Terperangkap Pernikahan Adat

Terperangkap Pernikahan Adat
Eps16


__ADS_3

Hasnita berniat pergi dari acara bukan karena takut akan di intimidasi lagi oleh Erika, tapi dia memilih untuk menghindari masalah yang tidak perlu, mengingat statusnya di sana juga tidak jelas,


Jika Deffar tidak menganggapnya istri, alasan apa yang tepat untuk dia tetap berada di sana, itu pikir Hasnita


"Rani, kita pulang sekarang" ucap Hasnita


"Lho, kenapa?" tanya Rani yang tidak begitu menyimak Saat Erika menggertak Hasnita


"Pokonya aku ingin pulang sekarang, kalau kau mau di sini, ya terserah" ucap Hasnita yang langsung beranjak pergi dari kerumunan


Sesampainya di kamarnya, Hasnita langsung membereskan barang barang miliknya


"Nit, ada apa sebenarnya?" tanya Rani


"Kamu tadi lihat wanita cantik yang bersalaman denganku tidak?" tanya Hasnita


"Iya, aku melihatnya, dia memang sangat cantik, memangnya kenapa Nit?" tanya Rani


"Dia itu tunangan Kak Deffar" ucap Hasnita


"Oh, jadi cerita nya kamu cemburu ya, karena suamimu punya tuangan yang cantik" ucap Rani asal


"Aku memang tidak cantik, maka dari itu setatusku tidak jelas di sini" ucap Hasnita dengan mata berkaca kaca


"Nit, kau benar benar cemburu atau apa?" tanya Rani mencoba memastikan


"Sudahlah jangan di bahas lagi " ucap Hasnita


Rani melihat ada tetesan air mata yang terjatuh dari mata Hasnita


"Apa kau menangis?" tanya Rani


"Hah?" Hasnita langsung menyentuh pipinya dan menyadari kalau matanya memang ber air


"Hhh, Aneh sekali, untuk apa aku menangis, tidak jelas" ucap Hasnita dengan memaksakan bibirnya untuk tersenyum


"Apa sebenarnya kau menyukai Pak Deffar?" tanya Rani


"Tidak lah, aku masih sadar aku ini siapa," ucap Hasnita yang mencoba menghapus air matanya


Hasnita benar benar tidak mengerti air mata apa yang sebenarnya dia keluarkan itu, mungkin di hati terdalamnya Hasnita sempat berharap bisa menggantungkan nasibnya di pundak Deffar


Dan sayangnya harapan yang setipis kertas itu malah robek karena kedatangan Erika yang tiba tiba


"Aku mohon jangan menangis Nit, aku tidak tega melihatmu begini" ucap Rani yang langsung merangkul Hasnita


Tapi dengan Rani memeluknya seperti itu bukan meredakaan perasaan Hasnita yang sedih, justru malah membuat Hasnita semakin haru


"Menangislah, itu mungkin akan melepaskan bebanmu" ucap Rani


__ADS_1


Sementara Deffar yang kembali ke tempat Acara tidak melihat Hasnita di mana pun


"Kemana Dia?" gumam Deffar


"Sayang, kamu cari Siapa" tanya Erika yang di samping Deffar


"Hasnita. Gadis yang tadi bersamaku , apa kau melihatnya?" tanya Deffar


"Aku tidak tau, dia mungkin sudah pulang duluan" ucap Erika


"Acara intinya baru akan di mulai, kenapa dia malah tidak ada?" ucap Deffar


Deffar langsung beranjak untuk mencari Hasnita ke kamar nya


Erika tentu saja terus mengawal Deffar kemana pun dia pergi


"Sayang, sudahlah, kenapa kau terus mencarinya, memangnya dia itu siapa?" tanya Erika


"Dia adiku, aku tidak bisa melanjutkan acaranya jika dia tidak ada" ucap Deffar


Deffar segera membuka pintu kamar Hasnita. Dan dia mendapati kalau Hasnita sedang menangis di soffa ruangan kamarnya ,


Tentu itu menjadi tanda tanya besar untuk Deffar


Hasnita langsung menyeka air matanya saat melihat Deffar datang


"Apa kau menangis?" tanya Deffar sambil mendekat ke arah Hasnita


"I iya, Hasnita tadi kelilipan" ucap Rani


"Apa sekarang sudah baikan?" tanya Deffar


"Sebenarnya aku merasa sedikit tidak enak badan, bolehkah aku pulang sekarang?" tanya Hasnita


"Aku akan memgantarmu ke dokter jika kau sakit" ucap Deffar


Erika hanya memantau Hasnita dari belakang Deffar, karena Filingnya mengatakan Kalau Hasnita itu bukan Adik dari Deffar, seperti yang Deffar katakan


