Terperangkap Pernikahan Adat

Terperangkap Pernikahan Adat
Eps 21


__ADS_3

Sementara di tempat lain, Hasnita dan Rani kini berada di balik bilik sebuah ATM, mereka penasaran ingin mengecek kartu Hasnita yang di berikan Deffar padanya.


"Ada berapa saldonya Ran?, itu satu juta bukan?, kalau iya ambil saja semuanya, kau membutuhkanya kan" ucap Hasnita


"Bukan, ini bukan satu juta Nit, Sebentar, aku hitung dulu nolnya, tiga, enam, delapan," ekspresi Rani langsung berubah takjub "Ini seratus juta Nit, bukan satu juta" ucap Rani


"Yang benar?, banyak sekali, tapi mungkin aku hanya boleh memakainya sebagian saja Ran" ucap Hasnita


"Iya, tapi aku mau tetap pinjam uangnya untuk membayar tunggakan ku Nit, jadi ambil berapa sekarang?" tanya Rani


"Jangan banyak banyak, seperlunya saja" ucap Hasnita


"Baiklah, Lima juta cukuplah buat sekalian jalan jalan" ucap Rani


Setelah membayar hutang Rani, mereka pergi ke pasar malam untuk menikmati suasana malam di kotanya, Bintang juga ikut bergabung bersama mereka, jarang jarang mereka punya uang untuk sekadar seru seruan di pasar malam.


...°°°°...


Sementara Deffar yang kondisi hatinya tidak begitu baik memilih berkunjung ke tempat hiburan malam, untuk sekedar melupakan masalahnya dengan Erika.


Dia duduk di meja bar, dan menghabiskan gelas demi gelas minuman yang dia minta.


Deffar lalu di hampiri gadis seksi yang juga pengunjung di sana


"Hai pria tampan, bolehkah aku duduk di sini?" tanya gadis itu


"Ini bar umum, tidak akan ada yang melarangmu duduk di mana pun" ucap Deffar


"Baiklah," wanita itu pun langsung duduk di kursi sebelah kursi Deffar.


"Sepertinya suasana hatimu tidak begitu baik, apa kau butuh teman untuk curhat?" tanya Gadis itu menebak nebak.


"Tidak juga" ucap Deffar menenggak lagi minumannya


"Baiklah aku tidak memaksa, bisakah kau menelaktirku minum. nanti ku temani kau bersenang senang" ucap wanita itu


Deffar hanya menyunggingkan sedikit senyumnya "Berikan gadis ini minum" ucap Deffar pada pelayan


Pelayanpun segera mengisi gelas lain untuk wanita seksi itu


"Thankyou" ucap si wanita


Mereka pun terus minum sampai mereka sedikit kehilangan kesadaran mereka, dan itu membuat pikiran Deffar sedikit rileks untuk sementara itu.


"Bersulang, untuk Erika yang brengsek" ucap Deffar mengangkat gelas pada wanita teman minumnya.


Mereka pun bersulang 'Tring'


"Sudah ku tebak, kau pasti punya masalah, aku siap mendengarkannya " ucap wanita itu

__ADS_1


"Hanya masalah kecil saja" ucap Deffar yang sudah setengah mabuk


"Begitukah, Aku bisa membantumu melupakan masalahmu malam ini, kita bersenang senang malam ini, bagaimana?" ucap si wanita yang langsung meningkatkan tanganya pada tengku Deffar


Deffar tidak begitu tertarik dengan tawaranya, dia malah mengeluarkan dompetnya dan langsung membayar minuman mereka.


"Aku masih punya teman lain, mungkin lain kali" ucap Deffar yang segera beranjak pergi dengan sedikit sempoyongan.


Sementara si gadis hanya menatapi Deffar yang jadi teman prianya pergi begitu saja. tanpa mengindahkan ajakannya.


Sebelum kesadaranya benar benar hilang Deffar memutuskan untuk pulang, Dia tidak berniat melupakan masalahnya dengan bersenang senang dengan wanita lain. kalau dia seperti itu apa bedanya dia dengan Erika.


Deffar terus berjalan sempoyongan ke arah mobilnya, tapi dia tidak yakin bisa mengemudikan mobilnya dalam kondisi mabuk.


Jadi dia memutuskan untuk naik taxi...


.



Sementara Hasnita yang juga bersenang senang di pasar malam, sudah merasa puas dan segera pulang dengan raut wajah yang ceria.


"Jarang jarang kita bisa seru seruan kayak gini, kapan kapan lagi dong" ucap Hasnita sambil memakan permen kapas yang besar di tanganya,


"Tentu saja, kita pergi lagi besok " ucap Rani


"O ya Ran, ngomong ngomong berapa tunggakan yang kau bayar itu, kenapa kau masih punya uang untuk membeli pernak pernik" ucap Hasnita sambil melihat gelang couple nya yang sama dengan yang di pak Rani, mereka memangebeli beberapa barang couple an


"Sialan pantas saja masih punya uang, sini kembalikan padaku sisanya" ucap Hasnita


"Nanti dulu dong Nit, aku kan masih perlu bayar kontrakan, bayar listrik, dan lain lain" ucap Rani


"Oh, baiklah" ucap Hasnita


Bintang hanya menyimak karena dia tidak tau soal uang yang mereka bicarakan.


"Oh ya Nit, kamu sekarang punya ponsel kan?, boleh tidak kalau aku minta nomormu?" ucap Bintang


"Boleh saja, tulis sendiri deh" ucap Hasnita mengambil ponsel barunya dan memperlihatkan nomornya yang tertera di layar.


"Ponselmu bagus sekali Nit, pasti mahal" ucap Bintang yang agak minder karena ponselnya kalah pamor dari ponsel Hasnita.


"Ya lumayan" ucap Hasnita tidak berniat mengatakan harganya


Bintang segera menulis nomor Hasnita dan menyimpannya di kontak ponsel nya dengan tersenyum.


Sesampainya Mereka di lorong tempat kost mereka, Hasnita sedikit terperangah karena melihat Deffar kini sedang duduk bersandar di pintu Kostnya, dengan menundukkan wajahnya ke bawah.


"I itu kak Def bukan Nit? tanya Rani

__ADS_1


"Sepertinya itu memang dia, tapi kenapa dia ke sini malam malam begini ?" tanya Hasnita


"Mungkin dia rindu padamu Nit" ucap Rani


"Jangan bicara sembarangan, mana mungkin dia merindukan ku" ucap Hasnita


"Itu orang yang tempo hari mencarimu kan Nit?" tanya Bintang


"I Iya, dia, dia itu ternyata kakak ku Bint," ucap Hasnita sedikit terbata


"Kakakkmu?" tanya bintang


Deffar yang tertunduk mulai mengangkat pandanganya untuk melihat Hasnita yang suaranya sudah dia kenali, dengan mata memerah dia menatap tajam pada Bintang yang di samping Hasnita.


Seketika dia bangkit dan langsung mengahmpiri bintang dengan jalanya yang sedikit sempoyongan.


Deffar teringat penghianatan Erika dan Daniel, jadi dia merasa marah jika Hasnita juga bersama pria lain, dengan kondisinya yang mabuk membuatnya tidak bisa mengontrol emosinya.


Deffar langsung saja mencengkram erat kerah baju bintang "Siapa kau?, berani beraninya kau mengajak Hasnita pergi" ucap Deffar


Hasnita tidak menyangka kalau Deffar akan melakukan hal itu, jadi dia juga langsung beraksi.


"Kak, tenang dulu Kak, dia ini temanku, Bintang, kamu jangan marah padanya" ucap Hasnita menahan tangan Deffar


"Diam kau, aku tau modus pria seperti dia, dia hanya ingin memanfaatkanmu saja Nit" ucap Deffar sambil memukul mukul ringan pipi Bintang


"Ti tidak Kak, aku, aku, benar benar menyukai Hasnita, aku tidak punya niat apa apa lagi pada Hasnita" ucap Bintang dengan tubuh gemetaran karena merasa takut pada Deffar.


"Kau bilang kau menyukai Hasnita?, kurang ajar kau, kau sudah bosan hidup ya?, awas kau" ucap Deffar langsung mengangkat satu tinjunya untuk memukul Bintang, Dia benar benar tidak bisa menjaga wibawa nya di saat mabuk.


Hasnita tentu saja tidak tinggal diam, dia langsung berusaha masuk ke tengah tengah mereka berdua, hingga cengkeraman Deffar terlepas dari kerah Baju bintang.


"Hentikan Kak, aku mohon jangan buat keributan di sini," ucap Hasnita yang belum mengerti keadaan Deffar.


Hasnita menatap mata merah Deffar dan mulai mencium bau menyengat dari minuman yang di minum oleh Deffar.


"Sebentar, Apa kakak mabuk?" tanya Hasnita


"Aku tidak mabuk, aku hanya sedikit minum saja" ucap Deffar.


Deffar juga sebenarnya tidak mengerti, kenapa dia meminta di antar ke tempat Hasnita, padahal dia berniat untuk pulang ke rumah. Tapi yang di ingatnya hanya alamat tempat Hasnita tinggal.


"Pantas saja baunya menyengat sekali,, menjauhlah, aku tidak suka baunya" ucap Hasnita yang merasa mual walau hanya mencium aromanya.


"Kalau begitu minggirlah,, aku hanya ingin memukuli anak ini saja" ucap Deffar mencoba mendorong Hasnita karena dia menghalanginya.


"Bintang, mending kamu cepat pergi Bintang, ini tidak akan membaik" ucap Hasnita yang merasa deffar tidak akan mudah di kendalikan.


"Be baiklah, kalau begitu sampai jumpa besok Nit" ucap bintang yang segera beranjak pergi dari sana

__ADS_1


"Hey, kembali kau, jangan kabur" ucap Deffar


Tapi Hasnita langsung menahan dada Deffar supaya dia tidak benar benar mengejar Bintang "Sudah Kak sudah!!, kenapa kakak seperti ini?, apa kakak sengaja datang kesini hanya untuk membuat masalah?" tanya Hasnita sedikit meninggikan nada suaranya.


__ADS_2