
Setelah melewati perdebatan yang cukup panjang mengenai Sofi yang ingin menginap di apartemen nya tentu saja Megna yang akan tetap mengalah karena Sofi sangatlah keras kepala sampai Megna tidak pernah menang jika sudah berdebat dengan Sofi .
" Sofi apa kau sudah mengerjakan tugas kuliah untuk kelas pak endrik besok?" tanya Megna yang sedang memainkan laptopnya itu.
" tentu saja sudah jangan meremehkan diriku Megna " jawab ketus Sofi sambil terus terkekeh karena jawabannya sendiri.
" baguslah kalau begitu, apa kau sudah meminta pelayan rumah mau mengantarkan keperluan kuliah mu besok?"
" tentu saja sudah kau sangat memperhatikan keperluan ku melebihi ibu ku sendiri" ucap Sofi yang langsung memandang Megna dengan tatapan sendunya.
" sof apa kau sudah menghubungi marchel?" tanya Megna alih-alih sedang mengalihkan pembicaraan supaya sahabatnya itu tidak merasa sedih mengingat ibunya.
" belum aku belum menghubungi nya bahkan aku masih menonaktifkan ponsel ku"
" kenapa kau terus keras kepala Sofi "
" aku masih kesal megnaaaaa" teriak Sofi
" cepat aktifkan ponsel mu aku yakin marchel pasti selalu menghubungi mu seharian ini" perintah Megna yang tidak ingin dibantah.
" baiklah ibu ratu, aku juga sudah sangat merindukan kekasih ku yang manis itu" racau Sofi sambil terkekeh.
ternyata benar saja setelah Sofi mengaktifkan ponselnya ada puluhan panggilan tidak terjawab dan pesan yang masuk kedalam ponselnya dan tentu saja semua itu tidak lain dari kekasihnya.
" kau benar Megna ternyata dia mencari ku"
" cepat hubungi dia Sofi "
" tidak ah aku kan gengsi kalau harus menghubungi duluan secara aku sedang marah dengan nya Megna" ketus Sofi menjawab pertanyaan Megna .
" kau marah tanpa sebab nona" jawab Megna jengah menghadapi sikap Sofi yang sangat menjengkelkan .
drrtt drrttttt ponsel Megna tiba-tiba saja berdering. megna langsung melihat siapa yang menelpon dan langsung menjawabnya tanpa memberitahu Sofi siapa yang menelponnya.
" hallo marchel" sapa Megna. sontak saja Sofi langsung membelalakkan matanya karena kaget yang menelpon Megna adalah marchel kekasihnya dan Megna hanya menjulurkan lidahnya meledek Sofi yang sedang terlihat kesal.
" hai megna, apa kau sedang bersama Sofi?" tanya marchel langsung pada intinya.
" tidak dia tidak bersama ku, kenapa chel? apa ada masalah?" jawab bohong Megna karena dia ingin tau apakah marchel akan jujur dengannya atau tidak mengenai hubungannya dengan Sofi yang sedang bertengkar.
" tidak Megna tidak ada apa-apa" elak marchel yang masih sangat malu untuk menceritakan masalah pribadi nya kepada Megna walaupun mereka berteman cukup dekat.
__ADS_1
" aku hanya tidak bisa menghubungi nya aku khawatir padanya aku fikir dia sedang bersama mu" tutur marchel.
" baiklah Megna aku tutup dulu selamat malam" ucap marchel sebelum mematikan telponnya.
" kau dengar Sofi dia sangat menghawatirkan mu berhentilah bersikap keras kepala dan hubungi dia" tegas Megna yang langsung membuat Sofi menurut dan menghubungi kekasihnya itu.
Sofi langsung beranjak berdiri dan meninggalkan Megna dikamarnya untuk menghubungi kekasihnya itu. sedangkan Megna melanjutkan untuk memainkan laptop nya itu dia sedang melihat-lihat akun media sosialnya. sudah cukup lama Sofi bicara dengan kekasihnya itu akhirnya dia kembali ke kamar Megna dan langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur membuat Megna mengernyitkan dahinya heran.
