
Sofi terperanga melihat Megna mengenakan baju pilihannya itu pasalnya megna memang jarang sekali mau mengenakan pakaian seperti gaun menurutnya itu sangat merepotkan dia lebih suka mengenakan pakaian santai dibanding harus menggunakan pakaian perempuan yang sangat repot.
Sofi masih saja tidak bergeming dari tempatnya dia sangat takjub melihat kecantikan sahabatnya itu yahhh Megna memang memiliki paras yang sangat cantik dengan mata yang bulat nan indah hidung mancung dan bibir yang sedikit tebal menambah poin plus kecantikannya.
" sof kenapa kau jadi bengong seperti itu? aku memang sangat cantik jadi jangan melihat ku sampai seperti itu" ucap Megna membanggakan dirinya.
" Ceh kau sangat sombong nona"
" hahaha kau belum menjawab ku sof apa aku cantik mengenakan baju seperti ini? sejujurnya aku sangat malu tau" jujur Megna yang memang tidak pernah keluar mengenakan pakaian seperti itu kecuali ketempat acara yang formal.
" mangkanya biasakan lah Megna kau sangat terlihat cantik kalau kau ke kampus dengan berpakaian seperti ini pasti fans mu bertambah banyak" racau Sofi yang terlihat berbinar saat mengingat fans-fans Megna yang mayoritas adalah kaum Adam yang sangat tampan.
" hei nona berhentilah membuat ekspresi wajah seperti itu aku sangat muak melihatnya" kesal Megna karena melihat wajah Sofi yang berbinar-binar membayangkan wajah pria tampan.
Megna memang banyak memiliki fans terutama dari kalangan kaum Adam karna menurut mereka Megan tidak hanya cantik tapi juga sangat cerdas dengan semua prestasi yang dia dapat dikampus. Tapi Megna juga sangat dingin dan cuek terhadap orang asing terutama pada para pria menurutnya pria-pria yang mengejarnya itu sangat berlebihan dan terlalu membanggakan diri mereka dan megna tidak suka hal itu.
" haha baiklah ayo kita berangkat" ucap Sofi dengan penuh semangat menggandeng tangan sahabatnya itu keluar apartemen.
" kita mau kemana sof?"
" tentu saja ke mall"
" kenapa kau tidak pernah bosan pergi ketempat seperti itu sih sof"
" kenapa mesti bosan? itu sangat menyenangkan. dari pada aku harus berdiam diri dirumah aku sangat bosan Megna" ucap Sofi bersedih karena pasalnya Sofi memang anak tunggal dan kedua orang tuanya selalu sibuk dengan urusan masing-masing jadi kurang memperhatikan Sofi dan itu membuat Sofi sangat sedih mangkanya dia lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah seperti saat ini.
" sudahlah Sofi jangan bersedih gitu aku jadi ikutan sedih" sahut Megna yang sudah melihat raut wajah sedih dari paras sahabatnya yang cantik itu.
" mereka sibuk karena ingin menjamin masa depan mu sof" tutur Megna mencoba memberi pengertian terhadap sahabatnya itu.
" Yaya semoga saja kau benar"
setelah berkendara kurang lebih satu jam mereka sampai ditempat tujuan yaitu salah satu mall ternama di Amerika.
" kita sudah sampai ayo sof" ucap Megna antusias karena melihat raut wajah sahabatnya itu yang kurang bersemangat karena membahas orang tuanya tadi diperjalanan berbeda dengan tadi pagi saat masih diapartemen Megna Sofi terlihat sangat bersemangat.
__ADS_1
" oh ayo baiklah"
" jangan bersedih dong sof jadi tidak asik nih"
" hehe iya maafkan aku karena sudah merusak hari kita yang menyenangkan ini" saut Sofi dengan penuh penyesalan.
" tidak usah minta maaf seperti itu aku sangat mengerti dirimu sof. ayo sekarang kita belanjaaaaa" ucap megna semangat agar sahabatnya itu kembali bersemangat.
" hahahaa baiklah ayo" sontak saja Sofi langsung menarik Megna masuk kedalam mall tersebut mereka mulai sibuk memilih milih baju yang menurut mereka cocok untuk dipakai ke kampus dan bersantai dirumah.
