
Semuanya tengah duduk di sofa ruang tamu rumah Hyuna. Taehyung, Jungkook dan Yoon Ki duduk bersama di sofa panjang. Sementara Seokjin, Namjoon dan Hyuna masing-masing duduk di sofa singel, dan sisanya memilih berdiri.
“Na, apa maksudnya ini?” tanya Taehyung yang masih belum paham dengan semua yang terjadi.
“Jaga bicaramu!” seru Lukas yang tidak terima dengan cara Taehyung berbicara dengan Tuannya. Hyuna hanya mengangkat tangannya, seolah memberi isyarat pada Lukas bahwa ia masih bisa menghandle semuanya dan membiarkan sahabat-sahabatnya melakukan apa pun yang mereka inginkan.
“Maaf atas ketidaksopanan kami.” Soekjin membungkukkan tubuhnya di hadapan Hyuna, dan hal itu sukses membuat hati Hyuna sakit. Seokjin yang biasanya bersikap baik dan selalu memanjakannya kini seolah menjadi orang lain hanya karena dia tau identitas asli Hyuna.
“Oppa, jangan meminta maaf.” Hyuna mencoba membantu Seokjin menegakkan badannya, namun segera ditepis oleh yang bersangkutan. Sejak mengetahui kenyataan yang sebenarnya, Seokjin terus berdiam diri. Pemuda itu selalu menundukkan kepalanya, tidak membiarkan siapapun melihat keadaannya yang sudah hancur. Hyuna menarik napas panjang sebelum mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan apa tujuannya menyamar sebagai Hyuna dan menjalin persahabatan dengan mereka semua.
“Baiklah kalau kalian memang ingin tau siapa sebenarnya aku. Aku, Kim Tae-yaa, anak dari raja dan ratu yang selama ini kalian cari keberadaannya untuk dihabisi. Dan pemuda yang ada di sana...” Hyuna menunjuk ke arah Yeonjun yang masih pingsan. “... dia budak darahku. Aku tidak punya tujuan apa pun awalnya, karena Eomma dan Appa ku memintaku ke sini untuk berlindung dari para manusia yang menyerang kerajaan di hari itu. Aku tidak punya maksud dan tujuan apa pun, aku mendekati kalian murni karena aku ingin berteman. Awalnya pun aku tidak tau kalau kalian adalah Oppa-Oppa yang dulu selalu bermain dan menjagaku. Aku baru tau setelah lebih dari satu tahun mengenal kalian.”
“Kenapa lu, maksudnya Anda tidak mengatakan yang sebenarnya?” tanya Taehyung.
“Lukas dan yang lainnya sudah memperingatkanku agar secepatnya memberitahu kalian, tapi aku menolak dengan alasan, aku tidak ingin kehilangan kalian. Katakanlah aku egois, tapi itulah kenyataannya.”
“Jadi, sosok dari kerajaan yang baunya tercium di indraku....”
“Benar, mereka orang tuaku. Aku sendiri tidak tau alasan mereka mengikutiku sampai ke sini, padahal aku sudah mengingatkan mereka untuk tidak bertindak gegabah.”
Semuanya kembali hening. Tidak tau harus bereaksi seperti apa, bahagia atau sedih. Seokjin yang sejak awal diam tiba-tiba berdiri dan berkata, “Saya akan membawa Jimin dan yang lainnya pergi dari sini. Maaf kalau kami sudah merepotkan Anda, maaf juga kalau sikap kami selama ini menyakiti hati Nona.”
Hyuna diam. Hatinya sakit mendengar Seokjin yang menganggap dirinya orang lain, padahal beberapa jam yang lalu mereka masih tertawa bahagia bersama.
__ADS_1
“Oppa,” panggil Hyuna. Seokjin yang mendengarnya ingin sekali menoleh dan memeluk tubuh sosok gadis kecil yang sangat ia rindukan sepanjang waktu. “Bisa jelaskan bagaimana Oppa bisa tau kalau aku sama seperti kalian?” tanya Hyuna. Gadis itu bertanya bukan karena ingin tau, tapi karena ia ingin lebih lama bersama Seokjin dan yang lainnya.
“Sebagian racun yang ada di tubuh Jimin mati karena racun Anda. Tidak ada yang bisa melakukan hal itu selain keluarga kerajaan,” terang Seokjin masih dengan kepala yang tertunduk. “Setelah ini Jimin mungkin akan lebih sering membutuhkan darah anda untuk menetralkan sisa racun yang ada di tubuhnya. Sebelumnya terima kasih, dan maaf sudah merepotkan.”
Seokjin dan saudaranya masuk ke kamar Hyuna berniat membawa Jimin pergi, namun hal yang tidak diinginkan terjadi. Jimin tidak ada di dalam kamarnya.
“Hyung, di mana Jimin?” tanya Taehyung.
“Lepaskan Nona Tae-yaa!” seru Jaemin.
Mereka yang mendengar suara Jaemin langsung berlari ke arah Hyuna berada. Di sana, dengan mata memerah, Jimin tengah mencekik Hyuna.
“Berani banget lu nunjukin diri lu,” ucap Jimin tanpa melepaskan cengkeramannya di leher Hyuna.
“Jim, tolong hentikan.” Hoseok memohon agar sang adek melepaskan Hyuna, dan pergi dari rumah tersebut dengan baik. Namun, bukannya melepaskan cengkeramannya, Jimin justru mengeratkan cengkramannya dan membuat Hyuna kesulitan bernapas.
Tanpa berlama-lama, Jimin langsung membanting tubuh Hyuna ke lantai tanpa melepaskan cengkeramannya di leher gadis itu.
Jungkook mencoba menghentikan Jimin, namun sayangnya pemuda itu malah terpental jauh karena tendangan Jimin.
“Lu harus mati.” Setelah mengatakan itu, Jimin kembali mengangkat tubuh Hyuna dan membantingnya ke lantai untuk yang kedua kalinya.
Lukas, Jaemin dan Jeno yang mencoba menghentikan Jimin pun harus terdiam saat melihat Hyuna memberi isyarat pada mereka, agar tidak ada yang menghentikan Jimin.
__ADS_1
Jimin menghajar, menendang dan menginjak wajah Hyuna. Gadis itu sudah tidak bisa lagi berdiri saat Jimin membantingnya ke lantai untuk yang kesekian kalinya.
Setelah puas menghajar Hyuna, Jimin memilih pergi meninggalkan saudara-saudaranya bersama dengan tubuh Hyuna yang sudah terkapar.
Taehyung bersama yang lainnya langsung menolong Hyuna dan membawa gadis itu ke dalam kamarnya agar Seokjin bisa segera mengobati lukanya.
“Bangunkan Yeonjun! Bawa dia kemari.” Seokjin memberi perintah kepada saudaranya, sementara ia sendiri sibuk merobek pakaian yang Hyuna pakai agar dia bisa melihat luka gadis itu.
Yeonjun yang baru bangun langsung berlari ke arah kamar Hyuna saat Taehyung mengatakan gadis itu sekarat dan butuh bantuannya.
“Hyuna!” teriak Yeonjun. Pemuda itu menangis tersedu melihat keadaan gadis yang ia cintai jauh dari kata baik.
“Cepat, berikan darahmu padanya!” perintah Seokjin. Yeonjun masih diam di tempatnya, pemuda itu masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Dan, kenapa tiba-tiba Seokjin memerintah dirinya untuk memberikan darahnya pada Hyuna? Apa mungkin mereka semua sudah tau identitas asli Hyuna? “Cepat, bangsat!” teriak Seokjin. Tanpa pikir dia kali, Yeonjun langsung menggulung baju bagian lengan dan memberikan tangannya pada Hyuna, agar gadis itu bisa segera menghisap darahnya.
“Na, tolong hisap darahnya.”
Hyuna yang sekarat menggelengkan kepalanya. Dia mengatakan kalau ia sudah mengambil darah Yeonjun kemarin, ia tidak mau kembali meminum darah Yeonjun dan membuat pemuda itu dalam bahaya.
Yeonjun sudah memastikan bahwa dirinya akan baik-baik saja meski Hyuna menghisap darahnya setiap hari, tapi tetap saja Hyuna selalu menolak dengan alasan tidak ingin menyakiti Yeonjun.
“Taehyung, gue minta maaf.” Taehyung yang tidak mengerti apa yang dimaksud Yeonjun hanya menganggukkan kepalanya. Detik berikutnya Yeonjun menggigit lidahnya sendiri sampai berdarah dan memasukkan lidahnya yang berdarah ke bibir Hyuna, dengan tujuan gadis itu mau meminumnya.
Taehyung mengepalkan tangannya erat. Kalau saja bukan karena Yeonjun budak darah kekasihnya, sudah dipastikan pemuda itu akan menenggelamkan Yeonjun di tengah gurun pasir yang panas karena sudah berani menikmati bibir Hyuna. Hoseok yang melihat Taehyung mengepalkan tangannya mencoba untuk menenangkan sang adek, dan mengatakan bahwa semua demi kebaikan Hyuna.
__ADS_1
“Na, tolong bertahan.”
Setelah meminum darah Yeonjun keadaan Hyuna berangsur membaik, namun lukanya masih butuh perawatan.