
Jimin tengah berjalan di tepian hutan. Mencoba menenangkan pikirannya yang kacau dan mengingat apa yang baru saja ia lakukan.
“Apa yang barusan gue lakuin?” tanya Jimin. Pemuda itu mengusak rambutnya dengan kasar, berharap semua bayangan tentang kejadian barusan segera menghilang. Teriakan kesakitan Hyuna, tangan kotornya yang sudah berani menjamah tubuh gadis itu tanpa rasa dosa, serta tubuhnya yang sudah dengan lancang merenggut kesucian sahabatnya.
“Jimin.”
Merasa ada yang memanggil Jimin langsung menoleh ke arah sumber suara. Tubuhnya kaku, air matanya mengalir deras, bibirnya kelu tidak dapat berkata apa pun.
“Jimin, anakku.” Jimin yang masih menangis langsung berlari ke arah seseorang yang memanggilnya. Memeluk sosok itu dengan sangat erat berharap tidak akan terpisah lagi dengan sosok itu.
“Eomma.” Soh-Hyun, wanita tua yang masih terlihat sangat cantik diusianya yang tidak bisa lagi dibilang muda. Keduanya menangis tersedu, menyalurkan rasa sayang bercampur rindu yang sudah lama mereka pendam. “Eomma ke mana saja? Jimin rindu.”
“Eomma ada di sini, Nak. Jimin ngapain di sini? Kenapa Jimin sedih?” tanya Sho-hyun beruntun. Melihat keadaan sang anak yang sepertinya tengah sedih membuat jiwa keibuannya keluar, dan memeluk tubuh anaknya.
“Jimin baru dari rumah Hyuna, Ma. Jimin baru saja merebut apa yang paling berharga dalam hidup Hyuna.”
“Hyuna? Apa anak Eomma sudah punya kekasih sekarang?” goda Sho-hyun. Namun bukannya tersenyum, sang anak malah terlihat murung. “Kenapa, Nak?”
“Hyuna pacarnya Taehyung, Ma. Tapi Jimin baru saja memperkosa Hyuna,” sesal Jimin. Pemuda itu tidak tau apa yang sebenarnya terjadi padanya. Tadi ketika dia mendengar ucapan Hyuna, hatinya terasa sakit dan karena hal itu dia menyerang Hyuna, maksudnya Tae-yaa. Setelah itu dia pergi, tapi entah kenapa dia bisa berakhir kembali ke rumah Hyuna, dan sialnya dia tengah menggagahi sahabatnya sendiri yang notabene kekasih dari saudaranya.
“Temui Taehyung, Nak. Dan minta maaflah padanya dan gadis bernama Hyuna itu,” saran Soh-Hyun.
Jimin agak sedikit ngeri kalau sampai menemui Taehyung. Hari itu dia gagal menjaga Hyuna saja pemuda itu marah besar dan menghajarnya habis-habisan, apalagi kalau Jimin mendatangi Taehyung setelah memperkosa Hyuna. Mungkin Taehyung akan langsung membunuhnya.
__ADS_1
“Hyuna itu Tae-yaa, Eomma. Anak dari Raja dan Ratu,” terang Jimin. Wajah Soh-Hyun yang awalnya terlihat begitu lemah lembut, berubah menjadi sosok yang sangat menyeramkan. Tatapan matanya menajam, seolah tengah melihat sesuatu yang mampu merusak pandangannya. “Eomma,” panggil Jimin saat ibunya tidak lagi fokus padanya.
“Sayang, Eomma harus pergi sekarang. Besok kita bertemu lagi di tempat ini, ya.” Jimin yang mendengar ucapan sang Eomma langsung mengangguk. Pemuda itu bisa kembali bertemu dengan sosok yang sangat ia sayangi. “Sebelum Eomma pergi, tolong jangan katakan pada siapapun tentang pertemuan kita. Karena nanti saat waktunya tiba, Eomma akan muncul di hadapan semuanya.”
Soh-Hyun pergi meninggalkan Jimin. Pemuda itu terlihat sangat senang karena bisa kembali melihat wanita yang ia sayangi. Pemuda itu sama sekali tidak curiga akan sosok sang Eomma, padahal hari itu dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kepala sang Eomma lepas dari tubuhnya. Tapi, kenapa Eommanya masih hidup? Entahlah, Jimin tidak peduli.
Jimin yang tengah berjalan menyusuri jalanan yang gelap dikejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba menendang punggungnya, membuat Jimin jatuh tersungkur.