" Megna coba lihat aku" tutur Sofi tiba-tiba saat mereka sedang berada disalah satu toko baju.
" ada apa tuan putri" jawab Megna malas karena dia tau kalau sudah mengajak Sofi belanja pasti aku memakan waktu yang sangat lama dan membosankan baginya.
"aku seperti sedang masuk kedalam lubang buaya dan susah untuk kembali keluar" gumam Megna dalam hati.
" Megna coba lihat ini apa baju ini pantas jika aku yang mengenakannya?" tanya Sofi yang saat ini sedang memegang baju dres diatas lutut tapi masih terlihat sopan dan tidak terlalu terbuka.
" apapun yang kau kenakan selalu pantas untukmu Sofi karena kau sangat cantik dan badan mu juga sangat bagus jadi apapun yang kau kenakan pasti sangat cocok tak terkecuali karung beras hahahaa" racau megna yang langsung tertawa setelah meledek sahabatnya itu.
" aku juga menjawab dengan serius tuan putriku sayang, lagi pula itukan warna yang kau suka sudah pasti cocok dengan mu"
karna memang Sofi sedang memegang dres berwarna dusty pink yang sangat disukai oleh Sofia.
" ahh kau memang bener aku pasti cocok mengenakan apapun karena aku cantik" racau Sofi membanggakan dirinya.
"cehh kau sungguh pede nona " desis Megna jengah dengan perkataan sahabatnya itu.
setelah sekian lama mereka memilih-milih baju yang cocok untuk mereka akhirnya mereka memutuskan untuk makan disalah satu restoran India yang ada didalam mall tersebut.
" selamat datang nona silakan masuk " sapa pelayan itu didepan restoran bergaya khas India itu. Megna dan Sofi sontak langsung tersenyum sangat manis kepada pelayan restoran yang sudah menyapa dan menyambut kedatangan mereka tersebut. mereka langsung masuk dan mencari tempat kosong yang sedikit lebih jauh dari keramaian pengunjung restauran lainnya. setelah mendapatkan tempat yang pas akhirnya mereka duduk dengan santai sambil bercanda ria tanpa menghiraukan orang-orang yang berada didekat mereka saat ini.
" permisi nona silakan menunya" sapa seorang pelayan perempuan yang menghampiri mereka berdua untuk menyerahkan menu yang ada di restauran itu.
" ah ya maaf kami terlalu asik mengobrol sampai tidak sadar kalau sudah ada kau nona hehe" racau Sofi yang membuat pelayan itu tersenyum.
__ADS_1
" tidak apa-apa nona"
" megna kau mau makan apa? aku sungguh tidak mengerti dengan makanan khas negaramu ini" racau Sofi yang kebingungan melihat-lihat menu makanan yang tertera dibuku menunya saat ini.
" kau ini bagaimana Sofi kau kan sudah sering aku ajak makan makanan khas India masa masih tidak paham juga"
" aku malas memahaminya Megna aku hanya ingin menikmatinya" ucap Sofi sambil terkekeh " sudah kau saja yang pesan Megna aku sunggu pusing melihat gambar-gambar makanan ini semuanya sunggu menggiurkan"
" baiklah nona kami pesan ini dan ini" ucap Megna kepada pelayan tersebut dan pelayan itu langsung mencatat pesanan pelanggannya.
" mohon ditunggu Nona" ucap pelayan itu sembari pergi meninggalkan Megna dan Sofi.
" sof bagaimana hubungan kau dengan marchel?" Megna bertanya tentang kekasih dari sahabatnya itu karna dirinya sudah lama tidak mendengar Sofi menceritakan tentang hubungannya dengan marchel.
" apa kalian putus? apa sedang bertengkar? atau mungkin marchel sudah malas bersama dengan mu ya sof karna kau sangat menyebalkan hahaha" racau megna bertubi-tubi.
" hei hentikan nona kenapa kau malah menyumpahi ku putus dengan marchel hah?" ucap Megna kesal akan pertanyaan dari sahabatnya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.