The Cool Beauty

The Cool Beauty
Episode 4


__ADS_3

"Megna apa kau tidak tidak apa-apa? apa ada yang terluka?" tanya Sofi panik melihat Megna meringis menahan sakit.


" apa kau baik-baik saja nona?" tanya Kevin seorang laki-laki yang menabrak megna tadi.


" aku baik-baik saja, ayo Sofi kita pergi tolong bantu aku berdiri sof"


" biar aku bantu nona" ucap Kevin yang langsung menyambar tangan Megna supaya dia bisa membantu Megna untuk berdiri tapi diluar dugaannya Megna langsung menepis tangan Kevin dengan kasar dan menatapnya dengan tajam.


" jangan sentuh aku" ketus megna.


sontak saja Kevin langsung membelalakkan matanya karena mendengar perkataan dari gadis yang dihadapan nya itu, pasalnya belum pernah seorang Kevin yang tampan dan memiliki kharisma yang kuat menerima penolakan dari seorang gadis yang ada dia yang selalu menolak para gadis.


ya laki-laki itu adalah Kevin Smith salah satu pengusaha muda sukses di Amerika dia berhasil meraih kesuksesan nya sendiri tanpa campur tangan orang tuanya. Saat ini dia memang sedang berada disalah satu mall yang juga didatangi oleh Megna dan Sofi karena dia sedang ada pertemuan dengan clien penting disalah satu restauran didalam mall ini.


" Sofi kenapa kau malah bengong ayo cepat bantu aku" ketus megna karena kesal melihat ekspresi Sofi yang terbengong memperhatikan pria yang ada dihadapannya saat ini.


" ah Yaya Megna maafkan aku, ayo biar aku bantu berdiri" Sofi terperanjat kaget dan langsung membantu megna untuk berdiri.


"megna apa kau bisa berjalan?"


" aku bisa Sofi aku baik-baik saja ayo kita pulang maafkan aku ya karena aku kita tidak jadi makan es cream kesukaanmu" ucap Megna penuh penyesalan.


" apa yang kau katakan Megna aku tidak apa-apa seharusnya kau perhatikan kondisi mu saat ini" racau Sofi yang merasa kesal karena ucapan sahabatnya itu.


sedangkan Kevin masih diam mematung memperhatikan gadis yang baru saja dia tabrak dan pergi begitu saja tanpa memperhatikannya sama sekali.


"siapa gadis itu aku sunggu penasaran baru pertama kalinya ada gadis yang berani menolak ku" gumam Kevin dalam hati.


" Alex cari tau siapa gadis yang aku tabrak itu aku sungguh penasaran dengan dirinya" ucap Kevin memberi perintah tanpa ingin dibantah kepada asisten sekaligus tangan kanan dirinya.


" baik tuan" jawab singkat Alex yang enggan untuk menanyakan lebih lanjut kenapa tuannya itu sangat penasaran kepada seorang gadis tidak seperti biasanya.


Kevin memang sangat tampan dan ramah bukan hal baru kalau banyak wanita yang berebut ingin berada didekatnya tapi Kevin tidak pernah merespon lebih dari senyuman karena bagi Kevin wanita-wanita itu sangat genit dan dia sangat tidak menyukai wanita seperti itu.


" tapi Megna kenapa kau menolak tawaran pria tadi? bahkan kau menatapnya sangat dingin membuat ku merinding saja" tutur Sofi yang merasa heran dengan sikap sahabatnya itu yang sangat dingin dan cuek terhadap seorang pria terlebih lagi pria yang belum dia kenal atau asing baginya.

__ADS_1


" apa kau belum cukup mengenal ku Sofi?" tanya Megna dengan tatapan tajam melihat Sofi yang sedang menyetir mobilnya untuk kembali ke apartemen milik Megna.


" hehe bukan begitu Megna tapi aku sungguh heran kenapa kau bisa bersikap sangat dingin terhadap seorang pria padahal pria yang menabrak mu tadi sangat tampan Megna" ucap Sofi antusias karena mengingat paras Kevin tadi di mall.


