
Deffar memutuskan untuk menunggu Hasnita di dalam mobilnya hingga dia selesai dengan pekerjaanya.
"Gadis itu benar benar tidak mengenaliku?, atau dia hanya mempermainkanku?, apa sebelumnya aku terlalu menjengkelkan?,, terserah lah. Bersedia atau tidak, aku tetap akan membawamu pulang bersamaku" gerutu Deffar yang kesal berbicara pada dirinya sendiri.
Sementara Hasnita yang berada di dalam mini market juga terus mengawasi mobil Deffar yang terparkir di luar.
"Dia Sudah pergi belum Nit ?" tanya Rani tiba tiba,
"Eh Rani,, bikin kaget saja, Siapa maksudmu?" tanya Hasnita
"Itu, om om yang tadi" ucap Rani
"Belum, tuh mobilnya juga masih ada " ucap Hasnita.
"Sepertinya dia orang kaya Nit , kenapa kamu tidak ikut saja dengannya , mungkin saja kamu bisa dapat keuntungan darinya, jadi simpanan om om gitu maksudnya" ucap Rani asal
"Hus, enak saja, kamu pikir aku ini wanita apaan, kalau nanti aku kenapa kenapa gimana?, siapa yang mau bertanggung jawab?!" ucap Hasnita
"Iya sih,Coba kalau dia mau mengajaku, pasati aku tidak akan menolak , soalnya dia itu tampan sekali lo Nit, kenapa dia tidak menculiku saja ya? " ucap Rani
"Sembarangan saja kalau bicara, ya sudah sana kalau kamu mau, samperin sekalian biar kamu di bawa om om itu" ucap Hasnita
"Iya juga ya, kenapa tidak kepikiran,, samperin ah!" ucap Rani beranjak untuk pergi.
"Eh eh, kamu mau kemana?, jangan semabarangan kesana Ran, kalau nanti kamu di apa apain bagaiamana?" ucap Hasnita khawatir dan mencegah Rani pergi dengan menarik tanganya.
"Aku cuma bercanda, aku hanya ingin pergi ke toilet saja" ucap Rani nyengir
"Dasar, ratu gimik, ya sudah sana" ucap Hasnita dengan sedikit mendorng bahu Rani.
Sambil melayani para pelanggan Hasnita terus mengamati mobil Deffar yang tidak kunjung pergi dari halaman Mini market.
Sampai waktu piket untuk Hasnita usai juga mereka masih melihat Mobil Deffar ada di sana.
"Gimana ini Ran, kita pulang lewat sana kan!, kalau dia memaksaku untuk ikut dengannya lagi bagaiamana?" tanya Hasnita
"Tentu saja Aku tidak akan tinggal diam, kamu tenang saja pokoknya, gini gini aku jago bela diri lho" ucap Rani
"Begitukah?, baguslah kalau begitu, aku bisa sedikit tenang ada di dekatmu" ucap Hasnita
"Ada apa Nit? , apa kalian ada masalah?" tanya Bintang tiba tiba
"Ituuu,, orang yang tadi datang masih ada di depan,, pasti dia masih menunggu Hasnita. Kita takut kalau dia itu orang jahat Bint" ucap Rani.
"Oh, kalau begitu aku akan mengantar kalian pulang saja, bagaiamna?" ucap Bintang.
"Ide bagus, kamu antar saja Hasnita dulu, kamu naik motor kan?" tanya Rani
__ADS_1
"Iya, tentu" ucap Bintang
"Baiklah ayo pulang" ucap Rani yang lamgsung membuka pintu keluar
*
Melihat Hasnita yang keluar dari tempat kerjanya, Deffar segera turun dari mobil dan menghampirinya.
"Hasnita, kita harus bicara" ucap Deffar
"Sa saya lagi buru buru pak, Anda bicara saja pada teman ku, dia pasti mau, dah Ran aku duluan ya," ucap Hasnita yang terburu buru naik ke motor bintang
"Nit, jangan seperti ini!, apa tidak bisa kita bicara baik baik?" Tanya Deffar dengan meraih bahu Hasnita.
"Mohon maaf, aku benar benar tidak bisa, Bint cepat jalan, buruan" ucap Hasnita tidak sabar ingin segera pergi.
"Oh, baiklah" bintang menurut dan segera melajukan motornya.
"Nit, Hasnita, haaah sial" gumam Deffar kesal karena Hasnita malah kabur lagi darinya.
"Maaf pak, kenapa tidak bicara pada saya saja, saya juga cantik kan?" ucap Rani sambil memaikan ujung rambutnya
"Ini apaa lagi?," gerutu Deffar langsung menghela nafasnya.
"Memang bapak mau bicara apa pada Hasnita, apa itu penting?" tanya Rani
"Penting atau tindak itu urusanku. Oh ya, kamu pasti tau Hasnita mau pergi kemana kan?" tanya Deffar
"Bagus lah, Kalau begitu ayo ketempat kost mu" ucap Deffar langsung meraih tangan Rani dan menariknya ke arah mobilnya.
"Pak pak, saya mohon jangan paksa saya pak, atau saya akan berteriak" ucap Rani mencoba membela dirinya.
Deffar langsung menghentikan langkahnya "Baiklah, aku mau bertanya padamu , kenapa Hasnita menghindariku?" tanya Deffar
"Ya karena teman saya itu masih gadis pak, dia bukan cewek nakal, jadi mana dia mau di ajak bapak pulang ke rumah bapak" ucap Rani.
Di sepersekian detik Deffar mencoba mencerna perkataan Rani itu "Jadi maksudmu Hasnita benar-benar tidak mengenaliku?" tanya Deffar
"Tentu saja, dia masih baru di kota ini, jadi dia belum mengenal siapapun termasuk bapak, jangankan dia, saya juga tidak kenal bapak siapa." ucap Rani.
Deffar menghela nafas nya lagi dan lagi " Hhh, Apa iya??, Benar benar pelupa, apa harus aku memperkenalkan diri lagi padanya, baiklah " ucap Deffar langsung mengulurkan tanganya pada Rani.
Dengan sedikit ragu Rani juga menjabat tangan Deffar.
"Aku Deffar, putra nenek Sinai, kau Rani kan, temannya Hasnita?," ucap Deffar
"Iya, aku memang Rani. sebentar, anda bilang Putra nenek Sinai?, maksudnya Anda ini.... Jadi anda Kak Deffar yang menikah dengan Hasnita itu?" tanya Rani
__ADS_1
"Kurang lebihnya seperti itu " ucap Deffar
"Masa sih?," ucap Rani sedikit tidak percaya, dia memang tidak begitu tau soal Deffar meski berasal dari tempat yang sama, itu karena rentan usia mereka lumayan cukup jauh, dan Deffar juga selalu sibuk di perantauanya sebelumnya.
"Kalau kamu sudah mengerti masalahku, Antar aku pada Hasnita. Masuklah!!" ucap Deffar membuka kan pintu mobilnya supaya Rani bisa masuk
"Masa sih?" ucap Rani yang masih percaya tidak percaya kalau suami Hasnita ternyata orang tampan dan kaya seperti Deffar.
Rani segera masuk ke mobil mewah Deffar, dan segera memandu Deffar untuk jalan ke tempat kostnya.
…
Rani langsung mengetuk pintu kamarnya setelah mereka tiba di depan pintunya.
"Nit, apa kau di dalam?" tanya Rani basa basi
Hasnita yang sudah rebahan langsung membuka sedikit pintu kamar Rani.
"Bagaimana? Apa kamu Bisa memberinya pelajaran " tanya Hasnita yang belum menyadari kalau Deffar juga ada di luar pintu.
"Enggak juga sih Nit" ucap Rani dengan menggaruk tengkuknya.
"Katanya jago bela diri" ucap Hasnita
"Memangnya temanmu ini bisa memberi pelajaran apa?, apa dia guru les privat juga?" tanya Deffar
"Astaga, mati aku" ucap Hasnita langsung mencoba menutup pintunya lagi.
Tapi kaki Deffar bisa lebih dulu menganjal di bawah pintu nya.
Jelas saja Hasnita kesulitan untuk menutupnya. "Iiiiiiih, Kenapa sulit sekali tertutup?" ucap Hasnita
"Nita, mending kamu dengar kan dulu dia bicara" ucap Rani
"Hasnita, aku ini D....." entah darimana datangnya, tiba tiba saja Deffar merasa sangat ingin mengerjai Hasnita.
"Aku sudah membayar mahal temanmu, jadi mau tidak mau kau harus ikut denganku " ucap Deffar langsung mendorong pintunya sampai terbuka dengan mudahnya.
Hasnita sampai mundur beberapa langkah karena kalah tenaga dari deffar.
"Apa?, apa itu benar Ran?" tanya Hasnita dengan tatapan tidak percaya pada Rani
Jelas saja Rani jadi bingung
"Aduuuhhh, kenapa jadi seperti ini?, bukanya tadi bilang Anda ini.... "
"Sssssst, kamu tidak perlu bicara apa apa lagi, semuanya sudah beres kan?" ucap Deffar menyelah Ucapan Rani dengan mengedipkan mata padanya
__ADS_1
"I iya sih" ucap Rani yang paham isyarat Deffar
Tentu saja Hasnita mendadak panik karenanya, 'Apa Rani benar benar sudah menjual ku ?, Rani benar benar sudah gila, teman macam apa dia ini?." pikir Hasnita