
Setelah hari berganti, Pak Han kembali ke kantor Deffar untuk memulai pencarian informasi soal Hasnita seperti permintaan dari Deffar,
Dan dengan hanya bermodalakan selembaran foto kecil yang Deffar berikan pada pak Han, beliau menghubungi beberapa kenalan bisnisnya yang ada di beberapa kota, untuk menulusuri data pekerja yang baru saja masuk minggu minggu terakhir.
...°°°°...
Sementara di tempat lain.Tepatnya di sebuah mini market yang ada di perbatasan antar kota, terlihat wanita muda berparas manis yang berperawakan sedang, berseragam merah hitam yang cukup khas dari karyawan minimarket, rambut hitam yang sedikit bergelombang dengan tatanan poni tipis menyamping di wajahnya menambah kesan manis pada dirinya.
Hasnita sedang membawa setumpuk barang yang harus dia bereskan di rak sendirian.
Tenaganya yang pas pasan membuat Hasnita sedikit kewalahan saat membawa keranjang yang di penuhi oleh barang barang itu.
'Braaakkk' "Aduh, berat sekali ini" gumam Hasnita
"Hati hati dong Nit, nanti si bos marah kalau kamu membanting barang barangnya," ucap Rani yang sedang melayani pelanggan di meja kasir.
"Iya maaf Ran, aku belum terbiasa mengangkat beban seberat ini," ucap Hasnita
Seorang Pria kurus berkacamata oval yang juga karyawan di sana langsung menghampiri Hasnita.
"Apa kamu butuh bantuan Nit?" tanya Bintang.
"Boleh bint, aku belum kuat membawa ini sendirian" ucap Hasnita
"Biklah aku bantu angkat, ayo" ucap Bintang.
"Iya terima kasih" ucap Hasnita yang merasa mendapatkan bantuan.
Mereka segera mengangkat keranjang barang itu bersama sama.
Dan Bintang juga sekalian membantu Hasnita untuk membereskan barang barangnya di rak, meski dia juga belum selesai dengan tugasnya.
"Kompak bener, jangan sampai lupa sama yang di rumah Nit!!" goda Rani yang hanya memperhatikan di belakng meja kasir.
"Apaan sih Ran?, gak Jelas!" ucap Hasnita
"O ya Nit, kamu Beneran sudah menikah ya?" tanya Bintang sambil berberes
"Memangnya kenapa kalau aku sudah menikah" tanya Hasnita datar
"Enggak, aku hanya tidak menyangkanya saja, soalnya kamu terlihat masih terllau muda untuk menikah," ucap Bintang
"Ya begitulah Bint, aku memang baru di nikahkahkan sih" ucap hasnita
"Oh,,Tapi kenapa kamu malah langsung kerja?, Kan baiasanya orang baru nikah itu lagi lengket lengketnya dengan pasangan, apa suamimu tidak tidak punya pekerjaan Ya?" tanya bintang yang penasaran
"Tidak juga, ini memang keinginanku sendiri sih, sebnarnya sudah lama aku ingin ikut kerja, tapi baru ada kesempatannya setelah aku menikah, lagian aku juga menikah hanya karena tuntutan dari adat desa ku saja sih, bukan keinginanku sendiri, dan secara hukum pernikahanku memang belum di akui, jadi rasanya sama saja dengan masih melajang" ucap Hasnita
"Begitu kah?, kedengaranya sedikit rumit" ucap Bintang
"Ya begitulah" ucap Hasnita
"Hey, jangan ngobrol terus, kapan selesainya kalau kerjanya ngobrol" ucap Rani nimbrung.
"Oh iya maaf Ran" ucap Hasnita langsung terfokus ke pekerjaan nya lagi.
Sementara Bintang diam diam memperhatikan wajah Hasnita yang serius membereskan barang barangnya, dia memang tertarik pada Hasnita dari pertama kali mereka bertemu.
