Terperangkap Pernikahan Adat

Terperangkap Pernikahan Adat
Eps 24


__ADS_3

Setelah bersiap dengan seragam khasnya, Hasnita dan Rani langsung pergi ke mini market tempat kerjanya.


Sementara Deffar menghubungi supirnya untuk menjemputnya dari tempat Kost Hasnita. Dia memang tidak membawa mobilnya karena sebelumnya dia pergi ke tempat Hasnita menggunakan taxsi karena dia mabuk.


Deffar cukup jarang mengandalkan supir pribadinya untuk bepergian, dia masih merasa nyaman jika membawa mobilnya sendiri.



Deffar langsung kembali ke kediamanya, dan tidak berniat untuk pergi ke kantornya hari itu. Jadi dia langsung mengabari Pak Han.


"Pak Han, saya tidak ke kantor hari ini, tolong anda handel semua jadwal saya di sana, " ucap Deffar yang terdududk di sofa ruangan kamaranya.


📲"Baik pak Deff, apa anda baik baik saja?" tanya Pak Han yang merasa tidak biasanya Deffar absen kalau tidak ada sebab.


"Saya hanya merasa tidak enak badan saja, hari ini " ucap Deffar


📲"Baiklah pak , semoga anda lekas sembuh" ucap Pak Han


"Iya, terimakasih pak Han " ucap Deffar, dia segera menutup panggilan nya.


Deffar hanya duduk bersandar di sofanya dengan memejamkan mata. Kepalanya masih terasa pening karena banyak pikiran yang menganggu.


Tidak berapa lama, Erika tiba tiba membuka pintu kamar Deffar dan langsung masuk tanpa permisi.


Deffar yang terpejam juga menyadari kalau ada yang masuk ke ruangan kamarnya itu , jadi dia langsung membuka matanya dan menatap tajam pada Erika yang berjalan mendekat ke arahnya.


Erika langsung berlutut di hadapan Deffar dan meraih telapak tangan Deffar.


"Sayang, aku mohon, maafkan aku, aku tau aku salah, aku memang bodoh, Aku khilaf" ucap Erika, dia tidak ingin berpisah dengan Deffar, karena dia tau tidak mudah baginya mendapatkan pria seperti Deffar


Meski Deffar bukan tipe pria romantis dan perhatian, tapi dia orang yang tidak perhitungan dan royal pada pasangannya , Jadi jelas Erika tidak mau kalau sampai kehilangan lumbung emasnya itu.


Deffar menarik nafasnya dalam dalam, "Kau mau menangis darah sekalipun, hubungan kita tidak akan bisa kembali lagi seperti semula, aku sudah terlalu banyak memberikanmu kesempatan, tapi kau, selalu mengecewakan" ucap Deffar melepaskan tanganya Dari genggaman tangan Erika


"Def, aku mohon, beri aku kesempatan sekali ini saja, kalau pun harus ada syarat, aku bersedia melakukan apapun untuk mu" ucap Erika dengan menitikan air mata buaya.


"Pergilah, aku tidak punya waktu untuk membicarakan hal ini lagi " ucap Deffar yangmembuang pandangan nya, karena dia tidak bisa jika melihat wanita menangis.


Erika langsung berdiri, tapi bukan untuk pergi, dia malah melepaskan satu persatu kancing kemeja yang dia pakai di depan Deffar, dia juga sampai menurunkan roknya ke lantai.

__ADS_1


Deffar sontak menoleh dan sedikit tidak menyangka kalah Erika akan melakukan hal itu.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Deffar Heran


Erika berdiri dengan terisak, dia menundukan pandangan dengan tubuhnya yang hampir polos, karena memang masih menyisakan penutup terakhirnya.


"Aku hanya ingin membuktikan kalau aku benar benar sangat mencintaimu Deff, tidak ada yang lain lagi di hatiku" Erika beranjak perlahan untuk ke pangkuan Deffar yang masih duduk terbengong di sofa.


Deffar benar benar di buat terkesima melihat keindahan tubuh Erika yang nampak mulus tanpa noda setitikpun,


Mungkin tidak akan ada pria yang bisa menolak jika di suguhkan kemolekan seperti yang nampak di depan mata Deffar sekarang. kecuali kalau pria itu tidak normal.


Meski Deffar sudah lama berhubungan dengan Erika, tapi baru kali ini dia melihat semuanya secara transparan dan jelas.


Bukan dia tidak punya kesempatan untuk menjamah Erika, dia hanya menghargai kehormatan seorang wanita lebih dari wanitanya itu sendiri, dan memegang prinsip untuk menjalani hubungan yang normal normal saja.


Karena kalau memang Deffar mencintai seseorang , yang timbul adalah rasa ingin menjaganya, bukan menikmatinya.


"Aku bisa memberikan segalanya padamu sekarang, asal kamu mau memberikan ku satu kesempatan lagi" bisik Erika di telinga Deffar, dia mencoba membuka penutup dadanya di pangkuan deffar.


Deffar juga langsung menggerakan tanganya ke arah dada Erika, tapi yang di luar dugaan Deffar malah mendorngnya hingga Erika terjatuh dari pangkuanya 'Bruuukkk'


Deffar langsung berdiri dari duduknya "Kau pikir aku akan tergiur dengan tubuh mu?., seharusnya kau sangat tau, kalau aku tidak menyukai sesuatu yang sudah kotor, bekas, atau murahan" ucap Deffar dingin, dia pun segera berlalu dari hadapan Erika dan keluar dari kamar nya tanpa menoleh lagi kebelakng.


Sementara Erika yang merasa rayuanya sudah gagal hanya bisa terdiam di lantai sampai beberapa saat.



Deffar yang beranjak keluar kamar langsung berpapasan dengan pengurus rumahnya,


"Siang tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya kepala asisten rumahnya


"Tidak ada, saya hanya ingin kamu Bilang pada semua orang yang bekerja di rumah ini, jangan pernah lagi membiarkan Erika menginjakkan kakinya di rumah ini. Paham!!" ucap Deffar


"Saya paham Tuan" ucap wanita paruh baya yang di percaya Deffar sebagai kepala asisten di rumahnya.


"O yah, Satu hal lagi, suruh Erika untuk segera pergi dari kamarku" ucap Deffar


"Iya, tuan, saya akan mengusirnya" ucap Sang kepala asisten

__ADS_1


"Lakukanlah" ucap Deffar


Dia segera beranjak pergi menuruni tangga ke lantai bawah rumahnya, dan langsung bergegas ke mobilnya yang berada di garasi rumah mewah itu.


Deffar hanya terdiam di dalam mobilnya untuk merenungi hal yang barusan terjadi. Sebagai pria yang normal, bohong kalau Deffar tidak bereaksi apapun jika di suguhi hal semacam itu, Tapi dia masih memilih untuk meredamnya.



Sementara Erika sudah di paksa keluar oleh penjaga rumah Deffar


"Lepaskan Aku, apa kalian tidak tau kalau aku ini calon nyonya kalian ?, awas saja kalian, kalian pasti akan menyesal" ucap Erika geram pada penjaga yang mengusirnya keluar gerbang


"Maaf bu Erika, kami hanya menuruti perintah pak Deff saja," ucap sang penjaga langsung menutup pintu gerbang masuk dan mengincinya


"Hey, buka Pintunya, awas kalian ya kalau aku sudah jadi istri Deffar, aku pasti akan menendang kalian dari ruah ini, lihat saja" ucap Erika


Dia kembali ke mobilnya yang memang terparkir di luar, karena dia menunggu Deffar di luar kediamanya sebelum nya.


"Sial, Deffar itu pria normal atau tidak sih sebenarnya?, aku curiga kalau dia itu pria impoten, masa iya dia bisa menolaku, terserahlah, pokonya aku tidak akan melepaskanmu begitu saja" ucap Erika yang tidak habis pikir kalau Deffar sama sekali tidak tergoda oleh tubuhnya.


Erika tidak berniat untuk pergi dari sana, dia berniat untuk menunggu Deffar keluar,


Tapi tiba tiba ponsel Erika berbunyi tanda panggilan masuk


"Hallo, ada apa kamu menelponku?" tanya Erika


📲"Sayang, Kamu di mana sekarang?, Apa hubunganmu dengan Deffar baik baik saja? " tanya Daniel


"Apanya yang baik baik saja, aku barusan di usir dari rumahnya Ini semu gara gara kau," ucap Erika ketus


📲"Tenanglah sayang, jangan marah marah seperti itu, kalaupun Deffar tidak kembali lagi padamu, kan masih ada aku yang menyayangimu" ucap Daniel


"Kau benar benar bodoh, kalau aku tidak bisa baikan lagi dengan Deffar, posisi kita di kantor akan terancam, Deffar pasti akan memecat kita berdua, apa kau tidak memikirkan hal itu, jadi sekarang pikirkanlah bagaimana caranya agar Deffar mau memaafkan kita, kakau kau masih belum tau caranya, jangan menghubungiku" ucap Erika, Diapun langsung mematikan panggilanya.


"Dasar Daniel sialan, harusnya aku tidak pernah menemumimu lagi, benar benar bodoh" ucap Erika


Beberapa saat kemudian, terlihat deffar yang mengendarai mobilnya keluar dari gerbang utama rumahnya,


"Kau keluar juga ternyata" ucap Erika langsung menghidupjan mesin mobilnya dan mulai mengikuti mobil Deffar

__ADS_1


__ADS_2