
Deffar membuntuti mobil berwarna kuning milik Erika dengan terhalang dua mobil di depanya, mobil yang pernah di hadiahkan Deffar untuknya itu melaju tidak begitu kencang, jadi Deffar juga tidak terlalu terburu buru membawa mobilnya.
Deffar melihat Erika membelokan mobilnya ke resto yang jaraknya hanya beberapa blok saja dari kantornya
Jadi Deffar juga menghentikan mobilnya di pinggir jalan di depan area resto itu,
Setelah Deffar melihat Erika masuk kedalam Restoran , Dia juga turun dari mobil untuk masuk ke restoran yang sama
"Harusnya aku melakukan hal yang lebih penting daripada harus mengikuti Erika makan" gumam Deffar yang tidak mengerti kenapa dia ingin sekali memata matai Erika sekarang
Deffar masuk dan mencari keberadaan erika ke berapa sudut resto, dan Deffar melihat kalau Erika ada di salah satu meja dan hanya duduk sendirian saja
'Hhh, Aku hanya melakukan hal yang konyol saja '. Batin Defar
Karena sudah masuk, Deffar juga tidak mau terlihat semakin konyol jika harus keluar lagi tanpa duduk terlebih dulu , jadi dia memutuskan untuk memesan sesuatu di sana.
Deffar tidak berniat untuk bergabung dengan Erika, Dan dia duduk di meja yang saling membelakangi dengan Erika , kalau pun Erika melihatnya dia juga tidak peduli
"Halo, kamu di mana?, aku sudah sampai di sini, kau yang mengajaku bertemu malah kau yang terlambat"
Deffar bisa mendengar jelas percakapan Erika dengan ponselmu , hanya saja dia tidak tau siapa yang di hubungi Erika
"Untuk apa aku harus ke toilet, gak jelas," ucap Erika
"Baik, awas saja kalau kau berbohong" ucap Erika sedikit ketus, dia langsung beranjak dari tempat duduknya dan mengarah ke bagian belakang restoran
Deffar juga hanya menoleh ke arah perginya Erika
.
Erika melewati lorong dan langsung masuk ke area toilet, dia langsung di sambut oleh sebuah tangan yang tiba tiba memeluknya dari belakang
(18+, scroll sampai emoji '👍' untuk melewati)
"Hay sayang" ucap orang yang sebelumnya tidak terlihat oleh Erika
"Kau mengagetkanku saja, kenapa kau mengajaku bertemu di sini?" Tanya Erika datar
__ADS_1
"Aku hanya tidak ingin kerinduanku di lihat oleh orang lain saja, rasanya sudah lama sekali kita tidak seperti ini kan" ucap Daniel
"Jangan bodoh, tempat ini masih sangat dekat dengan kantor, lepaskan aku," ucap Erika mencoba melepaskan dirinya dati tangan Daniel
Tapi Daniel tidak mau melepasnya "Ayolah, tidak akan ada yang melihat kita di sini, sulit sekali rasanya mengajakmu bertemu setelah Deffar kembali" ucap Daniel
"Ya tapi jangan di sini juga, kalau ada orang kantor yang melihat kita di sini, itu akan jadi masalah besar untuku bodoh" ucap Erika
Daniel memutar tubuh Erika supaya mereka berhadapan "Kau tidak perlu sekhawatir itu, Santai saja sayang" Ucap Daniel, di langsung mencium bibir seksi Erika tanpa memperdulikan sekitarnya
"Mmmmm" lirih Erika sedikit tersentak
Erika yang awalnya menolak ciuman dari Daniel juga perlahan membalasnya
Melihat mangsanya sudah menyambut, Daniel mendorong Erika perlahan untuk memasuki bilik toilet dengan masih berciuman
Setelah mereka di dalam, Daniel menekan Erika ke dinding kamar mandi, dan dia lebih liar dan leluasa untuk mencumbui leher jenjang Erika yang putih mulus
"Ah, apa kau sudah gila, jangan memancingku di tempat seperti ini" ucap Erika
"Hentikan, jangan di sini bodoh, kita cari tempat lain yang lebih baik" ucap Erika sedikit khawatir kalau aktivitas mereka kepergok orang lain
