
saat Sofi sedang terburu-buru turun dari kamarnya yang berada dilantai dua Sofi berpapasan dengan seorang pelayang .
" eh non Sofi mau kemana malam-malam begini?" tanya seorang pelayan itu .
" saya mau kerumah Megna bi tolong sampaikan sama mama kalau dia mencari saya, saya permisi" pamit Sofi yang langsung beranjak pergi dari sana dan berlari keluar rumahnya .
Sofi sudah berada di dalam mobil nya dia berkendara cukup kencang karna kondisi jalanan yang sudah cukup sepi karna sudah malam .
drrrtt drrrttt ponsel Sofi bergetar dari dalam dasboard mobilnya .
" hallo marchel" ucap Sofi menjawab telpon dari marchel tapi sebelum dia menjawab dia sudah terlebih dulu menepi kan mobil nya .
" hai sayang kau sedang dimana?"
" aku lagi dijalan sekarang lagi menepi karna kau menelpon ku " jelas Sofi . " ada apa kau menelpon ku malam-malam begini?" sambung Sofi .
" tidak apa-apa aku hanya merindukan mu" tutur marchel " kau mau kemana malam-malam begini? tidak seperti biasanya kau berkendara malam-malam"
" aku mau ke tempat Megna sudah dulu ya nanti aku telpon lagi " Sofi langsung mematikan sambungan telponnya tanpa menunggu jawaban dari kekasih nya itu .
" ada apa dengannya " gumam Marchel dalam hati .
tidak butuh waktu lama Sofi sudah sampai di apartemen Megna dia langsung memarkir kan mobil nya dan berlari masuk ke loby apartemen itu .
ketika pintu lift terbuka Sofi langsung keluar dari lift dan berlari menuju tempat Megna tanpa susah-susah menekan bel dia bisa langsung masuk begitu saja kedalam apartemen Megna .
di dalam dia melihat Megna dan ayah Jordi sedang bercanda sambil menonton televisi tanpa menyadari kedatangannya . tanpa permisi air matanya lolos begitu saja dan dia langsung berlari masuk dan mehambur masuk ke pelukan ayah Jordi ya memang Jordi sudah menganggap Sofi sama seperti Megna .
" Sofi kau sudah datang nak?" tanya ayah Jordi yang terkejut dengan kedatangan Sofi yang langsung memeluknya . " ada apa nak kenapa kau menangis?" tanya ayah Jordi bingung sambil terus mengelus-elus rambut Sofi agar Sofi bisa lebih tenang .
" Sofi kau kenapa? kenapa kau menangis? apa ada yang menyakiti mu? apa orang tua mu membuat kau bersedih lagi?" tanya Megna bertubi-tubi . sedangkan Sofi hanya diam dan terus memeluk ayah dari temannya itu .
" tidak apa-apa nak semua akan baik-baik saja" tutur ayah Jordi mencoba memberi ketenangan . cukup lama Sofi menangis didalam pelukan ayah Jordi sampai akhir nya dia melepas kan pelukan itu .
__ADS_1
" Megna hiks hiks hiks " racau Sofi di sela Isak tangis nya .
" ada apa Sofi? tenang lah ini minum dulu" Megna memberikan Sofi segelas air minum yang baru saja dia ambil dari dapur .
" aku takut Megna " ucap Sofi setelah meneguk air minum yang diberikan Megna sampai habis .
" takut kenapa?" coba cerita yang jelas Sofi .
Sofi menceritakan semua kejadian makan malam dirumah nya tadi tanpa tertinggal sedikit pun .
" hahaha kenapa kau mesti takut nak?" racau ayah Jordi yang tergelak karna mendengar cerita dari sahabat anak nya itu . " hanya karna papa mu meminta kekasih mu datang menemui nya masa kau sudah menangis sampai seperti ini " sambung ayah Jordi dengan terus tertawa terbahak-bahak .
Megna dan Sofi yang melihat ayah Jordi tertawa dengan lantang nya malah menajam kan tatapan mereka yang berhasil membuat ayah Jordi seketika berhenti tertawa .
" kenapa kalian melihat ayah seperti itu? seperti ingin memakan ayah saja"
" uncle kenapa tertawa mendengar cerita ku?" ucap Sofi dengan tatapan sendu nya . sedangkan Megna hanya bisa diam menyimak saja .
" begini nak, bagi kami parah ayah dari seorang putri melakukan hal seperti itu sangat lah wajar karena bagi kamu kalian putri kami adalah harta yang paling berharga yang harus kami jaga kehormatan nya nak " jelas ayah Jordi mencoba memberi pengertian yang lembut terhadap anak gadis dihadapan nya yang sudah dia anggap putri nya sendiri . " papa mu melakukan itu karna dia merasa khawatir dengan mu nak tidak mungkin dengan maksud lain , mungkin juga papa mu ingin mengenal dekat calon menantu nya mangkanya ingin menemui nya beda dengan uncle yang sudah jelas mengenal calon menantu uncle " sambung ayah Jordi yang sudah mengalih kan pandangan nya menatap Megna yang mulai menekuk wajah nya .
" ya menantu uncle sebentar lagi uncle akan memiliki seorang menantu " jelas ayah Jordi dengan penuh keyakinan .
" wahhh emang wanita seperti apa yang mau dengan mahluk menyebalkan seperti Aria uncle hahaha" gelak tawa Sofi membuat Megna dan ayah Jordi kaget .
" mana mungkin Aria nak Aria masih kuliah tidak mungkin sudah uncle nikah kan " sontak saja Sofi langsung menghentikan tawa nya mendengar ucapan ayah Jordi dan kini Sofi sudah menatap Megna dengan tajam mencoba meminta penjelasan dari Megna .
" jangan menatap ku seperti itu Sofi ayah itu hanya berkhayal " jawab Megna yang seperti nya tau arti dari tatapan sahabatnya itu .
" ayah tidak berkhayal Megna ayah sungguh-sungguh kau tunggu saja hari nya nanti okee, sekarang ayah harus istirahat karna besok ayah masih ada urusan penting dengan calon menantu ayah" tutur ayah Jordi yang langsung beranjak dari duduknya untuk kembali istirahat dikamar tamu tidak lupa dia mencium kening putri kesayangannya itu .
" cup " ayah Jordi mencium kening Sofi juga dan berkata " jangan bersedih lagi tidak ada di dunia ini seorang ayah yang tega melihat putrinya menangis " ucap ayah Jordi kepada Sofi sembari mengelus kepala anak itu .
" dan kau Megna pokonya jangan menolak kemauan ayah " tegas ayah Jordi dan langsung meninggal kan kedua sahabat itu .
__ADS_1
Megna hanya diam sepeninggalan ayah nya tadi dia sibuk memikirkan apa yang dikatakan ayah nya itu .
" apa ayah benar bersungguh-sungguh ingin menjodohkan aku" gumam Megna dalam lamunan nya .
" hei megnaaaaa kenapa kau malah melamun" ucap Sofi sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Megna membuat Megna kaget .
" iya aku tidak apa-apa" jawab Megna menghembuskan napas nya dengan kasar . " ayo ke kamar kita mengobrol di sana saja" ajak Megna yang sudah mematikan televisi nya dan beranjak berdiri meninggalkan Sofi yang masih menatap nya bingung .
" Megna tunggu aku " teriak Sofi sambil berlari kecil mengejar Megna .
Megna langsung merebahkan tubuh nya di tempat tidur nya sambil memejam kan mata nya .
" Megna ada apa? kenapa kau jadi aneh begini?" tanya Sofi yang sudah duduk ditepi ranjang Megna . " apa yang dimaksud dengan perkataan uncle tadi?" sambungnya .
Megna beranjak duduk dan menghembus kan napas nya berat .
" ayah ingin menjodohkan ku" ucap Megna datar sambil menatap nanar ke sembarang arah .
" APA!" teriak Sofi sangking terkejutnya dan berhasil mendapat toyoran di kepala nya . " kau ingin di jodohkan Megna dengan siapa? dan kapan?" tanya Sofi bertubi-tubi karna sudah tidak sabar mendengar jawaban dari Megna .
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung