
" jangan bicara seperti itu Sofi walau bagaimanapun mereka orang tua mu" tegas Megna yang mencoba memberikan pengertian kepada Sofi .
flashback on
hari ini Sofi tengah disibukan dengan kegiatannya mempersiapkan pesta untuk hari ulang tahunnya . Sofi terlihat sangat bahagia dan sangat semangat mempersiapkan segalanya dibantu oleh Megna pasalnya di hari ulang tahun nya tahun ini orang tua Sofi sudah berjanji akan datang dan ikut merayakan ulang tahun putri semata wayangnya itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mana orang tua Sofi hanya memberikan ucapan dan kado ulang tahun saja kepada Sofi disela-sela kesibukan kedua nya .
" sof kau terlihat sangat bahagia " ucap Megna yang merasa senang karena melihat sahabatnya itu terus tersenyum sumringah .
" tentu saja aku bahagia Megna karena mama dan papa ku sudah berjanji akan menemani ku dihari ulang tahun ku tahun ini " jelas Sofi dengan terus menyunggingkan senyuman nya .
" apa kau sudah siap untuk besok?"
" hei nona aku besok hanya berulang tahun bukan menikah kenapa kau bertanya sangat serius seperti itu " racau Sofi dengan terus terkekeh .
" siapa tau saja kau panik karena besok orang tua mu akan ikut serta dalam pesta mu " ledek Megna sambil menaikan kedua alisnya .
" apa marchel akan datang?" tanya Megna .
" tentu saja dia akan datang kalau sampai dia tidak datang aku akan mengamuk padanya hahaha"
" kau sungguh menyebalkan Sofi " tutur Megna jengah mendengar jawaban Sofi yang konyol itu sedangkan Sofi hanya menjulurkan lidahnya pada Megna .
" megna kau hari ini menginap disini kan?" tanya Sofi sekali lagi memastikan kalau sahabatnya itu akan menginap dirumahnya.
" tentu saja aku akan menginap disini, ini sudah yang kesekian kalinya kau bertanya seperti itu sof kalo kau sekali lagi bertanya seperti itu aku akan langsung pulang ke apartemen ku " ancam Megna yang kesal karena pertanyaan Sofi yang berulang kali .
tidak terasa malam sudah berlalu dan sekarang matahari sudah mulai naik ke tempat nya sedangkan dua sahabat itu masih asik tidur .
tok tok suara ketukan terdengar dari luar kamar Sofi membuat pemilik kamar langsung bangun untuk melihat siapa yang mengetuk pintu dan membangunkan nya .
ceklek Sofi membuka pintu kamarnya dan terlihat seorang pelayan berdiri didepan ambang pintu kamarnya .
" ada apa bi?" tanya Sofi dengan suara serak khas orang bangun tidur .
" nona ini ada kiriman bucket bunga untuk nona" ucap pelayan sambil memberikan bucket bunga mawar merah itu kepada Sofi . " nona sarapan sudah siap dibawah bibi permisi" pamit pelayan itu pada Sofi .
Sofi menutup pintu kamarnya dengan senyum sumringah diwajah cantiknya .
tidak terasa waktu terus Sofi lewati sampai saat pesta pun sudah tiba . Sofi sibuk berdandan didepan cermin meja riasnya dan Megna sudah siap dari tadi dengan gaun berwarna biru Dongker yang menambah kecantikannya .
Sofi dan Megna sudah turun dan sudah bergabung dengan tamu-tamu yang lain yang mayoritas adalah teman-teman nya dan tidak lupa ada kedua orang tua Sofi juga yang selalu mendampingi Sofi .
__ADS_1
tiba saat nya Sofi untuk meniup lilin namun tiba-tiba ...
" nak maaf papa dan mama angkat telpon sebentar " pamit mama Kelly pada Sofi .
Sofi masih berfikir positif terhadap orang tua nya dengan terus mengobrol bersama teman-teman nya .
nyonya Kelly tiba-tiba menghampiri Sofi dan berbisik sesuatu ditelinga Sofi .
" sof maafkan mama dan papa ya kami harus pergi karena ada urusan mendadak " pamit mama Sofi yang langsung mencium pipi Sofi dan pergi begitu saja . sontak saja hal itu membuat Sofi kaget dan sangat bersedih bahkan tanpa ia sadari air matanya lolos begitu saja membasahi wajah cantiknya .
sontak saja Sofi langsung berlari masuk kedalam rumahnya dan langsung dikejar oleh Megna .
sejak kejadian itu Sofi sangat marah kepada orang tua nya dan sangat malas mendengar apapun yang orang tuanya katakan .
flashback off
" kita sudah sampai " teriak Sofi .
" astaga Sofi kau mengagetkan aku " ucap Megna sambil mengelus-elus dadanya .
" sudah turun lah apa kau ingin ikut aku lagi?" tanya Sofi sambil mengedip-ngedipkan kedua bola matanya .
Megna berjalan memasuki loby apartemen nya dengan santai . megna masuk dalam lift dan menekan angka 7 dimana apartemen miliknya berada .
tingg pintu lift terbuka Megna langsung keluar dan berjalan menuju rumahnya . Megna dengan santai menekan pas kode apartemen nya dan langsung menyelonong masuk begitu saja seperti biasanya .
sampai Megna berada diruang tengah rumahnya itu dia melihat ada yang aneh dengan ruangannya itu dimana banyak barang berserakan dimana-mana membuat Megna mengernyitkan dahinya heran dan terdengar suara berisik dari arah dapur Megna langsung melangkah kan kakinya kesana dan ...
" surpriseeeeee " teriak tuan Jordi Khan yang sudah menyadari kalau putrinya itu sudah pulang dari kuliahnya . sedangkan Megna hanya mematung tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini membuat tuan Jordi menahan tawanya .
" sayang kemarilah nak kenapa kau melihat ayah seperti melihat hantu sih" ucap ayah sambil terkekeh . sontak saja Megna langsung berlari dan menghambur memeluk ayahnya itu .
" ayah kapan datang?" tanya Megna yang masih terus memeluk ayah yang selama satu tahun terkahir ini dia rindukan .
" ayah sampai tadi pagi karena ayah ada pertemuan bisnis yang tertunda mangkanya ayah langsung kemari saja " jelas ayah
" kenapa ayah tidak mengabari ku dulu kalau mau datang? kan aku bisa menjemput ayah di bandara" racau Megna sambil mengerucutkan bibirnya .
" haha kalau ayah memberi tau mu dulu bukan surprise dong namanya " jelas ayah dengan gelak tawanya . " megna apa kau baru pulang kuliah?" tanya ayah
" iya ayah" jawab singkat Megna .
__ADS_1
" yasudah pergi lah mandi dulu ayah akan melanjutkan membuat parata kentang kesukaan mu " ucap ayah sambil tersenyum .
" oke ayah" jawab Megna dengan penuh semangat , ia langsung melangkah kan kakinya menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar nya . kali ini Megna tidak membutuhkan waktu lama untuk mandi karena dia sudah tidak sabar untuk memakan apa yang di masak oleh ayahnya .
" ayah " sapa Megna yang sudah berganti pakaian dengan baju santai yang biasa dia kenakan dirumah .
" duduklah nak " kata ayah yang sudah terlebih dahulu duduk di kursi meja makan .
megna langsung duduk dan menatap makanan yang ada didepannya dengan mata uang berbinar-binar .
" makanlah nak jangan hanya dipandangi " kekeh ayah Jordi yang melihat ekspresi anaknya itu . tidak butuh waktu lama Megna langsung menyantap makanan itu dengan lahap .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1