"Sudahlah, sama saja kan, aku tau Deffar tidak pernah mengagumi keindahanmu seperti aku mengagumi milikmu ini kan?" ucap Daniel terus bermain di sana
"Ah," Erika hanya bisa terpejam mendapatkan perlakuan itu dari Daniel, meski pikiranya menolak , tapi tubuhnya tidak bisa menampik belayan yang di berikan oleh Daniel padanya , toh juga itu bukan yang pertama kali untuk mereka, itu pikir Erika
Menyadari kalau Erika sudah terbuay dengan permainan tangannya, membuat Daniel semakin berani untuk menyingkap bagian bawah Erika dan m*r*mas pinggulnya yang sintal, dan itu membuat ciuman mereka terlihat lebih panas lagi
Saat Daniel sudah tidak bisa membendung hasratnya lagi, dan bersiap untuk menyalurkanya, , 'Brak'
(👍)
Pintu tiba tiba saja di tendang seseorang dari luar hingga terbuka
Jelas Daniel langsung kaget dan merapihkan dirinya lagi "Bedebah," gerutu Daniel kesal karena merasa hasratnya yang sudah di ubun ubun harus terganggu
Tapi Daniel lebih terkejut lagi saat dua menengok dan melihat kalau yang berdiri di sana adalah Deffar
__ADS_1
Erika juga kaget bukan main dan langsung merapihkan bajunya yang sudah berantakan
Dengan wajah menggelap serta sorot mata yang merah padam, Deffar menatap kedua orang di dalam toilet itu dengan emosi yang memuncak
Bagaiaman tidak, di depan matanya sendiri dia melihat sahabat dan pacarnya berbuat demikian
"Aku benar benar tidak habis pikir, aku kira kalian tidak akan sejauh ini" ucap Deffar
"De Deffar,, ma maaf, aku aku khilaf " ucap Daniel tidak bisa berbicara terbata bata
"Binatang" ucap Deffar datar, meski dia emosi, tapi dia masih bisa mengotrol dirinya
"Sa sayang, Daniel yang memakasaku melakuka ini, aku, aku,..
"Kupikir aku masih bisa mempercayaimu setelah semua kesempatan yang sudah ku berikan padamu, Baiklah, jika memang kalian ingin melakukan nya, lakukan saja, aku tidak ingin mencampuri urusan kalian lagi mulai detik ini" ucap Deffar langsung berbalik untuk pergi dari tempat memuakan itu
Bukan dia tidak ingin marah, bukan dia tidak ingin melupakan emosi nya pada mereka yang sudah menghianatinya, tapi dia merasa tidak perlu membuang buang tenaganya hanya demi wanita seperti Erika
Kalau sekarang Erika bisa menghianatinya sampai sejauh itu, dia merasa sudah tidak patut lagi untuknya memberikan Erika kesempatan
Erika langsung mengejar langkah Deffar yang berjalan cukup cepat di lorong
"Sayang, sayang, aku mohon dengarkan dulu penjelasanku" ucap Erika, tapi Deffar tidak memperdulikanya
Saat mereka sampai di luar resto, Erika langsung memeluk Deffar dari belakang "Sayang, aku mohon dengarkan dulu penjelasan ku, aku di paksa oleh Daniel sayang" ucap Erika dengan menangis
"Sungguh?, aku lihat kau begitu menikmatinya, dan sayangnya aku tidak begitu bodoh untuk mempercayai mu, Lepaskan tangan hina mu ini dariku, aku tidak sudi di sentuh oleh wanita jal*ng seperti mu," ucap Deffar
"Aku mohon sayang, jangan menganggilku begitu," ucap Erika
"Lalu sebutan apa yang paling pantas untukmu?, p*l*c*r?, atau apa?" ucap Deffar yang sebisa mungkin menahan emosinya
"Ini semua juga gara gara kamu, kalau kamu bisa memberikanku perhatian lebih, aku tidak akan seperti ini" ucap Erika
"Jadi Kau menyalahkanku?, Baik, aku memang bersalah, karena sudah mempercayaimu untuk masuk di kehidupan pribadiku, terimakasih sudah. Mengingatkan" ucap Deffar langsung melepaskan tangan Erika dengan kasar
"Sayang, aku mohon, beri aku kesempatan" ucap Erika yang terus mengejar Deffar yang bergegas ke mobilnya yang terparkir di luar area resto.
__ADS_1