
Mendengar Rani menyebut nama Deffar, Hasnita langsung terbayang sosok laki laki dingin, keras kepala, emosian dan punya sorot mata panda yang memilukan
"Dimana kau melihat Kak Deffar?" tanya Hasnita sedikit bersemangat
"Ya di luar barusan" ucap Rani
"Maksudmu kau mengajak kak Deffar kemari?. bagus kalau begitu, pasti dia akan membelaku" ucap Hasnita
"Apa yang kau bicarakan?, aku tidak mengerti" ucap Rani
"Apa kau tidak tau, aku akan di paksa menikah oleh pria yang kemarin, padahal aku sudah bilang beberapa kali kalau aku sudah menikah, tetap saja dia tidak mau melepaskan ku" ucap Hasnita.
"Nit, pak Deffar masih belum memberitahumu ya?" tanya Rani.
"Memberitahu apa?" tanya Hasnita.
"Astaga, kupikir dia sudah mengatakan semuanya padamu , gini lo Nit, orang yang membawamu kemarin itu, itu pak Deffar, suami mu" ucap Rani
"Sebentar, apa kau bisa mengurai perkataan mulebih jelas lagi?, aku aku masih tidak mengerti maksudmu" ucap Hasnita
"Apanya yang tidak mengerti, mending gini Deh, supaya lebih jelas, kita keluar dan temui dia saja" ucap Rani
"Tapi aku...."
"Ah gak ada tapi tapian, ayo" ucap Rani langsung menarik Hasnita untuk keluar dari kamarnya
Rani menarik Hasnita langsung ke ruangan para tamu undangan berada. Hasnita melihat di ruangan itu ternyata sudah banyak orang yang datang
Rani tidak banyak bicara dan Langsung menarik Hasnita lagi ke arah kerumunan tamu
"Ran Rani, jangan kesana Ran, aku malu" ucap Hasnita
"Tenang saja, kau nampak sempurna, jangan malu" ucap Rani
Mereka segera bergabung dengan para tamu yang datang, Rani juga tidak melepaskan tangan Hasnita di kerumunan
"Permisi, permisi " saat Rani melewati para tamu
Hasnita juga hanya bisa mengikuti Rani di belakang nya, meskipun dia sebenarnya merasa malu berada di antara orang orang yang berbeda kasta denganya
"Kulit Wajah mu pasti setebal kulit badak Ran, benar benar tidak punya malu" bisik Hasnita di belakang Rani
Kedatangan Hasnita kesana benar benar menjadi perhatian orang orang, karena mereka cukup penasaran tentang Hasnita yang sekarang berpenampialan manis dan anggun, dengan balutan gaun berwarna merah membuat inerbiuty nya terpancar keluar, meski kulit Hasnita tidak seputih salju
"Ran, mending kita kembali saja, aku benar benar malu," ucap Hasnita sedikit minder
Hasnita mengira kalau para tamu meperhatikannya karena penampilan nya aneh
"Tanggung, sebentar lagi juga sampai" ucap Rani yang benar benar merasa percaya diri membawa Hasnita
__ADS_1
Mereka pun akhirnya bisa melihat Deffar yang kini tengah mengobrol dengan beberapa rekannya, yang salah satunya Pak Han
"Nah itu dia, Pak Deffar" Rani langsung memanggil Deffar tanpa ragu ragu untuk menarik perhatiannya
Deffar tentu langsung menoleh ke asal suara Rani, Sementara Hasnita langsung berbalik membuang wajahnya ke arah lain
'Rani Sialan, kenapa harus membawaku ke situasi seperti ini, Haduuuh' gumam Hasnita yang tidak merasa percaya diri di sana, Itu karena dia belum persiapkan mental yang cukup sebelumnya
Apalagi Hasnita sangat tidak menyangka kalau Pria yang membawanya itu ternyata benar benar Deffar
"Sebentar Pak Han, saya segera kembali" ucap Deffar
"Ya silahkan Pak Deff " Ucap Pak Han
Deffar langsung berjalan ke arah Rani dan Hasnita, tapi dia tidak begitu memperhatikan Hasnita yang sekarang membelakanginya
"Ada apa?, apa kau belum bertemu Hasnita?" Tanya Deffar
"Sudah pak, dia bersamaku" Rani menoleh dan menyadari kalau Hasnita malah membelakanginya
Rani sedikit menghela nafasnya "Hhh pantasan saja tidak terlihat , hey, hadap sini napa" bisik Rani
Deffar juga sedikit memperhatikan Hasnita yang sekarang mengenakan salah satu Gaun yang dia pilihkan untuknya,
Hasnita perlahan berbalik dengan hati deg degan, memikirkan kalau sebelumnya dia sudah benar benar bertingkah konyol di depan Deffar
Deffar cukup pangling saat Melihat Hasnita dengan penampilannya sekarang,
Meski Hasnita hanya menggunakan riasan yang simpel, tapi menurut Deffar perubahan Hasnita cukup di luar dugaan, dengan paduan gaun dan aksesoris yang tidak berlebihan, membuatnya nampak cantik, juga tidak menghilangkan kesan gadis belia pada dari diri Hasnita,
"Cukup bagus, mereka tidak mengecewakan" ucap Deffar memuji orang yang sudah Merias Hasnita
Deffar langsung mengulurkan tangannya ke arah Hasnita untuk mengajak di bercengkerama dengan rekan rekan bisnisnya lagi
Sementara Hasnita yang gugup tidak begitu mengerti dan tidak menyambut tangan Deffar, dia hanya diam dan menundukan pandanganya
"Astaga, kenapa ku diam saja" Rani yang gereget langsung meraih tangan Hasnita dan menyerahkannya pada Deffar
Hasnita langsung memasang ekspresi aneh pada Rani yang menurutnya tidak sopan
Tapi tanganya sekarang sudah ada di genggaman Deffar, dan bahkan tangan Hasnita juga di arahkan untuk menggandeng Tangan Deffar.
