
Tidak terasa waktu sudah terus berjalan sampai Matahari sudah mulai meninggi menghiasi langit dan menambah kecantikannya.
Lain halnya dengan Megna anak gadis yang berparas cantik ini masih terlelap didalam tidurnya setelah mengakhiri panggilan dengan ibunya semalam Megan memang tidak langsung tidur dia masih harus mengerjakan tugas-tugas kuliahnya walaupun dia tau kalau keesokan harinya adalah hari libur tapi bagi Megna lebih cepat selesai lebih baik begitu menurutnya.
saat Megna masih bergelut dengan alam mimpinya tiba-tiba dia dikagetkan dengan suara ponsel yang nyaring dari meja yang berada disamping tempat tidurnya.
Drrrtttt Drrrttttttttrr drttttt tidak butuh waktu lama Megna langsung menyambar ponselnya itu.
"hallo" sapa Megna
"hai Megna, kau pasti belum bangun sungguh kebiasaan" oceh Sofi dari ujung telpon yang membuat Megna sedikit menjauhkan ponsel itu dari telinganya karena malas mendengar ocehan sahabatnya itu.
Sofia atau lebih sering dipanggil Sofi oleh Megna. Sofi orangnya sangat ceria dan apa adanya dia selalu mengungkapkan apa yang ada dipikirannya itu yang membuat Megna nyaman berada didekat Sofi satu-satunya sahabat yang dia miliki di negara yang dia tinggali saat ini.
"kenapa kau selalu menggangguku dipagi hari saat libur seperti ini sih Sofi kau sungguh menyebalkan sekali."
" hei Megna kau sudah berjanji padaku hari ini kau akan menemani ku jalan-jalan kenapa kau masih tidur sih"
" emang aku berjanji begitu ya padamu?" kata Megna heran bahkan dia tidak ingat kalau sudah membuat janji dengan sahabatnya itu.
" astagaaaaa megnaaaa" teriak Sofi karena kesal dibuat sahabatnya. " kau sudah berjanji padaku pokonya aku akan menjemput mu diapartemen mu sekarang dan kau cepatlah bersiap" oceh Sofi yang langsung mematikan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Megna.
" apa benar aku membuat janji seperti itu? tapi yasudah lah mau gimana lagi aku pusing kalau harus mendengarkan dia mengoceh sepanjang hari karena aku tidak menemaninya jalan-jalan" gumam Megna bicara sendiri.
" tapi aku masih ngantuk lebih baik aku tidur sebentar lagi sebelum dia datang"
Kurang lebih sudah sudah setengah jam berlalu Megna tertidur setelah ditelpon oleh sahabatnya itu.
Tinggg tongggg tingg tonggg terdengar suara bel dari depan rumahnya tapi Megna tetep enggan beranjak dari tempat tidurnya.
" ahh aku kan tau kode sandi apartemen Megna kenapa aku malah terus-menerus menekan bel" racau Sofi sendiri sambil terus terkekeh karna tingkahnya sendiri. setelah menekan kode sandi apartemen Megna dia langsung menyelonong masuk ketempat itu. seperti biasa tempat itu selalu terlihat rapi dan bersih memang itulah pribadi Megna yang sangat tidak suka berantakan.
" astagaaa Megna kenapa kau belum bangun juga" teriak Sofi saat sudah menemukan Megna yang masih berada dibawah selimut tebalnya itu. " Megna bangunlah ayo cepat banguuuunnnnnn" Sofi terus saja meneriaki sahabatnya itu agar cepat beranjak dari tempat tidur ya tapi Megna malah mengambil bantal dan menaruhnya diatas telinganya supaya tidak mendengar teriakan Sofi yang sangat menggelegar menurutnya.
__ADS_1
" Megna kau tega sekali sih kepadaku kau kan sudah berjanji akan menemani ku hari ini tapi kenapa kau masih tidur saja tidak mau bangun" Sofi mengeluarkan jurus andalannya dengan berpura-pura sedih agar Megna cepat bangun yahh sebelumnya memang selalu berhasil tapi tidak tau kali ini gumam Sofi dalam hati.
" astagaaa dia mulai lagi " gumam Megna dalam hati. memang dia sangat tidak suka melihat orang yang dekat dengannya bahkan sudah dia anggap adiknya itu bersedih karena dirinya.
" yayayaaa baiklah tuan putri Sofi aku sudah bangun lihat aku sudah membuka mataku dan berhenti memasang wajah seperti itu aku sangat jengkel melihatnya" oceh Megna yang kesal karena Sofi selalu saja begitu setiap dirinya susah untuk bangun tidur dihari liburnya seperti ini.
