
“Sakit,” rintih Tae-yaa disela tidurnya. Setelah kepergian Seokjin tadi gadis itu memutuskan untuk tidur agar bisa mengembalikan kekuatannya, namun bukannya mereda, rasa sakit di tubuhnya malah semakin menjadi. “Kenapa rasanya sakit sekali.”
Tae-yaa mendengar seseorang masuk ke dalam rumahnya. Awalnya ia pikir itu Lukas yang datang bersama Yeonjun, namun ia salah. Seorang pemuda berdiri tepat di depan kamarnya, menatap dirinya yang tengah terbaring lemah di atas ranjang dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Ada apa, Jim?” tanya Tae-yaa. Namun Jimin tidak menjawab, dan Tae-yaa berpikir jika pemuda itu masih marah padanya.
Sorot mata Jimin sangat tajam, matanya perlahan berubah menjadi merah dan gigi taringnya perlahan muncul. Jimin mendekat ke arah Tae-yaa yang masih terbaring di atas ranjang.
“Lu mau apa, Jim?” tanya Tae-yaa. Gadis itu tidak tau apa yang terjadi, tapi tubuhnya tidak bisa ia kendalikan. Otaknya tidak mampu memberikan perintah kepada tubuhnya.
“Gue mau elu,” ucap Jimin sembari terus berjalan mendekati Tae-yaa. Pemuda itu mulai melepas setiap kancing di pakaiannya dan naik ke atas ranjang, tempat di mana Tae-yaa berada.
“Jimin, jangan!” seru Tae-yaa saat pemuda itu naik ke atas tubuhnya dan mulai merobek pakaian yang dipakai gadis itu. Tatapan penuh napsu dapat Tae-yaa lihat dengan jelas dari sorot mata Jimin.
Jimin menjilat leher gadis itu dan mulai turun menyusuri dada Tae-yaa. Meninggalkan beberapa tanda kepemilikan sebelum akhirnya tanpa permisi Jimin menancapkan gigi taringnya di dada Tae-yaa, membuat gadis itu menjerit kesakitan.
Di tengah jeritan kesakitan Hyuna, Jimin mencakar tangan dan kaki Hyuna agar gadis itu tidak bisa pergi ke manapun.
“Mari sedikit bersenang-senang.” Hyuna menggelengkan kepalanya sekuat tenaga saat Jimin melucuti pakaiannya. Gadis malang itu memohon agar Jimin menghentikan kegilaannya, namun entah iblis mana yang sudah merasuki Jimin sampai tidak menghiraukan teriakan kesakitan Hyuna.
“Jimin, jangan. Sakit,” rintih Hyuna.
“Tenanglah, Sayang. Sebentar lagi lu sepenuhnya milik gue,” ucap Jimin.
__ADS_1
Biadab kali kau, Jim😭.
Air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Rasanya sangat sakit saat taring tajam Jimin merobek kulit dadanya. Setelah puas menghisap darah sahabatnya, pemuda itu pergi meninggalkan Tae-yaa yang masih terbaring dengan wajah yang sudah basah dengan air mata.
Lukas dan yang lainnya terkejut saat melihat keadaan Nona mereka yang mengerikan. Pakaian yang ia pakai sudah robek di beberapa bagian, luka gigitan di bagian dada yang bisa saja membunuh gadis itu, dan wajah yang penuh dengan air mata.
“Hyuna!” seru semuanya.
Taehyung langsung memeluk tubuh sang kekasih yang tengah menangis tersedu dengan sangat erat. Seolah menyalurkan semua rasa cintanya agar gadis itu merasa nyaman dan kembali tenang. “Sudah Baby, tenangkan diri lu.” Taehyung ikut menangis melihat bagaimana hancurnya hati kekasihnya.
“Siapa yang menemani Hyuna di rumah?” tanya Taehyung sambil menatap satu demi satu orang-orang suruhan orang tua Hyuna.
“Maaf Tuan Muda, tadi kami semua panik dan pergi meninggalkan Nona sendirian di rumah.” Lukas tertunduk menyesal karena sudah meninggalkan Nonanya sendirian di rumah, dan menyebabkan hal mengerikan itu terjadi. Sekuat tenaga Taehyung mencoba untuk tenang agar tidak menghabisi setiap nyawa yang ada di sana karena sudah berani meninggalkan kekasihnya sendirian di rumah, dan berakhir gadis malang itu dilecehkan.
“Siapa yang sudah melakukan hal sejahat ini?” tanya Seokjin pada Hyuna. Namun bukannya menjawab, gadis itu malah semakin menangis.
Jungkook mencoba membau sekitar Hyuna, berharap ia bisa menemukan pelaku yang sudah menyakiti sahabatnya. Namun nihil. Pemuda itu tidak bisa mendeteksi bau lain selain mereka yang ada di tempat itu, sepertinya seseorang yang sudah melecehkan Hyuna sudah mempersiapkan semuanya dan menghilangkan baunya agar tidak ada yang bisa mengenalinya.
“Taehyung, gue kotor.” Taehyung memeluk tubuh kekasihnya dengan air mata yang juga mengalir. Taehyung bersumpah akan membunuh siapapun yang sudah melakukan hal sebejat itu pada kekasihnya.
Tak henti-hentinya pemuda itu mengatakan kalau Hyuna tidak salah, orang itu yang salah. Taehyung juga mengatakan akan tetap bersama Hyuna apa pun yang terjadi dengan gadis itu.
Seokjin mengajak saudaranya yang lain keluar dari kamar Hyuna. Membiarkan gadis itu menenangkan bersama dengan Taehyung di sampingnya.
__ADS_1
“Yoon, lu tau siapa?” tanya Seokjin tiba-tiba. Yoon Ki yang ditanya oleh kakaknya merasa ragu untuk menjawab, bukannya pemuda itu tidak yakin dengan jawabannya, pemuda hanya tidak yakin apa yang akan terjadi kalau dia mengatakan yang sesungguhnya.
“Hyung, tolong katakan biar kita bisa menghukumnya.” Jungkook ikut memohon kepada Yoon Ki agar pemuda itu mau mengatakan yang sebenarnya.
“Hyung, biar gue yang nemuin dia dan tanya soal ini.” Bukannya memberi jawaban, Yoon Ki malah mengatakan sesuatu yang langsung disetujui oleh Seokjin.
Dari cara Yoon Ki bicara, mereka semua sudah tau siapa sosok jahat yang berani melakukan hal semengerikan itu pada Hyuna.
“Jimin.” Semua yang ada di sana langsung menoleh ke arah Taehyung yang sudah berdiri di depan kamar Hyuna, entah sejak kapan. “Benar dia yang ngelakuin ini semua?” tanya Taehyung. Tidak ada yang menjawab. Semuanya memilih diam sembari menundukkan kepala. “Jawab!” seru Taehyung yang kesal karena tidak ada yang merespon pertanyaannya.
“Tae, tenangin diri lu.” Hoseok mencoba menenangkan sang adek, namun Taehyung malah ngamuk dan memakai semua saudaranya.
“Tenang? Bagaimana gue bisa tenang di saat gadis yang gue cintai dilecehkan dengan begitu kejam oleh saudara gue sendiri, Hyung? Hyuna nggak salah, begitupun Raja dan Ratu, kita semua tau itu.”
“Taehyung, Hyung mohon tenanglah.”
“Hyung, pacar gue dilecehin Hyung. Kenapa pacar gue harus nanggung semua kesalahan yang bahkan bukan dia yang ngelakuin? Kenapa harus Hyuna.” Air mata Taehyung mengalir dengan deras tanpa bisa ia bendung lagi. Pemuda itu memukul keras tembok kamar Hyuna untuk melampiaskan semua amarah yang membumbung di dalam hatinya. “Hyuna gue yang malang. Hyuna gue, Hyung.”
Namjoon berjalan ke arah Taehyung dan memeluk sang adek yang tengah hancur hatinya karena perbuatan saudaranya sendiri. “Lu harus tenang, lu harus kuat untuk Hyuna.”
Hoseok dan yang lainnya juga ikut memeluk tubuh Taehyung, memberi kekuatan pada pemuda itu untuk menghadapi semua masalah yang tengah hadir dalam hubungannya.
“Di mana Jimin?” tanya Taehyung. Tidak ada satupun dari mereka yang berani memberitahu Taehyung keberadaan Jimin. Mereka takut pemuda itu akan lepas kendali dan berujung membunuh saudaranya sendiri.
__ADS_1
“Taehyung tenanglah. Biar Yoon Ki Hyung yang pergi mencari Jimin dan meminta penjelasan padanya,” ucap Hoseok.
Taehyung diam sejenak dan mengangguk. Setelah lebih tenang, Taehyung berpamitan pada semua saudaranya untuk pergi ke minimarket depan rumah Hyuna untuk membelikan gadis itu sesuatu yang mungkin bisa membuatnya tenang. Tidak lupa pemuda itu berpesan untuk tidak meninggalkan Hyuna seorang diri, ia tidak ingin kejadian yang sudah terjadi kembali terulang.