Terperangkap Pernikahan Adat

Terperangkap Pernikahan Adat
Eps 25


__ADS_3

Erika mengikuti kemanapun mobil Deffar melaju, "Untuk apa kau pergi sejauh ini, apa untuk menghindariku?, aku ingin tau di mana kau bisa sembunyi dariku" gumam Erika yang mengikuti Deffar pergi cukup jauh dari kediamannya.


Erika melihat mobil yang di kendarai Deffar itu berbelok ke sebuah mini market setelah mereka melewati batas kota,


Jadi Erika hanya mengawasinya dari sebrang jalan. "Untuk apa Deffar mampir ke tempat seperti ini, kenapa tidak tempat yang lebih layak?," pikir Erika.


Erika terus memperhatikannya hingga Deffar masuk ke mini market tersebut.


Di dalam mini market.


"Eh pak Def, Anda sengaja datang kesini kah?" tanya Rani saat melihat Deffar masuk,


"Iya, kemana Hasnita?" tanya Deffar yang tidak melihat Hasnita dengan Rani di meja kasir.


"Hasnita, dia sedang mengambil barang di gudang pak Def," ucap Rani


"Oh" ucap Deffar


Tidak lama Hasnita dan bintang juga keluar dengan menggotong keranjang besar yang penuh dengan barang yang akan mereka susun di rak.


"Kak Deff, Ada apa datang kesini?" tanya Hasnita yang melihat Deffar berdiri di depan meja kasir.


"Tidak ada apa apa, Aku hanya ingin mengajakmu makan siang" ucap Deffar


"Begitukah?. tapi aku masih banyak pekerjaan di sini" ucap Hasnita


"Aku akan menunggu kau menyelesaikanya" ucap Deffar


"Oh, baiklah kalau begitu" ucap Hasnita


Bintang hanya sesekali menatap Deffar dengan perasaan was was, karena sebelumnya dia hampir di hajar Deffar setelah jalan dengan Hasnita.


Mereka berdua mulai membereskan satu persaty barang yang mereka bawa ke tempat yang sudah kosong.


"Kakakmu tidak akan mengamuk lagi seperti kemarin kan?" bisik bintang Pada Hasnita.


"Mungkin tidak. malam itu dia mabuk, makanya dia marah marah gak jelas padamu" ucap Hasnita


"Oh, syukur kalau begitu" ucap Bintang dengan sesekali mencuri pandang ke arah Deffar.


Sementara Deffar langsung mengambil minuman kaleng di Freezer, dan meminta sebungkus rokok dari Rani,


Setelah membayar keduanya Deffar keluar dari rauangan mini market untuk menunggu Hasnita di kursi yang ada di teras depan mini market.


Deffar, menyalakan sebatang rokok supaya dia tidak terllu jenuh saat menunggu, juga agar pikirannya bisa sedikit rileks, dia bukan pecandu aktif, tapi sesekali dia juga sering melakuknya.

__ADS_1



Sementara Erika masih tidak mengerti apa yang sedang di lakukan oleh Deffar di mini market itu.


"Dia jauh jauh datang kemari hanya untuk nongkrong di sini?, ini sama sekali bukan gayanya kan?, sejak kapan dia suka datang ketempat rendahan seperti ini" Erika yang penasaran langsung beranjak turun dari mobilnya untuk mengampiri Deffar.


Tapi langkah Erika mendadak terhenti saat melihat Hasnita yang tiba tiba keluar dari mini market itu.


"Dia?, bukankah dia itu gadis yang mengaku adiknya Deffar waktu di peresmian kan?" gumam Erika


' Aku yakin dia bukan saudara perempuan Deffar, kalau iya, mana mungkin Deffar mebiarkan dia bekerja di tempat seperti ini, itu jelas tidak masuk akal, dia pasti gadis simpanan deffar , tapi kenapa harus gadis belia seperti dia, jelas jelas aku lebih cantik kan" Batin Erika.



"Kak, aku sudah selesai" ucap Hasnita


"Oh, baiklah, kalau begitu kita pergi sekarang" ucap Deffar segera beranjak dan mematikan rokok ketiga yang dia nyalakan.


"Iya"


Mereka segera beranjak untuk masuk ke mobil mewah Deffar


"Kenapa Rani tidak ikut?" tanya Deffar sambil memutar mobilnya.


"Oh, apa manajermu pernah memarahimu?" tanya Deffar


"Pernah sekali, itu karena aku menjatuhkan barang barang di belakang kasir, aku memang teledor pas di awal awal" ucap Hasnita


"Kalau dia berani memarahimu lagi, bilang saja padaku, akan ku buat dia menyesal" ucap Deffar


"Tidak perlu, itu sudah jadi risiko dalam pekerjaan kan, kalau kita salah, ya wajar kalau sedikit di tegor atasan" ucap Hasnita


Deffar hanya tersenyum dan merasa kalau Hasnita bukanlah gadis yang manja, jauh berbeda dengan sifat yang di miliki Erika


"Kamu ingin makan siang apa sekarang?" tanya Deffar


"Apa saja lah" ucap Hasnita


"Baiklah".


Mereka akhirnya tiba di sebuah Restoran yang lumayan besar.


Dan turun dari mobil untuk segera masuk kedalam, Deffar sama sekali tidak menyadari kalau dia sedang di mata matai oleh Erika.


"Apa yang di miliki gadis itu yang aku tidak punya, kenapa Deffar sebegitu perhatiannya? Aku tidak yakin kalau pria seperti Deffar menginginkan keperawanan, Sepertinya Aku harus mencari tau tentang gadis itu, harus" gumam Erika

__ADS_1


Dia memutar mobilnya untuk kembali ke tempat sebelumnya, berharap menemukan informasi tentang Hasnita di minimarket tempatnya bekerja.


Itu karena Erika merasa tidak mungkin untuk langsung melabraknya karena pasti Deffar akan semakin membecinya. jadi dia berniat untuk main di belakang.


.


Sementara Defar dan Hasnita sudah duduk di salah satu meja di dalam restoran


Hasnita sedikit memperhatikan orang orang yang ada di sekeliling nya, dan mereka tidak ada yang memakai pakaian sederhana seperti dirinya, dan jujur dia sedikit minder berada di tempat itu.


Deffar Sadar kalau Hasnita tidak nyaman dengan sekitarnya, karena itu terlihat jelas dari raut wajahnya "Kamu tidak perlu melihat ke sekeilingmu, anggap saja kau berada di tempat biasa kau makan," ucap Deffar yang membuka buku menu untuk memilih menu yang ingin dia santap.


Hasnita yang melihatnya juga mengikuti Deffar untuk membuka buku menu nya, dan cukup kebingungan menentukan pilihan karena di sana sangat banyak menu yang tidak pernah dia lihat sebelum nya.


"Kau ingin makan apa?" tanya Deffar


"Entahlah, sepertinya tidak ada ayam goreng di sini" ucap Hasnita


"Kenapa tidak Ayam panggang, itu lebih rendah lemak" ucap Deffar


"Maksudnya yang ini, ini terlalu besar, aku rasa tidak akan sanggup memghabisakannya" ucap Hasnita yang melihat menu ayam utuh.


"Pesan saja, jangan pikirkan soal menghabiskannya," ucap Deffar


"Oh baiklah" ucap Hasnita


Deffar mengangkat tanganya dan segera dia hampiri pelayan Resto, dan Dia pun memesan beberapa menu untuk merka berdua.


"O ya Kak, ini kartumu ku kembalikan, tapi kemarin aku mengambil sebagian uangnya" ucap Hasnita mengulurkan kartu banknya.


"Kau simpan saja, kau bebas untuk memakainya, kalau habis aku tinggal mengisinya lagi" ucap Deffar


"Sungguh, tapi ini untuk apa?, aku sudah terlalu banyak merepotkan kakak" ucap Hasnita


"Itu hakmu sebagai istri" ucap Deffar


"Hak Istri??" tanya Hasnita.


"Bukankah kau masih istriku, jadi sudah sewajarnya aku memenuhi hak mu" ucap Deffar


"Tapi aku tidak pernah menjalankan kewajiban ku sebagai istri" ucap Hasnita malu malu dengan wajah sedikit memerah.


"Tidak apa, " ucap Deffar


Setelah makanan yang mereka pesan sampai di meja mereka, Hasnita segera menyantapnya dengan kaku, jujur hatinya sedikit merasa tidak enak, jika Deffar memenuhi kewajiban nya sebagai suami, kenapa dia tidak memenuhi kewajibannya sebagai istri.

__ADS_1


__ADS_2