The Blood

The Blood
Bagian (39)


__ADS_3

Seokjin bersama kedua adeknya mencoba mencari keberadaan Sho-hyun di sekitar rumah mereka. Namun, ketiganya tidak juga bertemu dengan wanita itu.


“Di mana dia?” tanya Namjoon pada kedua saudaranya. Yoon Ki yang melihat seseorang berada dibalik pohon yang cukup besar pun mengatakannya pada Namjoon dan Seokjin. Hanya saja, pemuda itu memilih memakai isyarat agar seseorang dibalik pohon itu tidak curiga, dan berakhir pergi begitu saja.


Dalam hitungan ketiga, mereka langsung melesat ke arah Sho-hyun yang ternyata tidak menyadari keberadaan mereka.


“Eomma,” panggil Namjoon. Pemuda itu bersumpah ingin sekali membunuh Sho-hyun, meski nyatanya wanita itu adalah orang yang sudah melahirkannya dengan mempertaruhkan nyawanya, tapi jika mengingat apa yang dilakukan wanita itu membuat Namjoon merasa sangat marah.


“Kalian,” Sho-hyun tadi terlalu fokus dengan Jimin, makanya ketiga putranya berhasil menemukan persembunyiannya.


“Eomma, kami mohon hentikan semua ini. Jimin menderita Eomma,” mohon Seokjin. Sementara Yoon Ki memilih untuk diam, karena pada dasarnya ia memang tidak begitu cocok dengan eommanya. Mereka selalu berselisih sejak Yoon Ki masih kecil, jadi wajar kalau ia memilih untuk diam saja dari pada harus ikut membujuk Sho-hyun.


“Dia pantas mendapatkannya. Dia sudah berani meninggalkan Eomma,”


“Apa kau begitu pengecut? Kalau kau memang ingin sekali membunuh raja dan ratu, kenapa kau tidak melakukanya sendiri? kenapa kau tidak langsung mendatangi mereka? Kalau dipikir itu lebih baik. Kau yang menderita, bukan Jimin.” Sho-hyun menatap tajam Yoon Ki yang tengah menatapnya sembari melipat kedua tangannya di dada. “Apa karena kau sudah tau, bahwa kau tidak akan menang kalau kau yang melawan mereka sendiri, makanya kau pakai Jimin sebagai tameng? Semua rencana yang kau susun bisa kami tebak dengan sangat mudah. Karena apa? Karena cara yang kau pakai adalah cara yang biasa dilakukan orang rendahan yang tidak punya kepercayaan diri.” Tidak ada sopan santun selama Yoon Ki berbicara dengan Sho-hyun. Pemuda itu hanya berpikir wanita seperti Sho-hyun tidak pantas untuk dihormati, apa lagi bersikap sopan santun padanya.


“Yoon Ki, stop.” Bukannya berhenti, Yoon Ki malah terus melanjutkan kalimatnya. Memprovokasi Sho-hyun agar wanita itu semakin marah, dan benci padanya.


“Elu sadar kalau elu tu cuma pengecut, yang bisanya cuma memakai orang lain sebagai tameng untuk menjaga diri lu tetap baik-baik saja.”


Seokjin dan Namjoon sedang berusaha menghentikan pertikaian yang terjadi antara Yoon Ki dan Sho-hyun. Sementara itu, di sisi lain Jungkook, Hoseok dan Taehyung tengah mati-matian memegangi Jimin yang terus berusaha untuk melepaskan diri dari tali dan juga pegangan saudara-saudaranya.


“Jim, tenangin diri lu.” Sialnya ucapan Hyuna tidak berarti sama sekali, karena pemuda itu sudah berada di bawah kendali Sho-hyun. “Appa, Abonim, apa tidak ada cara untuk melepaskan Jimin dari pengaruh Sho-hyun Eommanim?”


Ketiga tetua yang ada di sana pun menundukkan kepalanya. Sebenarnya ada caranya, tapi mereka tidak yakin apakah cara ini berhasil atau tidak.


Hyuna yang tengah menggendong Nami pun bersujud di depan kedua orang tuanya dan juga Woo Bin, agar mereka bisa menunjukkan cara penyembuhan Jimin.

__ADS_1


“Nak, bangun. Jangan seperti ini,”


Tae-ri mencoba membangunkan putrinya dari posisi yang bisa saja menyakitinya. Ia baru saja melahirkan, dan bersujud bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Namun, gadis itu menolak. Ia berkata akan terus melakukan itu sampai ketiga orang tua yang ada di sana bersedia membantu Jimin.


“Sebenarnya ada caranya,” ucap Jae Wook. Semua yang mendengar ucapan pria itu langsung menoleh bersamaan. “Tapi kami tidak yakin apakah cara ini akan berhasil atau tidak.”


“Apa itu?” tanya Hyuna. Gadis itu berdiri dari duduknya dan menghampiri sang appa yang terlihat ragu mengatakannya. “Appa!”


“Bunuh Jimin.”


“Apa?” tanya Hyuna bersama ketiga saudara Jimin.


“Abonim, bagaimana mungkin kami....”


