The Blood

The Blood
Bagian (31)


__ADS_3

Hyuna terbangun dari tidurnya saat merasakan ada tangan yang melingkar di perutnya. Gadis itu tersenyum saat mendapati Taehyung tengah tertidur sembari memeluknya erat seolah takut kalau Hyuna tiba-tiba pergi. Beruntungnya Hyuna memiliki Taehyung, tapi sayangnya hati gadis itu bukan untuk Taehyung. Andai saja ia bisa mengubah arah hatinya, ia akan lebih memilih Taehyung yang jelas-jelas selalu menjaganya. Tapi sialnya hati gadis itu tidak bisa menerima Taehyung sebagai pemiliknya.


Pikiran gadis itu melanglang buana memikirkan Jimin yang entah kenapa tiba-tiba melintas. Gadis itu tidak pernah menyangka Jimin yang ia kagumi, dan cintai dalam diam tega melakukan hal sekejam itu padanya.


“Selamat pagi, Baby.” Taehyung menyapa Hyuna dengan senyum kotaknya. Senyuman khas yang selalu mampu membuat Hyuna terlena saat melihatnya.


“Pagi juga, Tuan Muda.” Taehyung merasa sedikit lega karena pagi itu Hyuna bisa tersenyum meski tidak selepas biasanya.


“Gimana keadaan lu? Apa tidur lu nyenyak?” tanya Taehyung sembari menarik tubuh Hyuna agar lebih dekat padanya. Hyuna menjawab dengan acungan jempol tangannya yang menandakan keadaan gadis itu sudah lebih baik dari pada semalam. “Mau jalan-jalan? Tapi sebelum itu lu mandi dulu, karena lu bau liur.” Mendengar ucapan Taehyung, Hyuna pun memukul kepala pemuda itu dengan bantal yang ia pakai semalam. Namun mata gadis itu menatap sesuatu yang lain di wajah kekasihnya.


“Ini kenapa?” tanya Hyuna.


“Biasalah, kan gue cowok.” Taehyung menarik kerah kemejanya sendiri, seolah tengah menyombongkan dirinya sendiri di depan Hyuna.


“Lu berantem sama Jimin?” tanya Hyuna lagi. Namun Taehyung memilih untuk tidak menjawab, dengan alasan yang tidak jelas. Pemuda itu memilih menggendong tubuh kekasihnya dan membawanya ke dalam kamar mandi agar gadis itu bisa segera membersihkan dirinya. “Elu mandi dulu, gue tunggu di kamar. Ok,” ucap Taehyung sembari menutup pintu kamar mandi agar kekasihnya bisa mandi dengan tenang.


Taehyung yang berniat bermain ponsel sembari menunggu kekasihnya membersihkan tubuhnya terkejut saat Hyuna tiba-tiba berteriak dengan sangat kencang hingga membuat Taehyung melompat dari ranjang, dan berlari ke arah kamar mandi.


“Baby, ada apa?” tanya Taehyung saat melihat Hyuna tengah meringkuk di bawah guyuran shower sembari memeluk kedua kakinya untuk menutupi tubuhnya.


“Taehyung, gue kotor. Gue udah coba hapus, tapi nggak bisa.” Taehyung sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak ikut mengalir bersama dengan derasnya air shower yang mengguyur tubuh mereka. “Lihat, nggak bisa hilang.” Hyuna menggosokan tangannya ke tubuhnya yang terdapat tanda cinta dari Jimin semalam, namun tanda itu tidak juga menghilang.


“Baby, udah stop. Nggak usah dihapus,” ucap Taehyung. Pemuda itu memegang kedua tangan Hyuna agar berhenti menggosok tubuhnya, karena hal itu bisa saja membuat gadis itu terluka.


“Tapi bekasnya nggak mau hilang,” ucap Hyuna.


“Nggak apa-apa. Mau sebanyak apa pun tanda yang Jimin tinggalkan, gue nggak bakalan pernah ninggalin elu.” Hyuna kembali menangis di pelukan Taehyung. Dan Taehyung sendiri senantiasa memeluk kekasihnya, memberikan kata-kata penenang agar gadisnya kembali tenang.


Taehyung akhirnya memilih untuk memandikan kekasihnya, karena setiap kali melihat pantulan tubuhnya di cermin Hyuna akan langsung berteriak. Nggak apa-apa dimandiin, asal jangan sambil dimodusin aja.

__ADS_1


Pemuda itu dengan telaten memakaikan pakaian pada Hyuna yang hanya duduk diam di ranjangnya. “Nah, pacar gue udah cantik. Habis ini kita sarapan, tapi gue mandi dulu. Ok. Basah soalnya,” ucap Taehyung sembari menunjukkan bajunya yang basah karena memandikan dan membawa tubuh basah Hyuna dari kamar mandi.


Hyuna mengangguk. Gadis itu membuka ponselnya selagi menunggu Taehyung mandi dan bersiap. Matanya membola saat membaca salah satu berita yang menunjukkan foto seseorang yang sangat ia kenal terpampang di sana.


Taehyung yang sudah siap langsung menghampiri Hyuna yang terlihat fokus melihat ponselnya. “Ada apa, Baby?” tanya Taehyung.


Mata pemuda itu langsung tertuju pada berita yang tengah dibaca oleh kekasihnya.


