The Blood

The Blood
Bagian (26)


__ADS_3

Hyuna duduk di salah satu sofa kecil yang ada di ruang tamu rumahnya. Gadis itu hanya diam dengan kepala yang tertunduk dengan penuh rasa sesal.


“Bagaimana bisa lu lupa, hah!” seru Yeonjun. Pemuda itu benar-benar tidak habis pikir, bisa-bisanya Hyuna lupa kalau Yeonjun menyuruhnya untuk memanggil saudara-saudara Jimin.


“Gue lupa, soalnya tadi gue....” Hyuna menghentikan ucapannya. Entah kenapa tiba-tiba gadis itu merasa takut kalau Yeonjun tau alasannya lupa dengan perintah Yeonjun. Bisa tebak kenapa Hyuna lupa? Benar, karena Hyuna terlalu terlena melihat ketampanan Taehyung yang sangat tidak manusiawi.


“Soalnya gue apa?” tanya Yeonjun. Pemuda itu masih menunggu kelanjutan dari jawaban Hyuna.


“Gue ... anu ... itu ... apa ya. Gue tadi....”


“Terlalu fokus memandang wajah Taehyung, makanya kelupaan kalau lu suruh.” Jungkook menimpali ucapan Hyuna, dan hal itu sukses membuat gadis itu memandangnya dengan tatapan mematikan.


“Oh, jadi lu....”


“Sorry, Jun. Nggak sengaja gue, sumpah. Lagian salahin tu si Taehyung, kenapa juga dia harus baca buku di depan rumah. Kan gue jadi lupa tujuan awal gue pergi ke rumah mereka,” protes Hyuna. Sementara Taehyung hanya menggelengkan kepalanya, tidak menyangka gadis itu akan menjadikannya alibi untuk menutupi kesalahannya.


“Elu yang teledor, kenapa jadi gue yang kena imbasnya.” Taehyung mendorong kepala Hyuna ke belakang.


“Ngomong-ngomong bagaimana bisa Jimin sampai seperti ini?” tanya Yoon Ki. Pemuda yang sejak tadi memilih diam, dari pada ikut bergabung dalam obrolan tidak berguna yang Hyuna lakukan bersama Yeonjun dan yang lainnya.


Yeonjun yang mendengar pertanyaan Yoon Ki langsung diam. Pemuda itu lebih dulu menetralkan degup jantungnya yang menggila. Takut, kalau tiba-tiba Yoon Ki menyerang dan menghisap darahnya sampai kering. Mengingat dirinya satu-satunya manusia yang ada di tempat tersebut.


“Jadi, tadi malam sekitar pukul dua belas gua sama Yeonjun lagi makan, tiba-tiba terdengar suara kayak barang jatuh. Nah, pas kami cek ternyata Jimin udah kegeletak di depan pintu. Ya udah, habis itu gue minta bantuan Yeonjun buat bawa Jimin ke kamar gua.” Hyuna memilih untuk menjelaskan kronologi kejadian, karena sepertinya Yeonjun ketakutan saat melihat Yoon Ki.


“Ngapain lu masih di rumah Hyuna tengah malem gitu?” tanya Hoseok.


Dalam hati Hyuna merutuki mulutnya yang tidak pernah pakai filter kalau sedang berbicara.


“Kita lagi... anu... lagi itu....”


“Kenapa gugup begitu? Kalian nggak lagi melakukan hal yang tidak seharusnya, kan?” tanya Hoseok lagi. Namun, bukannya tenang, kedua anak itu malah semakin deg-degan karena tatapan mata Taehyung yang terlihat seperti ingin menguliti keduanya hidup-hidup.

__ADS_1


“Sebenarnya gue pengen lihat vampir. Nah, kebetulan semalam gerhana bulan merah, jadi gue ngajak Hyuna buat lihat vampir. Tapi, pas kita lagi makan buat ngisi tenaga, tiba-tiba kami dengar barang jatuh yang ternyata itu si Jimin.” Meski dengan keringat yang mengalir deras di tubuhnya, Yeonjun tetap berusaha tenang dan menjelaskan kronologi karangannya pada saudara Jimin.


“Dari mana lu tau kalau ada vampir?”


Lagi dan lagi pertanyaan yang Hoseok ajukan seolah tengah memojokkan Yeonjun dan Hyuna. Karena hal itu juga Hyuna memilih untuk tidak menjawab pertanyaan tersebut.


Semuanya tengah dalam keadaan tegang karena Jimin belum juga menunjukkan gelagat akan sadar dari tidurnya. Ditambah lagi Jimin ditemukan di rumah Hyuna, membuat saudara-saudara Jimin merasa sedikit curiga.


“Kalau kalian memang nggak percaya ya sudah. Silahkan bawa Jimin keluar dari rumah gue,” ucap Hyuna. Gadis itu sudah lelah, niat baiknya bersama Yeonjun malah jadi malapetaka untuk mereka. Kalau tau akan berakhir seperti ini, lebih baik malam itu juga mereka mengantar Jimin ke rumahnya. Jadi mereka tidak akan dicurigai, dan Hyuna tidak akan digigit oleh Jimin.