__ADS_1
"Awas Nit,, roman romanya ada yang mau pedekate tuh" ucap Rani yang melihat bintang selalu curi curi pandang pada Hasnita.
"Enggak ah, orang cuma bantuin doang ko mbak,," ucap Bintang ngeles
"Eh, tuh, ada yang datang lagi Nit" ucap Rani memberi isyarat pada Hasnita saat melihat pelanggan masuk.
Hasnita berdiri dan sedikit membungkukan badannya, "Selamat datang kak, silahkan berbelanja" ucap Hasnita memberi sambutan yang hangat.
Meski pekerjaan itu bukan impian bagi Hasnita, tapi dia cukup menikmatinya sekarang , dia juga cukup mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja meski dia masih baru di bidang itu.
…
Sementara Deffar hanya bisa terus mengandalakan Pak Han dalam pencarianya.
Sampai Akhirnya pak Han baru bisa mendapatkan informasi yang di inginkan Deffar itu dalam dua hari pencariannya.
Pak Han langsung masuk keruangan Deffar setelah sebelumnya di persilahkan.
"Apa sudah ada kabar?" tanya Deffar sambil memijit pelipisnya.
"Ada Pak Def, tapi sayangnya informasinya masih belum terlalu jelas,, hanya ada alamat daerahnya saja pak" ucap Pak Han
"Sungguh?, baiklah tidak apa, kalau begitu segera kirimkan datanya ke email saya" ucap Deffar
"Baik, saya akan langsung kirimkan ke email anda pak Deff" ucap Pak Han.
"Iya, Saya harus pergi sekarang pak Han, untuk urusan pertemuan klien tolong pak Han Yang handle, ya" ucap Deffar
"Baik pak, percayakan saja urusan klien pada saya" ucap Pak Han
Deffar segera beranjak pergi dengan tersenyum, itu karena dia merasa sebentar lagi dia akan bertemu dengan Hasnita,
Dia berangkat dengan mengendarai mobilnya sendiri untuk menuju ke alamat yang baru di dapatnya itu.
…
Setelah satu jam mengendarai mobilnya di jalanan yang sedikit padat, Deffar akhirnya sampai di Sebuah jalan yang tertera di alamatnya.
Alamat yang kurang jelas dan Deffar yang terlalu terburu buru membuat Deffar sedikit kebingungan saat mencari keberadaan Hasnita.
"Di mana tempat gadis itu kerja?" ucap Deffar yang langsung menghubungi Pak Han untuk meminta petunjuknya lain.
Pak Han tentu langsung Menjawab panggilan dari Deffar, tapi karena suara bising dari kendaraan yang berlalu lalang di depannya, membuat suara pak Han tidak terdengar jelas oleh Deffar
"Hallo pak Han, iya hallo, suara anda kurang jelas, sebentar, saya cari dulu tempat yang sepi" ucap Deffar
Deffar melihat bangunan minimarket yang letaknya agak masuk kedalam, jadi dia langsung berjalan memasuki area tersebut, berharap dia bisa sedikit mendengar perkataan pak Han di ponselnya.
"Ya pak Han, kurasa tidak semua bangunan di sini punya nomor di depanya, apa anda bisa memberikan informasi lainya?" tanya Deffar
"Ya, Halo halo, coba di ulang lagi pak" ucap Deffar yang masih sedikit terganggu oleh suara bising kendaraan.
Tapi Hasnita tiba tiba keluar dari pintu mini market itu untuk membuang sampah di plastik keluar,
Sekilas Deffar melirik pada gadis yang membuang sampah itu, dan dia merasa tidak asing dengan wajahnya meski penampilan Hasnita terlihat sedikit lebih dewasa.
Hasnita hanya menganggukkan kepalanya dan melempar senyum ke arah Deffar, setelah itu dia lalu kembali masuk kedalam mini market lagi tanpa memperdulikan Deffar.
__ADS_1
"Iya iya, saya sudah menemukanya,, sudah dulu pak Han" ucap Deffar yang segera mengakhiri panggilannya.
