
Hasnita terus menilik kamar mewah yang katanya untuknya beristirahat, tapi sama sekali tidak melihat ada hal aneh yang menakutkan di dalamnya, jadi dia memasuki kamar dan memperhatikan ke setiap sudut kamar mewah itu
"Waaw, kamarnya luas sekali bi, ini sih sangat nyaman" ucap Hasnita
"Memangnya kamar non Hasnita sebelumnya tidak sebesar ini?" tanya BiBi
"Tentu saja tidak, aku tinggal di kontrakan yang ukurannya setengah dari kamar ini, tidak, mungkin hanya seperempat nya saja" ucap Hasnita
"Masa sih non, bibi gak percaya kalau saudari tuan muda tinggal di tempat sempit" ucap Bibi
"Saudari tuan muda?, maksudnya aku ini saudari dari pemilik rumah ini?, ada ada saja bibi, jangan bercanda bi" ucap Hasnita
"Tuan sih bilangnya gitu Non, Mungkin nona yang bercanda sama bibi" ucap Bibi
"Enggak, aku serius ko" ucap Hasnita
"Begitu ya, oh ya non, bibi tinggal dulu ya, non Hasnita istirahat saja, soalnya masih banyak pekerjaan yang harus bibi kerjakan, kalau butuh apa apa tinggal panggil saja lewat telpon" ucap Bibi
"Jangan bi, aku mohon Bibi jangan pergi , temani aku di sini, ya!!, aku takut bi" ucap Hasnita langsung menahan tangan si bibi supaya tidak beranjak pergi
"Apa tidak papa seperti itu?, nanti tuan bisa marah pada bibi non" ucap Bibi
"Pokonya bibi harus di sini, kalau bibi keluar, aku juga keluar" ucap Hasnita memaksa
"Jangan non, jangan ikut bibi, tuan bilang non Hasnita itu harus istirahat" ucap Bibi
"Ya sudah kalau begitu bibi temani aku istirahat di sini, jangan keluar" ucapHasnita
"Oh, baiklah" ucap Si bibi yang mengira kalau Hasnita benar benar gadis yang penakut
Hasnita Membawa si bibi duduk di sofa di ruangan itu, "Aku istirahat di sini saja lah" ucap Hasnita enggan untuk naik ke tempat tidur yang tersedia, karena menurut nya itu terlalu mewah untuk dia tempati
Hasnita Langsung Rebahan di sofa itu, "Empuk sekali bi, enak juga buat tiduran" ucap Hasnita
Si bibi hanya terbengong melihat kelakuan Hasnita yang menurutnya Aneh.
.
Beberapa saat kemudian, Deffar yang sudah mengganti pakaian kantor nya dengan pakaian santai masuk ke kamar Hasnita, dia mendapati kalau Hasnita ternyata sudah tertidur di sofa, dengan tetap di dampingi pelayan
"Maaf tuan, saya di paksa nona untuk menemaninya di sini " ucap Bibi yang melihat Deffar datang
"Tidak papa, kau boleh keluar sekarang" ucap Deffar
"Baik tuan, permisi " ucap si bibi
Deffar menghampiri Hasnita dan sedikit memperhatikan nya "Dasar gadis desa," ucap Deffar tersenyum
Deffar menggendong Hasnita untuk memindahakanya ke tempat tidur,
Tapi begitu Deffar meletakanya di tempat tidur, Hasnita langsung membuka matanya dan kaget melihat Deffar begitu dekat dan sedang merangkulnya
"Aaaaaaaa, lepaskan aku!!" ucap Hasnita dengan sedikit berontak
__ADS_1
"Sssssst, bukan kah kau ingin tidur?, ini tempat yang tepat untuk tidur, bukan di kursi" ucap Deffar sambil meletakan jarinya di bibir Hasnita
"Ampun Tuan, aku ini sudah menikah, aku bukan gadis lagi" rengek Hasnita sedikit tenang
"Apa hubungannya tidur dengan menikah?,, sekarang pilih, mau tidur atau makan" ucap Deffar
Hasnita langsung terdiam sesaat.