"Tidak Kak, aku mungkin hanya butuh istirahat saja" ucap Hasnita


Deffar bukan orang bodoh, dia pandai membaca kondisi, dan menurutnya pasti ada sesuatu yang mengganggu pikiran Hasnita


"Rani, apa kau bisa keluar sebentar, aku ingin bicara empat mata dengan Hasnita" ucap Deffar


"Tentu pak Deff " ucap Rani langsung berdiri dari duduknya


Tapi Hasnita menahan Rani dengan memegang tanganya, tanda dia tidak setuju kalau Rani keluar


"Kalau mau bicara, bicara saja, tidak perlu menyuruh Rani Keluar" ucap Hasnita


"Rani, keluarlah, Erika, kau juga keluarlah" ucap Deffar

__ADS_1


"Kenapa aku juga harus keluar?" tanya Erika


"Bukan kah sudah ku bilang, hanya empat mata" ucap Deffar


"Baiklah" ucap Erika ketus


Rani juga perlahan melepas genggaman Hasnita di tanyanya "Kau di sini saja dulu, aku akan kembali nanti" ucap Rani


Diapun segera beranjak keluar melewati Deffar "Permisi pak" ucap Rani dengan sedikit membungkukan badanya


Setelah semuanya keluar, Deffar menghampiri Hasnita yang meneteskan lagi air matanya


Deffar merendahkan dirinya di hadapan Hasnita "Hey, kau kenapa, apa ada masalah?" tanya Deffar


"Tidak ada" ucap Hasnita


"Sudah kubilang, kau tidak pandai berbohong, jadi jangan melakukannya, bicaralah?" ucap Deffar


"Baik, aku punya satu pertanyaan untuk Anda, untuk apa aku berada di sini sekarang ?" Tanya Hasnita,


"Apa kau marah karena aku tidak berterus terang tentang setatus kita pada semua orang?" tanya Deffar


"Tidak, Anda jawab saja pertanyaan ku" ucap Hasnita dengan sedikit terisak


Deffar menghela nafasnya dalam dalam "Baiklah, alasanku membawamu kemari adalah, supaya aku bisa melindungi Mu, memastikan kalau kau akan baik baik saja, memastikan kalau kau tidak akan kekurangan suatu apapun seperti sebelumnya" ucap Deffar


"Kenapa?, kenapa Anda harus melakukan nya?" tanya Hasnita


"Itu karena ibuku yang memintanya, kau sudah banyak menggantikan peran ku di sisinya, aku hanya ingin berterimakasih padamu" ucap Deffar


"Oh, aku mengerti sekarang, ini tentang balas budikan?, aku tidak merasa punya jasa apapun pada Nenek Sinai, dan malah aku yang punya hutang budi padanya, Jadi anda tidak lerlu melakukan apapun untuku" ucap Hasnita


"Kurasa bukan ini masalah yang ingin kau perkakas kan" ucap Deffar yang merasa bukan itu masalah yangebuat Hasnita menangis


"Apa aku harus mengatakanya?" tanya Hasnita


"Tentu saja, supaya aku tau" ucap Deffar


"Baiklah, intinya, aku tidak bisa tinggal bersama anda di sini, aku hanya orang biasa, tidak pantas tinggal di tempat Anda ini, Dan bu Erika, Nantinya dia juga akan tinggal di sini kan, jadi aku merasa tidak mungkin ada di tengah tengah kalian nantinya" ucap Hasnita


"Kenapa?" tanya Deffar malah bertanya


"Kenapa?, itu, itu karena aku sama sekali tidak punya ikatan darah dengan anda, dan aku ini perempuan," ucap Hasnita


Deffar sedikit mengerti, dan menyimpulkan kalau yang di maksud Hasnita soal masalah perasaannya, hanya saja Hasnita tidak terllau menjabarkannya saja,


Deffar juga tidak bisa mengatakan kalau dia menginginkan Hasnita, karena dia hanya berniat menjalankan wasiat terakhir ibunya untuk menyayangi Hasnita sebagai adik, karena Deffar sama sekali tidak kepikiran untuk menjadikan Hasnita sebagai pendamping hidupnya


"Baik, aku paham maksudmu, tapi kalau kau tidak keberatan, aku ingin meminta bantuanmu untuk menyelesaikan acara di luar. Apa kau mau membantuku?" tanya Deffar


Hasnita hanya menganggukan kepalanya, meski dia tidak tau bantuan apa yang Deffar maksud

__ADS_1


__ADS_2