“Tangan lu kenapa?” tanya Taehyung sambil merebut tangan Hyuna saat gadis itu berusaha menutupi bekas gigitan di tangannya. “Gigitan vampir. Bagaimana bisa lu dapet ini?” tanya Taehyung. Pemuda itu khawatir dengan keadaan kekasih hatinya, takut kalau terjadi apa-apa dengan gadis itu.


“Gue nggak apa-apa. Ini....”


Yoon Ki melihat tangan Hyuna. Kemudian pemuda itu berkata, “ini gigitan Jimin.”


Semuanya tertegun. Bagaimana bisa Jimin menggigit tangan Hyuna? Taehyung mendesak gadis itu agar mau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa bisa ada gigitan Jimin di tangan Hyuna.


Yeonjun segera menggelengkan kepalanya, dan mengatakan bahwa ia tidak tau apa-apa. Karena saat kejadian Jimin menggigit tangan Hyuna, saat itu dirinya tengah ada di dapur menyiapkan air hangat untuk mengompres Jimin.


Semua langsung menatap ke arah Hyuna yang hanya diam. Dengan napas panjang, akhirnya gadis itu mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


“Sewaktu Yeonjun mengambil air, gue duduk di samping Jimin sambil ngusap keringatnya yang muncul banyak banget. Nah, nggak tau gimana ceritanya tiba-tiba dia ngigau manggil nama Tae-yaa, yang kayak kalian lihat barusan. Trus, gue berinisiatif buat nyadarin dia, siapa tau kan bisa bangun. Eh, dia bangun tapi matanya masih ketutup, habis itu dia megang tangan gue dan digigit. Mana sakit banget lagi,” gerut Hyuna. Seumur hidupnya dia hanya menggigit dan tidak pernah digigit, jadi wajar kalau dia kesakitan pas digigit Jimin. “Gue curiga dia lagi dibakar di alam mimpi, makanya keringatnya banyak banget.”


“Mulut kalau ngomong,” peringat Seokjin.


Pemuda itu baru saja keluar dari kamar yang ditempati Jimin. Setelah mengecek keadaan sang adek, Seokjin memilih keluar untuk mengucapkan terima kasih pada Hyuna dan Yeonjun karena sudah menolong Jimin.


“Gimana keadaan Jimin?” tanya Taehyung.


“Dia baik. Sepertinya sebelum dihajar habis-habisan, Jimin lebih dulu diracuni. Itulah kenapa Jimin bisa sampai terluka separah ini,” jelas Seokjin.

__ADS_1


“Tapi, siapa yang meracuni Jimin?” tanya Hyuna.


Tapi Seokjin tidak menjawab. Pemuda itu berjalan mendekat ke arah Hyuna, dan mengeluarkan gigi taringnya. Melihat apa yang dilakukan Seokjin, semua yang ada di tempat itu merasa ketakutan. Taehyung berniat menghentikan kegilaan hyungnya, namun Namjoon lebih dulu menghentikannya.


“Hyung, Hyuna bisa mati!” seru Taehyung. Namun Namjoon hanya menggelengkan kepalanya, seolah memberi isyarat pada sang adek bahwa semua akan baik-baik saja.


“Oppa.”


“Lu siapa?” tanya Seokjin. Matanya berubah merah, taringnya memanjang, kuku-kuku tangannya juga mulai memanjang. Seolah memberitahu Hyuna untuk mengakui semuanya atau pemuda itu akan menghabisi nyawa Hyuna hari itu juga.


“Apa maksud Oppa? gue Hyuna. Gue sahabat man....” Hyuna tersentak saat Seokjin mencekik lehernya. Yeonjun yang berusaha menolong Hyuna malah berakhir pingsan, karena ulah Namjoon.


“Bohong! Dari klan mana lu?” tanya Seokjin. Pertanyaan pemuda itu membuat semua vampir tertegun.


“Hyung, maksudnya apa?” tanya Jungkook pada Namjoon.


“Kita lihat saja apa yang akan terjadi,” ucap Namjoon.


Hyuna menundukkan kepalanya. Dalam sekejap hawa di rumah tersebut berubah menjadi mencekam. Mata Hyuna yang awalnya berwarna coklat, berubah menjadi merah. Gigi taringnya juga perlahan muncul bersamaan dengan kukunya yang memanjang.


Detik berikutnya, entah dari mana datangnya tiba-tiba datang tiga orang pemuda dan menunduk memberi hormat pada Hyuna.


“Nona, kami datang.”


“Kalian minggir! Biar aku yang selesaikan.” Mendengar ucapan Hyuna, ketiga pemuda itu langsung menepi.


“Na, maksudnya apa?” tanya Taehyung yang masih belum bisa mencerna apa yang terjadi sebenarnya.


“Not Kyeon Hyuna, but Kim Tae-yaa. Putri tunggal dari raja dan ratu dari kerajaan kalian,” jelas Hyuna.


Taehyung dan semua vampir yang ada di sana terdiam. Mereka tidak menyangka jika Hyuna yang selama ini dia cintai dan dia anggap sebagai gadis lemah adalah seorang vampir. Dan, yang lebih gilanya lagi, ternyata gadis itu adalah gadis yang selama ini Jimin cari.

__ADS_1


__ADS_2