"Aku aku pilih makan saja, ya, makan" ucap Hasnita
"Kalau begitu ikuti aku" ucap Deffar beranjak dari samping Hasnita menuju ke pintu keluar
Sementara Hasnita masih terbengong karena merasa hampir saja jadi korban sesuatu oleh Deffar
"Kau mau tidur, atau makan?" tanya Deffar mengulang pertanyaannya lagi
"Makan, makan saja" ucap Hasnita langsung beranjak dari tempat tidur, dia sangat ingin keluar dari kamar itu setidaknya untuk mengulur waktu, dan kabur kalau ada kesempatan, itulah yang di pikirkanya
Hasnita menghampiri Deffar dengan segera, dan mengikutinya keluar dari kamar hingga ke ruang makan
Hasnita langsung menelan ludahnya sendiri saat melihat banyak sekali hidangan lezat yang sudah tersaji di meja makan
Deffar langsung duduk di salah satu kursi. Sementara Hasnita masih berdiri di belakang kursi dan menatapi semua makanannya satu persatu. Hampir saja dia meneteskan air liurnya melihat begitu banyak makanan lezat ada di depan matanya
"Apa yang sedang kau lihat, duduk dan makanlah" ucap Deffar
"Apa semuanya ini boleh ku makan?" tanya Hasnita
Beberapa pelayan tidak bisa menahan senyumnya mendengar pertanyaan dari Hasnita
"Bukan begitu maksudku, apa aku boleh memakan yang mana saja?" tanya Hasnita yang tidak bisa membohongi perutnya sendiri
"Terserah kau saja" ucap Deffar
"Oh baiklah" ucap Hasnita segera mengambil piring dan juga sepotong daging tanpa duduk terlebih dulu
Setelah itu Hasnita berniat pergi dari meja maka untuk makan seperti kebiasaanya di rumah ibu tirinya, karena selama ini dia tidak pernah di perbolehkan untuk makan satu meja dengan sang ibu tiri, apa lagi dengan Deffar, itu terlalu tidak sopan menurutnya
"Hey!!, apa yang kau lakukan, apa begini caramu makan, dengan berdiri?" tanya Deffar tidak mengerti
"Aku akan kedapur" ucap Hasnita
"Untuk apa?" tanya Deffar
"Makan" ucap Hasnita datar
Deffar langsung menepuk jidatnya sendiri "Kau ini sebenarnya manusia atau kucing?, duduk di kursi dan makan di meja, itu cara manusia untuk makan, kecuali kalau kau mengira dirimu itu kucing" ucap Deffar
"Di sini?, apa boleh?" tanya Hasnita
Deffar menghela nafasnya kasar "Sepertinya lama lama aku bisa struk karena mu, terserah kau saja lah" ucap Deffar
"Oh baiklah, aku makan di sini " ucap Hasnita langsung duduk dengan sungkan,
__ADS_1
Hasnita memperhatikan beberapa pelayan dan tersenyum ke arahnya "Makan bi" tawar Hasnita.
"Silahkan non" ucap Pelayan
Hasnita segera menyantap potongan daging yang sebelumnya dia ambil, dan hanya ada itu saja di piringnya
"Kau harus makan yang banyak, supaya kau tidak kurus" ucap Deffar yang langsung mengambillkan nasi dan beberapa lauk lainya ke piring Hasnita
"Cukup cukup, jangan banyak banyak" ucap Hasnita
"Kau bilang ingin memakan semuanya" ucap Deffar, dia tidak ikut makan dan hanya memperhatikan Hasnita
"Anda tidak makan?" tanya Hasnita
"Aku tidak lapar, kau saja yang makan " ucap Deffar
"Oh, baiklah"
"Hasnita, apa kau masih belum menyadari sesuatu?" tanya Deffar
"Menyadari Apa?" tanya Hasnita
"Apa Ingatanmu benar benar payah?" ucap Deffar
"Memangnya apa yang harus ku ingat, aku memang sedikit pelupa sih, apa boleh kasih clue" ucap Hasnita nyengir
"Clue nya ada di depan matamu," ucap Deffar
"Maksud anda makanan ini" ucap Hasnita
"Sudahlah, nanti saja kau mengingatnya setelah makan, semoga ingatanmu bisa kuat kalau perutmu kenyang" ucap Deffar
"Oh iya, aku baru ingat sekarang ...
Deffar dengan cermat menunggu apa yang Hasnita ingat tentang dirinya, tapi Hasnita masih tidak melanjutkan perkataanya
"Kalau bicara jangan setengah setengah, apa yang kau ingat ?" tanya Deffar
"Aku ingat kalau besok aku harus kerja pagi, jadi aku setelah makan harus langsung pulang, boleh kah?" ucap Hasnita mencari alasan
"Benar benar payah" ucap Deffar menepuk jidatnya lagi
Sementara Hasnita tidak terllau memikirkan apapun dan melanjutkan makanya lagi dengan lahap, 'Kapan lagi bisa makan enak seperti ini, ternyata begini ya rasanya jadi peliharaan om om. wk wk wk' pikir Hasnita
…
Selesai makan, Hasnita yang kekenyangan cukup kesulitan untuk bernafas dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi
"Tuan, Apa aku boleh pulang sekarang?" tanya Hasnita
"Kau pikir ini di hajatan, sudah makan langsung pulang" ucap Deffar
"Aku mohon, aku besok kerja pagi, kalau nanti pulang kemalaman, aku bisa kesiangan kerja" ucap Hasnita
__ADS_1
"Kau tidak perlu kerja lagi mulai besok, kau tinggal disini saja, jika kau ingin sesuatu tinggal bilang saja,, " ucap Deffar,
Deffar berpikir kalau Hasnita sekarang adalah tanggung jawabnya, karena dia sudah di titipkan oleh sang ibu padanya, meskipun Deffar tidak memiliki perasaan yang husus pada Hasnita,