
Marchel terus memperhatikan raut wajah tuan Albert seperti ada yang aneh menurutnya tapi dia tetap berpikir positif tidak ingin mengatakan sesuatu yang akan membuat semua orang khawatir .
" Dr.Marchel " sapa papa Albert seraya tersenyum melihat marchel .
" panggil saya Marchel saja tuan saya sungguh tidak enak jika anda memanggil saya seperti itu " jelas Marchel yang merasa tidak enak jika calon mertuanya memanggil nya seperti itu .
tuan Albert tertawa kecil mendengar perkataan Marchel .
" apa kau serius dengan putri saya? " tanya tuan Albert langsung pada intinya .
deg jantung Sofi tiba-tiba berdebar dengan cepat entah kenapa dia merasa ada yang akan terjadi .
" saya sangat serius dengan putri anda tuan " jawab marchel dengan penuh keseriusan sedangkan Kevin dan megna hanya bisa menyimak obrolan mereka .
" kalau saya meminta kau menikahi putri saya dalam waktu dekat apa kau bersedia? " tanya tuan Albert yang berhasil membuat semua orang yang berada disitu terkejut .
" papa kenapa mendadak seperti ini? Sofi masih kuliah Marchel juga masih dalam mendidikan supaya bisa menjadi dokter spesialis " jelas Sofi yang sangat terkejut tapi papa Albert hanya menatap datar putrinya itu tanpa menjawab apapun membuat Sofi langsung tertunduk diam .
" tenang lah Sofi " ucap Megna berbisik seraya menggenggam tangan Sofi .
" saya sangat bersedia dan siap jika putri anda juga bersedia tuan " jawab Marchel dengan sangat serius .
" apa kau bisa menjamin kebahagiaan putri ku? "
" saya tidak bisa menjamin tuan tapi saya akan selalu berusah membuat putri anda bahagia " jelas Marchel berusaha meyakinkan .
mama Kelly tidak bisa lagi menahan air matanya yang lolos begitu saja saat mendengar perkataan suami nya tapi dia langsung menyeka air mata itu sebelum di lihat oleh putri nya .
" saya ingin pernikahan kalian di adakan tiga Minggu lagi " ucap tuan Albert dengan serius dengan wajah yang tiba-tiba memucat membuat Marchel menahan kepanikan nya .
" saya siap tuan " ucap marchel dengan tegas .
setelah Marchel mengatakan itu tiba-tiba tuan Albert merasakan sesak di dada nya membuat panik semua orang termasuk mama Kelly yang sudah berderai air mata .
" papa " teriak Sofi yang sudah tidak bisa menahan air matanya lagi .
" Marchel lakukan sesuatu " sambung nya .
Marchel memegang beberapa bagian tubuh tuan Albert dan dia bisa menyimpulkan sesuatu tapi dia tidak bisa mengatakan pada Sofi tanpa adanya kepastian terlebih dahulu .
" sebaiknya kita bawa kerumah sakit " ucap Marchel cepat dan langsung membopong tubuh tuan Albert dibantu Kevin .
marchel membawa tuan Albert kerumah sakit terdekat menggunakan mobilnya bersama mama Kelly yang memangku kepala suami nya di bangku belakang sedangkan Sofi terus menangis di sebelah marchel .
__ADS_1
" Marchel papa kenapa Hiks .. hikss.. " ucap Sofi di sela tangis nya .
" tenang lah sayang semua akan baik-baik saja " jawab marchel mencoba menenangkan .
tidak butuh waktu lama mobil marchel dan Kevin sudah tiba di rumah sakit . Marchel langsung berlari masuk ke ruang UGD untuk memanggil perawat .
" Dr.Marcel " sapa perawat yang sangat terkejut melihat dokter mereka datang tiba-tiba karna setau mereka marchel sedang menempuh pendidikan tambahan di Jepang .
" tolong mertua saya tidak sadarkan diri " jawab Marchel dengan napas yang tidak beraturan .
para perawat maupun marchel segera bertindak untuk menangani tuan Albert .
