
Taehyung bersama dengan Seokjin dan saudaranya yang lain membawa Hyuna pulang ke rumah Taehyung. Kondisi gadis itu sangat mengenaskan, bau bekas bercinta tercium jelas di tubuhnya dan itu sangat menyakiti hati Taehyung.
“Tae....”
“LU BISA NGGAK JAGA DIRI! APA SUSAHNYA SIH BILANG KALAU MAU PERGI. LU ANGGAP GUE APA!” teriak Taehyung. Pemuda itu tengah melampiaskan semua kekesalan yang ada di dalam hatinya kepada Hyuna yang menurutnya sangat ceroboh. “Mau lu apa sih sebenarnya, hah!”
Hyuna yang mendengar umpatan, dan makian yang Taehyung layangkan kepadanya hanya bisa diam sambil menundukkan kepala.
“Gue kan udah bilang, kalau ke mana-mana itu bilang. Lu bisa nggak stop bikin orang khawatir? Kita ke sana buat senang-senang, tapi elu malah bikin kita semua panik.”
“Gue minta maaf, tapi gue....”
“Gue apa? Lu mikir nggak sih perasaan gue? Perasaan saudara gue? Bisa nggak sehari aja jangan bikin kita semua ketakutan cuma gara-gara nyariin elu.”
“Taehyung, tenangin diri lu. Hyuna lagi....”
“Tenang, Hyung bilang? Bagaimana gue bisa tenang kalau terus kayak begini?” Taehyung menatap nanar Hyuna yang masih terus menundukkan kepalanya. Tubuh gadis itu bergetar, dan Taehyung yakini saat ini gadis itu tengah menangis dalam diam. “Dan buat lu-” Taehyung menunjuk ke arah Hyuna. “- mulai sekarang hubungan kita berakhir.”
Hyuna yang sejak tadi menundukkan kepalanya langsung menatap Taehyung dengan air mata yang masih setia mengalir di pipinya. Namun, detik kemudian gadis itu tersenyum dan berkata, “baiklah, maaf.”
“Taehyung, jangan gegabah. Kalian bisa....”
“Nggak ada lagi yang perlu dibicarakan.” Taehyung tidak memandang Hyuna sedikitpun. Pemuda itu memilih melihat ke arah luar yang terlihat dari jendela kamarnya.
“Tapi....” Hyuna memegang tangan Hoseok, memberi isyarat bahwa pemuda itu tidak harus meneruskan perkataannya.
“Taehyung benar, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Kami sudah berakhir,” ucap Hyuna. Gadis itu mencoba berdiri dari posisinya meski dengan susah payah, dan berjalan ke arah Taehyung yang berada di dekat pintu kamarnya. “Terima kasih buat semuanya. Semoga lu bisa lebih bahagia, ya.”
Taehyung tidak menjawab. Hatinya sakit, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Hyuna berjalan keluar kamar. “Lu mau ke mana?” tanya Seokjin saat melihat Hyuna berjalan menuju ruang tamu rumahnya.
“Balik. Nggak baik di rumah orang lain malam-malam begini,” ucap Hyuna sembari membuka pintu utama rumah mantan kekasihnya.
“Pergilah! Pergi sejauh mungkin sampai gue nggak bisa lihat elu lagi!” seru Taehyung.
“Nggak, Na. Jangan dengerin Taehyung Hyung. Elu di sini aja, biar kita yang ngerawat elu. Jangan pergi,” mohon Jungkook. Pemuda itu berusaha menghentikan langkah Hyuna, namun Taehyung lebih dulu mencegahnya. “Hyung, dia masih sakit.”
“Taehyung, tolong hentikan Hyuna. Gadis itu bisa dalam bahaya,” mohon Yoon Ki.
“Dia udah dewasa, Hyung. Dia tau mana yang baik buat dia,” jelas Taehyung.
__ADS_1
Sejak kepergian Hyuna, Taehyung terus murung. Pemuda itu bahkan melewatkan waktu berburu, dan itu cukup berdampak pada kekuatannya.
Sejujurnya Taehyung tidak ingin mengakhiri hubungannya dengan sang kekasih, hari itu dia hanya kalut karena rasa bersalahnya pada Hyuna, demi Tuhan dia tidak berniat menyakiti hati gadis itu. Ia sendiri tidak menyangka jika kalimat yang keluar dari mulutnya akan begitu menyakitkan.
“Hyuna.”
Taehyung memilih pergi ke rumah Hyuna tanpa sepengetahuan saudara-saudaranya. Pemuda itu hanya ingin melihat gadisnya agar hatinya sedikit merasa tenang.