" kenapa? apa sudah selesai bicara dengan marchel?" tanya Megna
" aku sunggu menyesal Megna karena tidak mendengar kan penjelasan dia" ucap Sofi dengan wajah sendunya.
" ternyata dia ada alasan tersendiri kenapa tidak jadi pulang dan tidak jadi menemui ku tapi aku senang karena akhir pekan depan dia berjanji akan pulang dan langsung menemui ku Megna" tutur Sofi dengan wajah yang sudah berubah menjadi berseri-seri.
" baguslah kalau kalian sudah berbaikan" jawab Megna singkat jelas dan padat karena dia malas meladeni Sofi .
seketika terjadi keheningan didalam kamar itu karena kedua sahabat itu sibuk dengan aktivitas nya sendiri. Tiba-tiba Sofi berteriak-teriak memanggil Megna supaya mendekat padanya yang sedang sibuk melihat akun media sosialnya itu.
" ada apa sih sof kenapa berteriak-teriak begitu?" tanya Megna yang sudah menghampiri Sofi untuk melihat apa yang dilihat sahabat nya itu.
" coba lihat ini Megna " tunjuk Sofi pada layar ponselnya yang memperlihatkan gambar seorang pria yang sangat tampan dan tidak asing Dimata nya itu. tapi berbeda dengan ekspresi Megna yang terlihat biasa saja dan nampak asing dengan foto pria itu.
" megna bukan kah pria ini yang menabrak mu sampai terjatuh tadi siang di mall?" tanya Sofi antusias tapi Megna hanya mengernyitkan dahinya karena tidak mengenal pria itu.
" iya benar Megna ini adalah pria yang sama dengan yang menabrak mu di mall tadi" tutur Sofi sangat antusias setelah mengetahui siapa sebenarnya pria itu.
" aku tidak perduli siapa dia dan aku tidak mau perduli Sofi. sudahlah aku ingin tidur saja malas mendengarkan mu yang selalu membahas pria tampan saja" kesal Megna yang langsung menarik selimut untuk tidur. sedangkan Sofi masih terus mencari informasi tentang Kevin apakah benar apa yang ada dipikirannya tentang Kevin .
setelah sekian lama Sofi mencari tau tentang pria itu akhirnya Sofi sangat yakin kalau pria yang menabrak megna di mall adalah Kevin Smith pria sukses dengan karisma yang sangat kuat dikalangan wanita. sontak saja Sofi langsung memanggil-manggil Megna untuk memberi tahu kebenaran ini tapi ternyata Megna sudah terlelap dalam tidurnya yang mana membuat Sofi mendengus kesal.
" dia malah tidur meninggalkan aku yang sedang mencari-cari informasi penting untuk nya" gumam Sofi sendiri
akhirnya Sofi memutuskan untuk ikut terlelap disamping megna.
°°°°°
Matahari sudah tinggi dan menyampaikan sinar-sinarnya melewati celah-celah tirai yang ada dikamar apartemen milik megna. akhirnya Megna terbangun dan langsung menggeliat kan tubuhnya agar lebih segar dan dia langsung melihat kearah samping dan langsung menemukan Sofi yang masih terlelap dalam tidurnya.
" ternyata dia masih tidur sebaiknya aku bergegas mandi dan menyiapkan sarapan untuknya" gumam Megna yang langsung turun dari ranjangnya dan berlari kecil menuju kamar mandi.
setelah dua puluh menit dalam kamar mandi akhirnya Megna sudah segar dan keluar dari dalam mandinya dia segara berganti pakaian didalam ruangan pakaiannya itu.
__ADS_1
" sebaiknya aku langsung membuat sarapan saja sebelum membangunkan Sofi" gumam megna. sebelum membuat sarapan Megna melihat jam yang berada di dinding kamarnya ternyata masih menunjukan pukul tujuh pagi dia langsung keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke dapur dengan cepat Megna menyelesaikan aktivitas nya di dapur itu saat sedang menata sarapan yang ia buat diatas meja makan tiba-tiba dia melihat sofi yang berjalan dengan lunglai menghampiri Megna yang sedang berada dimeja makan.
" selamat pagi tuan putri" sapa Megna dengan tersenyum sangat manis.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.