" yeeeeyyyyy hahaha akhirnya kau bangun juga Megna kesayanganku " racau Sofi langsung menghambur kedalam pelukan sahabatnya itu. " kau bau Megna cepatlah mandi dan bersiap hari ini kau harus menemaniku tanpa protes okee"
" benarkah aku bau?"
" tentu saja, cepat pergilah mandi sana" tapi bukannya langsung beranjak mandi Megna malah dengan sengaja mendekatkan dirinya kepada Sofi terus menerus dan hal itu membuat Sofi merasa sangat jengkel sekali.
" Megna hentikan cepat pergilah sana" oceh Sofi yang terus berlarian kesana kesini karena Megna terus saja mengejarnya.
" rasakan membalaskan ku karena kau sudah mengganggu tidur ku dihari libur seperti ini"
" hei kau nona pendendam yang cantik kau lihat lah jam itu" Sofi menunjuk jam yang ada diruang tengah apartemen Megna sontak saja Megna langsung menengok untuk melihat apa yang ditunjuk sofi.
" kalau aku tidak datang kau pasti masih tidur hingga sore nanti dasar gadis tukang tidur" sambung Sofi .
" hei tuan putri siapa yang tukang tidur hahh?" Megna menjawab dengan sedikit kesal karena dibilang tukang tidur.
" hahahaa sudahlah Megna sana cepat mandi kalau tidak kita nanti kesiangan pergi jalan-jalan nya"
" Yaya baiklah kau ini selalu saja mengajak ku bertengkar setiap kali membangunkan ku tidur dipagi hari"
" tapi menyenangkan kan? hahaha" saut Sofi yang merasa lucu dengan wajah kesal sahabatnya itu saat ini.
seperti itulah yang akan terjadi kalau Sofi harus membangunkan megna tidur dihari libur kuliah mereka saat ini pasti akan berujung dengan pertengkaran kecil dan itu menurut Sofi sangat menyenangkan.
" seperti membangunkan singa yang sedang tidur haha tapi sungguh menyenangkan sekali mengganggu Megna ahh aku sangat menyayanginya" gumam Sofi dalam hati.
setengah jam berlalu dan Sofi masih menunggu Megna yang belum juga selesai dengan aktivitas mandinya itu.
__ADS_1
" kenapa dia kalau mandi lama sekali sih" kesal Sofi karena sudah lelah menunggu dan akhirnya memutuskan untuk menggedor pintu kamar mandi Megna saat itu.
tokkk tokkk tokkk terdengar sangat jelas suara ketukan pintu dari luar.
" kenapa lagi dengan anak manja itu" gumam Megna dalam hati.
" Megna kenapa kau lama sekali cepatlah keluar aku bosan menunggumu disini" teriak Sofi dari luar kamar mandi namun tetap saja tidak ada jawaban yang terdengar dari dalam kamar mandi.
" Megna kenapa tidak menjawab ku? kau sedang mandi atau mati didalam sana?"
" hei tuan putri yang manja kenapa sekarang kau menyumpahi ku mati" kesal Megna karena mendengar ucapan Sofi .
" haha abisnya kau lama sekali aku fikir kau sudahhhhhh"
" jaga bicara mu anak manja" dan saat itu juga pintu kamar mandi sudah terbuka dan Megna keluar dari dalam kamar mandi.
" kenapa kau sangat lama kalau sedang mandi sih megna" racau Sofi yang kesal karena menunggu. " kau tau kan Megna menunggu itu sangat menyebalkan dan membosankan"
" haha kenapa kau malah jadi curhat sih sof" ledek Megna sambil terkekeh mendengar ucapan Sofi . sedangkan Sofi sudah memilih milih baju yang cocok untuk dipakai Megna saat ini.
" nahhh pakailah ini Megna kau pasti akan sangat cantik mengenakan nya" ucap Sofi sambil memberikan gaun polos selutut yang berwarna biru tua itu.
" tidak mau lah aku ingin memakai celana Levis saja" tolak Megna.
" cepat pakai ini kau cantik memakai ini"
" kenapa kau bisa tau aku cantik memakai ini sedangkan aku saja belum mencobanya"
" haha mangkanya ayo cepat kenakan " paksa Sofi yang terus mendorong Megna supaya mau memakai baju pilihannya.
" Yaya baiklah tidak usah mendorong ku seperti itu" racau megna .
" bagaimana apa aku cantik sof?" tanya Megna yang sudah mengganti pakainya.
__ADS_1