
pagi itu Megna dan Kevin sarapan bersama mereka menikmati setiap makanan yang sudah disiapkan oleh Megna sebelumnya .
" sayang apa kau mau kerumah sakit? " tanya Kevin memecah keheningan .
" tentu saja, kenapa? apa kau tidak bisa mengantarku? "
" tentu bisa, tunggu lah sebentar sampai asisten ku datang kemari ya " jelas Kevin seraya tersenyum manis pada Megna .
" tuan Alex ? " tanya Megna memastikan bahwa yang di maksud oleh asisten nya itu tuan Alex yang tempo hari mengantarkan baju ganti Kevin .
" iya benar dia asisten pribadi ku " jawab Kevin membuat Megna menganggukkan kepalanya .
" eh tapi kenapa dia datang kemari pagi-pagi seperti ini? " selidik Megna .
" dia ingin mengantarkan beberapa berkas yang harus aku tanda tangani sayang " jelas Kevin seraya mengusap lembut punggung tangan Megna .
mereka menghabiskan sarapan sambil menunggu asisten Kevin yang tidak kunjung datang sampai terdengar suara panggilan masuk dari ponsel Megna .
drrttt drrttt drrrttt
" sepertinya ponsel ku berdering, tunggu lah sebentar " ucap Megna yang langsung berlalu meninggalkan Kevin di meja makan .
Megna berjalan santai menuju keberadaan ponselnya yang seingat dia ada di dalam kamar .
" ayah " ucap Megna setelah melihat panggilan yang masuk ternyata dari ayahnya .
" hallo ayah " sapa Megna dengan begitu riangnya .
" hai anak ayah " jawab ayah Jordi .
" nak apa benar berita tentang ayahnya Sofi? " tanya ayah Jordi serius .
" iya ayah itu benar " jawab Megna sendu .
" astagaaa, lalu bagaimana keadaannya sekarang? sepertinya ayah harus menjenguknya "
" tadi malam uncle Albert belum sadarkan diri ayah tapi tidak tau sekarang soalnya semalam aku dipaksa pulang oleh Kevin " ucap Megna yang langsung menutup mulutnya karna keceplosan bicara dengan ayahnya .
" mengapa aku harus menyebutkan Kevin segala " racau Megna dalam hatinya .
" apa nak? kau bilang siapa tadi? Kevin? apa maksud mu Kevin smith? " tanya ayah Jordi beruntun .
" iya yah Kevin Smith " jelas Megna malas .
" apa sebegitu terkenalnya kekasih ku itu" ucap Megna dalam hati dengan malasnya .
" eh tunggu dulu bagaimana bisa ayah mengenal Kevin ? " tanya Megna penasaran .
tapi saat ayah nya belum sempat menjawab terdengar suara teriakan memanggil namanya yang sangat jelas sampai terdengar oleh ayah Jordi .
" megnaaa kau dimana sayang? " teriak Kevin sambil mencari-cari keberadaan Megna .
" aku disini " jawab Megna yang terlebih dulu menjauhkan ponselnya berharap ayahnya tidak mendengar ucapannya tapi ternyata ayahnya malah mendengar dengan jelas dan tersenyum sumringah dari seberang telpon .
" cepat juga Kevin menaklukan hati putri ku " ucap ayah Jordi sambil terkekeh geli .
__ADS_1
Kevin melangkahkan kaki nya menuju kamar megna dan masuk begitu saja tanpa permisi .
" ayo sayang kita berangkat ke rumah sakit " ajak Kevin yang langsung menjulurkan tangannya pada Megna .
Megna menunjuk ponselnya yang masih terhubung Vidio call dengan ayah nya pada Kevin .
" oh tuan Jordi " sapa Kevin yang langsung mengarahkan kamera ponsel Megna menghadap dirinya dan juga Megna membuat Megna melotot kan matanya pada Kevin membuat Kevin terkekeh .
" hallo nak Kevin " sapa tuan Jordi menahan tawa melihat ekspresi malu anak gadisnya .
" apa kau sedang berada di apartemen Megna? " tanya tuan Jordi .
" iya tuan saya sedang berada di apartemen Megna karna kami akan pergi kerumah sakit melihat keadaan tuan Albert " jelas Kevin dan mendapat anggukan tanda setuju dari tuan Jordi .
" Kevin sebaiknya kau tunggu diluar " usir Megna dengan sedikit ketus .
" Megna yang sopan pada calon suami mu " tegur ayah Jordi yang melihat Megna ketus pada Kevin .
