
Taehyung terus mengikuti arahan Tae-ri. Air mata pemuda itu kembali mengalir saat melihat seorang wanita dengan perut yang sudah membesar duduk di tepi danau sambil tersenyum manis. Wanita itu tidak sendirian, ada seekor anjing jenis Alaskan malamute berwarna putih dan abu-abu.
“Hyuna,” panggil Taehyung. Wanita itu menoleh. Mata keduanya saling beradu, dan saat itu juga setetes air mata perlahan mulai turun membasahi pipi.
“Taehyung,” lirih Hyuna. Taehyung melesat ke arah Hyuna, namun gadis itu malah langsung melesat pergi saat melihat mantan kekasihnya ada di belakangnya.
“Hyuna, tunggu!”
Bukannya berhenti, wanita itu malah semakin menjauh meninggalkan Taehyung yang terus mencoba mengejarnya. Taehyung bisa melihat dengan jelas kalau Hyuna sedikit kesulitan dalam bergerak, mungkin itu efek hamil jadi Taehyung bisa dengan mudah mengejar gadis itu.
Adegan saling kejar terjadi cukup lama. Hyuna akhirnya memilih berhenti saat perutnya terasa sedikit sakit. “Eomma mohon jangan sekarang, Agi.” Sembari memegangi perutnya yang membesar, Hyuna berjalan sekuat tenaga agar bisa menjauh dari Taehyung. Namun sial, gadis itu terjatuh karena rasa pusing yang tiba-tiba mendera.
“Baby,” panggil Taehyung.
“Maaf, tapi sepertinya anda salah orang.” Hyuna sengaja menyembunyikan wajahnya agar tidak terlihat oleh Taehyung.
“Bagaimana bisa gue salah mengenali orang yang gue sayang,” ucap Taehyung sembari berjalan mendekat ke arah Hyuna yang masih setia bersembunyi di balik pohon besar. “Baby, gue minta maaf.”
“Pulanglah, Tae. Gue bukan yang dulu lagi,” ucap Hyuna. Taehyung bisa mendengar dengan jelas jika di balik pohon besar itu, gadis kesayangannya tengah menangis hebat. “Gue nggak pantes buat lu.”
“No, Baby. Jangan katakan itu. Gue minta maaf....”
“Tae, gue mohon pergi dari sini.” Sekuat tenaga Hyuna mencoba menahan kram di perutnya yang semakin menjadi. Gadis itu tidak ingin Taehyung mengetahui tentang dirinya yang tengah hamil besar, dia belum siap dihina dan dicaci maki lagi. Bayangan tentang bagaimana Taehyung mencaci makinya dulu, membuat hati Hyuna sakit.
“Baby, gue....”
“S sakit ... tolong.” Meski samar, tapi Taehyung bisa mendengar dengan jelas rintihan kesakitan Hyuna. Pemuda itu segera menghampiri Hyuna yang ada dibalik pohon.
__ADS_1
“Baby ....” Hyuna yang melihat Taehyung mendekatinya berniat pergi, namun urung karena perutnya terasa sangat sakit. Taehyung mengusap perut besar Hyuna dengan penuh kasih sayang. Pemuda itu tersenyum saat merasakan gerakan dari dalam perut mantan kekasihnya. Tidak sampai di situ saja, pemud itu bahkan menyapa bayi yang masih berada di dalam perut. “Hai, Agi yaa. Ini Appa.” Hyuna tertegun mendengar ucapan Taehyung yang bisa dengan mudah mengatakan hal yang gila. Taehyung terus mengusap perut Hyuna dengan pelan sembari berkata, “jangan nakal di perut Eomma, nee. Kasian Eomma kesakitan.”
Hyuna menepis tangan Taehyung yang berada di perutnya. “Gue bisa sendiri.” Hyuna mengusap perutnya dengan perlahan, tapi sayangnya itu tidak berhasil karena perutnya malah menjadi semakin sakit, dan gerakan bayinya juga tidak terkendali. “Sakit.”
“Agi yaa, jangan nakal Nak.” Taehyung kembali mengusap perut mantan kekasihnya untuk memberi kenyamanan.
“Pergilah, Taehyung.” Pemuda itu mengabaikan ucapan Hyuna yang terus mengusirnya, Taehyung memilih fokus mengusap perut Hyuna dan mengatakan kalimat penenang yang membuat sakit di perut wanita itu perlahan menghilang.
“Apa masih sakit?” tanya Taehyung. Hyuna menggeleng sebagai jawaban, dan Taehyung cukup tenang mendengarnya. “Jangan banyak gerak.” Taehyung berniat menggendong tubuh Hyuna dan membawa gadis itu ke rumah dekat danau, tapi gadis itu menolak dengan alasan dia bisa bergerak sendiri.
“Taehyung, turunin gue.”
“Lu pikir lu bisa seenaknya nyuruh gue pergi gitu aja setelah semua perjuangan gue buat nemuin elu? Jangan mimpi, Kim Hyuna.” Taehyung membawa Hyuna melesat dengan pelan ke arah rumah. Pemuda itu tidak ingin menyakiti Hyuna dan bayi yang ada di dalam perut gadis itu.
“Bajingan tengik, seenak jidatnya gabungin marga asli gue sama nama samaran.”
Hyuna hanya diam. Tangannya melingkar di bahu Taehyung sebagai pegangan. Dan tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang berukuran tidak terlalu besar berada di sisi danau.
“Gue minta maaf,” ucap Taehyung penuh sesal. “Gue kalut hari itu, gue nggak bermaksud....”
“Tenang aja, gue udah lupain semuanya kok. Sekarang lu bisa pulang dengan tenang,” tutur Hyuna.
“Na, gue mau kita kembali.”
“Lu pernah mikirin perasaan gue nggak sih? Dulu lu seenaknya mengklaim gue sebagai milik lu, trus lu dengan seenaknya buang gue. Gue sebenarnya apa?”
Taehyung menangis dan bersujud di kaki Hyuna. Pemuda itu meminta Hyuna memberinya kesempatan, dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Pemuda itu juga mengatakan akan menerima Hyuna dan Agi meski pemuda itu sadari jika Agi bukanlah anaknya.
__ADS_1
“Agi yaa, Agi mau sama Appa?” tanya Taehyung sambil mengusap perut Hyuna. Pemuda itu tersenyum saat merasakan tendangan ringan dari dalam perut kekasihnya. Seolah seseorang di dalam sana menyetujui permintaannya. “Lihat, Agi yaa mau sama gue.”
“Taehyung berhenti bersikap seolah elu Appanya.” Hyuna mencoba menjelaskan pada Taehyung, menyadarkan pemuda gila itu bahwa apa yang dilakukannya salah besar. Mengakui seorang anak yang bukan darah dagingnya, itu bisa menghancurkan masa depannya.
“Na, gue mau jadi Appanya. Gue nggak masalah meski gue bukan Appa biologisnya, gue tetep mau nerima elu sama Agi.”
Hyuna mengusap wajahnya kasar. Mencoba mencari kata-kata yang pas, agar bisa dicerna dengan mudah oleh otak bodoh mantan kekasihnya. Tapi sialnya gadis itu tidak bisa mendapatkan kalimat yang tepat.
“Tae, pulanglah. Gue mohon,” pinta Hyuna sembari mendorong tubuh besar Taehyung keluar dari rumah yang ia tempati. Hyuna sudah kehabisan cara untuk membuat Taehyung pergi dari rumahnya.
Berkali-kali Hyuna mengusir, berkali-kali pula Taehyung menolak. Pemuda sinting itu bahkan duduk tepat di tengah pintu rumah Hyuna, agar gadis itu tidak bisa menutup pintu tersebut.
Taehyung terus memaksa Hyuna agar mau kembali padanya. Pemuda itu tidak menyerah sedikitpun, padahal Hyuna sudah jelas-jelas menolak kehadirannya.
“Taehyung, lu bisa kapan pun jenguk Agi kalau emang lu mau, gue nggak bakalan ngelarang. Tapi buat balik lagi, gue nggak bisa.” Alasan Hyuna tidak bisa kembali ke dalam pelukan Taehyung bukan semata karena makian Taehyung hari itu, tapi kini ia sedang hamil besar dan itu bukan darah daging pemuda itu. Hyuna tidak ingin terlihat seolah menggunakan cinta Taehyung padanya untuk mendapatkan status bagi sang anak. Dia tidak sejahat itu.
“Kalau gue pengen nginep di sini buat jagain Agi, boleh?” tanya Taehyung.
Hyuna mengangguk. Dari awal dia memang tidak pernah membatasi kalau pemuda itu ingin bertemu Agi dan bermain bersama, apalagi kalau dia mau menginap, Hyuna tidak akan melarang.
“Ok, kalau gitu gue mau nginep di sini hari ini. Gue pengen jenguk Agi malam ini,” ucap Taehyung sembari berjalan masuk ke dalam rumah Hyuna yang sederhana namun terkesan elegan.
Hyuna hanya terdiam di tempatnya. Gadis itu mencoba mencerna kalimat yang baru saja mantan kekasihnya ucapkan. Cukup lama Hyuna terdiam sebelum akhirnya gadis yang sebentar lagi akan menjadi ibu itu menyeret keluar mantan kekasihnya dari dalam rumahnya.
“Maksud lu apaan jenguk Agi malam ini, hah! Nggak ada jenguk-jenguk. Pulang lu!” seru Hyuna.
Taehyung yang diseret keluar dari ruang tamu rumah Hyuna sempat merengek, namun pemuda itu tidak bisa berbuat apa-apa saat Hyuna dengan tidak berperikevampiran menendang pantatnya.
__ADS_1
“Iya udah iya, gue balik. Tapi besok pagi gue ke sini lagi,” ucap Taehyung sembari membersihkan celana bagian belakangnya yang kotor karena ulah Hyuna.
Hyuna hanya mengangguk tanpa berniat menjawab ucapan Taehyung. Gadis itu bahkan memberi isyarat menggunakan tangannya agar pemuda tampan namun sinting itu segera pergi dari rumahnya.