
beberapa hari kemudian tepatnya hari ini Megna harus pulang ketanah kelahirannya India yang sangat dia rindukan. tapi ntah kenapa prasaan nya sungguh tidak enak kali ini tapi dia selalu berfikir positif tentang segala hal.
" ahh sudah pagi aku harus bersiap-siap pesawat ku akan lepas landas jam 9 huufffttt " celoteh Megna yang masih diatas kasur.
" kenapa rasanya aku berat sekali meninggal kan Kevin disini biasanya tidak seperti ini " sambungnya.
" ya dewa aku mohon lindungi semua orang-orang yang aku sayang disini " doanya dalam hati .
" sebaiknya aku mandi " Megna langsung beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke arah kamar mandi.
disisi lain Kevin sedang bersiap-siap dirumahnya.
" Alex aku akan kerumah Megna dia akan berangkat pagi ini " ucap Kevin pada asisten pribadi nya itu .
" baik tuan " jawab Alex .
" aku berangkat Lex setelah aku mengantar kan Megna aku akan langsung ke kantor "
" baik tuan "
Kevin langsung melajukan mobilnya menuju apartemen kekasihnya itu tidak butuh waktu lama Kevin sudah sampai dibassmant apartemen Megna dan langsung berjalan masuk ke unit apartemen milik kekasihnya .
tingg tongg tingg tongg
" kenapa tidak ada jawaban dari dalam sana " Kevin berbicara sendiri .
" apa aku terlambat? " Kevin melihat arloji yang melingkar ditangannya .
" ah tidak ini bahkan masih terlalu pagi "
" sebaiknya aku langsung masuk saja " Kevin langsung memasukan kata sandi apartemen Megna dan langsung masuk kedalam .
" dimana dia? kenapa sepi sekali " ucap Kevin sambil celingukan mencari Megna .
ceklek
" kamarnya dikunci "
"mungkin dia sedang mandi sebaiknya aku tunggu saja disini " ucap Kevin setelah mendudukan tubuhnya diruang tv .
dua puluh menit kemudian Megna sudah selesai mandi dan sudah rapih dengan pakaian nya membuat dirinya tampak anggun .
__ADS_1
" sebaiknya aku sarapan dulu " ucap Megna .
" apa Kevin tidak kemari yaa " ucapnya lagi setelah melihat jam dinding yang ada di dalam kamarnya .
" mungkin saja dia sibuk " sambungnya untuk sekedar menenangkan diri .
Megna langsung keluar kamar tapi samar-samar dia mendengar suara tivi yang menyala .
" kevinnn " ucap Megna saat melihat ternyata kekasihnya sudah berada didalam apartemen nya tanpa sepengetahuan dirinya .
" hai sayang kau mandi lama sekali " sapa Kevin dengan senyum manisnya .
" kau sudah dari tadi disini? " tanya Megna .
" yah sudah dari beberapa jam yang lalu " ucap Kevin bohong .
" benarkah?? kenapa kau tidak memanggilku? " ucap Megna merasa bersalah .
" hahaha tidak tidak aku baru saja sampai "
Megna hanya diam mematung melihat Kevin tertawa ntah kenapa hati nya semakin gusar jika harus meninggal kan kekasihnya itu .
" hei sayang kau kenapa? "
brukk Megna langsung memeluk Kevin dengan erat membuat Kevin kaget .
" eh sayang kenapa? ada apa? ayo cerita padaku " ucap Kevin .
" biarkan seperti ini dulu " jelas Megna yang semakin mempererat pelukannya .
semakin lama Kevin merasakan kemeja yang ia kenakan basah karna air mata Megna .
" sayang apa kau menangis? kenapa? ada apa? jangan membuat ku khawatir " tanya Kevin .
Megna mendongakkan kepala nya supaya bisa melihat wajah Kevin .
" lihatlah kau menangis, ada apa? ayo cerita " ucap Kevin mencoba menenangkan.
" ntah kenapa aku merasa berat sekali jauh dari mu saat ini " jelas Megna dengan tatapan yang sendu .
" ada rasa takut dihati ku " sambungnya .
__ADS_1
" cup " Kevin mencium sekilas bibir Megna .
" aku akan baik-baik saja dan tidak akan terjadi apa-apa padaku " jelas Kevin berusaha menenangkan.
" kau berjanji padaku? " ucap Megna lagi .
" iya aku janji " jawab Kevin sambil tersenyum manis.
" janji jaga hati mu "
" jaga mata mu "
" jangan hianati aku "
" jangan tinggalkan aku "
" selalu beri kabar padaku " jelas Megna panjang lebar tanpa dia sadari air matanya mulai menetes kembali .
" aku sangat mencintaimu " ucap Megna lagi yang langsung kembali memeluk kekasihnya .
" aku berjanji sayang dan aku jauh lebih mencintaimu " jelas Kevin sambil membalas pelukan Megna .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
. bersambung