerika
Sebuah mobil berhenti tepat di halaman rumah sakit
Terdengar suara bunyi ponsel,
Drrt drtt” Ponsel milik NAtthan tiba-tiba bergetar, Mata tara langsung melirik ke arah ponsel suami nya itu . Selang beberapa detik, ponselnya bergetar lagi dan memunculkan notifikasi pesan yang masuk . Rasa penasaran membuat tara mengambil ponsel nathan
“dr nana ? Siapa ini?” tara membuka pesan tersebut, dan membulatkan matanya setelah melihat foto profil seseorang yang bernama dr nana itu.
“ tara -ah tara -ah! Tunggu dulu”
Rasa amarah berkecambuk, bercampur sakit dan rasa lain yang tak bisa dijelaskan . Tara segera keluar dari mobil setelah melihat pesan yang dikirim oleh dr nana pada nathan , .
“Lepaskan!” Ucap tara sembari menepis tangan nathan
" tara, aku tidak ada hubungan dengan dr nana, dia dr yang merawat anak kita balas nathan
“mwo? Kenapa? Apa karena dia ngira aku sudah mati dia menghubungi mu ?” Tanya tara.
“mana aku tau kenapa dia menelepon ku, mungkin saja dia nanyain anak kita sayang ,—“kaTa nathan
“
"Oppa kau kemana? Oppa kenapa tidak balas pesan ku? Oppa apa kau tidak rindu aku?
? Cih, apa maksud nya, jadi selama ini lagi dekat sama dr itu !” kata tara dengan kesal meninggal nathan
“ nathan menatap kepergian tara yang memasuki
Rumah sakit
" aish kenapa si dr nana itu, selalu mengganggu ku gerutu nathan
Tiba tiba ponsel nya berbunyi , NAtthan pun melihat panggil dari adik nya arvin
ada apa?” tanya nathan to the point.
“hyung ” gumam alvin ragu mengatakan sesuatu kepada kakak , didengarnya suara kakak lagi bete
“cepat katakan! Kau menggangguku hanya memanggilku hyung saja? Nathan
“ hyung narendra dia ”
“aku akan membunuhmu jika berbicara sepotong-sepotong. Ada apa dengan anakku alvin ?” marah nathan yang berada di ruang rumah sakit, sambil megang gelas semua orang pada mandang
“ aku tidak menemukan narendra , alex bilang narendra di culik .” Sambung alvin dengan nada takut. Nathan terdiam, tidak lama dari itu alvinmendengar suara benda pecah
__ADS_1
Semua yang ada di rumah sakit terkejut .
“sialan, sudah ku bilang jaga mereka, benar-benar tidak becus. Mereka benar-benar bosan hidup, alvin suruh andre sekarang cepat kumpulkan semuanya dan tunggu aku di mansion aku akan kembali negara Asia akan kubunuh kalian yang tidak becus.” Marah nathan dan gelas yang ada disampingnya itu dia lempar kelantai sudah 2 gelas ia pecahkan.
“i..iya hyung ” ujar alvin padahal sambungan teleponnya sudah
"
Sementara itu
Di perjalan Menujuh kerumah sakit
..." bertahanlah, kenzo !” kim. Jeha menggenggam tangan nafasnya terasa semakin melemah petugas ambulance masih menekan dan menahan darah yang terus mengalir dari kepala nya yang tertambak
“kenzo jangan mati seperti ini”Brian juga panik
Sementara itu pesawat pribadi di bendara
Seorang dokter bersama berapa orang berpakai hitam mendampingi, turun dari pesawat
Menujuh pintu keluar
" mari nona, tuan alden dalam keadaan krisis, kata asisten alden
" dr Alice hanya diam saja mengikuti asisten alden, wajah nya panik Masuk ke mobil
Di tempat lain rumah sakit
Nathan yang melihat tara, dia pun menarik tangan tara
“eoh wae?” Tanya tara dengan kesal
"ayo sayang, jangan seperti, sesamping kan masalah kita, ini lebih penting, narendra putra kita kata nathan dengan panik
“aku juga tidak tau tapi arvin bilang nerendra hilang kata nathan ”
“mwo??”
mianhe, bawahanku lalai untuk menjaga anak kita.” Ujar nathan
“
apa maksudmu?” tanya tara
“narendra diculik.” Jawab nathan memejamkan matanya, tara mematung .
”entalah, , ayo kita ke kembali ke Asia
Tara terkejut bukan main,
" kita harus kembali sayang, kata tara dengan cemas
“iya aku tau, aku sudah memerintahkan semua bodyguart, ada Andrew di sana juga arvin, kita harus menunggu kakak mu sadar —“
“jebal jebaaaal aku harap dia baik-baik saja” Tanpa disadari air mata tara mulai keluar, jantungnya berdebar dengan sangat kencang dan seluruh tubuhnya menjadi lemas. Ia terus mengepalkan tangannya dan berdoa, berharap nerendra akan baik-baik saja dan tidak terjadi hal buruk apapun padanya.
NAtthan yang memelihat itu, dia pun menarik tubuh tara kedalam pelukan nya,
"ssst tenang lah, aku janji tidak akan terjadi apa pun pada putra kita, aku akan membawa pulang kata nathan
Di negara Asia
__ADS_1
" rasakan kau nathan, kau akan merasa kan bagaimana kehilangan seorang putra, aku akan membawa putra mu pergi jauh hingga kau tidak akan bisa menemukan nya, ku buat putra mu menghancurkan mu kata seorang pria dengan tersenyum, sambil membawa seorang bayi
" cepat kalian siap kan semua, aku akan pergi meninggalkan negara Asia, dengan putra nathan perintah seorang pria
" baik tuan kata orang berpakaian hitam itu
Di kediaman nathan
Seorang pria mondar mandir
"apa kerjaan kalian hah, menjaga keponakan ku saja tidak bisa, rasa kan saja kakak ku bakalan menghukum kalian bentak alvin
" maafkan tuan dokter , ampun. Kami benar-benar lalai. Kami tidak sadar apa pun ketika tiba-tiba 5 mobil menghadang kami, kami sudah mencoba melawan namun sayang kami kalah dalam bertarung melihat mereka lebih banyak dari kami.” Mohon ampun andrew
“kerahkan semuanya untuk mencari pelakunya, bila penculik itu meminta uang tebusan, tanyakan berapa yang ia minta, dan aku akan menebus berapa pun itu. Nyawa keponakan tidak akan bisa digantikan dengan uang. Aku sudah mempunyai caraku sendiri.” Ujar alvin dengan wajah
Di rumah sakit Amerika
"alice masuk ruang Cloud Nine dan menghampiri alden . Alice menangis melihat alden tak sadarkan diri dengan wajah pucat.
" kenapa kau bisa luka parah seperti itu. Alice memegang wajah alden dan menangis sambil berkata, “alden . Sakit sekali, ya? Kau kesakitan, kan? Oh tidak! Apa yang akan kita lakukan sekarang, alden ? Apa yang akan kita lakukan? Alden Kau mendengarku? Kau tidak boleh meninggal. Kau tidak boleh, alden ! Kau harus tetap hidup, okay?” ucap alice dan mencium bibir alden .
“ alden Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Kau tidak boleh meninggal,” ungkap alice lagi. Dengan menangis
Alice melihat tubuh alden penuh luka
Aku mohon jangan... Kenapa kau jahat sekali padaku? Aku mohon padamu! Sudah kubilang bangun, br*****k!” kata Dokter alice menyerah dan menangis.
,
TibA tiba aj terdengar suara
Andwae!!!”
Aldwnw terbangun di tengah malam yang dingin ini dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya. Matanya membulat sempurna dengan tangan yang mengepal kuat di kedua sisi tubuhnya. Napas alden putus – putus, pria itu hampir lupa bagaimana caranya bernapas. Menggertakkan gigi – giginya dan kedua tangannya semakin mengepal kuat menyebabkan kuku – kukunya memucat dan mulai mengeluarkan darah karena cengkramannya yang terlalu kuat.
“alden –ah” suara alden terus memanggil . Dari layar LCD yang berada di ruangannya dia bisa melihat keadaan alden itu yang tidak begitu baik saat ini.
kau sudah sadar? Apa kau tahu, kau sedang ada di mana? Kau bisa mendengarku? Kau bisa melihatku?”tanya dr alice
" bagaiman keadaan nathan dan tara, apa mereka selamat tanya alden
" mereka baik baik saja balas dr alice
“alden pun bangun dari tempat tidur nya
“...”
“Kenapa kau bangun?
" aduh kata alden dengan sakit
“alden –ah, tarik napas mu perlahan” kata alice Ha yang ditembak mati oleh musuh nya dalam mimpinya membuat pria ini kehilangan kesadarannya, dia tidak bisa melakukan apapun saat pria itu meledakkan benda itu pada tara sekalipun hanya dalam mimpi tapi ketakutannya itu benar – benar nyata baginya. Bagaimana jika adik nya benar mati, sesuatu menimpa adik kecilnya itu. Karena alasan pria itu hidup hanya karena tara , hanya tara dia punya tidak untuk yang lain.
“alden Tarik Napas Mu” suara yang menggema di dalam kamarnya itu sedikit menyadarkan alden dari lamunannya. Pria itu menutup kedua matanya dan perlahan mulai menarik napas dan menghembuskannya perlahan, kedua tangannya yang masih mengepal perlahan ia buka dengan susah payah karena kepalan itu begitu kuat.
Alice. itu mendesah lega melihat alden yang sudah mulai mengusai dirinya, menatap iba pada layar LCD di hadapannya yang memperlihatkan alden terduduk diatas ranjangnya.
“Kau tidak apa – apa alden aku takut tidak bisa memelihat mu kata alice dengan memeluk alden
__ADS_1
Bersambung