Terperangkap Pernikahan Adat

Terperangkap Pernikahan Adat
Eps 27


__ADS_3

Deffar menyuruh seseorang untuk mencarikan Stelan baju yang pas untuk Hasnita pergi ke kantornya, setelahnya Deffar juga segera beranjak untuk bersiap.


Sementara Hasnita juga mencoba untuk bisa sesingkat mungkin melakukan ritualnya.



Beberapa menit kemudian.


'Tok' tok'


"Non, saya bawakan baju untuk nona, apa saya boleh masuk" tanya pelayan dari luar pintu kamar Hasnita.


"Masuk saja, pintunya tidak di kunci" ucap Hasnita yang kini tengah terduduk di depan meja riasnya, dengan gincu di tangannya.


Pelayan pun langsung membuka pintunya dan masuk dengan mebawa serta baju untuk Hasnita.


"Tuan menyuruh saya membawakan baju ini untuk Nona" ucap pelayan itu.


"Oh iya, terimakasih banyak, taruh saja di situ" ucap Hasnita menunjuk tempat tidur


"Baik non, Kalau begitu saya permisi lagi non" ucap sang pelayan yang sudah menyimpan bajunya.


"Iya, silahkan" ucap Hasnita


Setelah Hasnita sudah beres memoles wajahnya, dia segera melihat lihat pakaian yang di siapkan Deffar untuk dia ke kantor.


"Kemeja yang bagus, pasti harganya mahal sekali" ucap Hasnita sambil mencari cari lebelnya untuk melihat harga, namun harga yang tertera di lebel sudah terobek.


"Yah, harganya sudah tidak ada lagi!, tak apalah, mau baju mahal atau baju biasa pasti sama saja, tidak perlu cara husus untuk memakainya" ucap Hasnita yang segera mengganti pakaianya.


*


Sementara Deffar yang sudah siap juga langsung pergi ke depan pintu kamar Hasnita untuk menunggunya keluar.


Deffar langsung mengetuk pintunya "Apa kau sudah siap?" tanya Deffar


"Sedikit lagi kak, sebentar" ucap Hasnita


Tidak lama Hasnita yang sudah selesai bersiap segera membuka pintu kamarnya.


"Aku sudah siap, apa aku cocok pakai baju seperti ini?" tanya Hasnita yang meminta penilaian dari Deffar


Deffar sedikit memperhatikanya dan menurut Deffar Hasnita terlihat sedikit lebih dewasa dengan berpenampilan formal.


"Mmm, lumayan," ucap Deffar memperhatikan Hasnita.


"Syukurlah kalau begitu" ucap Hasnita tersenyum.

__ADS_1


Sementara Deffar masih terus saja memperhatikanya.


"Apa kita pergi sekarang?" tanya Hasnita yang sedikit salah tingkah, karena Deffar memandanginya terus.


"Oh ya, tentu," ucap Deffar


Hasnita pun segera melangkah, yang langsung di barengi oleh Deffar di sampingnya.


Begitu mereka sampai di depan mobil Deffar, sang sopir pribadi yang jarang Deffar pakai langsung membuka kan pintu depan mobil untuk Deffar Masuk.


Tapi Deffar malah membukakan pintu belakang untuk Hasnita.


"Masuklah" ucap Deffar


Sang sopir langsung menggaruk tengkuknya karena merasa sudah salah membukakan pintu.


"Iya terimakasih" ucap Hasnita yang segera masuk kedalam, dan duduk.


"Pak Pri, kau yang bawa mobilnya" ucap Deffar sambil beranjak ke sisi lain mobil.


"Oh, iya pak Deff" ucap pak Pri sedikit kaku, karena tidak biasanya Deffar memakai jasa supirnya untuk pergi, biasanya mereka hanya di tugaskan Deffar untuk memelihara mobil mobil koleksinya saja.


Deffar segera duduk di kursi belakang di samping kursi Hasnita.


"Tumben kakak duduk di belakang" ucap Hasnita


"Sekali kali aku tidak ingin terfokus ke arah jalanan saja" ucap Deffar


"Maksudku sekali sekali aku ingin terfokus pada seseorang yang duduk di sampingku" ucap Deffar asal


"Oh", Hasnita langsung tersipu malu dengan pipi yang mendadak merah padam saat mendengar nya, 'Apa kak Deffar menyukaiku?, masa iya?' Hasnita hanya bisa menebak nebak dalam hati.


Mereka pun segera memulai perjalanan untuk pergi ke kantor Deffar.


Sepanjang perjalanan Hasnita merasa canggung karena Deffar yang membuatnya sedikit baper di awal. jadi dia memilih diam dan tidak banyak bertanya.


Sesampainya mereka di depan kantor Deffar, mereka langsung di buka kan pintu oleh para penjaga kantor Deffar dan di sambut dengan hormat.


Deffar segera turun dan menunggu Hasnita menghampiri nya, setelah Hasnita di sampingnya Deffar meminta tangan Hasnita untuk menggandengnya.


"Selamat pagi bos" sapa beberapa karyawan dengan sedikit membungkuk.


"Pagi" ucap Deffar datar


Deffar segera mengajak Hasnita untuk memasuki kantornya.


Hasnita hanya bisa mengikuti dan memperhatikan suasana kantor Deffar yang sedikit ramay dengan karyawan karyawan yang silih berganti menyapa Deffar

__ADS_1


Tiba tiba Erika yang memang sudah menunggu Deffar datang menghampiri mereka berdua.


Hasnita sedikit tidak menyangka kalau dia harus bertemu lagi dengan Erika di sana.


"Deffar, kita harus bicara, please!" ucap Erika


"Untuk apa kau disini?, kau sudah tidak punya kepentingan lagi di kantor ini kan?" tanya Deffar yang memang sudah menyuruh pihak kantornya untuk memecat Erika dari jabatan Manajernya.


"Def, apa kau benar benar ingin membuangku hanya untuk perempuan kampungan ini. tolong buka matamu Deff" ucap Erika


"Dia adalah Adiku, pergilah!, sebelum aku menyuruh penjaga untuk menyeret mu keluar!!" tegas Deffar


Erika langsung menatap sengit pada Hasnita "Kamu benar benar wanita pelakor, kau pasti sudah mencuci otak Deffar, iya kan?" ucap Erika yang langsung menjambak Rambut Hasnita untuk melampiasakan kekesalannya.


"Aw aw, sakit kak" ucap Hasnita kaget dan meringis kesakitan.


Deffar sedikit tidak menyangka kalau Erika akan melakukan hal semacam itu di depan umum pada Hasnita.


"Hentikan, apa yang kau lakukan" ucap Deffar yang langsung menepis dan mendorong Erika supaya dia menjauhh dari Hasnita.


"Jangan halangi aku Deff, aku tau dia ini bukan adikmu kan?, tapi orang yang sudah membuatmu berubah padaku. pasti kau sudah di rayu oleh dia kan?" ucap Erika yang geram pada Hasnita.


"Diam!!, kalau kau tidak berhenti aku tidak akan segan untuk memukulmu" ucap Deffar yang terpancing emosi dan refleks mengangkat tanganya.


Tapi Hasnita langsung meraih tangan Deffar dengan lembut "Kak, hentikan kak, kau tidak perlu memakai cara kekerasan kan" ucap Hasnita


Deffar lalu menghela nafasnya dalam dan menurunkan tanganya lagi.


"Ayo, kenapa berhenti, tampar saja aku, bunuh saja aku sekalian jika kau memamg tidak bisa memaafkan ku Deff" ucap Erika sambil mencekram baju Deffar.


"Dengar baik baik, aku bisa saja memaafkanmu, tapi tidak untuk kembali padamu, aku menghargaimu karena kita pernah bersama, tapi ku minta sekarang, jangan ganggu kehidupanku lagi, karena apa?," Deffar meraih tangan Hasnita, dan memperlihatkan dua buah cicin yang melingkar di jari manis mereka masing masing


"Karena aku sekarang sudah menikah dengan Hasnita, jadi ku harap kau tidak perlu menggangu kehidupan ku dengan istriku" ucap Deffar yang memang tidak ada niat untuk kembali pada Erika, dan Erika juga sudah menebak dengan benar kalau Hasnita memang bukanlah adiknya.


"Tidak, kau pasti bohong Deff, kau hanya mengarang cerita saja kan" ucap Erika jelas tidak mempercayainya sama sekali.


"Terserah. Kau percaya atau tidak, itu hakmu" ucap Deffar


"Kau bohong, kau pasti bohong Def, aku tidak percaya kau bisa menikahi wanita yang baru kau kenal" ucap Erika dengan terus menarik narik baju depan Deffar


Tidak lama dua orang penjaga keamanan kantor segera menghampiri untuk menangkap Erika yang membuat kegaduhan di lobi, mereka langsung menariknya paksa dari Deffar.


"Lepaskan aku, lepaskan" ucap Erika berontak


"Bawa dia keluar, danjangan biarkan dia masuk ke kantor ini lagi" ucap Deffar dengan sedikit merapihkan jasnya yang sedikit kusut oleh Erika


"Baik pak" ucap salah satu penjaga

__ADS_1


Deffar langsung membawa Hasnita untuk berlalu dari hadapan Erika yang semakin menggila.


"Deffar, kau tidak bisa membuangku seperti ini, Deffar" teriak Erika yang di seret penjaga untuk keluar Dari kantor Deffar.


__ADS_2