
Megna dan Kevin sedang berada di dalam mobil menempuh perjalan untuk kerumah sakit . kurang lebih 30 menit mereka telah sampai di loby rumah sakit.
" turun lah dan tunggu aku disitu aku akan memarkirkan mobil ku dulu " perintah Kevin saat mobil nya sudah sampai tepat di depan loby rumah sakit.
" baik lah dan jangan lama! cuupp " megna mencium pipi Kevin sekilas dan langsung keluar dari mobil karna malu membuat sang empu nya terdiam mamatung.
" dia sudah mulai berani " ucap Kevin sambil memperhatikan kekasihnya yang terus menundukan kepalanya karna malu .
" sungguh menggemaskan " sambungnya sambil terus tersenyum dan mulai melakukan mobil nya untuk mencari tempat parkir .
Megna terus mondar mandir didepan lobi sambil merutuki dirinya yang dengan berani nya sudah mencium Kevin duluan.
" ah bodohnya aku! kenapa aku bisa melakukan hal memalukan seperti itu! " ocehnya pada diri sendiri.
" kalo sudah seperti ini aku harus bagaimana? ahhhh aku Maluuu sekali " Megna masih terus berbicara sendiri tanpa dia sadari kalau Kevin sudah ada dibelakang nya .
" kenapa harus malu? aku sangat menyukainya " ucap Kevin dengan senyum manis nya membuat Megna langsung membalikan badannya ke asal suara .
" ah sudahlah lupakan saja! " ucap Megna dan langsung berjalan duluan meninggalkan Kevin .
" sayangggg tunggu aku "
Megna tidak menghiraukan teriakan Kevin dia masih terus berjalan dengan cepat sangking malunya sampai akhirnya dia sampai diruangan papa Albert .
ceklek suara pintu terbuka membuat orang yang berada di dalam nya menengok .
" hai papa " sapa Megna sambil melangkah mendekat pada pria paruh baya yang sudah dia anggap seperti ayah nya sendiri .
__ADS_1
" putri papa kemari nak " ucap papa Albert yang sudah merentangkan tangannya membuat Megna langsung masuk ke dalam pelukan orang tua itu .
" ekhmm " deheman Sofi menyadarkan Megna .
" apa kau sudah melupakan aku sekarang? " sambung Sofi dengan sinis nya .
" iya aku melupakan mu " jawab Megna santai sambil melepaskan pelukannya .
" papa lihat lah dia dia sudah tidak sayang pada ku lagi " adu Sofi pada papa nya membuat pria paruh baya itu terkekeh geli melihat tingkah putri-putrinya.
" cih! tukang ngadu " ucap Megna yang langsung berjalan mendekat pada Sofi dan langsung memeluknya dengan erat .
" Megna kau sendiri? dimana Kevin? " tanya Sofi saat sudah duduk di sofa yang ada diruangan itu .
" iya nak dimana tuan kevin? " tanya papa juga .
ceklek nampaklah pria yang tampan dan gagah diambang pintu dengan senyum manis nya membuat Megna kembali merasa malu akan tingkah nya tadi .
" ahh aku sungguh malu untuk melihatnya bagaimana ini " gumam nya dalam hati .
" selamat sore menjelang malam tuan Albert " sapa Kevin saat sudah berada tepat disamping ranjang tuan Albert .
" saya sangat baik tuan Kevin terima kasih sudah menyempatkan waktu mu untuk datang kemari pasti anda sangat sibuk "
" jangan memanggil saya dengan embel-embel tuan lah saya jauh lebih muda dari mu tuan itu sangat tidak sopan " jelas Kevin karna memang dirinya sangat tidak suka dipanggil dengan sebutan tuan oleh orang yang lebih tua dari nya .
" tapi sangat tidak pantas jika saya hanya memanggil dengan sebutan nama saja "
__ADS_1
" tidak apa-apa lagi pula saya akan segera menikahi salah satu dari putri anda " Ucap nya sambil tersenyum manis pada megna.
blussss wajah Megna langsung merona mendengar penuturan Kevin .
" sungguh? kau akan segera menikahi megna? " tanya tuan Albert antusias .
" tentu saja, kalau Megna sudah setuju saya akan langsung melamarnya " jelas Kevin dengan tegas nya .
" wahh Megna cepatlah setuju papa sudah tidak sabar ingin menimang cucu " ucap papa Albert membuat Megna yang sedang minum tersedak .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung