
Deffar menjenguk pak Han di rutan tempat nya di tahan untuk mengetahui lebih jauh tuduhan yang di jatuhkan padanya.
Deffar sangat menghargai kesetiaan Dan loyalitas pak Han di kantornya Selma ini, jadi Kalaupun Pak Han memang melakukan pelanggaran itu, Deffar mungkin masih bisa memberikanya kesempatan.
Karena profesionalitas pak Han dalam bekerja sulit dia temukan dari orang lain, juga Deffar sudah sangat mengenal pak Han jauh sebelum perusahaanya berkembang seperti sekarang ini.
Deffar duduk di ruang jenguk tahanan untuk menunggu pak Han keluar menemuinya.
Tidak lama pak Han datang dengan keadaan tangan di borgol, pak Han nampak kaget, senang, dan sekaligus khawatir saat melihat orang yang ingin menjenguknya itu ternyata adalah Deffar.
Dia langsung berjalan ke arah Deffar, Dan sesampainya Dia di hadapan Deffar, pak Han tiba-tiba langsung berlutut pada Deffar .
"Pak Deff, tolong percaya pada saya, Saya bersumpah tidak pernah mencuri dana perusahaan itu,, saya akan buktikan pada anda, kalau itu hanyalah tuduhan palsu saja" ucap Pak Handoko sangat berharap kalau Deffar masih mau mempercayai nya.
Deffar langsung mengangkat bahu pak Han supaya dia duduk di kursi. Dia menghormati nya sebagai rekan, bukan bawahan.
"Pak Han, Anda tidak perlu membuktikan apapun!, saya hanya ingin penjelasan saja dari anda, benar, atau tidak? " tanya Deffar yang juga ragu kalau pak Han berani menyelewengkan uang perusahaan.
"Saya bersumpah pak Deff, saya tidak pernah menggunakan dana perusahaan until landing says pribadi, mungkin ini perbuatan orang yang tidak suka pada saya di kantor, dan saya yakin ada yang memalsukan dokumen dengan mengatasnamakan saya pribadi ,, saya benar benar tidak mengerti kenapa tanda tangan saya juga ada di berkas pengeluaran perusahaan yang hilang itu, tolong and a percaya pada saya pak Deff" ucap Pak Han dengan penuh harap.
Deffar mendapat sedikit gambaran masalah dari pernyataan pak Han itu, dan kemungkinan besar memang ada seseorang yang ingin menjatuhkan pak Han Dari posisinya sat ini, sebab dia adalah satu satunya orang yang paling di percaya Deffar, dan punya peran cukup penting di kantornya.
"Baiklah,, pak Han tidak perlu khawatir, biar aku sendiri yang akan mencari kebenarannya" ucao Deffar
Deffar lalu melirik Jessi yang duduk di sampingnya , "Jessi, apa perkara pal Han masih bisa di cabut ?" tanya Deffar.
"Saya akan coba menghubungi pihak hukum perusahaan untuk segera mencabut laporannya Pak" ucap Jessi
"Baiklah, kalau begitu segera hubungi mereka" ucap Deffar
"Baik pak" ucap Jessi yang segera menghubungi pihak hukum perusahaan untuk segera mencabut laporan mereka terhadap pak Han.
Pak Han langsung tersenyum haru saat mendengar pernyataan Deffar, bukan karena dia akan segera bebas dari tuduhan, melainkan karena dia merasa kepercayaan Deffar tidak berkurang padanya.
.
Setelah permasalahan pak Han selesai, Deffar langsung mengantarkan pak Han pulang ke kediamanya.
"Pak Deff, terimakasih banyak untuk bantuanya, saya benar benar merasa sangat berhutang budi pada anda" ucap Pak Han
"Jangan terlalu di pikirkan pak Han, o yah, saya ingin pak Han kembali lagi ke kantor besok, saya membutuhkan bantuan anda untuk mencari seseorang" ucap Deffar
__ADS_1
"Tentu, tentu saja pak Deff, saya siap untuk membantu ?" ucap Pak Han
"Baiklah, saya pergi dulu kalau begitu" ucap Deffar
"Iya, sekali lagi terima kasih pak Deff"
Deffar masuk ke mobilnya dan jesi juga segera melajukanya lagi, Deffar berniat kembali ke kantornya untuk langsung menyelidiki masalah yang menyangkut pak Han itu.
Setibanya di kantor, Deffar langsung menuju ke ruanganya
Dan saat dia membuka pintu rauanganya, Deffar mendapati Erika dan Daniel tengah duduk berduaan di soffa ruanganya itu.
Mereka berdua cukup kaget saat melihat Deffar yang tiba tiba kembali ke kantor tanpa memberikan kabar terlebih dulu.
"Oh, begini yang kalian lakukan jika aku tidak ada," ucap Deffar acuh tak acuh pada keduanya
"Sayang!, i, ini tidak seperti yang kamu pikirkan sayang" ucap Erika
"Kebetulan aku tidak memikirkan apapun sekarang, lanjutkan saja, anggap saja aku tidak ada" ucap Deffar datar.
"Hey Def, jangan salah paham dulu, kita hanya sedang membahas soal kerajaan saja di sini" ucap Daniel
"Sungguh, Kalau begitu lanjutkan, aku ingin mendengar apa yang kalian bahas di ruanganku" ucap Deffar langsung duduk di sofa yang berseberangan dengan Erika langsung
"Sayang, Ayolah jangan marah, aku hanya mengobrol saja dengan Daniel, tidak lebih" ucap Erika dengan nada manja.
"Sudahlah, jangan salah paham seperti itu bro, ngomong ngomong kau darimana saja seminggu ini?, kenapa kau tidak memberi kabar?" tanya Daniel tanpa ada sopan santun, meski mereka sempat berteman dekat, tapi di kantor Deffar tetap atasannya.
"Iya, kamu darimana sih sayang?, kamu pergi dengan siapa?, kenapa gak bilang dulu padaku?, apa jangan jangan kamu punya wanita lain di luar sana!, dan kamu sengaja pergi diam diam supaya aku tidak memgganggu kalian, iya kan?" tanya Erika yang malah berbalik memojokan Deffar
"Jangan lari dari topik, bukan kah kita sedang membicarakan pekerjaan sekarang?" ucap Deffar
"Barusan kita hanya membahas masalah kecil saja, Oh yah, aku baru ingat kalau sebentar lagi ada meeting karyawan di manajemen ku, jadi aku turun dulu, sory bro" ucap Daniel yang langsung beranjak dari tempat duduknya, dan segera pergi meninggalkan ruangan Deffar.
Deffar tidak berniat mencegahnya, meski dia tau kalau itu hanyalah alasan Daniel untuk menghindari pembicaraan denganya.
Sepergimya Daniel Erika langsung merangkul tangan Deffar "Sayang, aku mohon jangan marah, Daniel hanya mencoba menghiburku barusan, aku hanya sedih karena tidak dapat kabar darimu selama sepekan ini,, aku berani bersumpah, jadi kamu jangan salah paham, ya," ucap Erika mencoba merayu Deffar lagi.
"Hmmm"
Deffar tidak begitu saja percaya dengan perkataan Erika, tapi dia memang tidak ingin dulu membahas hal yang tidak penting.
__ADS_1
Deffar lalu beranjak ke meja kerjanya dan langsung menghubungi sekretarisnya. "Jess, tolong kamu bawakan berkas berkas keuangan yang menyangkut perkara pak Han ke ruanganku" ucap Deffar di telpon kantor
📞"Baik pak, mohon tunggu sebentar" ucap Jessi langsung
Deffar menutup panggilanya lagi, Dan Erika juga menghampirinya lagi.
"Kamu tidak marah kan sayang?" tanya Erika
"Tidak, untuk apa aku marah?, kau kembalilah ke ruanganmu, ini masih jam kerja kan!" ucap Deffar dingin
"Baiklah, tapi kamu benar benar tidak marah kan?" tanya Erika memastikannya lagi
"Apa aku terlihat sedang marah sekarang ??," tanya Deffar datar
"Mungkin tidak, baiklah kalau begitu, aku kembali keruanganku dulu, tapi nanti sore kita diner ya,, soalnya aku sangat rindu padamu" ucap Erika dengan senyuaman manjanya.
"Ya" jawab Deffar yang tidak begitu antusias menanggapinya.
Erika segera keluar dari rauangan Deffar, sementara Deffar langsung duduk di kursinya dan membuka layar komputer untuk melihat laporan keuangan perusahanya.
Deffar ingin membuktikan sendiri kalau pak Han benar benar tidak bersalah dalam perkaranya.
Itu supaya Deffar bisa mengembalikan nama baik pak Han di mata bawahnya yang lain.
Deffar sangat membutuhkan bantuan dari pak Han untuk mencari keberadaan Hasnita sekarang, dengan relasinya yang mencakup perusahaan kecil, menengah, hingga perusahaan besar, Deffar optimis kalau Pak han Bisa di andalakan untuk membantunya dalam hal itu.
Karena Deffar memang tidak memiliki relasi yang cukup seperti halnya pak Han, itu karena jam terbang mereka jauh berbeda.
Tidak lam Jessi juga datang keruangan Deffar dengan beberapa berkas yang di minta Deffar.
"Ini berkasnya pak, semua data datanya ada di sini" ucap Jessi
"Taruh saja di meja" ucap Deffar
"Oh, Iya pak" Jessi segera menaruh berkasnya di meja Deffar, Tapi Jessi tidak langsung pergi dari ruangan dan hanya berdiri di depan meja Deffar.
"Mmm, Maaf pak Deff, bukanya saya mau ikut campur dengan masalah pribadi anda dan bu Erika, tapi akhir akhir ini mamang bu Erika dan pak Daniel sering terlihat bersama, baik di lingkungan kantor, maupun di luar kantor" ucap Jessi mengadu.
Mendengar itu Deffar sedikit melirik ke arah Jessi "Terimakasih untuk infonya, kau boleh keluar sekarang" ucap Deffar
"Oh, iya pak, sama sama" ucap Jessi dengan tersenyum manis.
__ADS_1
Deffar tidak tau maksud dari senyuman Jessi itu apa, tapi untuk sekarang dia memang tidak mau terllau ambil pusing dengan urusan lain.
Karena yang jadi fokusnya sekarang adalah membereskan masalah pak Han, dan juga bisa cepat cepat menemukan keberadaan Hasnita.