
saat ini Megna sudah berada di dalam pesawat yang akan membawa dirinya pulang ke tanah kelahirannya. yah, tepat jam 9 pagi tadi pesawat Megna lepas landas.
kurang lebih 19 jam 30 menit Megna berada di dalam pesawat dan sekarang waktunya pesawat mendarat.
" ternyata aku sampai dini hari hufftt " Megna berjalan dengan gontai setelah turun dari pesawat dan dia berniat langsung pulang kekediaman orang tua nya.
tidak butuh waktu lama Megna sudah sampai didepan gerbang megah kediaman orang tua. suasana nya masih sangat gelap karna masih dini hari. Megna juga sengaja tidak mengabari keluarga nya karna ingin memberi surprise.
" sebaiknya aku langsung masuk "
tingg tongg tingg tongg
" huuhh sepertinya mereka masih terlelap " ucapnya sesaat setelah memencet bel rumahnya . saat dia ingin berbalik terdengar suara pintu yang terbuka.
ceklek
" siapa yaa " ucap pelayan rumah yang baru saja membukakan pintu membuat Megna tersenyum senang.
" bibiiiiiiii " ucap Megna gembira pasalnya megna memang sudah dekat dengan pelayan yang bekerja dirumah nya.
wanita paru baya itu seperti sedang mengingat-ingat siapa gadis cantik yang berada didepan rumah majikannya itu.
" bibii apa bibi sudah lupa padaku? " tanya Megna karna pelayan itu diam saja.
" non Megna " ucap pelayan itu yang sudah berhasil mengingat siapa Megna .
" iya bi ini Megna "
" ya Dewaa non Megna " ucap bibi tidak kalah bahagia karna berjumpa kembali dengan putri majikan nya yang cukup dengan dengan dirinya.
" bibi Megna rindu sekali dengan bibi apa lagi dengan masakan bibi " ucap Megna yang langsung memeluk pelayan itu yang sudah dia anggap keluarga.
" bibi juga rindu sekali dengan non, ayo non masuk dulu "
__ADS_1
" bi ayah dan ibu masih tidur ya? " tanya Megna sesaat dia sudah berhasil menduduki sofa ruang tamu.
" iya non. non mau minum apa? biar bibi siapkan "
" tidak usah bi aku mau ke kamar Aria aku rindu sekali dengan anak itu " Megna langsung beranjak dari duduknya dan melangkah menuju kamar adik kesayangannya itu.
" Bi tolong bawa koper ku ke dalam kamar ya " ucap Megna yang sempat menengok kembali ke arah pelayan.
" baik non "
Megna terus berjalan menuju kamar adiknya tidak lupa senyum yang terus terukir diwajah manis nya.
" dia pasti sangat terkejut aku sudah berada disini hihi " ucap Megna terkekeh sendiri membayangkan wajah terkejut adiknya.
" sebaiknya aku langsung masuk saja " ucapnya saat sudah berada didepan kamar Aria.
ceklek
" kebiasaan tidak pernah kunci kamar saat tidur " gerutu Megna dan langsung masuk kedalam kamar adiknya.
" ah masih jam setengah enam sebaiknya aku tidur disini saja bersama nya pasti saat dia bangun kaget bukan kepalang hahaha " ucap Megna tertawa kecil.
Megna langsung merangkak naik ke tempat tidur adiknya dengan sangat hati-hati. sesaat dia memandangi wajah adiknya yang sedang tidur.
" kau sudah sangat besar aria dan lihat lah ini bahkan kau sudah mempunyai jambang yang lebat wkwk " ucap Megna berbicara sendiri dengan suara yang hanya dia yang dapat mendengarnya.
" sebaiknya aku tidur sebelum ini anak teriak-teriak " Megna mulai memejamkan matanya tidak butuh waktu lama akhirnya Megna sudah berada di dalam mimpi.
✨
✨
✨
__ADS_1
✨
matahari sudah semakin tinggi menandakan hari sudah semakin siang tapi tidak bagi kakak beradik yang masih terlelap dalam tidurnya.
" ah apaan sih ini kenapa berat sekali " oceh Aria karna merasa ada yang menindih kakinya tapi dia masih belum membuka matanya.
Aria berusaha menyingkirkan sesuatu yang menimpa kakinya tapi tidak bisa karna terlalu berat baginya.
" apaan sih! " ucap Aria yang kesal dan langsung membuka matanya.
" aaaaaaaaa.......... " Aria langsung teriak saat melihat apa yang berada diatas kakinya membuat ibunya yang sedang melakukan puja kaget.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung