Terperangkap Pernikahan Adat

Terperangkap Pernikahan Adat
Eps 17


__ADS_3

Hasnita kembali ke tempat acara karena permintaan Deffar, meski dia merasa tidak punya kepentingan apapun di acara itu, tapi dia tetap menghormati permintaan Deffar


Hanya saja, jika sebelumnya dia berani menggandeng tangan Deffar, kali ini dia tidak ingin terlihat terllau dekat dengan Deffar, dia hanya menguntit di belakang bersama Rani.


Itu karena Erika juga yang terus mengawal Deffar dengan ketat, dan enggan untuk melepaskanya


Di tambah Jessi yang ikut bergabung di antara mereka saat acara simbolis akan berlangsung. Jadi Hasnita sama sekali tidak punya ruang untuk bisa berada di samping Deffar


Semua hadirin berkumpul di depan rumah Deffar untuk memotong pita persmian


"Aku ucapkan terimakasih untuk semua hadirin yang sudah datang di acara ini, Aku merasa senang acara yang sebelumnya harus tertunda ini, bisa di laksanakan pada hari ini, dan karena ibuku yang harusnya memotong pita peresmian ini sudah tidak ada, jadi saya akan mewakilknya pada seseorang yang dekat dengan beliau ," ucap Deffar


Erika Sontak bersemamgat, karena dia yakin kalau dirinya lah yang akan di berikan kehormatan untuk memotong pita peresmian rumah baru itu oleh Deffar


Tapi ternyata Deffar berbalik ke belakang dan meminta Hasnita untuk maju ke depan


"Aku?" tanya Hasnita


"Tentu saja" ucap Deffar


" Oh baiklah " ucap Hasnita langsung masuk menggantikan Jessi yang memberinya ruang


Erika tentu langsung menatap sinis pada Hasnita


Deffar segera mengambil gunting peresmian dari nanpan yang di bawa Jessi, dan menyerahkannya pada Hasnita


"Kenapa aku yang harus memotongnya?" tanya Hasnita


"Itu karena kau putri kesayangan ibu, jadi hanya kau yang pantas mewakilinya" ucap Deffar


Hasnita langsung mengambil nafas nya dalam dalam, dan segera memotong pita yang ada di depanya.


Gemuruh tepukan pun langsung terdengar dari para tamu undangan yang datang


Acara pun segera berlanjut untuk makan makan, dan Deffar sama sekali tidak memberi ruang untuk Erika untuk bisa menggertak Hasnita lagi,



Setelah acara makan makan selesai, Hasnita langsung di antar pulang oleh mobil Deffar,


Hasnita tidak banyak bicara di dalam mobil, entah kenapa dia merasa sedikit terasingkan, padahal dia sendiri yang meminta pulang pada Deffar


"Sebenarnya Kau tidak perlu kembali ke tempat Kost Mu," ucap Deffar


"Tapi aku ingin kesana, juga, Anda tidak ada hak untuk menentukan di mana aku harus tinggal kan?" ucap Hasnita spontan


"Apa kau masih marah?, Aku minta maaf jika sebelum nya sempat menyusahkan Mu, atau mungkin ada perkataanku yang menyinggung perasaan mu" ucap Deffar

__ADS_1


"Tidak, aku tidak marah soal apapun, aku biasa saja" ucap Hasnita


Deffar melirik ke arah Hasnita dengan tersenyum "Kau tau, aku sedikit menyukai kepribadian Mu, kau selalu memendam masalahmu sendiri, dan berkata seolah semuanya baik baik saja" ucap Deffar


"Ya mau bagaiaman lagi, aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri untuk hal apapun" ucap Hasnita


"Kenapa kau tidak mau mengandalkanku untuk meringankan beban mu" ucap Deffar


"Tidak perlu, aku ini bukan siapa siapa untuk anda kan?, kalaupun sempat ada pernikahan, itu hanyalah sebuah kesalahan saja, Anda hanya tinggal menalaku , dan semuanya akan kembali seperti sebelumnya" ucap Hasnita


Deffar terdiam sejenak mendengar pernyataan Hasnita, dia memang menganggap pernikahan di antara mereka itu memang tidak ada, tapi secara adat, mereka tetap terikat sebuah janji pernikahan yang dia ucapkan sendiri.


Deffar berpikir kalau dengan ikatan itu dia punya alasan kuat untuk bisa menjamin kehidupan Hasnita, meskipun mereka tidak tinggal bersama.


Dan di lingkungan mereka sekarang juga tidak ada yang tau kalau mereka sudah terikat oleh tali pernikahan , termasuk Erika. jadi secara logis itu tidak akan mepengaruhi apapun di kehidupan mereka berdua.


"Aku tidak akan menalakmu" ucap Deffar


Hasnita langsung menoleh heran pada pada Deffar "Kenapa tidak?, aku ingin bebas menjalani hidupku tanpa adanya status yang tidak jelas seperti ini. jujur, ini sedikit membatasiku, jadi aku mohon, Anda bisa membebaskan aku" ucap Hasnita


"Tidak Akan, Intinya ikatan itu akan tetap ada selama kau belum menemukan pasangan yang menurutku cocok untukmu, kau bebas bergaul dengan siapapun atau melakukan apapun yang kau inginkan, selama itu tidak merugikan dirimu sendiri. Ya setidaknya kau tidak perlu menjadi seorang janda di usia mudamu" ucap Deffar asal


"Janda apaan?, gak jelas" ucap Hasnita


"Benar kata pak Deff Nit, kalau kau kena talak, itu artinya kau akan menjadi jamur" ucap Rani nimbrung dari belakang


"Maksudku Itu lho, janda muda di bawah umur Nit," ucap Rani langsung tertawa pelan


"Enak saja, aku tidak mau di panggil Janda" ucap Hasnita dengan sedikit mengerucutkan bibir


Deffar hanya tersenyum melihat ekspresi yang di tunjukan oleh Hasnita itu


.


Mereka akhirnya tiba di tempat Kost mereka lagi, Rani dan Hasnita turun dari mobil Deffar dan segera melangkah pergi tanpa menengok lagi ke belakang


Deffar juga hanya diam di mobil tidak berniat mengantar mereka sampai ke kamar mereka


"Akhirnya, sampai juga" ucap Hasnita setelah mereka tiba di pintu kamarnya


Rani dan Hasnita juga segera masuk ke dalam kamar Kost , Hasnita langsung menjatuhkan dirinya di tempat tidur tipisnya di sana


"Di sini memang sederhana, tapi menurutku ini tempat yang paling nyaman" ucap Hasnita


"Kau ini bodoh atau apa, jelas jelas di tempat Kak Deffar itu lebih nyaman, tadinya aku ingin sekali ikut bermalam di sana denganmu , ya walaupun cuma satu malam saja" ucap Rani


"Kau tidak mengerti posisiku Ran, di sana memamg enak, apapun yang kau mau sudah tersedia, tapi daripada aku di cap sebagai perusak hubungan orang, aku pikir mendingan aku seperti ini" ucap Hasnita

__ADS_1


Rani juga membaringkan dirinya di samping Hasnita "Ya memang, orang seperti kita mungkin akan selalu serba salah, selalu di salahkan jika ada masalah, jadi kurasa memang akan lebih baik jika kita tidak punya masalah" ucap Rani


"Itulah yang kupikirkan" ucap Hasnita


'Tok Tok tok' Tiba tiba terdengar ketukan pintu dari pintu kamar mereka


"Siapa ya?" tanya Hasnita


"Aku akan melihatnya" ucap Rani langsung beranjak untuk mengintipnya dari jendela


Rani terkejut karena orang yang mengetuk pintu adalah orang yang ingin menagih hutang padanya


Dia langsung kembali pada Hasnita dengan panik


"Celaka, itu orang rentenir yang datang, bagaimana ini, aku belum ada uang lagi" ucap Rani


"Kau punya utang pada rentenir Ran?" tanya Hasnita


"Iya, aku meminjamnya untuk membeli ponsel baruku" ucap Rani Nyengir


"Kau ini ada ada saja, terus bagaiamana sekarang?," tanya Hasnita juga langsung terduduk


'Bruk bruk bruk' "Rani, buka pintunya, aku tau kau ada di dalam kan, cepat keluar" teriak si rentenir yang habis kesabaran


"Haduuh, bagaiamana ya?" gumam Rani semakin gelisah


"Ya sudah kau temui saja dan bilamg kalau hari ini belum punya uang" ucap Hasnita


"Baiklah akan ku coba" ucap Rani


Rani segera membuka pintunya "Maaf miss, barusan aku tudur, maaf sekali " ucap Rani beralasan


"Ya sudah, sekarang bayar hutangmu, beserta tunggakanya" ucap Sang rentenir


"Maaf miss, tapi aku belum ada uangnya sekarang , kasih aku sedikit waktu lagi" ucap Rani


"Astaga, kau dari minggu kemarin itu itu saja jawaban Mu, pokonya aku tidak mau tau, kalau kau tidak bisa bayar sekarang, aku akan menyita barang barangmu," ucap sang rentenir


Rani menoleh ke belakang, "Tapi aku tidak punya barang apapun mis" ucap Rani


"Berikan tasmu" ucap sang rentenir langsung merebut tas Rani yang di tanganya


"Ja jangan mis, aku benar benar belum ada uangnya" ucap Rani


"Aku ambil ponselmu untuk jamiananya, kalau besok kau masih belum bisa membayar, terpakasa aku harus bertindak tegas padamu" ucap Sang retenir


"Aku mohon jangan miss, ponsel itu modal utamaku" ucap Rani

__ADS_1


"Aku tidak mau tau,, ingat, besok kau harus membayarnya, kalau tidak kau akan menyesal" ucap Sang rentenir. Diapun segera berlalu dengan di ikut oleh 2orang bodyguardnya


__ADS_2