Tuan Albert dia bawa masuk keruang tindakan diikuti oleh Marchel dan beberapa dokter lainnya sedang kan Sofi mama Kelly dan juga Kevin menunggu di depan ruangan .
" mama ada apa dengan papa? " tanya Sofi disela tangis nya tapi dia sama sekali tidak mendapatkan jawaban dari wanita paruh baya yang sedari tadi tidak berhenti menangis .
" tenang lah Sofi " ucap Megna yang langsung memeluk sahabatnya yang sedang menangis tersedu-sedu .
" Megna apa papa akan baik-baik saja hiks.. hikss "
" semua akan baik-baik saja Sofi tenang lah " ucap Megna mencoba menenangkan sedangkan Kevin hanya bisa mondar mandir di depan ruangan yang tidak kunjung terbuka itu .
butuh waktu sekitar kurang lebih dua jam mereka menunggu di depan ruangan sampai terdengar suara pintu terbuka .
" Marchel bagaimana keadaan papa? aku ingin melihatnya " tanya Sofi yang langsung ingin menyerobot masuk tapi dicegah oleh Marchel .
" tunggu lah uncle sedang istirahat " ucap Marchel langsung memeluk Sofi .
akhirnya mereka menunggu di depan ruangan terjadi keheningan untuk beberapa saat sampai akhirnya marchel buka suara .
" aunty maaf aku ingin menanyakan sesuatu " ucap Marchel pada nyonya Kelly .
" jangan panggil aunty panggil mama saja seperti Sofi " jelas mama Kelly .
" baik lah , apa uncle ada riwayat penyakit serius? " tanya marchel membuat mama Kelly kembali menangis sesenggukan .
" mama apa yang sebenarnya terjadi tolong jelaskan padaku kenapa aku merasa seperti orang bodoh hiks .. hikss " ucap Sofi mulai menangis lagi di pelukan Marchel .
mama Kelly menarik napas panjang untuk mulai bercerita .
" nak kemarilah " ajak mama Kelly . Sofi beranjak menghampiri mama nya .
" sebenarnya papa mu mengidap kanker hati setadium akhir " ucap mama Kelly berusaha untuk tegar didepan anaknya yang terus menangis sedangkan marchel sudah tidak kaget dengan apa yang di ucapkan mama Kelly .
__ADS_1
" papa mu selama ini selalu berobat dia selalu berusaha untuk sembuh agar bisa melihat mu menikah nak " sambung mama Kelly .
" selama ini kami selalu berusaha menutupi nya dari mu karna papa mu tidak ingin kau bersedih walaupun papa mu akan menerima kemarahan mu karna menurut mu dia selalu saja sibuk dengan pekerjaan nya tapi dia siap menerima nya dari pada dia harus melihat mu menangis seperti ini nak " jelas mama Kelly sambil mengusap air mata Sofi yang kembali deras .
" papa mu selalu memantau mu dari kejauhan nak papa mu juga selalu mencari tau tentang marchel sampai papa yakin kalau marchel adalah pria yang cocok untuk mu mangkanya papa meminta marchel agar segera menikahi mu karna menurut papa umurnya tidak akan lama lagi hiks .. hiks " tangis mama Kelly kembali pecah .
" papa " ucap Sofi lirih .
bruukkk
terdengar suara seseorang terjatuh membuat semua orang mengalihkan pandangannya dan ternya Sofi jatuh pingsan tidak kuat mendengar kenyataan tentang papa nya .
" sofiiiiii " teriak mama Kelly .
marchel langsung mengangkat tubuh Sofi dan di bawa ke ruang UGD diikuti oleh Megna dan Sofi .
Megna melihat tubuh sahabatnya terbaring lemah di ranjang rumah sakit mulai meneteskan air matanya yang sedari tadi berusaha dia tahan .
" menangis lah aku tau kau dari tadi menahannya " ucap Kevin yang langsung membawa Megna ke dalam pelukannya .
" hiks .. hiks ... hikss " suara tangis Megna memecah di dalam pelukan Kevin membuat hati Kevin ikut meringis .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung
__ADS_1