“Bunuh dia, dan hidupkan dia kembali dengan darah Raja.” Hyuna bersama yang lainnya semakin tidak mengerti dengan perkataan Jae Wook yang menurutnya terlalu mengada-ada. Bagaimana mungkin mereka membunuh Jimin lalu menghidupkannya kembali?


Dalam kasus Jimin, mereka tidak tau racun jenis apa yang Sho-hyun berikan pada Jimin hari itu. Bisa jadi racun itu sangat berbahaya, dan mungkin bisa membunuh raja sendiri. Atau malah sebaliknya.


“Apa Jimin tidak bisa langsung disembuhkan? Dia pernah minum darah Hyuna, maksudnya darah Tae-yaa.”


Semua tertegun mendengar ucapan Taehyung. Tae-yaa sendiri lupa kalau pemuda itu pernah meminum darahnya dua kali.


“Apa itu benar?” tanya Jae Wook. Jungkook, Hoseok dan Taehyung mengangguk.


“Hyuna pernah mendapatkan luka gigitan, dan Yoon Ki hyung bilang kalau itu bekas gigitan Jimin.” Mereka masih tidak mengerti bagaimana pemuda itu bisa tau itu gigitan Jimin, atau gigitan vampir lain. Tapi mereka meyakini ucapan Yoon Ki, karena dari kecil pemuda itu memang punya kelebihan membedakan gigitan vampir. Luar biasa bukan. Dan, bisa jadi itu juga alasan kenapa Sho-hyun memilih memberikan darahnya langsung pada Jimin, karena kalau lewat gigitan, Yoon Ki pasti sadar dari awal.


Jae Wook membuang napas kasar. “Baiklah, mari kita coba.” Pria tua itu berjalan ke arah Jimin yang masih berusaha melepaskan diri dari pegangan saudara-saudaranya. “Kendalikan dirimu, dan lihatlah!” perintah Jae Wook yang langsung membuat Jimin tenang.

__ADS_1


“Appa bisa menenangkan Jimin dengan mudah.” Jae Wook dan yang lainnya hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Hyuna. Taehyung bersaudara pun ikut tercengang melihatnya.


“Kalau begitu kenapa Abonim tidak melakukannya dari tadi?” tanya Jungkook yang masih kelelahan setelah memegangi Jimin yang luar biasa kuat.


“Apa kalian pikir kalau kami mengatakan bahwa kami bisa mengatasi semuanya dari awal, kalian akan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada kami.” Keempat anak muda yang ada di tempat tersebut menundukkan kepala bersamaan. Niat hati ingin memarahi orang tua itu, karena tidak membantu mereka. Sialnya malah berbalik.


“Dan kau, anak nakal.” Tae-ri menunjuk anak semata wayangnya yang berada di sampingnya. “Kau jarang pulang, tapi sekalinya pulang bawa anak. Kau pikir kami tidak terkejut?”


“Jadi Eomma dan Appa tidak akan menerima Nami?” tanya Hyuna. Tae-ri tanpa belas kasih memukul kepala sang anak yang baru sadar dari komanya beberapa jam yang lalu.


“Kau sudah menjadi ibu, tapi kenapa masih bodoh juga.” Hyuna hanya memajukan bibirnya. Dia baru saja sadar, jadi jangan salahkan dia kalau dia jadi sedikit bodoh. “Maksud Eomma, kalau ada apa-apa bicaralah pada kami. Kami ini orang tua mu,” terang Tae-ri. Wanita itu tidak mengerti, bagaimana bisa anaknya yang dulu memiliki IQ setara Einstein, sekarang jadi sebodoh koala begini.


Jae Wook sudah berdiri di belakang Jimin. Taringnya yang panjang perlahan keluar, dan siap menembus kulit leher Jimin untuk mengeluarkan racun Sho-hyun yang ada di dalam tubuhnya.


“Ini akan sangat sakit, jadi tahan.” Entahlah kepada siapa kalimat itu Jae Wook tujukan, karena nyatanya Jimin masih terdiam dengan mata tertutup.


Jeritan kesakitan terdengar memilukan saat Jae Wook berhasil menembus kulit Jimin. Selain memberikan darahnya, pria itu juga mengeluarkan racun yang ada di tubuh Jimin.


Sho-hyun yang mendengar teriakan Jimin menatap marah ketiga anaknya yang ada di depannya. “Aku pastikan kalian akan menerima balasannya.” Setelahnya wanita itu pergi dengan membawa dendam dan amarah yang semakin meninggi.


“Lu nggak bisa apa ngomong dengan baik-baik sama Eomma,” tegur Seokjin yang merasa sikap sang adek sudah sangat keterlaluan.


“Jin Hyung benar. Eomma bisa sakit hati,” imbuh Namjoon.


“Dia sakit hati atau tidak, bukan urusan gue.”


Yoon Ki melesat lebih dulu ke rumah appanya yang kemudian disusul oleh Namjoon dan Seokjin di belakangnya. Kedua pemuda itu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat bagaimana Yoon Ki membenci eomma mereka.

__ADS_1


Sebenarnya tidak ada yang salah dari sikap Yoon ki. Pemuda itu hanya ingin mengatakan bahwa apa yang eommanya lakukan salah, dan pemuda itu hanya ingin eommanya sadar. Hanya saja, caranya sedikit salah.


__ADS_2