
" APA!" teriak Sofi yang sangat terkejut dengan perkataan Megna . " kau akan di jodohkan? kapan? dan dengan siapa? kau jangan bercanda dengan ku Megna " racau Sofi yang langsung memberi pertanyaan pada Megna bertubi-tubi .
megna langsung menengok ke arah Sofi dan menatap nya dengan tajam menutup matanya sebentar guna untuk mencari ketenangan dan langsung menghembus kan napas nya dengan kasar .
" aku tidak berbohong Sofi aku juga tidak tau otak ku belum bisa mencerna semua yang di katakan ayah ku " jelas Megna dengan menatap ke sembarang arah dengan nanar .
" sesaat ayah ku seperti sedang bercanda mengatakan kalau dia sudah menemukan calon suami untuk ku tapi ketika aku menatap matanya aku menemukan keyakinan di sana Sofi yang membuat ku hanya bisa diam " sambung nya .
Sofi langsung memeluk sahabatnya itu dari samping dan menyandarkan kepala nya ke bahu Megna .
" tenang lah megna semua pasti akan baik-baik saja, uncle tidak mungkin memilih kan mu calon suami yang buruk pasti yang terbaik " Sofi mencoba memberi pengertian dan kekuatan pada Megna supaya selalu sabar .
" tapi Megna bagaiman kalau pria yang akan di jodohkan dengan mu itu tampan dan kaya? apa kau tetap tidak akan menyukai nya" tanya Sofi yang sudah melepas kan pelukan nya .
" ntah lah Sofi aku tidak tau " jawab singkat Megna yang langsung naik ke atas ranjang dan mulai memejam kan kedua mata nya .
" aku selalu berdoa untuk ke bahagiaan mu Megna aku sudah menganggap mu seperti kakak ku sendiri aku tidak akan sanggup jika harus melihat mu bersedih seperti ini " gumam Sofi dalam hati nya sambil terus menatap Megna yang sudah terlelap dalam tidur nya .
☄️☄️☄️☄️
matahari sudah menempati posisi nya di antara awan-awan yang terlihat sangat indah pagi hari ini . Kevin sudah terbangun dari tidur nya dan sudah bersiap untuk berangkat ke kantor nya tapi saat dia ingin berangkat dia teringat sesuatu .
" oh iya aku lupa menghubungi nya kemarin sebaiknya aku coba hubungi sekarang " Kevin langsung menekan nomer Megna dan mencoba menghubungi nya panggilan nya tersambung tapi tidak ada jawaban dari sana tapi Kevin tidak menyerah begitu saja dia terus menghubungi nomer Megna sampai kesekian kali nya .
Sofi yang masih terlelap merasa terganggu dengan suara ponsel milik Megna .
" megna ponsel mu terus berdering sungguh mengganggu " oceh Sofi kesal karena tidur nya terganggu .
megna langsung mengambil ponsel nya yang ada di kamar dan melihat nomer asing yang menghubungi nya terus menerus pagi ini .
" nomer siapa ini " ucap Megna dengan pelan namun masih bisa di dengar oleh Sofi .
" mungkin fans baru mu "
" Sofi pergi lah ke meja makan ayah sudah menunggu karena dia harus segera pergi " titah Megna kepada Sofi dan Sofi langsung turun dengan cepat dari tempat tidur nya dan langsung berlari ke meja makan .
baru saja Megna melangkah kan kakinya beberapa langkah ponsel nya kembali berdering dan nomer yang sama masih menghubungi nya, karena penasaran Megna mengangkat panggilan itu .
" morning, siapa ini?" tanya Megna yang sudah mengangkat panggilan itu .
" dia menjawab panggilan ku " gumam Kevin dalam hati .
__ADS_1
" hallo apa ada orang disana?" ulang Megna yang masih belum mendengar jawaban dari sebrang panggilan nya itu .
" hai iya aku masih disini " racau Kevin gugup .
megna langsung mengernyitkan dahi nya karena suara yang dia denger tidak lah asing di telinga nya .
" sorry ini dengan siapa?" tanya Megna .
" hmn saya Kevin nona apa kau masih mengingat saya?"
" Kevin?" jawab Megna mengulangi sambil berfikir seperti nya nama nya tidak asing .
" iya nona saya Kevin " jelas Kevin dengan penuh penekanan .
megna masih diam mengingat-ingat siapa Kevin yang menelpon nya ini setelah dia ingat dia langsung membulatkan matanya karena terkejut kenapa orang ini bisa pendapat kan nomer ponsel nya pikir Megna .
" oh tuan Kevin ada apa?" jawab Megna dingin .
" hmm saya ingin mengajak nona keluar minum kopi siang ini kalau nona ada waktu itung-itung sebagai permintaan maaf saya karena kejadian tempo hari " jelas Kevin langsung pada intinya . " apa nona ada waktu?" sambung Kevin
" tidak ada" jawab Megna singkat dan langsung mematikan sambungan telpon nya .
megna langsung berjalan ke luar kamar nya mencari keberadaan Sofi . sedangkan Kevin malah tersenyum mendengar jawaban dingin Megna .
sedangkan Megna dengan tatapan tajam nya dia menatap Sofi yang sedang duduk menikmati sarapan nya bersama ayah Jordi .
" baik lah ayah sudah selesai ayah pamit pergi dulu ya karena ayah sudah ada janji dengan calon menantu ayah " cup ayah Jordi mencium kening putrinya itu dan tidak lupa dia juga melakukan hal yang sama terhadap Sofi dan dibalas Sofi dengan senyuman .
sepeninggalan ayah nya Megna langsung menatap Sofi dengan serius .
" kenapa kau menatap ku seperti itu" tanya Sofi santai sambil meneguk jus di gelas nya .
" kau memberi tau nomer ponsel ku kepada siapa?" tanya balik Megna dengan tatapan serius nya .
" kepada siapa " tanya balik Sofi bingung dan mencoba mengingat-ingat kepada siapa dia memberika nomer ponsel sahabatnya itu . setelah berhasil mengingat nya sontak saja Sofi langsung menyembur kan jus yang saat itu sedang dia nikmati .
uhuk uhuk Sofi terbatuk-batuk karena mengetahui apa yang akan terjadi kepada nya saat ini . megna pasti akan sangat marah karena dia sudah memberi kan nomer ponsel nya kepada orang asing terlebih lagi seorang pria .
" apa kau sudah mengingat nya nona sofi?" tegas Megna dengan penuh penekanan seolah ingin langsung menghabisi gadis bodoh yang ada di depan nya ini .
" hehe maaf kan aku Megna " ucap Sofi sambil terkekeh dan mulai ingin beranjak dari tempat duduk nya .
__ADS_1
" kau mau kemana? jangan pergi aku ingin mendengar penjelasan mu " tegas Megna sambil menatap Sofi tajam .
mendengar perkataan Megna Sofi langsung lemas dan kembali mendudukkan tubuh nya ke tempat semula . sejujur nya dia sangat takut kalau Megna akan marah kepada nya .
" megna maaf kan aku" rayu Sofi supaya Megna tidak jadi marah terhadap nya tapi usahanya sia-sia Megna masih saja tidak bergeming malah menatap nya semakin tajam .
" ayo jelas kan kepada siapa kau memberi nomer ponsel ku secara sukarela haahh?" ucap Megna dengan penuh penekanan yang sejujur nya amarah nya sudah tidak terbendung lagi tapi Megna tetap berusaha setenang mungkin dan mengendalikan amarah nya saat ini .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung