The Blood

The Blood
Bagian (33)


__ADS_3

“Hyuna!” seru Taehyung namun dengan suara lirih. Pemuda itu menggoyangkan tubuh kekasihnya karena tidak mendapat respon sedikitpun dari gadis itu. Taehyung sudah kembali ke bangkunya sejak tiga menit yang lalu, dan saat dia mencoba berbicara dengan Hyuna, gadis itu malah terus diam dan Taehyung cukup dibuat khawatir karenanya. “Baby, ada apa?”


“Nothing.” Hyuna masih berusaha mencerna apa yang baru saja ia dengar. Dan untuk yang kesekian kalinya gadis itu menoleh ke arah seseorang di belakangnya yang menggunakan pakaian serba hitam dan juga masker, gadis itu bisa merasakan bahwa seseorang di dalam masker itu tengah tersenyum mengejeknya.


Taehyung memeluk kekasihnya, dan mengajaknya untuk fokus ke film dan tidak memikirkan hal-hal lain yang bisa menganggu kesehatan gadis itu.


Keduanya kembali fokus pada layar monitor yang tengah menampilkan dua orang manusia yang tengah melakukan work out bersama di sebuah tempat olah raga. Melihatnya entah mengapa tubuh Taehyung tiba-tiba menjadi panas dingin, mungkin itu juga yang tengah dirasakan oleh penonton yang lain.


“Kenapa lu, Tae?” tanya Hyuna saat menyadari sang kekasih yang tidak bisa diam dalam duduknya, pemuda itu terlihat tidak nyaman.


“By, bantu gue bentar.” Tanpa berlama-lama Taehyung langsung mendaratkan bibir tipisnya di atas bibir plum Hyuna, dan hal itu sukses membuat seseorang di belakang bangku mereka merasa kesal setengah mati. Keduanya berciuman cukup lama, dan Hyuna juga tidak terlihat menolak ciuman yang diberikan Taehyung.


Taehyung yang merasa di atas awan karena kekasihnya tidak menolak pun akhirnya lebih berani lagi mengeksplor tubuh sang kekasih. Namun...


“Hachim!”


... seseorang di belakang bangku mereka bersin dengan suara yang cukup keras, dan membuat semua orang termasuk Hyuna dan Taehyung menatap bersamaan orang dengan Hoodie hitam itu.


Tidak ada kalimat yang keluar dari mulut orang itu. Dia hanya bangun dari duduknya dan membungkuk sebagai tanda permintaan maaf karena sudah mengganggu kenyamanan mereka.


“Bangsat sialan,” gerutu Taehyung karena orang itu sudah mengganggu kegiatan indahnya bersama sang kekasih.


“Jangan harap lu bisa nyentuh dia lebih dari itu, Alien bangsat.” Orang itu sengaja mengatakan hal itu di dalam hati agar tidak ada yang mendengarnya, atau rencana penyamaran yang sudah ia susun dengan susah payah bisa saja gagal.


Hyuna yang melihat apa yang dilakukan orang di belakangnya hanya bisa diam. Sedikit tidak mengerti dengan maksud orang itu yang terlihat sengaja mengacaukan apa yang sedang gadis itu lakukan bersama Taehyung.


Sesekali gadis itu akan menoleh ke arah belakang. Meski samar, Hyuna masih bisa melihat dengan jelas pahatan sempurna yang ada di wajah pemuda itu. Mata gadis itu memicing saat orang di belakangnya tengah memberi sebuah kode padanya. Tak lama setelah itu, orang dengan hoodie hitam itu berjalan keluar.


“Tae, gue pergi ke toilet sebentar.” Hyuna menepuk sembari berbisik ke arah Taehyung yang terlihat fokus menonton film kesukaannya. Tidak ada jawaban dari pemuda itu, dan Hyuna tidak peduli dengan itu. Gadis itu berjalan pergi meninggalkan kursinya dan para sahabat-sahabatnya yang tengah fokus dengan film yang tengah berputar.


Berjalan mengikuti seseorang yang sangat ia cintai menuju toilet dan masuk ke dalam salah satu bilik.

__ADS_1


Plak


Satu tamparan mendarat dengan keras di wajah Hyuna, membuat pipi gadis itu memerah. “Apa lu begitu merindukan Hujaman gue, makanya elu bersikap seperti itu?” tanya orang itu.


“Seperti itu? Maksud lu apa, Jim?” tanya Hyuna. Air mata gadis itu rasanya ingin jatuh saat melihat orang yang sangat ia sayangi berada di hadapannya. “Gue ciuman sama pacar gue sendiri. Memangnya apa yang salah dengan itu?”


“Jelas salah!” seru Jimin yang membuat Hyuna tersentak.


“Salahnya di mana?”


Jimin memilih diam, karena dia sendiri tidak tau apa yang terjadi. Hatinya sakit melihat Hyuna berciuman dengan Taehyung, ia tidak terima. Rasanya Jimin ingin menghancurkan gadis itu hingga menjadi abu, agar rasa sakit di hatinya bisa segera menghilang.


“Buka baju!” seru Jimin. Hyuna yang mendengarnya berniat membuka pintu bilik dan berlari menjauh dari Jimin. Namun sayangnya, Dewi Fortuna tidak sedang berada di pihak Hyuna, karena nyatanya dalam hitungan detik pakaian yang ia pakai sudah robek di beberapa sisi karena ulah Jimin.


Jimin mendudukkan Hyuna tepat di bawahnya. Membuka paksa mulut gadis itu dan berkata, “Lakukan dengan baik, atau elu berakhir di tangan gue.”


“Lebih baik gue mati, Jim.”


Plak


“Lu pikir lu bisa menolak? Dasar bodoh.”


Air matanya mengalir deras. Dengan mulut terbuka dan tersumpal sesuatu yang keras, membuat Hyuna tidak bisa melakukan apa pun. Otaknya tidak bisa berfungsi dengan baik.


“Bagus. Ternyata lu cukup berbakat juga buat jadi wanita malam,” puji Jimin.


Dengan wajah yang sudah berlumuran cairan kental, Jimin membantu Hyuna berdiri membelakanginya.


“Jangan, Jim. Gue mohon,” pinta Hyuna. Gadis itu sudah cukup paham dengan apa yang akan terjadi, dan meski mereka sudah pernah melakukannya tapi jujur Hyuna tetap takut. Bayangan malam saat Jimin memperkosanya kembali terngiang di kepalanya.


“Memohonlah sesuka hati lu, tapi jangan pernah berharap gue bakalan berhenti.”

__ADS_1


Jimin memilih kembali fokus dengan apa yang tengah ia lakukan. Mendorong tubuh Hyuna agar gadis itu bisa berpegangan pada pintu bilik, dan mulai menggagahi sahabatnya untuk yang kedua kalinya.


“Jang ... jangan. Please,” rintih Hyuna. Gadis itu memohon dengan air mata yang sudah mengalir deras, meminta kebesaran hati pemuda itu agar mau melepaskan Hyuna. Namun, bukannya melepaskannya, Jimin malah semakin menggila menggagahi sahabatnya.


Tubuh Hyuna luruh saat Jimin sudah selesai dengan kegiatannya. Pemuda itu kembali membenarkan pakaian yang ia pakai, lalu melangkah pergi. Membiarkan Hyuna begitu saja di dalam bilik dengan keadaan yang sangat mengenaskan.


Di sisi lain Taehyung bersama dengan saudaranya kelimpungan mencari keberadaan Hyuna yang tiba-tiba saja menghilang.


“Baby, lu di mana?” tanya Taehyung entah kepada siapa. Pemuda itu sudah kalut, air matanya sudah mengalir membasahi pipi namun langkahnya tidak berhenti.


Pemuda itu sudah mencari ke seluruh taman, namun tidak juga menemukan keberadaan kekasihnya. Saat ia tengah fokus mencari keberadaan Hyuna, tiba-tiba ponselnya berbunyi.


“Hyung, toilet wanita dekat bioskop.” Taehyung yang mendengar ucapan Jungkook langsung berlari ke arah toilet wanita yang paling dekat dengan gedung bioskop. Perasaannya sedikit tidak enak saat mendengar suara Jungkook saat menghubunginya.


“Gue harap lu baik-baik aja, Na.”


Taehyung terus berlari ke arah toilet yang di maksud Jungkook. Di depan toilet itu sangat ramai, dan ada beberapa petugas yang berjaga. Bahkan Jungkook bersama saudaranya yang lain juga ada di sana.


Perasaan Taehyung semakin dibuat tidak tenang. “Ada apa ini?” tanya Taehyung.


“Hyuna di dalam.”


Taehyung langsung membelah kerumunan untuk masuk ke dalam toilet, dan betapa terkejutnya ia melihat kekasihnya lagi dan lagi mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi oleh seseorang yang ia yakini sebagai Jimin.


Seluruh tubuh gadis itu sudah penuh dengan cairan lengket berwarna putih. Pakaian yang ia pakai sudah robek di beberapa bagian, dan yang lebih parah lagi. Terdapatnya beberapa luka cakar dan gigitan di tubuh gadis itu yang Taehyung yakini sebagai perbuatan Jimin.


Tanpa banyak kata, Taehyung langsung membangunkan Hyuna yang masih tak sadarkan diri di salah satu bilik toilet.


“Bangun,” ucap Taehyung sembari mengusap pipi kekasihnya yang memerah.


Hyuna membuka matanya dan menangis keras saat melihat wajah kekasihnya yang sudah penuh dengan air mata.

__ADS_1


“Taehyung, gue bodoh. Gue nggak....”


“Sudah.” Taehyung melepas jaket yang ia pakai dan memberikannya untuk menutupi tubuh Hyuna. Setelah itu dia menggendong tubuh kekasihnya dan membawanya pulang ke rumah untuk mendapatkan perawatan dari Seokjin.


__ADS_2