Rumah gadis itu terlihat terang seperti biasa, dan terlihat Lukas bersama Jaemin dan Jeno ada di dalam sana. Taehyung merasa sedikit tenang, itu artinya gadis itu tidak sendirian di dalam rumah.
“Baby, jaga diri baik-baik.” Taehyung berpesan pada angin, dengan harapan angin itu menyampaikan semua pesannya bersama dengan rasa rindu.
***
“Jimin, kenapa di sini Nak?” tanya Sho-hyun saat melihat anak kesayangannya tengah duduk di salah satu kursi yang ada di depan rumah mereka. Malam sudah semakin larut, dan pemuda itu masih tetap berada di sana seorang diri.
Sejak pertemuan kedua mereka, Jimin memutuskan untuk ikut dan tinggal dengan sang ibu, dia tidak memberitahu kepada siapapun soal hal ini.
Sho-hyun menerima dengan baik keinginan anaknya yang memilih ikut dengannya. Selain bisa dekat dengan sang anak, alasan Sho-hyun menerima Jimin juga karena dengan adanya pemuda itu di dekatnya, akan lebih mudah baginya untuk menyusun rencana balas dendamnya pada anggota kerajaan.
“Tidak ada apa-apa, Eomma.”
“Sayang, kalau ada apa-apa jangan ragu untuk curhat dengan Eomma.” Jimin hanya mengangguk mendengar ucapan ibunya. Sebenarnya ia ingin bertanya soal hatinya yang beberapa kali merasa bersalah setiap mengingat apa yang sudah ia lakukan pada Hyuna, tapi entah kenapa hatinya menolak. “Bagaimana dengan Tae-yaa?”
“Kau bisa membuatnya lebih hancur dari ini, kan, Nak?” tanya Sho-hyun. Jimin mengangguk sebagai jawaban, dan Sho-hyun sangat bahagia melihatnya.
“Eomma, apa Jimin boleh tanya?”
“Apa itu, Nak? Tanyakan semua yang ingin Jimin ketahui.”
Meski ragu tapi Jimin memilih untuk menanyakan sesuatu yang sudah mengganggunya akhir-akhir ini. “Bagaimana Eomma bisa hidup?”
“Maaf, Nak. Eomma tidak bisa mengatakannya, karena Eomma sudah berjanji dengan seseorang. Tapi, Eomma janji akan mengatakan semuanya saat Tae-yaa sudah mati dan kerajaan hancur.”
Tae-yaa mati? Entah kenapa mendengar kalimat itu rasanya hati Jimin sakit. Air matanya bahkan menetes tanpa ia sadari, tangannya terkepal seolah menolak kalimat jahat yang diucapkan oleh Sho-hyun.
***
Sudah enam bulan sejak keluarnya Hyuna dari rumah Taehyung, dan sejak hari itu juga baik Jungkook, Seokjin bahkan Taehyung sendiri tidak pernah melihat Hyuna.
Taehyung yang tengah duduk di balkon dikejutkan dengan kedatangan Jungkook yang menghampirinya dengan wajah yang sudah penuh dengan air mata.
__ADS_1
“Hyung, tolong cari Hyuna.” Jungkook terus memohon kepada Taehyung, karena sejak beberapa minggu yang lalu perasaan pemuda itu tidak enak. Bayangan Hyuna yang kesakitan terus menghantui pikirannya.
“Jungkook benar. Cari Hyuna, dan selesaikan masalah kalian dengan baik.” Hoseok juga ikut datang menghampiri Taehyung yang terlihat sibuk menatap hamparan langit malam yang gelap.
“Jangan berlebihan, Hyung. Dia ada di rumahnya,” ucap Taehyung.
“Dia nggak pulang sejak hari itu,” ucap Seokjin. Taehyung, Hoseok dan juga Jungkook menoleh bersamaan ke arah Seokjin yang berdiri tak jauh dari mereka.
Bagaimana bisa Hyuna nggak pulang? Selama ini ia rutin ke rumah gadis itu, dan masih melihat ada kehidupan di sana. Jadi, mustahil gadis itu tidak ada di rumah.
“Apa maksudmu, Hyung?” tanya Jungkook.
“Hyung bersama Yoon Ki baru saja dari rumahnya, dan Lukas bilang dia belum ada kembali sejak hari itu. Mereka berpikir Hyuna ada di sini, itu alasannya mereka nggak pernah mencari keberadaan gadis itu.” Yoon Ki ikut bersama dengan para saudaranya berkumpul di balkon. Membahas soal keberadaan Hyuna yang masih jadi misteri.