" ayaahhhhh dia bukan calon suami ku " teriak Megna kesal menurutnya ayahnya dan Kevin benar2 menyebalkan .
" tapi aku sekarang kekasih mu sayang " ucap Kevin santai membuat wajah Megna merona karna malu .
" sudah dulu ya yah aku dan Kevin ingin pergi ke rumah sakit " ucap Megna .
" tunggu sebentar ibu mu ingin melihat calon menantu nya " ucap ayah Jordi yang langsung mengarahkan kamera ponselnya pada wajah cantik istrinya .
" wahh tampan nya calon menantu ibu " racau ibu saat sudah melihat wajah Megna dan Kevin .
" salam nyonya Khan " sapa Kevin seraya tersenyum manis .
" terima kasih nyonya " jawab Kevin sedangkan Megna hanya mendengus kesal melihat tingkah ibunya itu .
" ibu sudah ya kami ingin pergi kerumah sakit " ucap Megna .
" nak Kevin ibu titip Megna ya dia memang sedikit galak tapi hatinya sangat lembut " ucap ibu sambil terkekeh dengan ucapannya sendiri .
" tenang saja nyonya saya akan selalu menjaganya " jawab Kevin sambil melihat ke arah Megna yang sedang kesal .
" sudah ya Bu byeeeee " ucap Megna yang langsung memutus panggilan itu membuat ibunya kesal .
" kenapa di matikan " ucap Kevin .
" kalian semua menyebalkan! " oceh Megna .
" hahaha wajah mu sangat menggemaskan kalau sedang kesal begitu " jawab santai Kevin yang langsung mengecup pipi Megna membuat Megna membulatkan matanya .
" ayo kita pergi kerumah sakit " ajak Kevin langsung menarik tangan Megna .
" tunggu dulu, apa asisten mu sudah datang? bukannya kau sedang menunggu berkas? " tanya Megna .
" dia sudah datang bahkan sudah pergi lagi " jawab Kevin .
" kenapa kau tidak bilang padaku? " protes Megna yang langsung memukul lengan Kevin karna kesal .
" aawwww , benar kata ibu mu kau galak " ucap Kevin seraya mengelus-elus lengannya yang sebenarnya tidak sakit sama sekali .
__ADS_1
" sudahlah ayo kita berangkat " ucap Megna yang langsung berlalu begitu saja meninggalkan Kevin di dalam kamar .
Kevin dan megna sudah berada di dalam mobil dan sedang di perjalanan menuju rumah sakit tempat dimana tuan Albert dan Sofi di rawat .
tidak butuh waktu lama mobil Kevin sudah tiba di loby rumah sakit .
" turun lah aku akan memarkirkan mobil dulu " ucap Kevin pada Megna .
Megna turun dari mobil Kevin dan menunggu Kevin di depan loby rumah sakit .
" sayang ayo " ajak Kevin yang membuat Megna terkejut .
" kau mengangetkan aku Kevin " oceh Megna membuat Kevin terkekeh .
mereka berjalan bergandengan tangan menuju keruangan Sofi di rawat .
" sayang kenapa tangan mu sangat dingin? apa kau sakit? " tanya Kevin yang menyadari kalau tangan Megna sangat dingin .
" tidak Kevin aku hanya sedang khawatir saja " jawab Megna .
mereka sampai di depan ruangan Sofi semalam .
ceklek
megna membuka pintu ruangan itu tapi tidak ada siapa pun di dalam ruangan itu membuat Megna semakin khawatir .
" Kevin kau lihat Sofi tidak ada disini " racau Megna yang sudah kalang kabut karna tidak menemukan Sofi disana .
" tenang lah mungkin Sofi ada diruangan tuan Albert " ucap Kevin berusaha menenangkan Megna sambil merangkul tubuh gadis yang baru semalam menjadi kekasihnya itu .
Kevin menuntun Megna menuju ruang ICU dimana tuan Albert dirawat ternyata benar di depan ruangan itu sudah ada Sofi yang terus terlihat menangis di pelukan Marchel dan ada juga nyonya Kelly .
" sofiiii " teriak Megna memanggil sahabatnya itu ketika jarak mereka sudah dekat .
sontak saja Sofi menengok ke asal suara yang memanggil namanya dan segera berdiri dari duduknya dan berlarian kecil menuju Megna .
bruukkk Sofi langsung menubruk Megna dan memeluknya dengan erat .
" megnaa aku takut hikss.. hikss " ucap Sofi di dalam pelukan Megna yang mulai kembali menangis .
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung