The Last Queen

The Last Queen
TLQ #18


__ADS_3

Part 18


Semua telah berlalu, tak ada yang tahu dimana keberadaan seorang Azura Salvador atau Aby. Terlihat seperti tak ada masalah namun mereka semua bergerak secara diam diam.


Waktu terus berlalu, begitupun dengan Aby. Semakin lama semakin bisa dia mengendalikan kekuatannya perlahan lahan.


Di bawah pohon yang rindang, Aby sedang berbaring dengan memejamkan matanya sambil menikmati angin yang berhembus.


"Kau di sini ?" Tanya Blinda


"Qiano mencarimu, kau tidak ada di tempat latihan." Lanjut Blinda.


Baginya, tidak di tanggapi Aby adalah suatu hal yang sudah sangat biasa. Begitulah Aby, wanita dingin dengan daya tariknya sendiri. Sejak saat itu, Aby semakin dingin.


Aby bangun dan merubah posisi baringnya.


"Kenapa ?"


"Hanya mengecek perkembanganmu." Jawab Blinda dengan tersenyum.


"Menanggung kekuatan yang begitu besar, tak semudah mengucapkan sebuah kata." Ucap Aby sambil memandang langit yang cerah.


"Tapi kau sanggup melewati itu semua." Blinda melihat ke arah Aby.


Aby membalikkan wajahnya melihat Blinda.


"Karena kalian." Ucap Aby dengan tersenyum tulus. Blinda tertegun, pertama kali selama dia mengenal Aby dia melihat Aby tersenyum. Begitu manis hingga membuat Blinda terpesona. Hingga Aby menepuk kedua tangannya di depan Blinda.


"Bagaimana ?" Tanya Aby


"Ha ?" Bingung. Itu yang Blinda rasakan.


"Itu ilusi." Jawab Aby membalikkan wajahnya melihat langit.


"Ilusi ? Maksudmu ? Kau baru saja menghipnotisku ?"


"Kau tak sadar ?"


"Tidak. Itu sungguh mengejutkan."


"Ibuku yang memberitahu." Aby berdiri dari duduknya.


"Ayo kembali."


>>>>>>


Di sebuah ruangan sekolah ternama Imortal High School, terdapat seorang paruh baya berdiri di depan jendela kaca yang begitu besar. Di belakangnya terdapat seorang pemuda yang duduk tenang di kursi yang ada di ruangan tersebut.


"Apa rencanamu ?" Tanya pemuda tersebut


"Jelas saja mencari keberadaannya."


"Tapi kurasa tak akan mudah seperti yang sudah sudah. Karena semua sudah terkuak." Lanjut pria paruh baya itu.


"Dan penyebabnya adalah demon bodoh itu." Ucap pemuda itu dengan tatapan benci.


"Dari awal aku memang tidak bisa percaya pada mereka." Lanjutnya.


Kemudian pintu ruangan tersebut terbuka dan menampakkan 1 orang pemuda lagi.


"Aku yakin kalian akan sedikit senang mendengar berita ini." Ucap pemuda yang baru masuk.


"Katakan." Perintah pemuda yang duduk di kursi.


"Aku tidak tau tepat dia berada dimana. Yang jelas jika mataku tak mungkin salah melihat dia. Dia berada di tempat yang tak pernah di datangi oleh siapapun." Jelas pemuda itu.


"Kau memang dapat di andalkan. Alex."


"Lalu bagaimana dengan dirimu Alvaro ? Hanya duduk diam dan menyuruh Alex tanpa mau turun tangan ?" Sindir pria baruh baya.


"Bisa kau jaga ucapanmu Mr. Robert. Aku menghargaimu karena kau adalah tetua di kerajaanku." Bantah Alvaro


"Ralat, kerajaan ayahmu."


Alvaro hanya mendengus. Lalu bangkit dan keluar dari ruangan tersebut di ikuti oleh Alex.

__ADS_1


Mr. Robert memandang kepergian dua pemuda itu dengan tatapan nanar. Kemudian berbalik menghadap jendala besar di belakangnya.


"Roye, Rose, Raina. Maafkan aku atas apa yang sudah aku lakukan. Maaf karena aku menjadi penghianat di antara kalian." Mr. Robert menghela nafas. Dan berbalik mengambil jubahnya dan menghilang.


>>>>>>


Saat Aby, Qiano, dan Blinda sedang berlatih tiba tiba salah satu dari pengikut mereka datang dengan tergesa gesa.


"Maaf Tuan jika saya mengganggu. Tapi ada berita yang harus anda dengar." Ucap seseorang itu.


Dengan isyarat Qiano menyuruhnya bicara.


"Mereka bangsa Vampire sudah mengetahui tempat kita."


Aby menghentikan latihannya


"Lalu ?" Tanya Aby dingin.


"Kita harus menyusun strategi Aby." Balas Qiano.


"Ini adalah wilayah yang tak pernah di datangi oleh siapapun. Dan sekarang tempat ini adalah milik kita." Jelas Aby dingin.


"Tapi mereka sudah bergerak menuju ke sini." Balas seseorang itu.


"Apa kalian kira aku mengklaim tempat ini tanpa perjuangan ?" Ucap Aby dingin dan berlalu dari tempat itu.


"Cari tahu asal usul tempat ini, Blinda." Perintah Qiano dan langsung di jalankan oleh Blinda.


>>>>>


"Apa kau yakin ini tempatnya ?"


"Apa kau yakin menyerang tanpa persiapan ?"


Alvaro melirik Alex tajam, Sedangkan Alex hanya menanggapi nya cuek.


"Kau pangeran, seharusnya kau bisa lebih jeli dalam memilih langkah. Dan langkahmu ini salah."


"Dia tidak selemah yang kau kira Alvaro."


"Tapi kau tak punya rencana."


Alvaro hanya tersenyum sinis.


Tiba tiba, beberapa kawanan mutan mengepung mereka.


Alvaro tersenyum sinis,


"Apa ini wilayah kalian yang baru ?"


"Majulah dan jemput kematian kalian." Desis Alvaro.


Pertarungan itu pun terjadi, tetapi saat Alvaro membunuh beberapa mutan, mutan mutan itu berubah menjadi sebongkah kayu.


"Apa apa an ini ?!!" Teriak Alvaro marah.


"Hanya sedikit permainan." Jawab sesorang dari atas pohon yang tak lain adalah Rezqiano.


Dia pun loncat dari atas pohon dan mendarat sempurna.


"Apa kalian senang ?"


Alex dan Alvaro memandang Qiano tak suka.


"Keluar kalian semua !!" Teriak Alvaro.


Dan semua Mutan dan pengikut Qiano keluar begitupun dengan Blinda.


"Apa yang kau inginkan?" Tanya Qiano serius.


"Azura Salvador." Ucap Alvaro tajam.


"Tidak semudah itu." Balas Blinda.


"Hentikan omong kosong kalian. Dan selesaikan dengan cepat ini semua." Desis Alvaro.

__ADS_1


Dan terjadilah pertempuran mendadak itu.


Setelah lama mereka bertempur, Alex dan Alvaro sudah cukup kewalahan dengan beberapa luka. Dan sekarang posisi mereka benar benar tak baik. Saat detik detik Alex dan Alvaro kalah. Datanglah Raja Aron dan prajuritnya.


"Apa kalian bodoh ? Menyerang tanpa persiapan." Ucap Raja Aron.


"Dan sekarang saat nya kalian menjemput kematian kalian yang sesungguhnya." Lanjut Raja Amon.


Saat Raja Aron menyuruh para prajuritnya menyerang tiba tiba semua pohon bergerak dan membentuk sebuah jalan. Dan muncullah seorang wanita dengan gaun hitam panjang dan rambut peraknya yang tergerai.


"Kalian memang benar benar nekat." Ucap Aby dingin.


Dengan perlahan para kawanan mutan itu bergerak mundur, kecuali Qiano dan Blinda.


Semua terperangah dengan perubahan Aby. Benar benar seperti Dewi. Dengan rambut perak yang tergerai.


"Cih, kau terlalu sombong !!" Ucap Alvaro tak suka. Dan Aby hanya tersenyum sinis.


"Aku tak mengizinkan kalian masuk ke wilayahku." Desis Aby dengan tatapan tajam.


"Hahahahha.. kau hanyalah bocah !! Berhenti menyombongkan diri !!" Tawa Raja Aron.


"Aku benci orang munafik seperti kalian." Ucap Aby dingin.


Saat raja Aron dan pasukannya hendak menyerang, Aby mengangkat kedua tangannya sehingga raja Aron dan pasukannya dikelilingi api yang di lapisi asap beracun.


Tiba tiba ada beberapa orang inti di dalam pasukan berteleportasi menuju ke tempat Aby berdiri. Dengan sigap Qiano dan Blinda mengambil bagian mereka.


Aby memperkecil lingkaran api yang dia buat, ada beberapa dari mereka yang tak bisa teleportasi memaksa menembus lingkaran api beracun itu. Dan mati mengenaskan di hadapan Aby. Semua yang bisa berteleportasi menyerang Aby. Tetapi Aby dengan sigap menghindar serangan mereka dan membalas dengan pedang yang sudah ada sejak mereka mulai menyerang tanpa sepengetahuan siapa pun.


Semua terkejut saat melihat pedang yang ada dalam genggaman Aby. Pedang legenda yang di gunakan oleh kakek Aby -Roye-


"Apa kalian kaget ?" Tanya Aby datar


"Pedang legenda bangsa vampire sendirilah yang akan membunuh kalian." Ucap Aby dingin dengan senyum liciknya.


"Sialan kau !!!" Teriak raja Aron dan maju menyerang Aby dengan teleportasinya.


Dengan sigap Aby menghindar dari serangan raja Aron.


Saat Aby hendak menyerang, tiba tiba dia terjatuh berlutut dengan memegang dadanya.


Blood Controler. Aby membalikkan wajahnya dan melihat wanita vampire tangan kanan raja Aron yang melakukannya. Sial.


Saat fokus Aby terbagi raja Aron siap menyerang Aby, dan dengan cepat Qiano menangkis serangannya.


"Aby, fokus !!" Teriak Qiano.


Saat Aby sedang berusaha fokus membalikkan blood controler, Alvaro menyerang dan Blinda dengan sigap menahannya.


Terjadilah perkelahian yang sengit, Aby memfokuskan pikirannya dan membalikkan blood controler pada tangan kanan raja Aron. Dan tanpa ampun Aby mengeluarkan api dan asap beracunnya menyerang wanita vampire yang sedang merasakan sakit dari Blood controler.


Raja Amon melihat tangan kanannya meregang nyawa, dengan marah raja Aron berteriak.


"Sialan kau Azura !!!"


Saat raja Aron hendak melakukan mind control kepada Aby, Aby dengan sigap menyerang raja Aron dengan bertubi tubi menggunakan pedangnya. Namun raja Aron sanggup menghindarinya. Penyerangan Aby tak berhenti, hingga saat raja Aron lengah, pedang Aby menyayat tangan raja Aron.


Siapapun yang terkena pedang itu, lukanya tak akan mudah sembuh dengan cepat.


Raja Aron mundur sambil menatap Aby sengit.


Aby hanya menatap raja Aron dingin.


Aby mengangkat pedangnya tinggi tinggi dan menancapkannya di tanah hingga menimbulkan retakan* di tanah yang menuju pasukan bangsa vampire. Kemudian perlahan asap* beracun keluar dari retakan* itu. Sebagian vampire meregang nyawanya dan sebagian lagi melarikan diri begitupun raja Aron.


Perlahan asap* itu menghilang dan tanah* pun tertutup kembali. Pedang yang Aby pegang berubah menjadi sebuah butiran* halus dan menghilang.


"Kau benar* hebat." Puji Blinda.


Tanpa merespon ucapan Blinda, Aby berteleportasi pergi menjauh.


Blinda dan Qiano hanya menampilkan raut bingung.


》》》》》

__ADS_1


__ADS_2