Deffar langsung mengejar masuk kedalam mini market itu untuk mencari sosok yang barusan dia lihat.
"Selamat datang pak, silahkan berbelanja" ucap Sang penunggu Kasir yang tidak lain adalah Hasnita
Deffar sontak menoleh pada wanita yang berdiri di belakang meja kasir itu, dan memang gadis itulah yang di cari olehnya,
Deffar melihat kalau Hasnita nampak sedikit berbeda sekarang, Nampak sedikit lebih dewasa dengan seragam merah yang di pakainya sekarang , polesan makeup tipis juga menambah kesan manis dan lucu di wajah hasnita, apalagi saat dia tersenyum.
Deffar langsung melangkah ke depan meja kasir dan membaca namtag yang mengait di baju Hasnita.
"Hasnita Naraya, itu namamu kan?" tanya Deffar untuk memastikan kalau itu memang dia.
"Iya benar pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Hasnita dengan senyum manis yang terus terpatri di bibirnya.
"Jangan main main lagi, kamu ikut dengan ku sekarang" ucap Deffar
"Maksudnya, bagaiamana ya pak?" tanya Hasnita bingung, karena dia merasa tidak mengenali pria yang di depanya sekarang.
Deffar sedikit menghela nafasnya
"Kamu ikut saya pulang sekarang juga, apa masih kurang jelas?" tanya Deffar
"Tidak bisa pak, saya lagi kerja sekarang?" ucap Hasnita menolak.
"Ada apa nit?" tanya Rani yang tiba tiba menghampiri
"Tidak tau, kamu saja yang jawab" ucap Hasnita langsung berbalik dan pura pura merapihkan barang di belakangnya.
"Selamat siang pak, mohon maaf kalau anda merasa kurang nyaman, soalnya teman saya masih karyawan baru di sini, apa ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Rani yang juga tidak mengenali Deffar
"Kamu Rani kan?, aku ingin membawa pulang Hasnita sekarang , apa bisa?" tanya Deffar
"Kalau itu saya harus tanya dulu ke orangnya, sebentar pak" ucap Rani menghampiri Hasnita yang berpura pura sibuk di belakang
"Nit, bagaiamana?, kamu mau tidak di bawa pulang oleh pria itu?" bisik Rani.
"Enggak enggak ah, untuk apa aku ikut pulang dengannya, apa orang orang kaya di sini selalu ingin mebawa pulang wanita yang di temuinya ya?" tanya Hasnita dengan suara kecil
"Ya tidak juga, tapi mungkin dia hanya butuh bantuan saja di ruamhanya, jangan berpikiran negatif dulu" ucap Rani
"Kalau begitu kamu saja yang ikut, aku tidak berani" ucap Hasnita.
Rani lalu berbalik lagi pada Deffar
"Mohon maaf pak, sepertinya teman saya tidak bisa, dia masih baru di kota ini, Bagaimana kalau saya saja yang ikut dengan anda!" ucap Rani
"Tidak, aku hanya ingin membawa Hasnita, jadi tolong kamu urus urus, jika perlu aku akan menebusnya" ucap Deffar tanpa berpikir panjang
"Waduh, mohon maaf sekali pak, teman saya ini bukan dagangan apalagi barang, yang bisa di beli lalu di bawa pulang, yang lainya memang di jual, tapi kalau pegawainya mohon maaf, tidak bisa pak" ucap Rani
Sontak beberapa pengunjung langsung menatap aneh pada Deffar, termasuk Hasnita yang sekilas melirik ngeri pada Deffar, lalu berpura pura sibuk lagi
"B bukan begitu maksudku, sudahalah nanti saja" ucap Deffar yang merasa tidak nyaman di perhatikan oleh orang orang seperti itu.
Deffar segera keluar dengan wajah kesal nya, tapi meskipun dia belum bisa mengajak Hasnita Pulang bersamanya, setidaknya dia sudah menemukanya.
__ADS_1