Mengetahui apa yang terjadi, tanpa pikir panjang Taehyung langsung melesat pergi keluar dari rumahnya. Tujuan pemuda saat ini adalah kerajaan, tempat satu-satunya yang mungkin jadi tempat gadis itu menenangkan diri.
“Eommanim,” sapa Taehyung begitu dia sampai di kerajaan dan bertemu dengan Tae-ri. Terlihat jelas raut kesedihan di wajah pemuda itu. Bahkan ada bekas air mata yang masih belum mengering di kedua pipinya.
“Taehyung? Apa kabar, Nak?” tanya Tae-ri sambil memeluk tubuh keponakan yang sangat ia rindukan. Tae-ri mengajak Taehyung untuk beristirahat bersama di tempat teduh sembari menunggu sang Raja.
“Taehyung baik, Eommanim.”
Keduanya duduk di sebuah taman yang tidak terlalu jauh dari tempat keduanya bertemu. Suasana cerah namun sejuk entah mengapa membuat Taehyung nyaman berada di sana. Pemuda itu seolah tidak ingin kembali ke rumahnya yang sudah ia tempati bersama keluarganya.
“Tae, Eommanim dengar kau sering ke sini. Tapi kenapa kau tidak pernah mampir?” tanya Tae-ri. Wanita itu masih sangat cantik, padahal usianya sudah tidak bisa dibilang muda lagi. Kecantikan Tae-ri menurun ke anaknya, dan Taehyung bersyukur dengan itu.
“Maaf, Eommanim.” Taehyung sedikit menyesal karena tidak pernah mampir saat datang ke kerajaan. Sebenarnya bukannya dia tidak ingin mampir, dia hanya tidak punya cukup keberanian untuk datang, apalagi harus mengingat apa yang dulu terjadi dengan keluarganya. Taehyung itu pengecut. “Kalau boleh tau, ada apa kamu datang ke sini Nak?”
Taehyung terdiam. Sedikit merasa ragu untuk mengatakan pada Tae-ri apa tujuannya, tapi kalau dia tidak bertanya, dia tidak tau lagi ke mana harus mencari Hyuna. “Eomma, maaf sebelumnya. Tapi Taehyung datang ke sini mau ketemu Hyuna, apa dia ada?” tanya Taehyung. Bukannya menjawab, Tae-ri malah menatap Taehyung seolah meminta penjelasan dari ucapannya. “Ah maaf, maksudnya Tae-yaa. Apa Tae-yaa ada?”
“Kenapa kamu memanggil Tae-yaa dengan nama Hyuna?” tanya Tae-ri.
“Di sana Tae-yaa mengganti namanya dan juga marganya menjadi Kyeon Hyuna. Jadi, kami terbiasa memanggil dia dengan nama itu.” Tae-ri mengangguk, dalam hati wanita itu mengutuk anaknya karena sudah seenaknya mengganti nama bahkan sampai marganya. Wanita itu bahkan bersumpah akan memukuli anaknya itu kalau sampai gadis itu berani pulang. “Eommanim, apa Tae-yaa ada?”
“Tae-yaa belum pulang sama sekali sejak pergi dari sini satu tahun yang lalu, Nak.” Taehyung yang mendengar ucapan Eommanin nya langsung terdiam. Pikirannya mulai kalut. “Ada apa, Nak?”
“Sebenarnya Taehyung sama Hyuna, maksudnya Tae-yaa menjalin hubungan. Beberapa hari yang lalu kami bertengkar hebat, dan Hyuna pergi. Taehyung pikir dia ke sini, itulah kenapa Taehyung tanya sama Eommanim.”
Mendengar penuturan Taehyung, Tae-ri hanya membuang napas dan tersenyum. “Dari arah masuk hutan ambil jalan kanan, susuri daerah itu dan kamu akan melihat rumah kecil yang ada di dekat danau. Hyunamu suka di sana,” ucap Tae-ri. Wanita itu bisa melihat binar bahagia di wajah pemuda itu saat mendengar ucapan Tae-ri.
“Eommanim serius? Hyuna di sana?”
__ADS_1
“Eommanin nggak bisa memastikan, tapi dia suka di sana.”
Setelah berpamitan, Taehyung memilih langsung pergi tanpa mampir terlebih dahulu ke rumah sang Appa. Yang ada dipikirannya saat ini hanya Hyuna dan memastikan kalau gadisnya baik-baik saja.