Jimin menoleh dan terkejut mendapati Taehyung yang menatapnya dengan tatapan yang siap membunuhnya kapan pun pemuda itu ingin.
“Taehyung.”
“Udah puas lu, Jim.” Air mata Taehyung kembali jatuh saat mengingat bagaimana hancurnya Hyuna setelah pelecehan itu. “Salah Hyuna apa, Jim? Kenapa lu tega sama dia?” tanya Taehyung. Amarah yang membumbung tinggi coba ia tahan sekuat tenaga agar ia tidak sampai gegabah dan berakhir menghabisi nyawa saudaranya.
“Dia bukan Hyuna, dia Kim Tae-yaa.”
“Orang tuanya yang membunuh Eomma. Apa lu lupa? Dia dan keluarganya....”
“Hukuman yang Eomma terima itu sudah pantas, Jim. Jangan tutup kedua mata dan telinga lu hanya karena rasa sayang lu ke Eomma,” ucap Taehyung. Jimin yang mendengarnya tidak terima dan langsung menendang Taehyung hingga terjatuh.
“Jaga mulut lu!” peringat Jimin.
Taehyung bangun dari jatuhnya dan langsung menyerang saudaranya tanpa menahan kekuatannya sedikitpun.
__ADS_1
Jimin memukul Taehyung di wajah pemuda itu, membuat sudut bibirnya terluka dan mengeluarkan darah. Sementara Taehyung berhasil menendang bagian vital Jimin, membuat pemuda itu mundur beberapa langkah.
“Minta maaf sama Hyuna.”
“Minta maaf sama dia? Jangan harap.” Taehyung menyerang Jimin di bagian kepalanya, namun berhasil ditangkis oleh Jimin. “Kalau apa yang Eomma dapatkan pantas untuknya, maka apa yang didapatkan gadis hina itu juga pantas untuknya.”
Keduanya kembali saling beradu kekuatan dan hal itu bisa dirasakan oleh Hoseok yang tengah berada di rumah Hyuna, karena kebetulan tempat mereka berkelahi tidak jauh dari kediaman Hyuna.
“Hyung, Taehyung dan Jimin terlibat perkelahian.”
Seokjin memerintahkan Lukas bersama para saudaranya ditambah Jungkook untuk tetap tinggal di rumah Hyuna, sementara dirinya dan Namjoon juga Hoseok dan Yoon Ki akan pergi ke tempat perkelahian Taehyung dan Jimin berada.
Semuanya mengangguk setuju dengan tugas yang sudah dijelaskan oleh Seokjin. Setelah itu mereka mulai pergi ke tempat kedua adik mereka berada.
Sesampainya di sana Taehyung sudah berada di bawah kaki Jimin dengan wajahnya yang diinjak oleh Jimin.
“Jimin, stop!” seru Namjoon. Melihat kedatangan saudaranya yang lain Jimin memilih menendang perut Taehyung dan melesat pergi.
“Taehyung, lu baik-baik aja?” tanya Hoseok sambil membantu sang adek berdiri. Wajah Taehyung sudah penuh dengan luka memar, membuat Hoseok tidak tega melihatnya.
“Kenapa lu temui Jimin? Lu tau kan....” Taehyung menyentak tangan Hoseok dan memilih pergi saat Seokjin memarahinya.
Taehyung memilih kembali ke rumah Hyuna dan menemani gadis itu tidur di ranjangnya. “Baby, maafin gue. Gue nggak bisa jagain elu, gue juga nggak bisa bawa dia ke sini buat minta maaf sama lu. Maafin gue yang sudah gagal ini.” Dengan air mata yang kembali mengalir Taehyung memeluk tubuh lemah Hyuna dan menutup kedua matanya. Melepaskan semua rasa lelah, sakit dan kecewa yang menyerang hatinya secara bersamaan.
__ADS_1
“Apa Taehyung datang?” tanya Seokjin. Jungkook bersama para pengawal Hyuna mengangguk. Mereka mengatakan Taehyung kembali dengan keadaan yang penuh luka dan air mata. Mereka juga mengatakan bahwa Taehyung langsung masuk ke dalam kamar Hyuna, memeluk gadis itu dan pergi ke alam mimpi bersama.
Seokjin yang mendengarnya bisa bernapas lega. Setidaknya adeknya itu tidak melakukan hal yang tidak-tidak di sela emosinya yang masih meninggi.