" pesona nya sangat kuat Megna" sambung Sofi .


" apa pria itu jauh lebih tampan dari Marchel?" ledek Megna yang sedang menggoda Sofi .


" tentu saja tidak marchel ku tetap yang terbaik hahaha" Sofi langsung tergelak sendiri mendengar perkataannya barusan.


sedangkan Megna hanya memutar bola matanya jengah menghadapi sikap menyebalkan sahabatnya itu.


beberapa menit kemudian mereka berdua sudah sampai di loby apartemen milik Megna. megna masih berjalan tertatih-tatih dengan dibantu Sofi.


" megna apa seharusnya kita memeriksakan kakimu ini? kalau kakimu ini tulangnya copot bagaimana?" racau Sofi menghawatirkan Megna .


" haha yang benar saja Sofi masa tulang kaki ku copot kau fikir kaki ku ini kaki meja apa"


" iyakan aku hanya bicara saja Megna" sahut Sofi malas.


dretttt dreetttt drrttttt suara ponsel Kevin berdering dimeja yang ada disebelahnya duduk Kevin langsung mengangkat panggilan itu tanpa membaca namanya yang tertera dilayar nya terlebih dahulu karena dia sudah bisa menebak siapa yang menelponnya.


" ya katakan Lex" ucap Kevin langsung pada intinya.


" gadis itu berasal dari India tuan namanya Megna Khan dia putri dari tuan Jordi Khan salah satu pengusaha sukses di negaranya" Alex diam sebentar menunggu respon dari bosnya itu.


"pantas gadis itu sangat cantik dan manis ternyata dia dari India " gumam Kevin yang memang mengetahui kalau wanita dari India sangatlah cantik-cantik.


" lanjutkan Lex "


" gadis itu sedang berkuliah di University of Pennsylvania tuan dia lagi menempuh semester akhirnya dan akan berakhir sekitar 6 bulan lagi dia juga seorang mahasiswi berprestasi tuan dia mendapat kan beasiswa untuk berkuliah disana" tutur Alex menjelaskan tanpa ada yang tertinggal sedikitpun.


Kevin yang mendengar penjelasan asistennya itu malah senyum-senyum sendiri entah apa yang membuat Kevin sangat tertarik dengan Megna.


" bagus lex. tolong kosongkan jadwal ku besok aku ingin berkunjung ke kampus nya"

__ADS_1


" tapi tuan besok kita ada janji temu dengan clien dari India tuan" tutur Alex yang mulai panik dan heran ketika bosnya itu memintanya mengosongkan jadwalnya besok pasalnya dia akan kesulitan untuk mengatur ulang jadwal bosnya dengan clien yang dari India itu.


Kevin langsung mematikan sambungan telpon dengan Alex tanpa memberikan penjelasan apapun kepada asisten nya itu. tanpa dia sadari asisten nya itu sedang kalangkabut dibuatnya.


"ada apa dengan mu tuan kenapa membatalkan janji yang sudah susah payah aku atur untukmu hanya demi ingin berkunjung ke kampus itu aku sungguh heran" gumam Alex dalam hati yang keheranan dengan sikap bosnya ini sejak pulang dari mall itu.


"gadis itu sungguh menarik perhatian ku aku akan mencari tau tentang dirimu gadisku" racau Kevin bicara sendiri sambil tersenyum-senyum.


Sofi masih berada di apartemen Megna walaupun waktu sudah sangat larut.


" megna apa aku menginap saja ya disini? supaya aku bisa menemani mu disini"


" aku tidak apa-apa Sofi sebaiknya kau pulanglah" usir Megna


" tidak aku akan tetap disini aku ingin menginap disini bersama mu"


" itu memang kemauan mu untuk mengganggu ku semalaman penuh bukan karena ingin menemani ku Sofi" kesal Megna dengan sikap Sofi yang selalu saja seperti itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2