
Hasnita bingung harus beralasan apa lagi, Karena dia benar benar ingin pergi dari rumah yang menurtnya asing Itu. Meskipun rumah itu seperti sangkar emas baginya, tapi tetap saja Hasnita merasa tidak nyaman karena perbedaan taraf yang cukup jauh dari kebiasaannya
Hasnita terpaksa harus kembali lagi ke kamarnya dengan di antar langsung oleh Deffar
Tiba tiba Hasnita menghentikan langkahnya "Saya harus ke toilet dulu, anda duluan saja ke kamar" ucap Hasnita beralasan
Deffar langsung mengerutkan kening nya "Memangnya kau tau toilet di rumah ini di mana?" tanya Deffar
"Saya tau, di sebelah sana kan?, bibi menunjukanya tadi" ucap Hasnita menunjuk ke sembarangan arah
"Kau tidak pandai berbohong, jadi jangan melakukan nya, toilet juga ada di kamarmu, tidak perlu kau mencarinya di luar" ucap Deffar
'Sial, kenapa aku harus beralasan seperti itu, bodoh' pikir Hasnita
"Jujur saja, kau ingin pergi kemana?, biar aku yang akan mengantar mu" ucap Deffar
"Jujur?, baiklah Saya akan jujur, Saya sebenarnya ingin pulang, saya tidak mau tidur dengan anda di sini, saya mohon pulangkan saya, kasihanilah. Saya ini benar benar sudah menikah, saya bukan perawan lagi, rasanya pasti tidak enak" ucap Hasnita dengan merapatkan kedua tangannya di depan
"Apa kau selalu seperti ini?, pemikiran Mu terlau dangkal, tidak akan ada kejadian yang kau takutkan di rumah ini,, jika kau ingin pulang, besok aku akan mengantarmu,, sekarang sudah larut, pergilah tidur" ucap Deffar berbalik arah untuk ke tangga lantai atas rumahnya
Sementara Hasnita terdiam beberapa saat di tempatnya . "Sebenarnya ini konsepnya gimana siih?, kalau dia tidak mau itu, lalu untuk apa aku di bawa ke sini?, rasanya aku malah menjadi orang bodoh yang terus mempermalukan diriku sendiri di sini, Rrrgghhh benar benar menyebalkan" gumam Hasnita berekspresi kesal yang lucu.
Dia segera melanjutkan langkahnya lagi dan kembali ke kamar nya untuk beristirahat.
.
Keesokan paginya Hasnita membuka matanya di kursi sofa yang sama saat dia tidur semalam, dia melirik tirai jendela yang sudah nampak bayang bayang terang , Menandakan kalau hari sudah beranjak siang
"Ini sudah jam berapa?, hah, sudah jam setengah tujuh, gawat, aku harus segera pergi , Haduuuh, kenapa tidak ada yang membangunkan ku di sini" gumam Hasnita yang segera mengambil tasnya, memakai pantofelnya, dan berniat langsung pergi dari kamar itu
"Tapi bagaimana caranya aku bisa kelur dari sini?, tempat Kost nya juga kan sangat jauh, aku tidak mungkin bisa tepat waktu," ucap Hasnita langsung menjatuhakn dirinya lagi di sofa
"Mandi dulu lah" ucap Hasnita langsung beranjak ke kamar mandi mewah yang ada di kamarnya,
Hasnita sebenarnya tidak habis pikir dengan fasilitas yang ada di kamar mandinya itu,
"Memang aneh orang kaya, masa di kamar mandi harus ada Televisi, mereka tidak mungkin menghabiskan waktu seharian di kamar mandi hanya untuk menonton kan,?" cela Hasnita saat memperhatikan beberapa fasilitas di dalamnya
__ADS_1
Karena sudah penasaran, Hasnita segera melepaskan semua pakaianya tanpa terkecuali, dia ingin merasakan mandi ala konglomerat di kamar mandi itu, di mulai dari main air hangat di shower, berendam di bathub, dan semua fasilitas yang ada di sana di buatnya menjadi lelucon untuknya
Hampir satu jam lamanya Hasnita berada di kamar mandi, dan dia keluar dengan sudah membalut dirinya dengan handuk
"Aku tidak pernah secapek ini sehabis mandi, seru" gumamnya
Tapi Hasnita di kagetkan oleh Deffar yang ternyata ada di ruangan kamarnya sekarang. Deffar duduk di soffa dan menatap lurus ke arah Hasnita
"Anda?. sedang apa di sini,?" tanya Hasnita sedikit kaget
"Aku menunggumu" ucap Deffar
Hasnita sekarang hanya memakai handuk sebagai penghalang tubuhnya, dia langsung menutupi bagian dadanya yang sedikit terbuka dengan tangannya.
"Saya tidak bisa menyerahkanya tuan" ucap Hasnita
"Memangnya apa yang kau punya?" tanya Deffar segera berdiri dari duduknya
"Aku mohon, jangan lakukan apapun padaku" ucap Hasnita yang merasa kalau kondisinya itu sangat Rawan, dan merapatkan dirinya ke dinding
Deffar hanya tersenyum ringan, karena Hasnita yang menganggapnya selalu mengincar tubuhnya.
Hasnita juga langsung melirik tiga potong gaun dengan warna dan model yang berbeda beda di sana"Oh,Begitukah?, bb boleh saja, tapi anda harus keluar dulu" ucap Hasnita
"Aku tidak bisa melihatnya kalau aku di luar," ucap Deffar
"Jadi anda ingin melihatku berganti pakaian di depan mata anda, begitu?, aku aku tidak mau" ucap Hasnita memeluk dirinya lebih erat
"Baiklah, aku akan mewakilkanya," ucap Deffar yang segera beranjak
Sebelum Deffar keluar dari pintu kamar, Deffar melirik Hasnita lagi "Satu hal lagi, aku sudah melihat semuanya darimu, jadi sekalipun kau coba menyembunyikanya, aku sudah tau seperti apa di dalam handukmu, kau tidak perlu khawatir, aku tidak begitu tertarik dengan yang kau punya" ucap Deffar, setelah berkata seperti itu Deffar langsung keluar
Sementara Hasnita sedikit syok mendengarnya, "Apa?, kapan dia melihat semuanya?, kenapa aku tidak menyadarinya?, apa dia memasang kamera pengawas di toiletnya, sialan, aku Joged Joged segala lagi tadi, kupikir tidak akan ada yang melihatnya, benar benar sialan" gumam Hasnita kesal
Hasnita masih belum sadar kalau yang di maksud Deffar adalah kejadian sebelumnya saat mereka masih di kediaman lamanya
Tidak berselang lama, beberapa perias profesional masuk keruangan Kamar Hasnita,
__ADS_1
"Kalian siapa?" tanya Hasnita bingung
"Kami yang bertugas merias anda nona, saya pikir tuan sudah membicarakan nya dengan anda" ucap salah satu perias itu
"Merias??" ucap Hasnita penuh tanda tanya
'Apa aku akan di nikahi paksa oleh pria itu?, bukanya dia bilang tidak tertarik dengan ku?, dasar, mulut laki laki memang tidak bisa di percaya ' pikir Hasnita
.
Sementara itu, di halaman yang cukup luas di kediaman baru Deffar, satu persatu mobil tamu berdatangan hingga hampir memenuhi tempat parkir yang tersedia
Mereka semua datang atas undangan dari Deffar untuk memeriahkan acara peresmian Rumah barunya yang sempat tertunda,
Di antara tamu yang hadir dengan pakaian berkelas, ada satu orang gadis yang datang dengan pakaian sederhana saja, dia adalah Rani, teman dari Hasnita
Rani datang karena permintaan Deffar sebelumnya , dia di pinta Deffar untuk menemani Hasnita di pesta kecil yang di adakannya
Rani langsun di sambut beberapa pelayan Deffar yang langsung mengarahkanya ke ruangan kamar Hasnita
Rani masuk dan melihat Kalau Hasnita kini tengah di rias beberapa orang di depan meja riasnya
Hasnita sekilas memperhatikan Rani yang baru masuk dari pantulan cermin, Sontak Hasnita menoleh saat menyadari kalau yang datang itu sahabatnya
"Rani?, Raniiiii!!!" Hasnita langsung beranjak dari meja rias untuk menghampiri Rani yang masih agak linglung karena baru pertama kali masuk ke rumah mewah seperti itu
Hasnita langsung memegangi kedua tangan Rani "Kenapa kamu bisa kesini?, kau tega sekali padaku, dasar jahat" ucap Hasnita
"Maaf, kamu siapa?" tanya Rani memastikan, karena dia sedikit panggling melihat penampilan Hasnita yang sekarang.
"Apanya yang siapa, aku Hasnita" ucap Hasnita
"Hasnita?, ya ampun, kamu cantik sekali, aku benar benar tidak mengebalimu" ucap Rani sambil menangkap wajah Hasnita
"Buasa saja, tapi baru kali ini kamu bilang seperti itu padaku, O ya, kamu belum menjawab pertanyaan ku, kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Hasnita
"Ya aku di minta pak Deffar untuk datang kemari, itu loh Nit , pas kemarin dia bisik bisik," ucap Rani
__ADS_1
"Sebentar, pak siapa kamu bilang?, pak Deffar?" tanya Hasnita yang memang masih belum menyadrinya juga