Terperangkap Pernikahan Adat

Terperangkap Pernikahan Adat
Eps 18


__ADS_3

Rani langsung meraung keras di ruangan kamar sempit itu karena kehilangan ponsel kesayanganya


"Nit, ponselku di ambil, itu ponsel kesayangan ku" ucap Rani sambil kelojotan di lantai


"Ran, Ayolah jangan menangis seperti ini, malu sama kamar sebelah" ucap Hasnita yang mencoba menenangkan Rani


"Tapi itu ponselku, hu hu hu" ucap Rani


"Iya, tapi mending kamu pikirkan supaya kita bisa dapat uang untuk membayar tunggakanmu Ran" ucap Hasnita


"Aku tidak bisa berpikir tanpa Ponselku Nit, kamu saja yang berpikir" ucap Rani dengan terus menangis


"Ya aku tidak punya solusi kalau ity masalah uang, aku belum tinggal lama di kota ini kan" ucap Hasnita bingung


Tiba tiba pintu kamar mereka terbuka, karena memamg sebelum nya Rani tidak menutupnya rapat


Sontak Rani Dan Hasnita menoleh ke arah pintu


"Kak Deffar?" ucap Hasnita


"Kenapa dia?" tanya Deffar datar


"Ini, dia dia.."


"Ponselku di curi orang Kak," ucap Rani dengan tersedu


"Iya, sebenarnya bukan di curi, ponsel Rani tadi di jadikan jaminan hutangnya pada seseorang, " ucap Hasnita


Deffar langsung menyunggingkan sedikit senyum, karena dia sebenarnya tau kejadian sebelumnya.


"Hanya ponsel?, kenapa harus sampai seperti itu?" ucap Deffar yang langsung melangkah masuk ke kamar yang sempit itu


Dia memperhatikan sekeliling tempat sempit itu, dan tiba tiba debu yang beterbangan membuat nya bersin. "Haciuhh, udara di sini benar benar kotor, aku tidak percaya kalian bisa tinggal berdua di tempat seperti ini" ucap Deffar dengan mengucek hidungnya.


"Ya beginilah kehidupan orang orang seperti kami, kalau kakak tidak suka, ya jangan kesini" ucap Hasnita


"Aku lupa meminta nomormu tadi, jadi aku terpaksa kemari untuk memintanya" ucap Deffar beralasan


"Nomor apa?, aku tidak punya ponsel" ucap Hasnita


"Kalau begitu kau harus punya" ucap Deffar


"Aku belum ada niat untuk membelinya" ucap Hasnita


"Ikut aku" ucap Deffar langsung meraih tangan Hasnita untuk mengikutinya pergi


"Kak, mau kemana?, tunggu sebentar " ucap Hasnita yang tidak begitu siap untuk berjalan


"Hey Nit, jangan tinggalkan aku,, kenapa kalian tega sekali, aku lagi sedih juga, hu hu" ucap Rani langsung bangkit dari duduknya


"Kau, ikut saja" ucap Deffar tanpa menoleh

__ADS_1


Deffar mengajak Hasnita dan Rani kembali masuk ke mobilnya. Dengan Rani yang masih terisak


Deffar mengenakan sabuk pengaman dan langsung menghidupkan mesin mobilnya


"Gunakan sabuk pengaman mu" ucap Deffar pada Hasnita


"Iya iya, tapi kita mau kemana lagi?" tanya Hasnita sambil mencoba mengenakan sabuknya,


"Ikut saja" ucap Deffar, yang segera melajukan mobilnya


Deffar mengajak Hasnita dan Rani untuk mengunjungi sebuah mall besar yang ada di kota itu


"Waw, kita mau jalan jalan ke mall Nit?" ucap Rani yang matanya langsung berbinar


"Iya, ini Mall" ucap Hasnita yang juga memperhatikan ke luar jendela


Setelah Deffar menemukan tempat parkir untuk mobilnya, mereka pun segera turun


Rani sedikit berlari dan langsung berjalan di samping Deffar


"Kakak tau saja kalau aku ingin jalan jalan" ucap Rani


"Hey, kamu jangan ganjen" ucap Hasnita dari belakang


"Apaan sih Nit?, cemburu ya?" ucap Rani


"Tidak" ucap Hasnita


"Apaan sih Ran" ucap Hasnita


"Tidak apa apa" ucap Rani acuh tak acuh


Hasnita sedikit melirik Deffar yang wajahnya nampak datar datar saja seperti tembok, dia ingin bertanya lagi, tapi dia tau tidak akan mendapat jawaban


Mereka masuk kedalam mall yang nampak begitu ramai oleh pengunjung, Hasnita yang baru pertama kali masuk ke tempat seperti itu hanya pelanga pelongo memperhatikan ke sekelilingnya


Dan karena Hasnita tidak memperhatikan jalanya, dia sampai bertabrakan dengan pengunjung lain "Eh, maaf pak, saya tidak sengaja" ucap Hasnita


Deffar langsung merangkul bahu Hasnita supaya dia bisa jalan berdekatan dengannya "Perhatikan jalanmu, jangan melihat kesana kemari" ucap Deffar


"I iya" ucap Hasnita kaku


Merka pun berjalan dengan bergandengan, sementara Rani sedikit baper melihat kedekatan di antara mereka "Ini benar benar cocok" gumamnya pelan


Deffar mengajak Hasnita mengunjungi sebuah gerai smartphone ternama di Mall itu


"Silahkan tuan, semuanya original dari brand kami" ucap salah satu pelayan pada Deffar


Rani langsung berbinar melihat deretan handphone berkelas yang tidak pernah dia impikan untuk membelinya "Waaw, ini keren" gumam Rani


"Kau suka yang mana??" tanya Deffar pada Hasnita

__ADS_1


Hasnita yang gaptek sedikit bingung untuk memilih tipe handphone yang bentuknya terlihat sama saja di matanya, jadi dia tidak menjawab atau pun menunjuk salah satunya, dia hanya memperhatikan nya satu persatu.


"Kalau saya merekomendasikan seri ini pak, ini seri terbaru dari brand kami, spesifikasi nya sudah sangat lengkap dengan pitur piturnya yang sudah cukup canggih" ucap Sang pelayan


"Berapa harganya?" tanya Deffar


"Untuk masalah harga Ini masih terbilang standar, hanya 14jutan saja, dan dengan segala fitur yang di milikinya, saya rasa itu masih terbilang cukup murah" ucap Sang pelayan


"Baik, aku ambil seri yang ini dua" ucap Deffar tidak meminta pendapat Hasnita yang masih terlihat bingung


"Baik pak, saya akan menyiapkanya, mohon tunggu sebentar, anda bisa mengurus pembayarannya dulu di sebelah sana" ucap sang pelayan menunjuk ke meja kasir


Sementara Hasnita sedikit tercengang saat mendengar Harga yang di tawarkan oleh pelayan itu,


"14jutaan?, yang benar saja, itu sama saja dengan harga satu unit sepeda Motor kan?" gerutunya pelan


Deffar segera mengururus pembayarannya, dan langsung menyerahkan 2 paperbag kecil yang berisi handphone itu ke tangan Hasnita. "Ambilah, yang satunya kau berikan pada temanmu" ucap Deffar.


"Hah??, ini untuku?" tanya Hasnita sedikit tidak mempercayai nya


"Memangnya kau pikir untuk siapa?" tanya Deffar


"Tapi ini harganya, ini tidak masuk akal" ucap Hasnita


"Aku juga punya bagian ya, waah, terimakasih banyak pak Deff" ucap Rani langsung menyambar salah satu paperbag yang ada di tangan Hasnita


"Rani, kamu apa apaan?, kembalikan!!" ucap Hasnita yang sangat sungkan menerima barang dari Deffar


"Oh tidak bisa, pak Deffar bilang kalau yang satu ini untuku, kau jangan serakah Nit" ucap Rani mengelak


"Bukan begitu Ran, tapi ini, ini terlalu mahal" ucap Hasnita


"Kalau kalian masih ingin berdebat di sini, aku pergi duluan" ucap Deffar yang segera beranjak dari hadapan dua gadis muda itu


"Eh tunggu, tunggu kak" ucap Hasnita langsung mengejar langkah deffar, karena jelas Hasnita tidak mau di tinggal oleh Deffar di tempat seperti itu


Di luar..


"Kenapa kakak membelikanku barang semahal ini?, padahal yang biasa saja juga banyak kan?" ucap Hasnita


"Kau mau yang biasa biasa saja?, kalau begitu kau buang saja yang itu" ucap Deffar


"Buang?, tidak tidak, masa iya di buang, mending di kembalikan lagi, kan sayang uangnya" ucap Hasnita


Deffar sedikit berbalik untuk menghadap Hasnita "Kamu mau ponsel atau tidak?" tanya Deffar


"Mau sih, tapi..


"Ya sudah, tidak perlu banyak protes" ucap Deffar


Sementara Rani masih terus menatapi paperbag di tanganya dengan ekspresi tidak percaya, bahkan sesekali dia memeluknya dan tersenyum senang karena bisa memiliki handphone impian itu

__ADS_1


__ADS_2