“Ini bukan Yeonjun kan?” tanya Hyuna sembari menatap Taehyung dengan harapan pemuda itu akan mengatakan kalau ia salah lihat. Namun, jawaban Taehyung cukup membuat gadis itu sedih.


“Dia memang Yeonjun, Baby. Dia ditemukan tewas di dalam kamarnya dengan tubuh yang sudah kering, sama seperti Irene dan beberapa teman kita di kampus.” Hyuna langsung lemas mendengar berita tersebut. Siapa sebenarnya dalang dibalik semua ini? Kenapa mereka menyerang Yeonjun? “Kuatkan hati lu, By.”


“Gue kira semuanya sudah berakhir. Ternyata gue salah,” sesal Hyuna.


“Hei, jangan murung begitu. Hari ini mari kita jalan-jalan, besok baru kita bahas masalah ini. Setuju?”


Hyuna menganggukkan kepala sebagai tanda persetujuan ucapan kekasihnya. “Nah, gitu dong. Sekarang kita keluar, karena gue ada surprise buat lu.” Taehyung menuntun Hyuna berjalan ke ruang makan di mana sudah ada Seokjin dan yang lainnya menunggu di sana.


“Kalian di sini?” tanya Hyuna yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


“Memangnya kalau nggak di sini, lu berharap kita di mana?” tanya Seokjin sembari menggandeng tangan gadis itu dan membawanya ke meja.


“Gue pikir kalian....”


“Udah, makan yang banyak. Lu kurus banget tau,” ucap Hoseok sembari memasukkan telur gulung ke mulut Hyuna.


“Kami semua memutuskan untuk di sini menjaga Tuan Putri kami yang sangat berharga ini. Kami minta maaf, ya kalau kami sempat marah. Kami hanya terkejut,” jelas Namjoon. Hyuna yang mendengarnya langsung menatap ke arah Taehyung, seolah meminta penjelasan pada pemuda itu tentang semuanya. Dan hanya dengan satu anggukan kepala, Hyuna langsung menangis. Berkali-kali gadis itu mengucapkan kata terima kasih karena mereka tidak meninggalkannya lagi, karena mereka ada dipihak Hyuna dan keluarganya.


“Baby, dengarin gue baik-baik. Dari awal, kita tidak pernah mempermasalahkan identitas lu, kami hanya kecewa karena elu bohong sama kami begitu lama. Setelah ini tolong apa pun yang lu rasain, cerita ke kami. Bisa?” mohon Taehyung yang dibalas anggukan oleh Hyuna. “Dan jangan pernah lagi berpikir kalau elu kotor, ok. Gue sayang sama lu, mau bagaimanapun keadaan lu.”

__ADS_1


“Terima kasih, Tae. Terima kasih juga untuk kalian semua, maaf karena pernah berbohong pada kalian.”


“Nggak masalah, tapi tolong jangan ulangi lagi.” Seokjin berjalan ke arah Hyuna dan memeluk gadis itu dengan sangat erat.


“Udah, makan makanan lu habis itu kita pergi jalan-jalan.”


“Kita? Nggak ada ya kalian ikut. Hari ini cuma gue sama Hyuna, ada gila-gilanya kalian ngikut. Nggak ada!” seru Taehyung. Pemuda itu sudah merencanakan banyak hal untuk dilakukan bersama Hyuna, kalau sampai saudara-saudaranya yang lain ikut yang ada rencananya bakalan gagal total.


“Heh, kan jalan-jalan ini kami yang ngerencanain bukan elu, Hyung.”


“Jungkook, tutup mulut lu bangsat.”


“Dih, siapa elu? Mulut mulut gue, kenapa elu yang ngatur.” Taehyung melempar makanan yang ada di piringnya ke arah Jungkook. Si bungsu yang gesit langsung menghindar dan piring Taehyung berakhir di lantai bersama dengan makanannya.


“Ya! Lu berdua beresin kekacauan ini! atau lu berdua nggak dapet jatah makan sebulan.”


“Kami bahkan bisa nggak makan setahun, Hyung. Makanan itu nggak guna juga buat kita,” celetuk Jungkook. Taehyung yang melihat itu segera memukul mulut sang adek bungsu, dan mengajaknya membersihkan piring Taehyung sebelum Seokjin murka.


Setelah insiden bersih-bersih antara Jungkook dan Taehyung, kini mereka tengah duduk bersama di ruang televisi menunggu Seokjin bersiap sembari menonton acara kartun lucu kesukaan mereka.


“By, kita pergi berdua ajalah, yuk.” Taehyung masih gigih mengajak Hyuna untuk pergi berdua saja.


“Hari ini kita pergi bersama yang lain aja. Nanti kalau ada waktu kita pergi berdua, hanya berdua.” Mendengar ucapan Hyuna, Taehyung merasa seperti di atas angin. Keinginannya untuk menghabiskan waktu bersama kekasih hatinya akhirnya akan tersampaikan, walaupun pemuda itu harus menunggu tapi tidak masalah.


“Janji ya, hanya berdua.”


“Janji.”


“Lu berdua bisik-bisik apaan sih?” tanya Yoon Ki yang penasaran dengan apa yang kedua sejoli itu bicarakan.

__ADS_1


“Dih, kepo.” Seokjin langsung menggeplak kepala sang adek menggunakan tas ransel miliknya yang lumayan berat. “Sakit, Hyung.”


“Manja.”


__ADS_2