Hasnita merasa tidak mungkin untuk dia mundur lagi, dan memutuskan untuk memgikuti alurnya saja, kemana pun Deffar membawanya
Deffar membawa Hasnita berkenalan dengan beberapa rekannya
Pak han yang penasaran dengan sosok Hasnita yang nampak begitu dekat dengan Deffar juga berinisiatif untuk menghampiri lebih dulu.
"Pak Def, siapa gadis ini?, rasanya saya baru melihat nya" ucap Pak han
__ADS_1
"Ah iya pak Han, perkenalkan, dia Hasnita, dia saudari saya dari desa, saya memamg baru kali ini mengajaknya kemari" ucap Deffar
"Benarkah?, Pantas saja saya tidak pernah melihatnya, benar benar gadis yang manis" ucap Pak Han
Hasnita hanya bisa melempar senyum pada setiap orang di sana, karena dia tidak tau harus bicara apa, dan memgikuti kemana pun Deffar melangkah
…
Sementara di sisi lain, Erika yang baru saja tiba di sana langsung melihat Deffar yang di dampingi oleh Hasnita, tentu saja dia merasa tidak senang karenanya,
"Hey, Jessi, Siapa gadis yang bersama Deffar itu?" tanya Erika pada Jessi yang kebetulan tidak jauh di depanya
"Aku dengar dia adik perempuanya pak Def bu" ucap Jessi
"Oh" ucap Erika, 'Sejak kapan Deffar punya adik perempuan?, kenapa aku tidak tau' pikir Erika yang tidak percaya begitu saja
Erika mengambil segelas minuman dari meja, dia langsung berjalan mendekat ke arah Deffar, setelah dia begitu dekat dia pura pura tersandung, dan "Ah" percikan air dari gelas pun langsung mengenai lengan jas yang di pakai Deffar, karena Erika datang dari arah samping Deffar
Jelas Deffar sedikit tidak senang "Apa apaan kau ini?," Ujar Deffar
"Maaf maaf sayang, lantainya licin sekali, biar ku bersihkan" Erika langsung mencoba membersihkanya
"Tidak perlu, aku bisa menggantinya" ucap Deffar merasa tidak nyaman jika dia memakai pakaian basah
Sementara Hasnita hanya menyimak di samping Deffar
"Kau tunggu di sini, aku akan mengganti bajuku dulu" ucap Deffar pada Hasnita
"Iya, tentu saja" ucap Hasnita
Deffar segera beranjak pergi. dan Seperginya Deffar dari sana, Erika langsung berhadapan dengan Hasnita, dia mengulurkan tangannya dengan tatapan persaingan
Hasnita tentu langsung menyambut tangan Erika tanpa memikirkan apapun
"Aku Erika, tunangan Deffar" ucap Erika menekankan
Hasnita mendadak tidak enak hati setelah tau kalau yang bersalaman dengannya itu adalah tunangan dari Deffar.
"Oh, aku, aku Hasnita, salam kenal" ucap Hasnita tidak berani menjelaskan tentang dirinya,
"Ada hubungan apa kamu dengan Deffar?" tanya Erika
"Saya, Adiknya pak Def" ucap Hasnita dengan senyum kaku
"Lucu sekali, sejak kapan seorang adik memanggil kakak nya 'Pak', Aku tidak suka kalau ada seseorang yang menggantikan peranku di sisi Deffar,," Erika langsung maju selangkah ke sisi Hasnita sampai mereka begitu dekat.
"Aku tau kau adalah alasan kenapa Deffar menghindariku akhir akhir ini, Feeling ku tidak bisa di bodhi oleh siapa pun, So, kau pergi dari sini, atau aku bisa saja mempermalukan Mu di sini" ucap Erika dengan suara pelan, setelah nya Erika langsung berlalu dari sisi Hasnita
Wajah Hasnita langsung pucat pasi saat menerima intimidasi dari Erika, Entah kenapa dia juga merasa kalau seharusnya dia memang tidak ada di acara itu
__ADS_1